Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Kalian Adalah Korban


__ADS_3

Dionne dan Yoga berjalan menuju sebuah cafe yang terlihat cukup sepi di tengah panas nya kota Jakarta.


Tepat di depan taman yang di hiasi dengan tanaman rindang dan kolam ikan, terlihat kapten Reza sudah duduk dengan Rachel. Mereka terlibat percakapan ringan. Sampai akhirnya sama-sama menyudahi obrolannya ketika melihat kedatangan Dionne dan Yoga.


Debaran jantung Rachel langsung terasa menggebu ketika matanya saling bertatap-tatapan dengan Yoga. Wanita itu langsung tertunduk malu dengan wajah yang langsung terasa panas dan memerah.


“ Haiii, sorry ya kita agak telat.” Sapa Dionne yang sudah duduk manis tepat di hadapan Rachel. Di ikuti oleh Yoga yang duduk di hadapan kapten Reza.


“ Oh iya santai saja. Kita juga baru sampai.” Ucap kapten Reza.


Yoga memencet tombol call yang ada di pojok kanan meja makannya. Tidak lama kemudian seorang pelayan pun datang menghampiri mereka.


“ Sayang mau minum apa?.” Tanya Yoga dengan lembutnya kepada Dionne.


“ King Avocado saja.” Jawab Dionne.


“ Makan nya?.” Tanya Yoga lagi.


“ Ah..aku masih kenyang. Tadi kan kita baru saja makan bersama dengan Zayyan di kantormu. Tidak usah lah.” Jawab Dionne sambil memegang perut nya.


“ Hei, nanti baby kita kelaparan lagi gimana. Dia akan nendang-nendang kamu lagi. Ngemil ini saja ya sayang, Bruschetta. Kamu kan doyan.” Saran Yoga sambil memegang lembut perut Dionne.


“ Hmm, boleh deh.” Akhirnya Dionne mengalah. Menuruti keinginan suaminya yang terus menerus memberikan Dionne makan. Karena Yoga melihat, Dionne jauh lebih kurus karena kurang makan dan pikiran ketika Yoga di culik kemarin.


“ Eh, kalian sudah pesan?.” Tanya Yoga kepada kapten Reza dan Rachel.


“ Ya sudah, itu dia makanan dan minuman kita datang.” Jawab kapten Reza menunjuk ke arah pelayan yang membawa nampan dengan dua gelas es lychee tea dan dua piring spaghetti marinara.

__ADS_1


“ Wah, kompak sekali.” Ledek Yoga ketika makanan dan minuman tersebut di letakkan tepat di hadapan kapten Reza dan Rachel.


“ Iya, Rachel tadi bilang makan dan minumannya di samain saja sama yang gue mau.” Ucap kapten Reza tanpa beban sama sekali.


“ Oke, mba. Aku mau King Avocado nya dua dan Bruschetta dua ya.” Pinta Yoga kepada pelayan lainnya yang sedang mencatat pesanan mereka.


“ Baik tuan, ada yang lainnya lagi?.” Tanya sang pelayan.


“ Itu saja dulu.” Ucap Yoga.


“ Bukannya tadi kamu bilang mau minum cappucino sayang ?.” Tanya Dionne.


“ Gak apa sayang, aku sudah tidak mengantuk.” Jawab Yoga dengan senyuman manisnya kepada Dionne.


Di sebrang mereka kapten Reza hanya tersenyum tipis melihat kelakuan teman baiknya itu. Dia paham sekali kalau Yoga hanya ingin menunjukkan kepada Rachel betapa dia dan Dionne saling mencintai dan kompak saja.


^^^Jika saja aku hamil, apakah Yoga juga akan selembut itu memperhatikan kondisiku. Ah...di dalam perut ini, apakah mungkin ada benih Yoga yang sedang berkembang disana?. Ya Tuhan...kenapa aku sangat mengharapkan aku juga hamil saat ini, menjadi isteri kedua nya Yoga pun aku mau. Rachel^^^


“ Oh iya, soal pengembalian saham dari Rachel ke Yoga kembali sudah beres ya. Tadi notaris dan pengacara kalian sudah mengurus semuanya.” Ucap kapten Reza.


“ Iya, kami sudah menerima laporannya. Zayyan juga sudah mengurus semua media-media yang memberitakan skandal yang enggak jelas itu. Gue sendiri saja sama sekali enggak ingat ada kejadian itu.” Ucap Yoga sambil melirik ke arah Rachel yang juga ikut melirikkan matanya ke Yoga, lalu kembali menundukan pandangannya lagi.


“ Karena kamu terhipnotis sayang, Black line memang memiliki anggota yang beraneka ragam kemampuannya bukan? Kata kapten Reza ada yang kebal bacok, kebal timah panas lah...bahkan ada yang bisa menghilang dari dalam penjara.” Ucap Dionne.


“ Iya benar sekali, percaya atau tidak percaya. Mereka memang se unik itu. Tapi kita sudah dapat melacak keberadaan titik pusat mereka . Semoga saja, dalam waktu dekat ini kita dapat menumpaskan gangster tersebut. Termasuk orang-orang sudah bekerja sama dengan black line baik di internal group perusahaan kalian sendiri seperti pihak-pihak media yang memberikan hasil lab palsu saat itu. Juga orang-orang luar dari group usaha kalian seperti Chyntia.” Ucap kapten Reza.


Ucapannya terputus ketika melihat kedatangan pelayan yang membawakan pesanan Yoga dan Dionne.

__ADS_1


“ Lalu, apakah kalian akan kembali menambah masa hukuman kepada Ani Atmodjo?.” Tanya Dionne.


“ Belum ada bukti langsung yang menunjukan keterlibatan ibu Ani Atmodjo. Mereka semua menjawab dengan tegas pertanyaan dari kami, bahwa mereka bergerak atas perintah Chyntia. Bukan ibu Ani Atmodjo, walaupun secara logika tidak masuk akal. Kenapa mereka bisa sepatuh itu dengan Chyntia.” Jawab kapten Reza.


Yoga membersihkan bekas susu coklat dari king avocado nya yang menempel di bibir Dionne dengan ibu jarinya. Lalu menyuapi kembali isterinya itu dengan lembut.


Rachel yang melihat pemandangan romantis itu secara tidak sengaja langsung menjatuhkan garpu miliknya ke atas lantai. Dengan cepat Rachel pun langsung mengambil garpu nya itu kembali.


“ Hai, itu sudah kotor. Kenapa di pakai lagi, ambil yang baru saja.” Protes Dionne ketika melihat Rachel menggunakan kembali garpu yang tadi terjatuh untuk mengaduk spaghetti miliknya.


“ Ya, tidak apa nona. Aku memang sudah kotor. Mungkin jauh lebih kotor di banding sendok ini hahaha.” Ucap Rachel mengejutkan mereka semua yang ada disana.


Dionne langsung memegang lembut tangan Rachel. Karena terkejut lagi-lagi Rachel menjatuhkan garpu nya kembali.


“ Kalian adalah korban. Perbuatan kalian sama sekali tidak kotor menurutku, aku percaya dengan kesetiaan suamiku. Juga aku percaya kamu adalah wanita baik-baik. Semua terjadi karena kalian adalah korban.” Ucap Dionne.


Rachel menatap wajah Dionne dengan mata yang nanar. Lalu melirik ke arah mata Yoga yang hanya fokus dengan minuman di hadapannya. Lalu ke arah mata kapten Reza yang juga sedang memperhatikan sikap dan arah mata Rachel.


“ Iya nona...aku mengerti, tuan Yoga sama sekali tidak sadar saat itu. Dan aku pun terpaksa melakukannya karena di bawah ancaman Chyntia juga anggota black line lainnya. Tapi...bagaimana nanti jika aku sampai hamil?.” Tanya Rachel kembali mengejutkan mereka semua. Dionne pun langsung melepas tangannya dari tangan Rachel.


Yoga langsung menatap tajam ke arah mata Rachel. Jantung nya berdegup dengan kencang ketika mendengar pertanyaan itu dari wanita yang sebelumnya sama sekali tidak di kenal oleh nya.


“ Maaf Rachel, jika memang karena kejadian kejadian kemarin kamu sampai hamil, aku janji...aku dan suamiku, akan bertanggung jawab kepadamu.” Janji Dionne.


“ Ya, kami akan bertanggung jawab kepada anak itu.” Ucap Yoga sambil merangkul pinggang Dionne.


“ Lalu bagaimana dengan aku?.” Tanya Rachel lagi.

__ADS_1


“ Jika yang kamu inginkan adalah pernikahan dengan ku. Mohon maaf, aku tidak akan pernah melakukannya. Karena dalam seumur hidupku, aku hanya akan menikahi dan mencintai Dionne ku saja. Tidak akan ada yang lainnya!.” Tegas Yoga.


__ADS_2