
Yodi dan Senja saling berkejar-kejaran di halaman rumah Zayyan dan Nayla. Dengan tawa riang khas anak-anak yang sangat menggemaskan.
Sedangkan orang tua mereka plus Edhi dan Dita sedang duduk di gazebo yang berada di pinggir kolam renang. Sambil menikmati cemilan dan minuman dingin di hari yang cerah itu.
“Jadi kalian sudah putuskan, akan menikah di Indonesia atau negara B?” Tanya Yoga ke Edhi dan Dita.
“Dita inginnya menikah di negara B saja, dengan keluarga besar istana disana.” Jawab Dita sambil tersipu malu.
“Iya, ibuku juga sudah setuju.” Sambung Edhi.
“Baiklah, jadi dua bulan setelah kita kembali ke negara B kalian akan menikah ya.” Ujar Dionne.
“Iya puteri.” Saut Dita dan Edhi bersamaan.
“Sebenarnya kalau kalian mau mempercepat pernikahan kalian tanpa menunggu kelahiran anak kedua kami ya tidak apa. Kami janji kok tetap akan ke negara B setelah kelahiran anak kami.” Ucap Zayyan sambil menciumi perut Nayla berkali-kali.
“Tidak apa tuan, kami inginnya ketika kami menikah lengkap didampingi oleh kalian semua. Kalian semua adalah bagian terpenting dalam kehidupan kami.” Ucap Edhi diikuti oleh anggukan kepala Dita.
“Yasudah terserah kalian, tapi sebelum pernikahan kalian bagaimana kalau kita adakan dulu pesta pertunangan kalian disini?.” Saran Dionne.
“Setuju!” Seru Yoga dengan semangatnya.
“Yang aku tanyakan Edhi dan Dionne sayang, kenapa kamu yang jawab.” Protes Dionne sambil memencet pelan hidung Yoga.
“Hahaha mereka pasti setuju-setuju saja. Iyakan?” Tanya Yoga ke Dita dan Edhi.
“Kami ikut saja tuan.” Jawab Dita.
“Tuhkan...yasudah satu minggu lagi kita adakan pesta pertunangan kalian di ballroom hotel permata, sekalian syukuran kembalinya Dionne.” Ucap Yoga.
“Ya, kita undang kerabat dekat dan karyawan-karyawan penting di Permata group dan Sun group. Terutama team keamanan kalian.” Sambung Dionne.
__ADS_1
Edhi dan Dita hanya mampu tersenyum dan mengangguk saja. Menerima apapun saran dan rencana dari majikan tercinta mereka.
Sementara Zayyan hanya sibuk dengan belaian dan ciuman lembutnya di perut Nayla. Walaupun beberapa kali Nayla mencoba menepis tangan nakal suaminya itu, tetap saja Zayyan kembali lagi ke perut dan rambut Nayla.
“Aku sudah beritahu ayah kalau kita akan kembali ke negara B dua minggu lagi, ayah setuju. Beliau juga mau datang di acara pertunangan Edhi dan Dita.” Ucap Dionne kepada Yoga.
“Syukurlah, berarti kita harus buatkan pesta yang semeriah mungkin. Sebelum kita kembali ke negara B berikan yang terbaik dipestar tersebut.” Sambung Yoga.
“Kalian tidak bermaksud menetap di negara B kan?” Tanya Zayyan penasaran.
“Oh iya bro, sebenarnya saat ini gue juga mau sekalian informasikan ke kalian kalau kemungkinan besar kita lebih akan menetap di negara B. Oleh sebab itu segala macam pekerjaan gue di Permata Group dengan senang hati akan gue persembahkan untuk lo.” Jawab Yoga sambil tersenyum lebar.
“What?! Enak aja! Gak bisa! Pekerjaan gue aja udah banyak ditambah lagi pekerjaan lo. No!” Protes Zayyan.
“Hahaha ya enggak semua, gue pasti tetap akan mundar-mandir Indonesia-negara B tapi ya enggak bisa sering-sering juga. So bisalah lo wakilin gue sewaktu gue gak ada di Indonesia, kita kan masih tetap bisa saling komunikasi via online, tidak harus ketemu setiap hari di kantor.” Ucap Yoga.
“Iya Zayyyan, ini karena permintaan dari ayahku juga. Beliau lebih merasa kalau kita akan lebih aman tinggal di negara B saja. Ayahku masih khawatir jika kita tetap disini masih ada oknum yang penasaran untuk menyakiti kita lagi.” Sambung Dionne.
“Oke-oke. Ini karena permintaan kalian. Baiklah!” Ucap Zayyan, disambut senyuman kepuasan di wajah mereka semua.
•
•
Satu minggu berlalu.
Hari sudah semakin sore, persiapan di ballroom hotel permata juga sudah sangat rapi tertata dengan sangat mewahnya.
Yoga dan Dionne sengaja membuat pesta semewah itu untuk kedua ajudan terbaik yang mereka miliki.
Carlos yang kembali memoles wajah Dita pun sangat merasa kagum dengan hasil polesannya sendiri.
__ADS_1
“Kamu memang sangat cantik.” Puji Carlos kepada Dita namun didengar baik juga oleh Edhi.
“Terima kasih tuan, semoga setelah ini tuan Carlos dapat menemukan wanita terbaik.” Ucap Edhi membuat Dita dan Carlos langsung terkekeh bersama.
“Lo masih cemburuan aja sih Edhi sama eike, you takut yaa eike rebut Dita you lagi hahaha.” Ledek Carlos membuat wajah Edhi langsung memerah.
Tidak lama kemudian acara pun di mulai, diawali oleh sambutan dari Dionne dan juga Yoga.
Selanjutnya acara tunangan Edhi dan Dita pun dimulai. Edhi mulai menggunakan cincin bermata berlian di jari manis Dita, begitupun dengan Dita, dia juga menggunakan cincin dengan desain sederhana di jari manis Edhi.
“Aku hampir tidak percaya, jari-jari kekar mu yang biasanya digunakan untuk meninju pria dapat semanis dan secantik ini.” Puji Edhi di telinga Dita.
“Hahaha jari ini masih sama kuatnya loh. Kalau kamu macam-macam awas aja.” Ucap Dita.
Mereka pun sama-sama tersenyum dan menunjukkan jari manis mereka yang sudah dihiasi cincin tersebut kepada semua tamu undangan yang ada di ballroom tersebut.
Di tempat lain dalam ballroom Nayla yang sedang duduk santai bersama dengan Zayyan tiba-tiba saja merasakan rahimnya kram dan mulas. Namun dia masih berusaha menahannya karena Nayla beranggapan itu hanya kontraksi palsu lagi kaya biasanya karena prediksi melahirkannya masih dua minggu lagi.
Sampai tiba-tiba Senja yang berlarian bersama dengan Yodi langsung memeluk perut Nayla dengan sangat eratnya, anak balita itu hanya ingin menunjukkan rasa sayangnya kepada ibu dan adik yang masih berada didalam perut ibunya. Namun ternyata hal itu langsung membuat perut Nayla bertambah mulas.
“My love...kamu pucat sekali, apa kamu kelelahan. Kita kembali kekamar aja ya!” Seru Zayyan sangat khawatir.
“I-iya sayang, perutku mulas sekali. Aku kontraksi lagi, tapi kali ini kuat sekali kramnya.” Ucap Nayla terbata-bata.
Merasa isterinya tidak baik-baik saja Zayyan lekas bangun dan membopong isterinya untuk kembali ke kamar mereka. Namun saat itu juga Nayla merasakan ada yang keluar cairan hangat dari bagian vitalnya.
“Ay-Ayzay...sepertinya ketubannya pecah, astaga bagaimana ini.” Ucap Nayla, air ketuban itu bahkan sudah berhasil lolos dari pakaian dalam yang digunakan Nayla, sudah mengalir di sela-sela kedua kakinya.
“Kita kerumah sakit sekarang juga! Yoga...titip Senja ya!” Seru Zayyan.
Mereka pun segera berangkat kerumah sakit Permata saat itu juga.
__ADS_1