
Yoga membelai mesrah kedua tangan isterinya, bibir nya tersenyum penuh kepuasan dengan mata berbinar ketika Dionne membalas tatapannya.
“ Selangkah lagi...aku akan mendapatkan project itu.” Ucap Dionne juga dengan senyuman yang sangat merekah.
“ Selamat ya sayang...terima kasih untuk semuanya.” Yoga mencium tangan Dionne berkali-kali.
“ Seandainya izin itu bisa kita dapatkan lebih cepat dengan hasil ini.” Ucap Dionne sambil melihat kembali laporan hasil pemeriksaannya yang ternyata menujukkan hasil bahwa dia sedang hamil.
“ Kita bisa bicarakan lagi dengan ayahmu, semoga saja beliau langsung mau memberikan izin ketika mendengar kabar baik ini dari kita.” Ucap Yoga, dia langsung mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada ayah mertua nya dengan menyertakan foto hasil tes kesehatan milik Dionne.
“ Aku tidak yakin ayah mau mempercepat, dia pasti tetap menunggu sampai anak ini lahir.” Ucap Dionne.
“ Kita coba saja dulu, siapa tahu mood ayahmu lagi bagus dan mau menuruti permintaan kita.” Ucap Yoga, tangannya kembali memegang mesrah tangan isterinya.
^^^Aku sudah menikah dengannya, sudah memberikan mahkota yang aku miliki kepadanya, sudah membiarkan dia berkali-kali meniduriku, mungkin juga aku sudah mulai menyukainya...dan kini, aku sudah mengandung anak nya. Ini kah takdirku...Perasaan yang selama ini sangat aku hindari bahkan aku memaksa diriku untuk membencinya,malah sudah menjadi candu untukku. Tuhan...kenapa aku bisa merasakan perasaan yang se aneh ini, rasa bahagia dan sedih yang menyatu dalam getaran yang tidak bisa aku mengerti. Dionne ^^^
“ Oke sayang, kamu istirahat dulu ya.” Ucap Yoga melepaskan tangannya dari Dionne.
“ Kamu mau kemana?.” Tanya Dionne
“ Aku ada janji dengan Zayyan dan Carlos.” Jawab Yoga.
“ Ini kan hari sabtu, kenapa kalian masih saja ribet sama pekerjaan?!.” Gerutu Dionne membuat Yoga terkejut ketika mendengarnya.
^^^Apa yang terjadi padanya, biasanya dia tidak pernah memikirkan ini hari apa untuk pekerjaan. Yoga ^^^
“ Aku kan juga ingin seperti kamu sayang, bisa lebih fokus dan tanggung jawab dengan pekerjaan. Ini untuk masa depan anak kita juga hehehe.” Ucap Yoga sambil membelai lembut perut Dionne.
Tanpa sadar Dionne kembali meneteskan air matanya. Yoga yang melihat Dionne menangis langsung merasa khawatir kembali kemudian membersihkan air mata itu dengan kedua tangannya.
“ Kamu kenapa sayang?. Apa kamu mual, pusing atau kram perutnya?.” Tanya Yoga.
“ Jangan pergi...temani aku saja disini.” Pinta Dionne dengan memelas.
Yoga hampir tidak percaya melihat kelakuan isterinya saat ini.
__ADS_1
“ Sa...sayang....” panggil Dionne kepada Yoga.
Yoga tambah terpaku ketika mendengar panggilan Dionne kepadanya.
“ Sayang...aku mohon, jangan pergi ya.” Pinta Dionne lagi membuat Yoga tidak bisa lagi menahan keharuannya.
“ Iya sayang...aku tidak akan meninggalkanmu. Aku janji.” Ucap Yoga sambil memeluk isterinya itu. Beberapa tetes air mata pun mengalir di atas pipi nya.
“ Kamu menangis?, apa kamu merasa tertekan karena aku melarangmu pergi?.” Tanya Dionne ketika dia melepaskan pelukannya dari Yoga.
“ Tidak sayang...ini air mata bahagia, aku sangat bersyukur dengan semua ini. Sungguh...” Jawab Yoga dengan senyuman hangat yang kembali membuat Dionne ingin kembali memeluk suaminya itu.
“ Aku tidak mengerti kenapa aku jadi seperti ini, maafkan aku Yoga...entah kenapa saat ini aku merasa takut.” Ucap Dionne.
“ Ada aku didekatmu, kamu jangan takut lagi...”
Ucap Yoga sambil naik ke atas ranjang, dan ikut merebahkan tubuhnya di damping Dionne. Dia meminta Dionne menyenderkan kepalanya di atas dada nya. Lalu membelai lembut rambut Dionne dari atas hingga ke ujung rambutnya.
“ Aku jadi kangen dengan mendiang ibuku, dulu dia juga sering memelukku seperti ini. Aku akan tertidur diatas suara detakan jantung nya dan belaian lembut dari tangannya.” Ucap Dionne.
“ Aku juga kangen dengan mendiang ibuku, jika mereka masih hidup, aku yakin mereka akan langsung memeluk kita. Tapi aku yakin, saat ini mereka sedang tersenyum melihat kita sayang...” Ucap Yoga lalu mencium kepala Dionne.
•
•
Zayyan dan Carlos yang sudah menghubunginya berkali-kali. Mereka memang sudah janjian dan Yoga belum memberi kabar kepada mereka. Yoga pun langsung mengirim pesan kepada mereka agar mereka tidak menunggu nya.
“ Sorry bro gue gak bisa datang...isteri gue lagi tidak ingin jauh dari gue.”
•
•
“ Eh si kupret enak banget balasnya begitu.” Ucap Carlos kesal ketika membaca pesan wa dari Yoga di group wa mereka.
__ADS_1
Zayyan hanya tersenyum melihat Carlos.
“ Kupret...kesambet setan dimana lo jadi halu seperti itu?!.” Balas Carlos.
Tidak lama Yoga membalas pesan lagi tanpa kata-kata, hanya mengirimkan foto Dionne dari samping dan tertidur pulas di atas dadanya.
“ Ehhh lihat, dia mau pamer sama kita rupanya.” Ucap Carlos.
“ Hahaha dari awal gue gak ragu sedikitpun dengan kemampuan Yoga untuk menundukkan ke angkuhan Dionne.” Ucap Zayyan.
Tidak lama kemudian Yoga kembali mengirimkan pesan kepada mereka, sebuah foto yang menunjukkan hasil tes kehamilan Dionne kepada mereka.
“ Woowww, wooowww...woowww, you lihat Zayzay...si kupret itu udah berhasil hamilin Dionne. Gila...gila!!!.” Ucap Carlos lagi hampir tidak percaya dengan apa yang sudah di lihatnya.
“ Ohh syukurlah kalau Dionne sudah hamil. Berita bagus juga untuk kita semuanya. Luar biasa...” Ucap Zayyan.
Zayyan pun langsung membalas pesan tersebut dan membalas pesan Yoga tersebut.
“ Selamat yaa bro.”
Tidak mau kalah Carlos juga membalas pesan Yoga.
” Eh kupret, Dionne hamil karena program insemination kan.”
Zayyan hanya terkekeh membaca pesan dari Carlos.
“ Si cemongggg ini masih aja suka julid kaya netizen lo. Gue Yoga...tidak mungkin membiarkan pasukan cebong sejati gue tanpa sentuhan hot dari wanita. Udah pasti Isteri gue hamil yaa karena serangan pasukan gue langsung ke benteng nya lah. Apa perlu gue buktiin cemonggg?!.” Balas Yoga.
Zayyan kembali tertawa membaca pesan tersebut. Carlos pun ikut tertawa dan membayangkan wajah Yoga yang pasti sedang kesal saat membalas pesan darinya.
“ Selamat Yoga...lo memang sudah seharusnya mendapatkan kebahagiaan ini. Dari semua kesulitan dan ketidak adilan yang selama ini lo dapatkan. Tapi sekarang, lo bukan hanya harus melindungi dua nyawa saja. Tapi juga calon bayi yang ada di rahim Dionne.” Isi pesan Zayyan secara pribadi kepada Yoga.
“ Sudah pasti bro, gue akan melindungi Dionne dan anak kami.” Balas Yoga.
Zayyan menarik nafasnya dalam-dalam dan melepasnya dengan berat. Kemarin baru saja dia menjenguk ibunya di rutan X. Dan dapat dirasakan dengan jelas olehnya api amarah yang masih di rasakan ibunya kepada Yoga.
__ADS_1
“ Ingat ma...bukan Yoga yang membuat mama masuk kedalam penjara ini. Tapi aku!.” Tegas Zayyan saat itu.
“ Ya, tapi jika saja tidak ada Yoga. Kamu tidak akan mungkin melakukan kebodohan itu!!.” Ucap Ani Atmodjo tidak kalah tegasnya.