Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Kenapa Bisa Bersama Rachel


__ADS_3

10 menit setelah kepergian Yoga di pulau C


Kapten Reza bersama dengan dua orang anak buahnya membawa masuk Rachel kedalam sebuah cafe di pulau C.


“ Sebelum kita berangkat ke Jakarta, ada yang ingin saya tanyakan dahulu kepadamu. Siapa kamu dan kenapa bisa berada disini?.” Tanya kapten Reza sambil menatap tajam gerak gerik bola mata Rachel untuk menyimpulkan apakah wanita itu akan menjawab dengan jujur atau berbohong.


“ Nama saya Rachel, saya berada disini karena keterpaksaan. Ayah saya memiliki hutang kepada bos Kevin. Karena tidak mampu membayarnya, dia memberikan saya ke bos Kevin sebagai isteri muda yang ke enam. Untuk mengelabui bos Kevin, saya bilang kepadanya kalau saya ini sangat suka bergunta-ganti pasangan sebelumnya. Hingga menderita HIV Aids, awalnya saya takut dia akan meminta bukti pemeriksaan saya namun ternyata dia percaya begitu saja. Namun, karena kemarahannya dia malah memberikan saya kepada Chyntia, artis terkenal itu...lalu dia membawa saya ke pulau ini.” Ucap Rachel mulai bercerita asal usulnya berada di pulau C.


“ Kapan kejadian nya ?.” Tanya kapten Reza lagi.


“ Satu bulan yang lalu, saat itu aku ingat sekali dia berkata kepada seseorang akan menjadikanku cambuk yang menyakitkan untuk Yoga Atmodjo. Chyntia ingin menghancurkan masa depan Yoga dengan cara menularkan penyakitku kepada Yoga, menyebarkan berita skandal kami juga merebut semua saham milik Yoga di Permata Group.” Jawab Rachel sambil.


“ Apa kamu kenal siapa seseorang yang bicara dengan Chyntia saat itu?.” Tanya kapten Reza lagi penasaran.


“ Dia itu...sepertinya salah satu pemimpin black line yang memiliki kemampuan hipnotis tingat tinggi.” Jawab Rachel.


“ Hipnotis?.” Tekan Kapten Reza.


“ Ya, Saat Yoga Atmodjo itu di datangkan kepulau ini, dia sudah dalam kondisi kehilangan ingatannya. Bertatapan kosong dan melakukan semua perintah orang itu. Sampai ketika saya di perintahkan berdekatan dengan Yoga, orang itu mengatakan kepadanya kalau saya adalah Dionne Cirelli, isterinya. Yoga percaya begitu saja, dia bahkan langsung memelukku.” Ucap Rachel.


Saat itu, hari kedua Yoga berada dipulau C. Yoga dan Rachel di masukan kedalam sebuah kamar yang sudah di pasangi bayak kamera. Tugas Rachel adalah merayu Yoga untuk bercumbu dan berhubungan badan dengannya.


“ Padahal sebenarnya saya masih perawan, tapi saya tidak ada pilihan lain.” Ucap Rachel sambil menundukan wajahnya karena malu.


Dengan debaran jantung yang sangat mengguncang dadanya, Rachel mulai mencium bibir Yoga yang masih mengatup dengan pandangan mata yang kosong.


“ Apa kamu tidak merindukan ku, Aku ini Dionne...Isterimu.” Bisik Rachel di telinga Yoga.

__ADS_1


Yoga mulai menatap kedua mata Rachel. Lalu membalas kecupan bibir Rachel. Dari hanya saling menempelkan bibir, sampai memasukan lidah masing-masing hingga saling bercumbu dan melepaskan pakaian masing-masing.


^^^Aku akan menyerahkan keperawananku kepadanya, pria yang diam-diam aku kagumi ketampanannya ini...wajahnya sering masuk ke berita gosip di dunia entertain karena sering bermain hati dengan artis juga model terjenal. Tapi aku yakin sebenarnya dia orang yang baik. Semoga suatu saat dia dapat mengingatku dan mempertanggung jawabkan semuanya. Rachel ^^^


Tangan Yoga kini sudah menarik pakaian dalam Rachel yang paling bawah. Hingga menunjukkan bagian vitalnya yang sudah membasah dari awal mengecup bibir Yoga. Rachel pun memejamkan kedua matanya ketika Yoga akan mulai memasukan ular kadutnya kedalam sana.


^^^Katanya akan terasa sakit...aku harus menahannya. Aku harus bisa menahannya. Rachel^^^


Namun bukan bagian tubuh vitalnya yang terasa sakit, seluruh tubuh Rachel langsung terasa sakit karena tertimpa tubuh Yoga yang sudah pingsan dan terjatuh tepat di atas tubuhnya dengan keras. Bahkan kepala mereka juga berbenturan dengan keras. Membuat Dionne langsung terasa pusing dan ikut tidak sadarkan diri.


Chyntia dan anggota black line lain yang menonton langsung dari layar laptop terhadap aktifitas panas itu langsung memaki dengan keras.


“ Bagaimana bisa mereka malah pingsan!!!.”


Mereka pun segera masuk kedalam kamar tersebut.


“ Kalau mau lo pake aja, bukannya kalau pake ****** tidak akan tertular ya.” Ucap Chyntia.


“ Oh ya?...benar juga. Boleh nih...dari pada mubazir. Ya kan...” Ucap pria itu, Chyntia pun mempersilahkannya. Lalu segera pergi dari kamar itu. Toto pun langsung menurunkan Yoga dari ranjang dan menggeletakkannya di atas lantai. Dia lalu mengambil ****** yang selalu di sediakan di dalam laci lemari di setiap kamar dalam villa tersebut.


Selesai memakainya, Toto langsung memasukan ular kadut nya kedalam sarang milik Rachel berkali-kali. Membuat hentakkan demi hentakkan yang juga mengguncang ranjang itu, hingga saat dia mencapai puncaknya. Dia menarik ular kadut yang sudah melemah dari dalam sarang Rachel, dan melihat darah yang mengalir cukup banyak dari dalam sana.


Toto pun langsung mengangkat tubuh Yoga kembali ke atas ranjang. Lalu segera memakai celana nya dan lekas menghampiri Chyntia.


“ Apa?...Rachel masih perawan?.” Tanya Chyntia tidak percaya.


“ Iya nona, pas awal gue memasuki lubang kenikmatannya sebenarnya gue sudah bisa merasakannya.” Jawab Toto dengan mata yang berbinar-binar karena meraskan anugerah yang luar biasa sudah mendapatkan keperawanan Rachel yang cantik itu.

__ADS_1


“ Sial!!! Awas lo Kevin!!! Katanya itu cewek penderita HIV Aids.” Umpat Chyntia dengan kesalnya kepada bos Kevin yang di kenal oleh Rachel.


“ Nona, kita sudah memiliki video itu kan. Sebenarnya itu cukup untuk menakuti Yoga kalau dia memang sudah berhubungan badan dengan seorang wanita penderita HIV Aids. Di rumah sakit Permata, ada seorang dokter yang bisa kita andalkan. Dia juga orang setianya mom Ani. Pasti dia mau membantu kita.” Ucap Toto.


“ Ya, boleh...Tapi gue juga mau membuat Yoga lebih hancur lagi. Sepertinya seru juga kalau si playboy itu jadi pemuas nafsu daddy-daddy. Hahahaha. Kembalikan lagi ingatannya, gue mau dia menikmati bagaimana rasanya jadi budak sek* pria hitung belang.” Chyntia pun tertawa dengan sekeras-kerasnya.




Apakah semua itu yang di ceritakan Rachel kepada kapten Reza?...


Ternyata tidak. Rachel hanya menceritakan sampai dia tidak sadarkan diri dan terbangun dengan posisi sudah kehilangan keperawanannya bersama dengan Yoga disampingnya.


“ Sersan Dika, apakah sampeyan sudah merekam semuanya?.” Tanya kapten Reza.


“ Siap, sudah komandan.” Jawab sersan Dika.


Saat itu juga Dionne menghubungi ponsel Kapten Reza dengan video call.


“ Kapten, bagaimana keadaan Yoga ku?. Kenapa sampai sekarang dia belum juga sampai. Bukannya katamu Yoga baik-baik saja?!. Apa kamu sudah membohongiku?!.” Tanya Dionne dengan wajah yang terlihat pucat penuh kecemasan.


Kapten Reza belum mulai menjawab, namun Dionne sudah kembali bertanya kepadanya.


“ Aku juga menerima foto-foto serta video menjijikan Yoga bersama dengan seorang wanita. Aku yakin, suamiku tidak akan seperti itu dalam kondisi sadarnya. Apa kamu tahu, apa yang sudah terjadi?.” Tanya Dionne lagi.


“ Ya, aku tahu. Bicara lah langsung kepadannya.” Jawab Kapten Reza sambil memberikan ponselnya kepada Rachel. Lalu membiarkan kedua wanita itu saling bicara.

__ADS_1


__ADS_2