
Dita menatap dirinya lagi didepan cermin, lalu tersenyum sendiri ketika melihat bayangan Carlos di belakangnya.
“Sudah selesaikan? Aku hapus lagi ya makeup nya.” Tanya Dita kepada Carlos.
“Jangan dulu, aku masih butuh satu pemotretan lagi, tapi nanti dengan temanku. Tolong bantu aku lagi ya Dita.” Jawab Carlos.
Agar Dita mau di make over dan menggunakan pakaian bagus yang dibawanya, Carlos terpaksa membohongi Dita. Dengan pura-pura minta tolong ke Dita untuk menjadi model di brand makeup terbarunya.
Didalam mobil yang dikemudikan oleh Edhi, Dionne dan Yoga sedang asik bermesra-mesraan sendiri di belakang kemudi. Sedangkan Yodi memilih ikut bersama didalam mobilnya Zayyan dan Nayla agar tetap bisa bermain dengan Senja.
Edhi yang sedikit melirik ke kaca spion yang ada diatas langsung tersenyum tipis, dia sangat bahagia dengan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh majikannya tersebut, juga merasa bahagia dengan perasaan yang akan Dita rasakan ketika mengetahui dan melihat langsung kepulangan puterinya.
Hingga akhirnya mobil mereka sampai kedepan sebuah rumah sederhana yang berada dipinggir pantai. rumah berwarnah biru dan putih itu sudah dibeli oleh Yoga untuk ditempati oleh Dita, selama tiga tahunnya Dita tinggal disana dengan setia menanti dan mencari keberadaan puteri nya.
“Ada yang datang Edhi!” Seru Dita ketika dia mendengar suara mobio yang terparkir didepan rumahnya.
“Iya itu adalah teman-temanku, tolong buatkan minum dulu ya Dita. Buatkan saja untuk tujuh orang.” Ucap Carlos sambil mengarahkan tubuh Dita agar berjalan kedalam dapur.
“Tujuh orang? Banyak sekali ya? Aduh aku jadi malu dengan mereka udah dandan seperti ini. Aku mundur saja ya, cari wanita yang jauh lebih cantik saja. Aku takut penampilanku ini sangat mengecewakan mereka.” Ucap Dita.
“Sudah telat Dita, mereka sudah keburu datang. Kamu buatkan saja minum untuk mereka sana.” Akhirnya Carlos berhasil membuat Dita masuk kedalam dapurnya. Lalu segera berjalan ke ruang tamu untuk membukakan pintu.
Ceklek...
Setelah pintu terbuka, Yoga dan Dionne langsung meminta Edhi masuk terlebih dahulu.
“Jangan bilang dulu ke Dita kalau aku sudah kembali, kalian ngobrol saja dulu berdua. Setelah itu kami akan masuk satu persatu.” Ucap Dionne.
Edhi pun mengangguk setuju, Carlos memilih menunggu diluar, sedangkan mobil Zayyan masih belum terbuka, mereka semua menunggu didalam.
__ADS_1
Perlahan Edhi memasuki rumah Dita, dia duduk di sofa yang berada di ruang keluarga. Tidak lama Dita datang sambil membawa nampan yang berisi teh manis hangat.
Edhi pun langsung terpana melihat kecantikan wajah Dita, rambut panjang sedikit bergelombang terjuntai dipadukan dengan gaun mewah menambah nilai kecantikan Dita saat itu juga.
Dita yang melihat Edhi juga sama terkejutnya, walau Edhi sering berkunjung untuk melihat keadaan Dita disana atas permintaan Yoga namun saat ini Edhi seperti melihat Dita yang sangat berbeda, Dita yang sangat cantik sekali.
“Hai...kamu datang sendiri atau dengan tuan Yoga? Kebetulan ada Carlos juga dan teman-temannya. Hahaha maaf ya, aku jadi cemong seperti ini. Tadi Carlos minta tolong kepadaku untuk mencoba makeup dan pakaian ini, karena modelnya tiba-tiba saja mengundurkan diri.
Edhi tidak banyak kata-kata, jika dulu dia akan lebih memilih diam dan mencueki penampilan Dita yang seperti ini, saat ini Edhi tidak mau mengulanginya lagi, dia mau wanita yang ada didepan itu adalah wanita tercantik yang ada dihatinya, wanita yang selama ini sangat dia rindukan.
“Kamu cantik sekali.” Puji Edhi langsung menghampiri Dita dan menyentuh lembut wajah Dita.
“Kamu juga tampan sekali.” Puji Dita sambil tersenyum malu dengan wajah yang terasa panas dan memerah.
“Aku sangat merindukanmu.” Bisik Edhi.
“Aku juga...tapi, ada Carlos dan teman-temannya loh disini.” Ucap Dita memperingati Edhi ketika Edhi semakin mendakatkan wajahnya di wajah Dita.
“Oh iya, hari ini ada kejutan untukmu. Kamu pasti sangat menyukainya.” Bisik Edhi di telingan Dita lagi.
Bukannya menjawab Edhi malah mengecup pipi Dita, lalu ke bibirnya juga.
“Edhi, sudah ah. Nanti kalau Carlos dan teman-temannya masuk malu tahu!” Ucap Dita mendorong pelan tubuh Edhi agak kebelakang.
“Aku ingin secepatnya menikahimu.” Ucap Edhi tiba-tiba saja sangat mengejutkan Dita.
“Maaf Edhi, aku masih belum bisa. Aku masih ingin mencari dan menunggu puteri Dionne disini, aku masih belum bisa melakukan kebahagiaan itu walaupun sebenarnya aku sangat menginginkannya.” Dita tertunduk dengan kedua matanya yang nanar menahan kepedihan yang kembali hadir dihatinya ketika mengingat Dionne.
“Sudah saatnya kalian bahagia.” Ucap seseorang yang suaran sangat dikenal baik oleh Dita, suara yang selama ini sangat dia rindukan.
“Aku masih selalu terbayang wajah puteriku, bahkan tadi aku seperti mendengar suaranya. Aku sangat merindukan puteri Dionne ku.” Ucap Dita lagi, dia tidak tahu Dionne ada dibelakangnya saat ini.
__ADS_1
Edhi yang melihat kehadiran Dionne langsung tersenyum lepas, dia mengangkat wajah Dita dan menghapus air mata yang sudah mengalir di kedua pipinya.
“Apa kamu ingin membuat puterimu sedih dengan melihat airmata ini, kamu tidak boleh menyiksa hatimu lagi.” Ucap Edhi pelan.
“Edhi benar, kamu tidak boleh sedih lagi Dita.” Sambung Dionne langsung mendebarkan jantung Dita lebih kencang lagi.
Dita terpaku diam karena sudah mendengar suara Dionne lagi, seperti mimpi-mimpinya selama ini, mimpi yang sangat membahagiakan hatinya namun kembali membuatnya kecewa ketika dia terbangun dan sadar semua hanyalah mimpi.
“Apa aku sedang bermimpi lagi?” Tanya Dita kepada Edhi.
Edhi tidak menjawab, dia hanya tersenyum sambil membalikkan tubuh Dita kehadapan Dionne.
“Hai Dita! Apa yang kamu lakukan? Kenapa hanya terdiam seperti itu? Kamu tidak ingin menyambut kepulanganku?” Tanya Dionne berkali-kali.
“Pu-puteri? Benarkah ini? Bukan mimpi...” Ucapan Dita terputus ketika Dionne langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
“Maafkan aku pasti sudah sangat mengkhawatirkanmu, maafkan aku sudah membuatmu menangis selama ini, aku tidak ingin kamu bersedih lagi, aku kembali untuk melihatmu bahagia bersama dengan pria yang kamu cintai.” Ucap Dionne.
“Puteri...aku yakin kamu pasti masih hidup, oleh sebab itu aku masih disini untuk tetap mencarimu. Tidak disangka malah puteri yang menemukanku, bagaimana caranya? Puteri dimana saja selama ini? Apakah selama ini puteri sangat menderita?” Tanya Dita dengan tangisan bahagia sambil memegang wajah puterinya ketika mereka sudah saling melepaskan pelukannya.
“Aku dan anakku baik-baik saja selama ini Dita.” Jawab Dionne sambil tersenyum.
“Anak? Puteri...dimana anak puteri?” Tanya Dita penasaran.
Dionne tidak menjawabnya, dia malah mengarahkan pandangan Dita ke arah pintu utama di ruang tamunya, terlihat disana kedatanangaj Zayyan, Nayla dan puteri mereka Senja.
Tidak lama kemudian, masuk dengan pelan Yoga yang sedang menggendong Yodi.
“Yodi, ayo berikan salam kepada tante Dita.” Ucap Yoga, dia menurunkan Yodi dari gendongannya.
Yodi pun segera berjalan mendekati Dita dan mama nya. Sebelum Yodi mencium tangan Dita, Dita terlebih dahulu memberikan hormat ciri khas kerajaan negara B kepada pangeran kecilnya itu.
__ADS_1
“Selamat siang pangeran Yodi, semoga keselamatan dan keberkahan selalu menyertaimu.” Hormat Dita membuat Yodi terkejut.
“Ciapa pangelan? Kenapa Odi bica jadi pangelan? Odi dak mau diutuk, nanti Odi jadi odok lagi.” Tanya Yodi penasaran membuat mereka semua yang mendengar langsung tersenyum dan tertawa.