Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Kebaikan dan Kebaikan


__ADS_3

Langit yang awalnya cerah tiba-tiba saja menjadi gelap, hembusan angin juga terasa sangat kencang hingga dapat menerbangkan barang-barang kecil yang di lewatinya. Termasuk payung yang sedang di genggam Dionne saat itu.


Dita langsung berlari kencang menghampiri puterinya dengan payung pengganti. Hujan yang awal nya rintik-tintik pun turun semakin deras. Buru-buru mereka masuk kedalam cafe yang berada tepat di depan lapas X.


“ Sial sekali kita ikut datang kesini.” Gerutu Dionne ketika masuk kedalam cafe tersebut.


Selesai melipat payungnya dan meletakkan di tempat yang sudah disiapkan, Dita langsung mengambill sapu tangan yang ada di dalam tas nya. Lalu membantu Dionne mengeringkan tangan, kaki juga pakaian yang terkena cipratan air hujan.


“ Sudah-sudah. Aku lapar, sambil menunggu Yoga kita makan dulu saja ya.” Ucap Dionne.


“ Baik puteri.” Dita langsung mengikuti langkah kaki Dionne.


Selesai memesan makanan dan minuman, Dionne mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja. Baru saja lima menit Yoga masuk ke ruang jenguk lapas X bersama dengan Edhi. Tapi hati Dionne sudah gelisah. Bayangan wajah sosok Ani Atmodjo yang sangat di benci nya itu seakan meledek Dionne dan tertawa kepadanya.


^^^Aku tidak tahu hati kamu terbuat dari apa Yoga, masih mau-mau nya menjenguk orang yang sudah membunuh kedua orang tua mu juga hampir saja membunuh kita. Buat apa...jika saja wanita itu di hukum di negara ku. Aku pastikan dia akan mendapatkan hukuman mati. Karena hidup pun, tidak akan ada guna nya lagi, malah hanya akan mencelakai orang lain saja. Dionne^^^


Di dalam ruang jenguk Yoga duduk menghadap kaca pembatas yang masih kosong. Sekian lama menunggu, Ani Atmodjo belum juga datang menghampirinya. Edhi yang sudah tidak sabar lagi langsung menghampiri petugas lapas dan menanyakan keberadaan Ani Atmodjo.


Tidak lama kemudian petugas yang tadi di tanya oleh Edhi kembali dan membawa kabar kurang enak untuk mereka.


” Mohon maaf tuan, ibu Ani menolak untuk di kunjungi hari ini oleh siapapun karena sedang merasa tidak enak badan.”

__ADS_1


Jawaban yang sebenarnya sudah di duga oleh Yoga dan Edhi.


“ Baik lah, kalau begitu. Aku akan mengirimkan pesan kepada tanteku lewat sebuah surat. Edhi, tolong ambilkan kertas dan bolpoin nya ya.” Pinta Yoga.


Tidak lama Edhi pergi lalu kembali dengan sebuah kertas dan bolpoin untuk Yoga.


...Apa kabar tante?. Semoga selalu di berikan kesehatan dan ketabahan agar kita bisa berkumpul kembali suatu saat nanti. ...


...Yoga tahu tante sangat enggan bertemu dengan Yoga kembali. Jadi selama ini hanya mendengar kabar tante dari Zayyan saja. Hanya saja beberapa malam ini entah kenapa Yoga memimpikan tante, maaf kan Yoga jadi lancang datang menjenguk tante. ...


...Tante, Yoga ingat dua puluh tahun yang lalu saat tante mengatakan ini kepada Yoga : ...


...Jadilah pria yang kuat dan mandiri Yoga, tidak semuanya hidup berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Selagi ada kesempatan jadilah pria yang baik dan tidak menyimpan dendam kepada siapapun. Maka Tuhan akan selalu melindungimu dan memberikan yang terbaik untukmu. ...


...Terima kasih sudah merawat Yoga dan memberikan kesempatan untuk Yoga hidup dan menjalankan kebidupan yang layak selama ini. Yoga tidak menginginkan apapun kecuali kedamaian dan kebagahagiaan untuk kita semuanya. Oleh sebab itu, Yoga berharap tante mau berjanji. Tetap lah jaga kesehatan dan tidak menyimpan dendam lagi. Jika tante dapat bertahan hidup dengan menciptakan ketenangan untuk kita semua. Ketika tante sudah bebas dari lapas ini Yoga akan memgembalikan posisi tante seperti sedia kala di Permata Group. ...


...Yang lalu biarkan lah berlalu, karena hati Yoga tidak pernah berubah. Yoga masih menganggap tante seperti ibu kandung Yoga sendiri. Yoga harap tante dapat merasakannya, Yoga masih menyayangi tante. ...


Selesai menulis surat tersebut, Yoga menyerahkannya kepada Edhi. Lalu Edhi pun menyerahkan surat tersebut kepada petugas lapak yang berjaga.


“ Tuan, di luar hujan sangat deras.” Ucap Edhi ketika mereka akan meninggalkan ruangan jenguk tersebut.

__ADS_1


“ Lalu, apakah Dionne dan Dita masih menunggu di dalam mobil?.” Tanya Yoga.


“ Tidak tuan, mereka menunggu di cafe W.” Jawab Edhi.


“ Oke, kalau begitu yuk kita segera kesana. Janhan biarkan mereka menunggu kita terlalu lama.” Ajak Yoga, Edhi pun segera mengambil payung memakaikan payung nya untuk Yoga.


“ Bro, pakai payung mu juga. Biar ini aku yang pegang sendiri, sudah kaya sepasang kekasih saja kita sepayung berdua.” Perintah Yoga, Edhi pun tersenyum dan segera memberikan payung tersebut kepada Yoga.


“ Nah begitu, kalau kamu hanya memayungiku saja sedangkan kamu nya tidak. Ya sama saja, kamu sakit nanti aku-aku juga yang repot!.” Ucap Yoga lalu berjalan menuju cafe W.


^^^Tuan, kamu terlalu baik. Memang itu sangat baik, namun sayang nya. Tidak semua orang akan menerima kebaikan dengan kebaikan juga. Aku harap, dimana pun kamu berada nantinya. Tuhan akan selalu melindungimu. Edhi^^^




Di dalam kamarnya, Ani menatap nanar surat yang diberikan Yoga kepadanya. Dia teringat kembali kejadian dua puluh tahun yang lalu, ketika dia memberikan kabar buruk kematian suami, adik dan iparnya itu kepada Yoga.


“ Yoga, pesawat itu ternyata meledak di atas langit sayang. Kamu yang kuat ya sayang, ada tante dan Zayyan yang akan selalu menyayangimu disini.” Ucap Ani saat itu.


“ Tante, aku akan kuat...aku janji akan menjadi anak yang kuat dan baik untuk kalian. Tante dan Zayyan juga harus kuat dan tabah, kita sama-sama di tinggal oleh orang-orang yang kita sayangi. Paman Zack, ayah dan ibuku sudah berada di syurga pastinya. Mereka juga pastinya menginginkan kita bisa saling menguati dan tetap menjalankan kehidupan ini dengan bahagia. Tante...Yoga sayang tante dan juga Zayyan. Hanya kalian keluarga yang Yoga miliki saat ini.”

__ADS_1


Mereka pun saling berpelukan, Ani membelai lembut kepala keponakannya itu. Saat itu air matanya mengalir, namun bibir nya tersenyum tipis.


^^^Ah...Yoga, kamu sudah membuatku merasakan kembali perasaan saat itu. Apa kamu ingin membuatku sedih dan merasa bersalah lagi?. Benar-benar keponakan yang baik. Kamu jauh lebih baik di banding anakku yang durhaka itu. Tapi...sayang nya tante tidak sebaik kamu sayang. Hahahaha tante sudah tidak menginginkan posisi itu kembali. Ani Atmodjo^^^


__ADS_2