
“ Selamat pagi sayang.” Sapa Yoga sambil mengecup lembut kening Dionne ketika Dionne terbangun dari tidur nya yang nyenyak semalaman dalam pelukan dan belaian Yoga.
Dionne terbayang lagi aktifitas semalam yang sudah membuat dirinya lupa diri dengan mengikuti bahkan menikmati arahan Yoga dalam bercinta.
Kini jantungnya kembali berdegup kencang. Dengan wajah yang memerah dia menimpukan sebuah bantal tepat kearah wajah Yoga.
Dionne ingin langsung bangun dari ranjangnya. Namun dia baru sadar saat ini tidak menggunakan sehelai benang pun di atas kulitnya. Dionne langsung menarik bed cover yang menyelimutinya semalaman bersama dengan Yoga, menarik bed cover tersebut hingga hampir menumpuk di atas tubuhnya.
“ Minum dulu sayang.” Ucap Yoga sambil menyerahkan segelas air putih hangat kepada Dionne.
“ Terima kasih.” Dionne mengambil gelas tersebut dan langsung meminumnya sampai habis.
Yoga kembali membelai rambut Dionne dan mengambil gelas tersebut dari tangan Dionne.
“ Kalau kamu mau mandi, aku sudah menyiapkan air hangat di bathup dengan bubble bath wangi lavender favorite mu.” Ucap Yoga sambil memberikan senyuman manisnya untuk Dionne.
“ Ya...terima kasih. Aku mau turun, kamu tutup matamu dulu.” Pinta Dionne membuat hati Yoga tergelitik geli.
“ Bagian tubuhmu yang mana yang belum aku lihat dan aku sentuh sayang...hahaha. Nanti pun jika kita akan melakukannya lagi aku juga akan melihat seluruh tubuhmu juga.” Ucap Yoga membuat Wajah Dionne kembali memerah karena malu yang luar biasa.
“ Jangan bahas soal itu lagi. Cukup satu kali ini saja. Kita tidak akan pernah mengulangi nya lagi.” Ketus Dionne.
“ Iya...iya, maaf. Yasudah aku tutup kedua matamu. Silahkan kamu lari dengan cepat kedalam toilet sebelum kedua mataku lelah untuk terpejam.” Ucap Yoga. Saat itu juga dia menutup kedua matanya. Dan Dionne segera turun dari ranjang nya, lalu hendak berlari cepat ke kamar mandi sesuai arahan Yoga. Namun...
BUK!!!
Kaki Dionne tersangkut di lilitan bed cover nya hingga membuat nya terjatuh ke atas lantai.
Yoga langsung membuka kedua matanya dan berlari ke arah Dionne.
“ Astaga sayang...kamu tidak apa-apa?.” Tanya Yoga dengan khawatirnya.
“ Ih!!! Tidak apa, sana kamu. Tutup lagi keduan matamu!!” Teriak Dionne sambil berusaha menutupi tubuhnya lagi dengan bed cover yang baru saja sudah membuatnya terjatuh.
“ Oke...oke.” Yoga kembali menutup kedua matanya. Dionne pun langsung berlari lagi ke arah kamar mandi. Lalu segera membenamkan tubuhnya di dalam bathup yang sudah terisi air hangat dengan bubble bath wangi lavender.
__ADS_1
^^^Duh...kenapa masih perih sekali ya. Dionne^^^
Selesai mandi dan menggunakan pakaian kerjanya Dionne berjalan ke ruangan kamar utamanya. Namun dia tidak melihat ada Yoga disana.
Dionne pun segera memoles tipis wajahnya didepan cermin. Lalu mengambil tas kerja nya dan berjalan meninggalkan kamarnya menuju ruang makan. Disana juga tidak ada Yoga, namun sudah ada segelas air putih, susu putih dan dua buah nasi goreng.
Dionne segera duduk di kursinya. Lalu meminum sedikit air putih dan lanjut memakan nasi goreng tersebut.
^^^Enak sekali...tumben mba Ida membuat masakan seenak ini. Dionne^^^
Tidak lama kemudian Yoga masuk keruang makan dengan membawa dua buah piring omelet campuran daging dan sayuran. Dia meletakkan satu piring di atas mejanya Dionne satu lagi diatas mejanya.
“ Bagaimana rasanya? Semoga kamu suka ya dengan masakanku ini. Mba Ida lagi tidak enak badan. Jadi aku minta Dita langsung mengantarnya ke dokter.” Ucap Yoga sambil mengunyah nasi goreng dengan campuran omelet di dalam mulutnya.
“ Kamu yang masak ini semua?.” Tanya Dionne tidak percaya. Yoga hanya mengangguk dan mengunyah kembali satu sendok makan nasi goreng yang sudah masuk kedalam mulutnya lagi.
“ Lalu kenapa kamu meminta Dita mengantarkan mba Ida?. Kan ada Leo atau Erick. Mereka bisa mengantar mba Ida ke dokterkan.” Protes Dionne.
“ Bukan muhrim sayang, biarkan saja Dita yang mengantar mba Ida.” Ucap Yoga dengan enteng nya.
“ Kamu makan dulu saja, nanti biar aku yang antar kamu ke kantor.” Ucap Yoga.
“ Oh tidak usah!. Aku bisa membawa mobil sendiri. Terima kasih!.” Dionne langsung bangun dari kursinya.
“ Haii sayang, makan dulu saja. Lagian kamu mau pakai mobil yang mana? Kecuali mobilku.” Tanya Yoga sambil menarik tangan Dionne dan mengarahkannya untuk kembali duduk di kursinya.
“ Aku punya dua mobil. Walaupun Dita pergi masih ada mobil satunya kan.” Jawab Dionne.
“ Aku lupa info, semalam mobil mu yang satu itu ban nya pecah. Jadi tadi aku minta tolong Leo membawanya ke bengkel.” Ucap Yoga lagi tanpa beban.
“ Apa...ban nya pecah?. Hahaha kok bisa. Semalam aku sempat cek kedua mobil ku kondisi baik-baik saja kok!.” Protes Dionne lagi.
Yoga tidak banyak berkata lagi, dia hanya menunjukan pesan dari Leo yang baru mengirimkan kondisi mobil Dionne di dalam bengkel.
“ Kenapa bisa begitu...?!.” Tanya Dionne lagi tidak percaya.
__ADS_1
“ Yasudah kamu makan dulu. Biar tidak telat aku akan mengantarmu ke kantor sehabis sarapan.” Ucap Yoga. Dionne pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
“ Makannya pelan-pelan saja sayang. Nanti Gerd mu kambuh lagi kalau tidak mengunyah makanan dengan baik.” Ucap Yoga.
“ Bawel...!.” Dionne kembali memakan nasi goreng dan omelet buatan Yoga.
^^^Ini enak sekali...aku baru tahu, ternyata dia bisa masak. Dionne ^^^
•
•
Di dalam mobil Dionne tidak banyak bicara dengan Yoga. Mereka lebih banyak terdiam sambil menikmati lagu-lagu cinta yang sengaja di setel Yoga untuk menemani perjalanan mereka ke kantor Dionne.
Sesampainya di depan lobby utama gedung Sun group, Yoga menyerahkan sebuah tas jinjing kepada Dionne.
“ Apa ini?.” Tanya Dionne.
“ Aku sudah masakan untukmu, hanya sayur sop iga saja sih. Tapi aku sudah tempati kedalam tipe bowl. Biasanya akan tetap hangat sampai sampai kamu membukanya nanti.” Jawab Yoga.
“ Hahaha kamu pikir aku anak sekolah sampai dibawakan bekal. Tidak usah, terima kasih!” Ucap Dionne dan akan berlalu pergi namun tangan Yoga berhasil meraih tangannya.
“ Kamu kan suka lupa makan kalau sedang bekerja. Ingat Dionne, untuk mendapatkan anak yang sehat dan cerdas. Pola makan mu juga harus dijaga juga...jika kamu nya sehat, maka kehamilanmu akan sehat pula.” Ucap Yoga.
“ Apa...hamil?! Hahaha Yoga, aku belum hamil. Tidak usah lebay seperti itu.”
“ Coba kamu googling atau tanyakan kepada ahlinya, apa sajan yang perlu di lakukan atau tidak boleh selama program hamil. Itu penting untuk kamu ketahui sebelum kamu benar-benar hamil nanti.”
“ Oke...hanya demi kelancaran project lintas benua. Thanks Yoga!.” Ucap Dionne sambil meraih dengan keras tas jinjing itu dari tangan Yoga.
“ Eh tunggu...main pergi saja. Cium tangan dulu dong.” Ucap Yoga sambil menyodorkan tangannya ke arah Dionne.
“ Cih!!! Tidak mau!.” Dionne malah menepuk punggung tangan Yoga dan segera keluar dari mobilnya.
^^^Mau buat aku menjadi isteri yang baik untukmu. Jangan pernah berharap lebih Yoga!. Dionne^^^
__ADS_1