
Yoga menatap dengan penuh rasa haru ketika melihat pergerakan dan perkembangan janin yang ada di rahim istrinya sangat baik. Bayi kecil itu bahkan sempat terlihat melambaikan tangan kecilnya kearah mereks. Sampai akan selesai di USG bayi tersebut masih terlihat melambaikan tangannya tersebut dengan bibirnya yang tersenyum lebar.
"Ya Tuhan. dia tampan sekali. Jauh lebih tampan dari aku pastinya. Lihat sayang, jagoan kita itu sepertinya sudah tidak sabar ingin keluar dari rahimmu dan bermain dengan ku." Ucap Yoga membuat Dionne ikut tersenyum.
Selesai melakukan pemeriksaan USG 3D, Yoga dan Dionne kembali duduk di kursi konsultasi.
"Secara keseluruhan hasil nya bagus semua, sudah masuk usia kandungan tepat di tiga puluh enam minggu. Jadi rencananya tetap akan melahirkan secara normal ya Puteri ?." Ucap dokter Octa.
"Maunya normal dok, untuk hari perkiraan lahirnya masih sama ya dok?" Tanya Dionne balik.
"Iya, untuk HPL nya di perkirakan pada akhir tahun ini atau di awal tahun depan. Kurang lebih di tiga minggu lagi." Jawab dokter Octa.
"Masih boleh naik pesawat tidak dok?" Tanya Dionne.
"Jangan dulu puteri, sangat riskan untuk ibu dan janinnya jika naik pesawat di atas usia kandungan tiga puluh enam minggu. Saya sangat tidak merekomendasikan. Lebih baik jika masih bisa ditunda kepergiannya ditunda dulu saja sampai anaknya lahir dengan selamat." jawab dokter Octa.
"Memangnya ada rencana akan berpergian dengan pesawat dalam waktu dekat ini?" Tanya dokter Octa lagi.
"Suami saya yang mau balik ke Jakarta dua atau tiga hari kedepan. Disana juga hanya sehari atau dua hari saja sih. Cuma tadinya aku kepingin ikut, tapi jika resikonya tidak baik untuk kandunganku maka aku tidak akan ikut ke Jakarta." Jawab Dionne sambil melirik kearah Yoga yang sedang tersenyum juga kepadanya.
"Isteri saya ini hanya takut menahan rindu dok, hahaha padahal suaminya cuma akan pergi satu hari saja nantinya. Itupun tidak sampai seharian, selesai meeting besar dengan dewan direksi di Permata Group saya akan segera kembali ke negara B." Ledek Yoga membuat wajah Dionne langsung memerah.
"Ih, ada juga kamu yang takut rindu sama aku. Baru semalam bilang begitu. Sekarang didepan dokter Octa bilangnya lain. Cih!" Dionne meradang sambil mencubit pelan pipi Yoga.
"Hahaha ya enggak, cuma bercanda saja kok sayang. Sebenarnya aku yang tidak sanggup menahannya. Berpisah satu jam saja dengan mu serasa satu tahun, apalagi sampai berjam-jam. Aku tidak bisa hidup tanpamu sayang." Bisik Yoga namun suaranya cukup terdengar dengan baik juga di telinga dokter Octa.
"Aduh-aduh, kalian bikin saya kangen mau pulang saja ketemu suami hahaha." Ucap dokter Octa disambut tawa lagi oleh Yoga dan Dionne.
__ADS_1
"Hahaha maafkan kita ya dok, kalau begitu biar kami lekas pulang aja ya dok, biar dokter bisa langsung video call an dengan suaminya." Ucap Yoga.
"Ya hahaha boleh." Dokter Octa langsung menuliskan resep vitamin yang biasanya diminum oleh Dionne.
•
•
Kini Yoga, Dionne, Dita dan Edhi sudah bersama lagi berada didalam mobil. Edhi yang mengemudikan mobil sempat beberapa kali memperhatikan rambut Dita yang mulai memanjang dengan wajah yang semakin terlihat mengkilap. Bibir Dita juga selalu berwarna merah muda.
Kamu memang terlihat jauh lebih cantik Dita, tapi sayangnya kecantikan mu itu memang kau persembahkan untuk tuan Carlos mu saja. Edhi
Edhi melihat beberapa hari ini Dita lebih sering mendapatkan telepon dari Carlos. Mereka sering Videocall an juga. Membuat Edhi semakin yakin atas pikirannya sendiri.
Sementara di kursi belakang dua sejoli yang sedang bahagia sama-sama sedang membayangkan anak mereka benar-benar sudah lahir dan mengisi hari-hari mereka dengan tangisan bayi kecil itu.
Dionne meletakkan kepalanya tepat di bahu Yoga, sambil tersenyum sendiri dia pun mulai tertidur dan langsung masuk kedalam dunia mimpinya.
"Ah, aku juga mau memimpikan anak kita. Memang kamu saja yang mau. Tunggu aku sayang, aku akan segera masuk kedalam dunia mimpi kalian." Ucap Yoga pelan, dia pun langsung memejamkan kedua matanya.
Mimpi yang indah di awal nya. Jantung Yoga langsung berdetak kencang ketika melihat bayangan gelap yang sedang mengintai Dionne dan putera nya. Bayangan itu semakin nyata dan terus mengikuti kemanapun arah jalan Dionne.
Sampai akhirnya Dionne berhenti di bibir pantai, dengan tersenyum dia mengajak Yoga berenang di pantai tersebut. Hanya saja Yoga menolaknya. Yoga ingin memastikan bayangan gelap itu menghilang dari Dionne. Namun bukannya menghilang, bayangan gelap itu semakin mendekati Dionne dan menariknya paksa kedalam lautan yang sangat luas.
"Tidak!!! Dionne !!!" Teriak Yoga histeris saat itu juga. Hingga sampai kedunia nyatanya, saat itu juga Dionne terbangun dari tidurnya. Edhi dan Dita pun langsung berbalik badan melihat ke Yoga.
"Edhi, kamu fokus mengemudi saja." Ucap Dita.
__ADS_1
Dionne yang melihat Yoga keluar keringat dingin langsung membangunkan Yoga dari lelapnya yang salah.
Yoga yang tersadar pun langsung memegang kedua pipi Dionne
"Sayang...kamu tidak apa-apa kan? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Yoga dengan sangat khawatir.
" Kamu mimpi apa sih, seperti yang kamu lihat. Sangat baik sekali sayang. Sudah jangan terlalu dipikirkan mimpi buruk itu. Mimpi disiang bolong tidak akan ada artinya." Jawab Dionne.
"Tidak apa sayang, aku memang bodoh, ikutan tidur agar bisa masuk kedalam dunia mimpimu malah masuk kemimpi yang menyeramkan. Sudah lah hahaha abaikan saja." Ucap Yoga mencoba menghibur hatinya sendiri.
Mereka pun akhirnya sampai di Green Castle. Dan terlihat dengan jelas di lobby utama kastil tersebut ada Carlos yang sengaja berdiri disana untuk menyambut kepulangan mereka, walaupun tujuan awalnya adalah ingin kembali berjumpa dengan Dita.
"Lihat, calon suamimu sudah berdiri disana." Desis Edhi membuat Yoga yang melihat reaksi wajah Edhi ketika melihat Carlos dari kaca spion langsung tersenyum.
"Memangnya Dita sudah siap jadi isterinya Carlos?" Tanya Yoga dengan nada yang sangat meledek.
Hingga mobil itu tepat berhenti di lobby utama tersebut.
" Tuan Yoga bicara apasih, aku dan tuan Carlos tidak ada hubungan apa-apa kok." Jawab Dita sambil melirik kearah Edhi.
"Ada juga tidak apa-apa kok Dita, Karena jauh lebih baik kamu menerima cinta laki-laki yang benar-benar mencintai mu saja, dari pada menunggu cinta laki-laki lain yang belum tentu juga mencintaimu. Soal cinta bisa datang karena terbiasa kok." Ucap Dionne sebelum keluar dari mobilnya ketika seorang pelayan kastil membukakan pintu untuknya.
Pelayan kastil lainnya juga membukakan pintu untuk Yoga. Lalu Dita yang tetap terpaku diam didalam mobilnya.
"Apa yang kamu tunggu? kamu dengar kan tadi apa kata Puteri Dionne, lebih baik kamu memilih pria yang mencintaimu daripada menunggu pria yang tidak mencintaimu." Ucap Edhi dengan berat.
"Edhi, dihatimu sebenarnya ada tidak rasa cinta kepadaku, walaupun hanya sedikit saja?" Tanya Dita penuh harap.
__ADS_1
"Tidak!" Jawab Edhi singkat.
"Baik, terimakasih untuk kejujurannya." Dita pun segera keluar dari mobil tersebut. Dan berajalan persis di belakang Dionne untuk menyapa Carlos yang sudah menatapnya dengan lembut.