Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Wanita Misterius


__ADS_3

Di menara Permata Zayyan bersama dengan kapten Reza membahas beberapa rekaman cctv yang didapat nya dari banyak ruangan di lapas X yang tidak rusak pada hari dan di jam tertentu yang sudah membuat kapten Reza curiga.


Seorang wanita yang menutupi kepalanya dengan topi, menggunakan masker dan kaca mata hitam terlihat memasuki lapas X di luar jam berkunjung. Lalu disaat yang hampir bersamaan seorang petugas lapas juga menghampiri ruangan sel milik Ani Atmodjo dan membawa wanita setengah baya itu keluar dari ruangannya.


Di sudut rekaman lainnya terlihat wanita misterius itu akan memasuki ruang kunjungan. Dan di sisi lainnya juga Ani Atmodjo tertangkap kamera berjalan ke ruangan yang sama walau dari arah yang berbeda.


“Lalu cctv yang berada didalam ruangan kunjungan itu rusak di jam yang sama. Ini sudah pasti sangat mencurigakan sekali, sepertinya wanita misterius itu sengaja mengunjungi ibu lo dengan dibantu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, gue akan menyelidiki sampai tuntas siapa wanita itu dan tujuannya bertemu dengan ibu lo. Apa memang benar ibu lo yang sudah mengarahkan Chyntia dan black line untuk menculik Yoga, bahkan mereka juga hampir membunuh Yoga dan Dionne sebelumnya.” Ucap Kapten Reza membuat nafas Zayyan terasa berat.


“Ya, thanks ya bro. Gue memang yakin ibu gue dibalik ini semua. Dia sangat ingin menyingkirkan Yoga, pahahal lo tau sendiri. Gue sama Carlos yang udah membuat laporan waktu itu, bukan Yoga yang menjebloskan ibu gue ke penjara. Gue bingung sama ibu gue, entah harus bicara bagaimana lagi dengannya.” Ucap Zayya berat.


“Semoga dalam jangka waktu dekat ini semua permasalahan ini dapat terselesaikan. Dan kalian dapat hidup dengan damai lagi.” Kapten Reza mencoba menyemangati Zayyan.


“Siapa wanita misterius itu, apa mungkin dia Chyntia? Jika memang benar dia Chyntia berarti benar, ibu gue dalang dibalik semua ini.” Tanya Zayyan dalam tebakkannya.


“Bukan, gue udah cek dengan teliti. Wanita misterius itu memiliki tahi lalat yang cukup besar di punggung tangan kanannya. Chyntia tidak memiliki tahi lalat itu. Ya, serapih apapun rencana mereka pasti ada celahnya yang memberikan kita kesempatan untuk mengungkapnya.” Ucap kapten Reza mengejutkan Zayyan.


“Tahi lalat dimana?” Tanya Zayyan lagi mencoba mempertegas.


Kapten Reza kembali memutar rekaman cctv tersebut, lalu me zoom ke arah wanita misterius tepat di bagian tangannya. Terlihat jelas wanita itu sedang menggenggam sebuah ponsel dan di pagian punggung telapak tangannya yang sebelah kanan ada tahi lalat yang cukup besar.


“Astaga, sepertinya gue tahu siapa dia.” Ucap Zayyan mengejutkan kapten Reza.


“Siapa?” Tanya kapten Reza penasaran.


“Shinta.” Jawab Zayyan sambil memperhatikan lagi tahi lalat di punggung tangan kanan wanita tersebut.


“Sekretaris lo itu?” Tanya kapten Reza lagi mempertegas.


“Ya, kebetulan dia ada di ruangannya. Apa lo mau cek langsung keberadaan tahi lalat itu?” Tanya Zayyan, dia sangat hapal dengan tahi lalat Shinta karena Shinta sering memberikan dokumen kepadanya, saat itu Zayyan sempat memperhatikan tangan Shinta dengan jelas.

__ADS_1


“Wah, lampu kuning segera menghijau. Thanks bro, bagaimana jika lo panggil sekretaris lo itu sekarang juga?” Ucap kapten Reza penuh semangat.


“Jika memang tahi lalat nya sama, gue izin bawa dia ke kantor gue ya buat minta keterangan selanjutnya.” Lanjut kapten Reza.


“Ya, silahkan.” Zayyan langung menekan sebuah tombol yang menghubungkan ke meja Shinta.


“Shinta, segera keruanganku.” Pinta Zayyan dengan tegasnya.


Zayyan langsung menutup panggilannya, lalu menyenderkan kepalanya ke sandaran kursi.


“Kenapa Shinta? Dulu gue memaafkannya karena sudah memberikan minuman dengan obat perangsang kepada Nayla, karena gue pikir saat itu Shinta berada dalam tekanan ibu gue untuk melakukannya.” Ucap Zayyan.


Tidak lama Shinta membuka pintu ruangan Zayyan, mereka pun terdiam sambil sama-sama memperhatikan punggung telapak tangan sebelah kanannya Shinta.


Shinta yang datang dengan rasa curiga langsung menyapa Zayyan dan kapten Reza.


“Duduk lah, kapten Reza ingin bicara denganmu.” Ucap Zayyan mengarahkan matanya ke arah sofa, tepat di sebelah kapten Reza.


Debaran jantung Shinga mulai berdetak lebih kencang, yang selama ini ditakutkannya jadi kenyataan. Perlahan Shinta mendekati kapten Reza dan duduk di sebelah kapten tampan tersebut.


Kapten Reza tersenyum tipis ketika melihat punggung tangan sebelah kananannya Shinta.


“Siang kapten, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Shinta dengan bibir yang agak bergetar.


“Ya, santai saja. Saya hanya ingin menanyakan sesuatu, kamu lihat wanita yang ada di rekaman cctv tersebut, apakah itu kamu?” Tanya kapten Reza.


Shinta menatap tajam layar laptop yang di tunjukkan oleh kapten Reza kepadanya. Sekilas dia melirik ke arah mata Zayyan yang juga sedang menatapnya dengan tajam.


“Shinta...” panggil kapten Reza.

__ADS_1


“Ya kapten, itu saya. Waktu itu saya datang ke lapas X untuk berjumpa dengan bu Ani, diluar jam berkunjung.” Ucap Shinta mencoba tenang.


“Dalam rangka?” Tanya kapten Reza lagi.


“Karena bu Ani ingin saya jelaskan situasi di Permata group secara menyeluruh. Mohon maaf pak Zayyan, karena saya merasa masih memiliki banyak hutang budi kepada beliau akhirnya saya menceritakan apa adanya. Mohon maaf sekali saya tidak memberitahu pak Zayyan, karena memang bu Ani yang meminta.” Jawab Shinta.


“Hanya itu?.” Tanya kapten Reza, sambil memperhatikan cara Shinta menjawab dan kemana arah bola matanya menatap.


“Ya, hanya itu.” Jawab Shinta tegas.


“Kamu kenal Chyntia?” Tanya kapten Reza lagi.


“Chyntia yang mana?.” Tanya balik Shinta.


“Artis terkenal yang kemarin menculik pak Yoga.” Jawab kapten Reza.


“Oh, saya hanya sekedar mengetahui dia sebatas artis dan pelaku penculikan pak Yoga saja. Kami tidak saling mengenal satu sama lain.” Ucap Shinta.


“Baik Shinta, ini hanya pertanyaan kita sebagai teman saja. Tapi saya perlu menanyakan mu lebih lanjut, untuk kepentingan penyidikan. Ikut dengan saya ke kantor polisi.” Ucap Kapten Reza.


“Kantor polisi?” Tanya Shinta balik.


“Ya, tidak masalahkan?” Tanya balik kapten Reza.


“Oh...tidak sama sekali, saya siap memberikan keterangan apapun.” Jawab Shinta kembali.


Lagi-lagi Zayyan menarik nafasnya dalam-dalam. Dia kenal baik siapa Shinta bakal sudah menjodohkan Shinta dengan salah satu koleganya dalam dunia bisnis. Shinta begitu setia kepadanya, tetapi Zayyan juga tahu, Shinta jauh lebih setia kepada ibunya. Bagaimana pun, Shinta memang punya hutang budi yang membuatnya jadi sangat menghormati Ani Atmodjo lebih dari apapun.


^^^Kenapa Shinta, selain karena hutang budimu kepada ibuku, apakah karena kamu juga masih memiliki dendam dengan Yoga. Kalian pernah saling mencintai dulu, tapi tidak seharusnya begini. Zayyan^^^

__ADS_1


__ADS_2