
Dionne merasakan lagi aroma mulut Yoga dan gerakan bibir serta lidahnya yang menggerayangi nya semalam. Bahkan bekas-bekas sentuhan Yoga ditubuhnya juga menyisakan rasa yang membuatnya seakan menginginkannya lagi.
^^^Mimpi...ini hanya mimpi. Dionne^^^
Dionne membuka kedua matanya secara perlahan. Karena wajahnya sedikit terasa hangat. Dia melihat wajah Yoga dengan samar, lalu dia menutup lagi matanya dan membuka lagi lebar-lebar. Wajah Yoga terpampang nyata memang sedang memandang wajahnya dari dekat. Sambil tersenyum manis dia pun membelai rambut Dionne.
” Selamat pagi sayang.” Sapa Yoga dengan suara mendesah yang kembali membuat leher dan tangan Dionne terasa merinding.
“ Heiii!!! Sedang apa kamu?!! Dasar Yosum...sana...sana!!!.” Protes Dionne langsung mendorong wajah Yoga dari hadapannya dengan kedua tangannya.
Yoga mundur perlahan sambil tertawa kecil.
“ Hahaha kamu gemesin banget sih sayang. Minum dulu yaa air nya.” Ucap Yoga sambil menyerahkan segelas air putih hangat untuk Dionne.
“ Tenang saja di jamin seratus persen dalam gelas ini tidak ada obat apapun. Karena di buat oleh rasa cinta dan kasih sayang.” Ucap Yoga lagi dengan bangga nya.
“ Cuma air putih saja udah sombong!. Ini juga tinggal merem bisa ambil sendiri disana.” Dionne menunjuk dispenser air yang berada di sudut ruangan kamarnya. Memang dari sana lah air itu di ambil oleh Yoga.
“ Iya, tapi racikan antara perpaduan air panas dan dinginnya pasti beda. Coba kamu rasakan, air putih hangat di pagi hari kan yang disarankan dokter Leo.” Ucap Yoga lagi sambil menyodorkan gelas tersebut tepat di depan bibir Dionne.
Dengan kesal Dionne pun mengambil gelas tersebut. Dan meminum nya sampai habis dalam satu kali tegakan.
” Pelan-pelan sayang. Nanti tersedak.” Pesan Yoga seperti seorang ayah yang sedang memperingati puteri kecilnya.
Selesai meminumnya Dionne langsung menyerahkan gelas tersebut kepada Yoga.
“ Terima kasih.” Ucap Dionne sambil tersenyum sinis dan langsung turun dari ranjangnya menuju kamar mandi.
Yoga menerima gelas tersebut dan tersenyum lebar melihat kelakuan isteri nya yang judes namun menggemaskan baginya.
“ Aaaa...!!.” Teriakan suara Dionne langsung mengejutkan Yoga yang baru saja menuang air putih lagi di gelas bekas Dionne hingga tertumpah.
Yoga langsung berlari kekamar mandi dan membuka pintu nya yang ternyata tidak di kunci oleh Dionne.
“ Kenapa sayang?.” Tanya Yoga khawatir sambil mengecek seluruh tubuh Dionne dari atas hingga bawah.
Dionne masih menggunakan pakaian tidurnya. Dia hanya terkejut ketika bercermin ada sesuatu yang aneh di leher nya.
__ADS_1
“ Kenapa leher ku memar-memar seperti ini?.” Tanya Dionne ketakutan.
Yoga yang melihat bekas-bekas keliaran nya semalam di leher isterinya itu langsung tertawa lepas.
“ Kenapa tertawa?. Apanya yang lucu?!.” Tanya Dionne lagi kesal.
“ Gak apa sayang. Itu hanya tanda cinta kita. Kamu jangan teriak-teriak lagi. Kalau nanti ayahmu dengar lagi bagaimana...” Jawab Yoga sambil berbisik di telinga Yoga.
“ Apanya yang tanda cinta?!. Aku tidak pernah mencintaimu...pergi sana!!!.” Dionne mendorong paksa Yoga hingga keluar dari kamar mandinya. Lalu menutup dan mengunci pintu tersebut dengan kasar.
^^^Tidak mungkin ada tanda cinta di tubuhku. Aku tidak boleh mencintai Yoga. Bagaimana cara menghilangkan tanda ini. Dionne ^^^
Dionne langsung membuka seluruh pakaiannya. Bukan hanya di leher tapi tanda merah itu juga ada tepat di atas dadanya. Dionne memegang dengan lembut tanda-tanda tersebut, lalu teringat kembali kelembutan dan kenikmatan berciuman yang semalam Yoga lakukan kepadanya. Tiba-tiba saja jantungnya kembali berdegup ketika hatinya berbisik ingin melakukannya lagi dengan Yoga.
Di dalam kamar utama, Yoga mengelap lantai dengan tisu sampai kering dari percikan air yang tadi tidak sengaja tumpah ketika Dionne berteriak. Yoga takut Dionne terpeleset karena linangan air tersebut.
Tok...tok...tok...
“ Siapa?.” Tanya Yoga sambil membuang tisu yang barusan di gunakan untuk mengeringkan lantai ke dalam tong sampah kecil yang ada disamping dispenser air.
“ Dita tuan.” Jawab Dita.
Yoga membuka pintunya sedikit dan melihat Dita sudah berdiri tegak ada di depan pintu kamarnya.
“ Ada apa?.” Tanya Yoga kepada Dita.
“ Selamat pagi tuan Yoga. Raja dan ratu sudah menunggu di ruang makan.“ Jawab Dita.
“ Ohh baik, nanti setelah isteri aku selesai mandi kita akan menyusul kesana.” Ucap Yoga sambil menutup pintu ketika mata Dita berusaha menangkap suasanya di dalam
kamar.
Sekian lama menunggu Yoga melihat Dionne yang sudah selesai mandi, berganti pakaian dan menggunakan make up tipis berjalan kearahnya.
“ Segar sekali...” Puji Yoga menatap penuh kagum isteri cantiknya itu dan Dionne hanya tersenyum tipis mendengarnya.
Dionne menggunakan pakaian casual dengan syal tipis yang melilit di lehernya.
__ADS_1
“ Kenapa di tutupi?. Ayahmu pasti senang melihat tanda cinta kita itu.” Bisik Yoga terdengar seperti ledekan yang mengesalkan di telinga Dionne.
“ Gila!.” Ketus Dionne langsung pergi dari hadapan Yoga.
Yoga mengejarnya lalu membukakan pintu untuk Dionne.
“ Kita harus terlihat mesrah didepan orang tuamu.” Bisik Yoga sambil merangkul pinggang Dionne.
Dita yang melihat pemandangan itu langsung melotot seketika. Melihat Dionne yang membiarkan Yoga merangkul pinggang nya, lalu syal tipis yang melilit di leher Dionne.
^^^Apakah puteri sudah mulai membuka hati untuk tuan Yoga?...sykurlah jika Tuan Yoga bisa membuat puteri jatuh cinta. Seperti Edhi yang mampu mencairkan gunung es didalam hati ku hehehe. Dita ^^^
Sesampainya di ruang makan. Raja Sebastian dan isterinya langsung tersenyum hangat melihat kehadiran puteri dan menantunya.
“ Selamat pagi ayah...selamat pagi ibu...” Sapa Yoga dan Dionne secara bersamaan.
“ Selamat pagi sayang semuanya....mari sarapan bersama.” Ucap ratu Naura dengan lembutnya.
Dionne dan Yoga langsung duduk di kursinya masing-masing.
Raja Sebastian yang sudah sangat hapal dengan gaya berpakaian Dionne langsung tersenyum puas kepada Yoga.
“ Ahhh rumah ini sepi sekali. Jika ada suara tangisan bayi pasti akan seru sekali.” Ucap raja Sebastian hampir saja membuat Dionne tersedak.
“ Hahaha sabar saja ayah. Lagi otw kok...mudah-mudahan Dionne cepat hamil dan melahirkan cucu-cucu yang lucu untuk ayah dan ibu.” Ucap Yoga sambil membelai lembut perut Dionne.
“ Cucu..cucu?.” Dionne menatap kesal Yoga.
“ Ya...kalian harus memberikan cucu yang banyak untuk kami.” Ucap raja Sebastian.
“ Ayah kan memiliki banyak pangeran dan puteri. Tidak harus mendapatkan cucu yang banyak dari kami kan.” Protes Dionne.
“ Ya...ayah mau banyak cucu dari kalian semuanya.” Ucap raja Sebastian tanpa beban.
“ Tapi untuk syarat mendapatkan izin project lintas benua hanya satu cucu kan...” Protes Dionne lagi.
“ Ya...Izin itu akan ayah berikan ketika kamu melahirkan cucu pertama untuk ayah.” Janji raja Sebastian.
__ADS_1
“ Siap ayah. Kita terus berusaha membuat cucu kok. Hehehe.” Ucap Yoga memecahkan ketegangan antara Dionne dan ayahnya.