Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Keluarga Lainnya


__ADS_3

Ini adalah kali pertama bagi Dionne dan juga Dita makan pecel ayam di pinggir jalan yang cukup ramai itu.


Mbok Susi langsung menyambut hangat kedatangan Yoga, Dionne, Dita dan Edhi. Juga semua pengawal yang di minta Yoga ikut bergabung untuk makan bersama di warung makan tersebut.


“ Wah, tuan Yoga semakin ganteng aja deh. Ini pasti isterinya ya tuan, cantik sekali...” puji Mbok Susi ketika melihat Dionne.


“ Bisa aja mbok Susi, gimana mbok...masih aman terkendali kan semuanya?.” Tanya Yoga sambil menepuk ringan punggung mbok Susi.


“ Aman tuan, Alhamdulillah semakin ramai. Berkat bantuan tuan Yoga juga. Terima kasih banyak ya tuan.” Jawab mbok Susi.


“ Sama-sama mbok, oh iya tanyakan kepada mereka mbok mau makan nya apa, pecel ayam atau ayam bakar. Kalau aku dan isteriku yang cantik ini pecel ayam ya mbok sama es jeruk.” Ucap Yoga.


“ Siap tuan, segera meluncur...di tunggu ya.” Mbok Susi langsung menghampiri Dita, Edhi dan yang lainnya juga.


“ Ternyata memang benar kata mereka tentang kamu ya sayang, dapat di lihat dengan jelas sekali betapa mereka sangat menyayangi dan menghormatimu seperti itu. Suamiku yang selama ini hanya terkenal dengan playboy nya ternyata memiliki sisi lain yang luar biasa baiknya.” Ucap Dionne pelan.


“ Hahaha biasa saja sayang, hanya sedang kebetulan dan ada kesempatan saja bisa bantu mereka. Kamu kan tahu, saat itu aku hanya punya keluarga tante Ani dan Zayyan saja. Dulu sebelum Zayyan kehilangan ingatannya dan masih bersama Kayla, kami sering mengobrol dan berkumpul bersama. Namun ketika Zayyan kehilangan ingatannya, bertahun-tahun aku hanya seorang diri saja. Makanya aku mencari kesibukan dengan membantu mereka, jadi ketika aku merasa sepi aku cukup mendatangi salah satu di antara mereka yang sudah aku anggap seperti keluarga ku sendiri.” Cerita Yoga, tangannya mulai membelai kedua tangan Dionne yang ada di atas meja makan.


“ Aku juga sering merasakan kesepian setelah kepergian ibuku untuk selamanya. Walaupun banyak keluarga lainnya di sekelilingku, tapi tidak ada kehangatan dan kasih sayang yang tulus dari mereka untukku saat itu. Pangeran Willy dan puteri Lily selalu memamerkan kemesraan dan kebaikan ayahku dan ibu mereka saja. Semua itu membuatku melupakan seperti apa itu rasa peduli, bahkan aku juga berusaha untuk membenci rasa cinta dan kasih sayang. Bagiku saat itu, tidak ada ketulusan untukku, semuanya hanya berdasarkan kepentingan saja. Terima kasih ya sayang...kamu yang membuatku jadi bisa merasakan kehangatan dalam keluarga dan bisa merasakan bagaimana cinta dan kasih sayang menjadi satu dalam ikatan suci.” Ucap Dionne.


Yoga membelai lembut kedua pipi Dionne yang memerah sehabis mengucapkan itu semua.


“ I Love you Dionne.” Ucap Yoga sambil tersenyum manis.

__ADS_1


“ I Love you too...my handsome husband.” Dionne ikutan tersenyum manis kepada Yoga.


“ Ekhemmm, maaaf tuan Yoga dan non Dionne, ini makanan dan minumannya. Hehehe maaf ya mbok jadi mengganggu kemesraan kalian, selamat di nikmati” Ucap mbok Susi mengejutkan Yoga dan Dionne.


“ Iya mbok, terima kasih ya.” Yoga langsung memberikan dia buah piring yang berisikan nasi uduk dan ayam goreng kepada Dionne, tidak lupa lalapan dan juga sambal terasinya.


“ Dimana sendok dan garpunya?.” Tanya Dionne.


“ Kita cuci tangan dulu ya.” Ajak Yoga, mereka pun berjalan menuju wastafel yang tidak jauh dari meja makan mereka.


“ Begini sayang cara makannya, di jamin jauh lebih enak rasanya.” Ucap Yoga sambil menunjukkan cara makan menggunakan tangan saja kepada Dionne.


Awalnya ragu, namun tidak lama Dionne pun mengikuti cara makan Yoga. Walaupun mbok Susi sudah menyediakan sendok dan garpu untuk mereka.


Sesekali Yoga juga menyuapi Dionne dengan tangannya, mereka terlihat saling menyuapi dan tertawa setelahnya.


“ Ternyata makan seperti ini enak juga ya. Eh, kamu mau coba makananku?.” Tanya Dita mencoba membuka pembicaraan dengan Edhi. Dia meniru Dionne yang sedang menyuapi Yoga makan dengan tangannya.


“ Cieee suit...suit.” Ledek para pengawal lainnya yang duduk tidak jauh dari mereka.


Edhi yang merasa risih dengan ledekan dari teman-temannya langsung menyentil kening Dita kembali, namun dengan cepat Dita dapat menangkap tangan Edhi. Dan dia malah memasukan jari-jari Edhi kedalam mulutnya.


“ Sial!!! Menjijikan sekali sih kamu!!.” Erang Edhi sambil menarik tangannya dari jilatan lidah Dita. Di ikuti oleh gelak tawa para pengawal yang lainnya.

__ADS_1


“ Maaf, aku cuma penasaran sambal mu rasanya bagaimana Edhi!.” Ucap Dita tanpa merasa bersalah sama sekali.


“ Sama saja Dita!!! Sambal mu dan sambal ku apa bedanya?!.” Edhi kesal, dia langsung mencuci tangannya di sebuah mangkuk yang berisi air putih dan dua buah jeruk nipis.


“ Iya...iya, maaf. Sudah makan lagi saja, malu tuh dari tadi kita di tertawakan dengan mereka.” Dita kembali memakan pecel ayam miliknya.


^^^Siapa suruh kamu dari tadi mencueki mulu, ini lah hukumannya. Dita^^^


Yoga dan Dionne yang melihat kelakuan para pengawalnya itu hanya tersenyum dan kembali melanjuti aktifitas suap-suapan pecel ayam mereka lagi.


“ Sayang, satu minggu kedepan sepertinya aku akan lebih sibuk di banding biasanya.” Ucap Yoga.


“ Hmm, memang nya ada apa sayang?, bukan karena project lintas benua kita kan.” Tanya Dionne, tangannya kembali berusaha menggapai nasi uduk yang sangat sulit di tangkap oleh jari-jarinya.


“ Zayyan akan bulan madu lagi dengan Nayla, jadi dia tidak akan masuk selama satu minggu kedepan.” Jawab Yoga, dia lebih dahulu dapat menangkap nasi uduk yang sudah di tambahin ayam dan sambel nya untuk Dionne.


“ Mereka romantis sekali ya, sebulan sekali pasti bulan madu. Dan ini sudah ketiga kalinya mereka bulan madu, huhuhu aku jadi iri.” Ucap Dionne, mulutnya mulai terbuka saat tangan Yoga datang menghampirinya.


“ Hahaha, apa nanti setelah Zayyan pulang bulan madu kita langsung bulan madu juga?.” Tanya Yoga. Kini tangan Dionne yang sudah menghampiri mulutnya, Yoga pun menerima suapan itu dengan sempurnah.


“ Nanti saja lah, bulan depan kan kita juga akan kembali ke negara B. Setelah lahiran, baru kita bulan madu.” Jawab Dionne.


“ Siap sayang, mau kapan pun...sebenarnya hampir setiap malam kita juga bulan madu kan di atas ranjang kita.” Ucap Yoga pelan, sebelah matanya mengedip menggoda Dionne.

__ADS_1


“ Dasar Yosum!!!.” Dionne mendorong tanganya lebih dalam masuk kedalam mulut Yoga.


“ Astaga, pelan-pelang dong sayang. Huhuhu.” Yoga menangkap tangan Dionne lalu menjilati bekas sambal yang masih menempel di jaru-jari nya Dionne.


__ADS_2