Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Pernikahan Zayyan dan Nayla


__ADS_3


Dionne duduk termenung di kursi tamu yang berada di dekat pelaminan pinggir pantai, pesta pernikahan Zayyan dan Nayla yang belum mulai di laksanakan.


Angin pantai berhembus kencang membuat gaun dan rambut Dionne melambai-lambai mengikuti kemana pun hembusan angin itu bertiup.


Acara pesta baru akan di mulai sore nanti menjelang senja, para tamu undangan lainnya juga belum berdatangan. Yoga yang melihat Dionne duduk sendiri walau ada Dita di belakangnya langsung menghampiri Dionne dan duduk persis di sebelah kursinya.


” Ssst...Nayla membutuhkan bantuan mu disana.”Ucap Yoga kepada Dita.


Dita sudah dapat memahami kelakuan Yoga, jika puterinya hanya diam saja ya berarti dia harus menuruti apa kata Yoga. Maka dia pun menuruti apa yang dikatakan Yoga. Berjalan kelantai dua tempat dimana Nayla sedang di make up oleh Carlos.


“ Kenapa sih kamu sering banget ngusir Dita.” Protes Dionne.


“ Tidak apa sayang, aku sedang ingin menikmati pemandangan ini hanya dengan kamu saja disini.” Ucap Yoga sambil merapikan rambut Dionne yang masih melambai-lambai terkena hembusan angin.


“ Sayang nya waktu itu pesta pernikahan kita tidak se indah ini ya.” Ucap Dionne.


“ Ya maaf ya sayang, bagaimana kita adakan satu kali resepsi lagi di negara ini?. Kan masih belum banyak yang tahu juga tentang pernikahan kita di negara B. Bagaimana menurutmu?.” Tanya Yoga.


“ Boleh juga...Cih!!. Padahal aku tidak pernah memimpikan akan menjalani pernikahan sebelumnya, jadi tidak mengharapkan akan membuat pesta pernikahan dalam hidupku. Tapi kenapa sekarang aku malah jadi menginginkannya ya. Yoga...Kenapa sejak hamil pikiranku semakin aneh ya.” Jawab Dionne.


“ Tidak aneh kok sayang, memang sudah seharusnya. Oke, nanti kita buat pesta yang lebih indah dari ini ya, mau kapan...minggu depan boleh? Atau dua minggu lagi?.” Tanya Yoga lagi.


“ Hahaha tidak dalam waktu dekat ini. Nanti saja setelah usia kandunganku tujuh bulan atau setelah aku melahirkan saja. Saat ini kondisi tubub aku masih belum stabil. Terkadang masih lemas dan mual sekali.”


“ Baik sayang. Maaf ya...jika saja aku yang bisa menggantikan penderitaan mu selama hamil dan melahirkan nanti.” Ucap Yoga sambil merangkul Dionne dan meletakkan kepala Dionne di samping bahu nya. Kemudian membelai dengab lembut rambut Dionne.


“ Apa kamu menyukai aku yang sekarang?.” Tanya Dionne.


“ Aku sangat menyukai kamu yang dulu, sekarang dan yang akan datang. Aku akan selalu menyukai dan mencintaimu di sisa nyawa dan kehidupanku selanjutnya.” Jawab Yoga membuat hati Dionne tergelitik dan tidak bisa menahan tawa nya.

__ADS_1


“ Dasar gombal, mana boleh aku percaya dengan playboy sepertimu.” Ucap Dionne.


“ Harus percaya sayang, aku yang sekarang adalah seorang suami dan calon ayah yang akan selalu setia dan menyayangimu juga anak-anak kita nantinya. Bukan lagi seorang pria hidung belang yang hanya mencari wanita untuk jadi status pacar saja, kamu kan tahu dulu aku hanya takut saja jika tidak memiliki pasangan. Kalau sekarang kan aku sudah punya kamu.” Ucap Yoga masih dengan membelai rambut Dionne.


“ Kamu hebat Yoga, bisa membuatku gamaphobia ku menghilang. Entah ini anugerah atau malah ujian untukku.” Ucap Dionne.


“ Yang pasti ini adalah anugerah, buat aku, kamu dan anak-anak kita.” Bisik Yoga di telinga Dionne.


“ Apakah kamu memiliki banyak anak? Kenapa selalu bilang anak-anak. Heei siapa yang mau hamil mulu. Aku jadi kurang fokus kerja selama kehamilan ini.” Gerutu Dionne.


“ Hahaha iya sayang, aku mau kita punya anak yang banyak. Urusan pekerjaan biar di aku saja ya.” Ucap Yoga, Dionne langsung terbangun dari sandarannya di bahu Yoga. Dan menatapnya dengan kesal.


“ Kamu tidak boleh merebut pekerjaanku!! Aku tidak akan pernah membiarkan mu mengambil pekerjaan ku!!.” Tegas Dionne.


“ Tidak akan sayang, aku tidak akan merebut pekerjaanmu. Tidak akan pernah. Aku hanya ingin membantu mu saja nantinya. Tapa kalau itu kamu setuju, kalau tidak ya tidak usah.” Ucap Yoga kembali meraih kepala Dionne agar kembali bersandar di bahunya.


“ Tidak mau!. Aku mau jalan-jalan saja!.” Elak Dionne lalu berdiri dan meninggalkan Yoga.


Di lantai dua Dita sedang fokus memperhatikan Carlos memoles wajah Nayla hingga menjadi jauh lebih cantik. Dia membayangkan Carlos juga sedang memoles wajah nya di pesta pernikahannya dengan Edhi. Menjadikannya ratu dalam sehari semalam di pesta pernikahannya nanti. Sambil tersenyum-senyum sendiri Dita langsung memejamkan kedua matanya dan melanjutkan khayalannya dalam dunia mimpinya.


Carlos yang sebenarnya secara diam-diam juga memperhatikan Dita langsung menghampiri Dita dan memegang lembut wajah Dita.


“ Cantik...” Ucap Carlos


“ Ekhemmm. Lo suka yaa sama dia?.” Tanya Nayla sambil tersenyum.


“ Hahaha oh iya Naynay Cuantik, you udah semakin cetar bergetar-getar. Tinggal nunggu gong yaa acara di mulai siap tampil. Btw, gue mau bantu si cantik ini biar terlihat lebih cucok ya.” Ucap Carlos.


“ Oh iya silahkan...” Ucap Nayla.


Carlos menyenderkan kepada Dita ke atas sandaran sofa dan mulai memoles wajah nya.

__ADS_1


Dita yang merasakan ada sentuhan lembut di wajahnya bukannya terbangun malah membiarkan saja hingga membuatnya semakin nyenyak tertidur.


“ Carlos, acaranya akan dimulai. Gue turun duluan ya.” Ucap Nayla.


“ Oh iya say...nanti gue nyusul. Good luck ya.” Ucap Carlos masih dengan memoles wajah Dita.


Nayla pun turun bersama dengan teman-teman kuliahnya yang menjadi bridesmaid. Lalu masuk kedalam aula hotel yang mereka booking hanya untuk pesta ini. Disana ijab proses ijab kabul akan di laksanakan sebelum nantinya akan berlanjut di pesta resepsi taman kolam renang hotel X yang kebetulan berada di pinggir pantai pulau Bali.


Zayyan sudah duduk dengan tegang di hadapan ayahnya Nayla yang khusus datang atas permintaan Zayyan agar bisa menikahi Nayla dengan dirinya.


Serangkaian acara ijab qabul itu pun berlangsung sukses dengan ucapan kata


“ Sah...sah...” dari para saksi dan tamu undangan lainnya.


Nayla bersama dengan ibunya kemudian datang mendekati meja ijab kabul tersebut, lalu mencium tangan Zayyan. Kemudian Zayyan pun langsung mencium kening Nayla dengan lembutnya.


” Akhirnya...aku bisa menikahimu juga my love.” Bisik Zayyan, mereka pun berpelukan dan hampir saja melupakan ada orang lain selain mereka di ruangan tersebut.


“ Baik-baik, mohon kedua mempelai agar bisa sungkeman dengan orang tua dan wali.” Ucap sang mc mengingatkan mereka.


Selesai melangsungkan sungkeman para tamu undangan di persilahkan ke taman tempat respsi di adakan. Disana mereka akan menunggu kembali kehadiran Zayyan dan Nayla untuk menyaksikan penggunaan cincin cinta warisan kakek Tama di pasangan suami isteri yang bahagia itu. Lalu dilanjutkan dengan acara bebas.


“ Yoga...kenapa aku tidak melihat Dita ya dari tadi?.” Tanya Dionne kepada Yoga.


“ Oh iya, Edhi...tolong cari si tomboy itu ya.” Pinta Yoga kepada Edhi.


“ Siap tuan.” Edhi pun langsung berjalan mencari Dita.


**********************************************


...Dua bab untuk hari ini, thanks untuk kalian semua yang sudah dukung novel ini. Kalau kalian menyukainya bantu author dengan cara memberikan like, komen dan vote nya yaaa. Agar author tambah semangat up novel ini sebanyak-banyak nya...

__ADS_1


...🙏🏻🙏🏻🥰🥰 Arkayna 🥰🥰🙏🏻🙏🏻...


__ADS_2