Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Permata Hitam


__ADS_3

Dionne merasakan ada yang aneh dalam dirinya ketika berhadapan langsung dengan Yoga di meja makan.


Sesekali Dionne melirik ke arah suaminya yang sedang menikmati sarapan pagi nya sambil bermain ponsel.


Kenapa dia jadi tambah menyeramkan ya, setiap kali ada di dekatnya malah membuatku merinding seperti berada di samping hantu. Kadang juga dia membuat jantung ku berdegup tanpa sebab. Aneh...Dionne


Yoga masih tidak sadar dari tadi Dionne sedang memperhatikannya. Dia masih fokus dengan ponsel dan makanannya. Semalam Yoga pulang sudah larut malam, dan pagi pun masih sibuk dengan pekerjaannya.


^^^Huh!!, pasti dia sedang sibuk memandangi instagram artis dan model cantik lagi. Tidak ada kerjaan lain yang lebih membuatnya tertarik daripada memandang mereka. Dionne ^^^


Dionne teringat lagi kata-kata Nada kemarin sore, sebelum akhirnya artis cantik itu memilih mundur dari pada terus maju untuk menjebak Yoga. Kata-kata terakhir Nada selalu terulang di pikirannya Dionne.


“ Puteri, Yoga tidak seburuk yang puteri bayangkan. Sepertinya dia hanya ingin mendapatkan pasangan yang benar-benar tepat. Jika wanita itu mau di ajaknya berhubungan badan dia akan melepaskannya. Namun jika tidak, dia akan mempertahankannya. Coba puteri tanya Shinta, sekretaris nya Zayyan. Mereka pernah pacaran cukup lama.” Ucap Nada saat itu.


“ Shinta...” gumam Dionne pelan. Yoga melirik ke arah Dionne, dia mendengar dengan jelas apa yang sudah Dionne ucapkan tadi.


^^^Lihat saja, aku sebut nama mantannya dia langsung melotot seperti itu. Dasar mesum!. Dionne. ^^^


Yoga kembali fokus melihat ponsel nya. Dia lebih memilih mengacuhkan apa yang di sudah di ucapkan Dionne tadi.


“ Aku jalan duluan ya, kamu jangan lupa minum obat dan makan teratur.” Ucap Yoga, Dionne hanya terdiam.


Yoga bangun dari kursi makan, lalu menghampiri Dionne kemudian membelai rambut Dionne sebentar dan berlalu pergi meninggalkan Dionne.


^^^Aku pernah mendapatkan belaian seperti ini...tapi dulu. Saat ibuku masih hidup.Dionne^^^


Dionne pun segera bangun dari kursinya dan berjalan menuju kamar tidurnya. Dia membuka sebuah kotak berwarna putih. Lalu dia membukanya dan mengambil sebuah kalung dari sana. Kalung emas putih dengan liontin bulat permata hitam.


23 tahun yang lalu, saat usia nya masih 7 tahun mendiang ibu nya Dionne memberikan kalung itu kepadanya. Sebagai hadiah ulang tahunnya.

__ADS_1


“ Ibu...kenapa warna nya hitam?. Aku ingin yang seperti puteri Lily, warna merah.” Tanya Dionne saat itu.


“ Di dunia ini hanya ada dua warna sayang, hitam dan putih....seperti kalung mu ini. Jangan terlalu menyukai warna lain.” Jawab Renatha. Ibu nya Dionne, dia adalah selir ke 1 raja Sebastian. Sedangkan puteri Lily adalah puteri ke dua raja sebastian dan ratu Naura.


Dari kecil Dionne sudah merasakan perbedaan antara yang dia dapatkan dengan saudara tiri nya itu. Dionne sebagai puteri seorang selir dan Lily sebagai puteri seorang ratu. Dan perbedaan antara mereka dengan pangeran Willy, putera pertama raja Sebastian dan ratu Naura.


“ Kamu harus jadi wanita kuat Dionne, tidak boleh lemah sedikitpun. Jangan percaya dengan pria mana pun, apalagi dengan kata-kata cinta yang mereka ucapkan. Itu semua hanyalah kepalsuan, mereka hanya memiliki nafsu yang tinggi dan hanya menggunakan kita sebagai pemuas nafsunya saja.” Ucap Renatha. Dionne dapat mengingat dengan jelas pesan ibu nya itu.


Pesan yang membuat Dionne menutup hatinya untuk melihat seperti apa itu cinta. Pesan yang membuat Dionne lebih menyukai hasil dari pekerjaan nya sendiri di banding dari pemberian dan fasilitas kerajaan.


^^^Ayah dan Yoga sama saja, mereka adalah mahluk yang hanya menggunakan wanita sebagai pemuas nafsu nya. Kenapa aku harus terkekang oleh mereka, menuruti keinginan ayah untuk menikah dan melahirkan seorang anak. Kenapa aku tidak bisa sekuat yang kau harapkan ibu...kenapa?!!!....Dionne^^^


“ Ibu terlalu sakit karena sudah mencintai ayahmu. Ini bukan salah ayahmu, jangan pernah pernah kamu membencinya, ini hanya kesalahan ibu yang sudah mencintainya. Harus nya ibu tidak mencintainya, harus nya ibu sadar tidak ada ketulusan dalam hidup ini, begitupun dengan rasa cinta. Dionne...ibu harap kamu tidak pernah merasakan sakitnya itu cinta.” Ucap Renatha.


Saat itu ayahnya baru saja menikah lagi dengan selir ke empat.


^^^Aku tidak akan merasakan sakitnya cinta bu. Karena aku tidak akan mencintai pria mana pun di dunia ini. Aku hanya memanfaatkan pernikahan ini untuk kepentinganku saja. Dionne^^^


Tidak ada warna lain, hanya hitam dan putih. Tapi kenapa begitu banyak warna lain di luar sana. Apakah semuanya hanya kepalsuan saja?...ibu kenapa kamu pergi begitu cepat. Aku rindu kepadamu...aku rindu belaian mu lagi. Dionne


Dionne merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Matanya baru saja akan terpejam ketika dia merasakan lagi sentuhan Yoga di kepalanya saat di ruang makan tadi.


^^^Aku tidak akan mencintaimu Yoga. Aku hanya teringat pada sentuhan lembut ibuku saja. Aku hanya rindu kepada ibu ku saja...Dionne^^^


Trrtt trttt


Ponsel Dionne bergetar di atas meja riasnya. Dionne pun langsung bangun dan menghampiri ponsel nya itu.


^^^Ayah....^^^

__ADS_1


“ Dionne, bagaimana pun ayahmu adalah seorang raja. Turuti apa yang di inginkan ayahmu selagi itu menguntungkan bagimu.” Pesan Renatha saat itu.


Ayah...kenapa selalu video call. Haruskah kamu membuatku terus-terusan ada di dekat Yoga?. Kenapa...Dionne


“ Dionne, kenapa lama sekali angkat nya?. Mana suami mu?.” Tanya raja Sebastian.


“ Maaf ayah, aku baru saja mengantar Yoga ke depan. Pagi ini dia harus berangkat lebih cepat karena ada rapat umum pemegang saham.” Jawab Dionne.


“ Oh iya...rapat itu ya, kamu jadi kan membeli semua sisa saham yang terlepas?.”


“ Tidak semua, hanya 10% saja.”


" Kenapa hanya 10%?.”


“ Segitu pun cukup untuk membantu Yoga aman mendapatkan posisi presiden direktur.”


“ Yasudah, terserah kamu. Kalau kamu hanya membeli 10%. Sisa nya ayah yang beli. Supaya tidak ada yang bisa goyahkan kedudukan Yoga lagi disana, sedikitpun.” Ucap raja Sebastian penuh semangat.


“ Terserah ayah.”


“ Oh iya Dionne, ayah mau info. Minggu depan ayah akan ke Indonesia. Kami akan menginap di rumahmu.” Ucap raja Sebastian lagi.


“ Minggu depan ya?. Baik, dengan senang hati kami terima kedatangan ayah.”


“ Dan ibu...?”


“ Ya, kalian semua.”


Dionne langsung menarik nafasnya dalam-dalam. Rumah ini cukup luas untuk menampung mereka semua, hanya saja...Dengan kedatangan mereka ke rumah Dionne sudah pasti akan memaksa Dionne untuk tidur bersama dengan Yoga lagi dalam satu kamar.

__ADS_1


^^^Awas saja kalau Yoga berani macam-macam kepadaku. Dionne^^^


__ADS_2