Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Sepasang Singa


__ADS_3

Edhi mendorong Chyntia dengan kasar hingga terjatuh tepat di kaki Dionne. Dita langsung terjaga, dengan reflek dita berdiri di depan Dionne untuk melindungi puterinya itu.


“ Cepat katakan semuanya!!!.” Bentak Edhi seperti auman singa yang membuat siapapun langsung mengkrucut hatinya ketika mendengarnya.


Dionne masih terjaga di belakang Dita yang juga menatap Chyntia dengan tajam siap menyerangnya. Mungkin jika Edhi adalah sang raja hutan, Dita adalah ratunya. Mereka sama-sama seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


Sedangkan di samping Edhi, Yoga hanya berdiri tegak dengan debaran jantung yang kuat. Kepalanya seperti terbakar karena kemarahan terhadap Chyntia, hatinya menggigil karena kemarahan Dionne kepadanya namun nurani nya berbisik, tidak menginginkan ini semua terjadi.


“ Chyntia!!!.” Teriak Edhi kembali.


“ I-iya...maafkan aku, maafkan aku... Puteri Dionne maaf...semua yang aku ucapkan tadi ke Yoga adalah kebohongan untuk memancing emosimu juga membuat rumah tangga kalian berantakan. Ini semua karena awalnya aku memang merasa sakit hati dengan Yoga yang sudah menjebloskanku ke dalam penjara. Aku baru tahu tadi, ternyata bukan Yoga yang menjebloskan ku dalam neraka itu. Maaf...” Ucap Chyntia dengan isakan tangis nya.


Dionne melirik ke arah Yoga yang juga sedang menatapnya dengan penuh perasaan cinta. Namun Dionne segera memalingkan perhatiannya kembali menatap Chyntia dari balik punggung Dita.


“ Siapa dalang mu?!.” Tanya Dita dengan sinis.


“ Dalang...tidak ada. Aku memang benar-benar melakukannya karena aku sakit hati kepada Yoga. Itu saja...” Jawab Chyntia sambil menundukan pandangannya ke arah lantai.


“ Di bayar berapa kamu?!.” Tanya Dita lagi.


“ Tidak ada yang membayarku!.” Jawab Chyntia dengan tegas.


Edhi menghampiri Chyntia dan langsung berjongkok tepat di hadapannya. Membuat Dita dan Dionne agak mundur beberapa langkah.


“ Berani kau berbohong kepada kami satu kali saja. Maka selamanya aku pastikan hidupmu tidak akan pernah bahagia! Katakan sejujurnya saat ini, atau kamu akan mati tanpa nama ketika aku mengetahuinya dari orang lain!.” Seru Edhi dengan taring yang siap menyayat leher Chyntia kapanpun dia inginkan.


Chyntia merasakan seluruh tubuhnya seperti tersetrum aliran listrik tegangan tinggi. Menggetarkan namun tidak membuatnya pingsan ataupun mati. Rasa ini jauh lebih tersiksa ketika dia melihat tatapan menyeramkan Edhi dan Dita secara bersamaan.


“ Katakan!!!.” Bentak Edhi lagi, saat itu juga Chyntia terjatuh tidak sadarkan diri.


Yoga langsung panik melihatnya, ketika dia akan menghampiri Chyntia untuk menolongnya. Tangan Edhi langsung mencegahnya. Meminta Yoga mundur beberapa langkah.

__ADS_1


“ Biarkan saya saja yang membawanya, tuan.” Ucap Edhi. Yoga pun langsung mundur dan kembali menatap Dionne yang kembali menatapnya dengan kesal.


Edhi membopong Chyinta ke atas kursi panjang yang ada di taman restoran tersebut. Lalu memberikan kode kepada Dita untuk menjaga wanita tersebut.


Dita pun mengangguk seakan mengerti dengan apa yang Edhi inginkan.


Yoga langsung mengambil kesempatan mendekati Dionne ketika Dita menghampiri Chyntia. Edhi segera mengambil sebuah tong sampah yang cukup besar yang kebetulan ada di taman tersebut. Lalu langsung menuang semua isi tong sampah tersebut ke atas tubuh Chyntia. Mata Dionne, Dita dan Yoga langsung terbelalak seketika melihat kelakuan Edhi. Dan...


“ Aaaa....ada apa ini. Sialan kalian semuanya!!!. Ini menjijikan dan bau sekali. Uweekkkk.” Berontak Chyntia, dia langsung terbangun dan membersihkan tubuhnya dari sampah-sampah tersebut.


Edhi menghampiri Chyntia dan langsung mendorong kembali tubuhnya ke atas lantai.


“ Kau sedang menantang ku ya?!! Mau kau aku lemparkan lelehan larva panas dari gunung merapi langsung kebadan mu sekarang juga?!.”


Saat itu juga Chyntia kembali menangis, membuat Yoga langsung menutup kedua matanya karena tidak sanggup melihat tetesan air mata yang keluar dari kedua mata Chyntia. Dionne yang melihat kelemahan suaminya langsung menginjak kaki Yoga dengan sekeras-kerasnya.


“ Auuuu...Sayang, kenapa menginjak kaki ku?.” Tanya Yoga kepada Dionne sambil mengangkat kakinya yang tadi sudah menjadi korban kekesalan Dionne.


“ Kamu masih memiliki hati kepada nya? Enyah saja kamu dari kehidupanku!.” Bisik Dionne di telinga Yoga.


“ Apa...makan?. Cih...Kamu pikir aku kanibal yang suka makan organ tubuhmu!” Desis Dionne mencoba menarik tangannya dari genggaman Yoga.


“ Emang kamu sudah makan semuanya kok tanpa tersisa sedikitpun. Hati aku sudah menyatu utuh di dalam tubuhmu. Sungguh...apa kamu tidak pernah merasakannya?.” Ucap Yoga dengan tatapan memelas.


“ Lepaskan Yoga!.” Seru Dionne.


“ Emang kamu tidak mau mendengarkan pengakuan wanita durjana itu?.” Tanya Yoga sambil melirik kearah Chyntia yang masih menangis di bawah kaki Edhi.


“ Aku ingin kamu yang bertanya kepadanya. Dan tunjukan kepadaku, kalau kamu memang sudah tidak memiliki hati lagi untuk wanita itu.” Pinta Dionne dan Yoga pun langsung mengangkat tangannya ke samping kening sebelah kanannya.


“ Siap sayang...lihat ini.” Ucap Yoga dengan semangatnya menghampiri Chyntia.

__ADS_1


“ Hai Chyn...sudah-sudah jangan menangis lagi. Aku tahu kamu terpaksa melakukan ini semua. Aku juga minta maaf sudah membuatmu jadi kesulitan selama ini.” Ucap Yoga sambil memegang bahu Chyntia.


^^^Cih...sial kamu Yoga. Kenapa kamu malah jadi bersikap lembut kepadanya?!. Dionne^^^


Chyntia mengangkat wajahnya dan menatap Yoga.


“ Yoga...maafkan aku.” Ucap Chyntia pelan.


“ Aku pasti akan memaafkanmu. Aku tidak ingin kita saling mendendam lagi. Aku janji akan membawamu kembali kedunia entertain dan mengembalikan kehidupan glamour mu. Tapi dengan satu syarat. Itupun jika kamu setuju.” Ucap Yoga lagi.


“ Apa syaratnya?.” Tanya Chyntia penasaran.


Yoga kembali memegang bahu Chyntia dan menatapnya dengan hangat.


“ Katakan saja, sorry aku harus mengulang pertanyaan Dita tadi. Chyntia...siapa dalang mu?.”


“ Hiks...baik Yoga. Aku hanya menjalankan perintah tante mu saja. Tapi aku mohon...jangan sampai tante mu itu tahu kalau aku sudah mengatakan ini semua. Karena dia akan menghabisi keluarga ku jika aku sampai berkata jujur kepada kalian.” Jawab Chyntia dengan pelan.


Yoga langsung menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan. Mencoba kembali menenangkan gejolak amarah yang kembali berkobar di hatinya ketika membayangkan wajah tantenya itu, Ani Atmodjo.


“ Kamu tenang saja Chyn, Edhi...kamu sudah dengarkan. Tolong kamu urus penjagaan Chyntia dan keluarganya dari ancaman orang-orang tanteku yang masih berada di luar sana.” Ucap Yoga.


Dionne kembali memalingkan tatapannya dan segera membalikan badannya.


” Dita...ayo kita pulang.” Ajak Dionne, tangannya menarik tangan Dita dengan paksa agar segera menjauh dari mereka.


“ Tunggu sayang...kita pulang bareng saja. Dita harus membantu Edhi untuk menangani Chyntia selanjutnya.” Cegah Yoga menghentikan langkah kaki Dionne dan Dita.


“ Tidak ada urusannya wanita itu dengan kami. Bukannya kamu masih memiliki hati untuknya?. Kenapa tidak kamu dan Edhi saja yang membantunya.” Protes Dionne.


“ Tidak mau. Aku mau nya pulang bareng kamu saja sayang. Biarkan Edhi dan Dita yang menyelesaikannya. Percuma kita bayar gaji mereka besar-besar kalau tidak mau memanfaatkan tenaga dan otak mereka...ya kan...” Ucap Yoga langsung membuat telinga Dita dan Edhi seperti tergelitik.

__ADS_1


Yoga menggenggam dengan lembut telapak tangan Dionne.


“ Yuk sayang...” Ajak Yoga lagi sambil memelas menatap Dionne, seperti mata seekor kucing yang sedang menatap penuh kegemasan. Dionne pun seperti terhipnotis kembali dengan ajakan Yoga tersebut.


__ADS_2