
^^^Selama ini aku selalu berlindung dari balik tubuh para pengawal dan ajudanku. Ada banyak Dita yang siap mengorbankan segalanya untuk menjaga dan melindungiku. Dan baru kali ini aku malah berlari untuk mengorbankan diriku sendiri karena tidak ingin melihat dia terluka...kenapa aku jadi seperti ini, apakah aku sudah gila karena sudah mulai peduli kepadanya. Dionne ^^^
Yoga masih tidak percaya dengan apa yang sudah di lalukan Dionne untuknya. Karena Tiba-tiba saja Dionne berlari kearahnya ketika para pembunuh bayaran itu sudah bersiap akan menghabisi dia saat itu juga. Dionne menarik tubuh Yoga dengan cepat hingga membuat mereka tergelincir dalam pelukan yang kuat dan masuk kedalam gorong-gorong besar yang terbuka tutupnya. Di saat para pembunuh bayaran itu akan menembakkan timah panas mereka ke arah Yoga dan Dionne, saat itu juga Dita datang dan dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak mereka dengan mobilnya, kemudian membelokan dengan cepat mobil tersebut ke arah parah pembunuh bayaran tersebut dan menyerang mereka dengan senjata api yang dia miliki.
Ada dua orang pembunuh bayaran yang selamat dari hantaman mobil Dita karena sempat menghindar ketika Dita menabrak mereka. Dua orang itu juga memiliki senjata api, Dita langsung menyerang mereka dari luar jendela mobilnya dengan empat kali tembakan yang tepat mengenai tangan dan kaki mereka hingga membuat mereka tanpa sengaja melepaskan senjata mereka masing-masing.
Merasa yakin sudah melumpuhkan semuanya Dita pun segera keluar dari dalam mobilnya dan berlari kearah gorong-gorong untuk menyelamatkan puterinya. Namun saat itu seorang pembunuh bayaran yang sudah tersungkur karena hantaman mobilnya terbangun dan meraih senjata api yang tergeletak tidak jauh dari hadapan mereka. Pembunuh bayaran itu langsung mengarahkan senjata api itu ke Dita. Saat itu juga Edhi datang dari kejauhan didalam mobil nya, dia dapat melihat dengan jelas keadaan mereka diluar sama, Edhi pun langsung melemparkan pisau lipat miliknya yang tepat mengenai tangan si pembunuh bayaran hingga membuat tujuan timah panas yang kebetulan sudah di arahkan pembunuh itu ke Dita jadi tergelincir ke samping dan tidak mengenai Dita.
Edhi dengan cepat turun dari mobilnya dan menyingkirkan senjata api yang tergeletak disana. Dita yang awalnya terpaku karena melihat kedatangan Edhi kembali tersadar dengan kondisi Dionne dan Yoga yang masih bersembunyi di balik di dalam gorong-gorong.
Yoga yang mendengar langkah kaki seseorang yang menuju kearahnya langsung bertelungkup tepat di atas tubuh isterinya, dengan cara ini dia pikir akan terlebih dahulu melindungi Dionne dengan tubuhnya dari segala macam serangan. Tatapan mereka kini saling beradu, namun bibir mereka membisu tanpa suara. Hingga terdengar suara panggilan Dita dan Edhi dari atas sana.
•
•
“ Mereka itu dari gangster Black Line. Kelompok yang sama dengan yang menyerang nona Nayla waktu itu. Sampai matipun mereka tidak akan mau mengaku siapa yang sudah memerintah mereka, sudah perjanjiannya seperti itu tuan.” Ucap Edhi kepada Yoga dan Zayyan di ruang perawatan.
“ Siapa lagi kini musuh kita, apa mungkin ada anak buah Dafa yang masih berkeliaran di luar sana. Apa mama ku masih menaruh dendam kepada kita....” Ucap Zayyan dengan suara beratnya.
__ADS_1
“ Mereka hanya menginginkan nyawa gue, kalian akan baik-baik saja. Sudah jangan terlalu di pikirkan. Lo juga kan harus fokus menyiapkan pesta pernikahan lo. Kedepannya gue akan jauh lebih berhati-hati. Benar kata lo, gue memang butuh tambahan beberapa orang pengawal saat ini. Bukan hanya menjaga gue tapi juga Dionne.” Ucap Yoga sambil menepuk punggung Zayyan.
“ Kita harus perpanjang izin penggunaan senjata api yang kita miliki. Edhi, cepat hubungi kapten Reza. Dan Yoga, udah seharusnya juga lo melatih lagi kemampuan tembak lo. Jangan lagi ada alasan lo gak perlu senjata itu untuk melindungi lo, bukan lagi saatnya lo gak tega menembak mereka yang akan menyerang lo. Karena sudah ada Dionne di kehidupan lo, dan lo juga harus melindungi isteri lo itu dari serangan mereka.” Ucap Zayyan lagi memberika pesan kepada Edhi yang langsung bersiap menjalankan pesan tersebut, juga kepada Yoga yang langsung termenung mendengarnya.
Selama ini Yoga selalu menolak untuk berlatih menembak juga memiliki senjata api, walaupun sebagai pemilik perusahaan dia berhak mendapatkan izin tersebut.
Terbayang lagi olehnya ketika Dionne berlari kearahnya untuk melindungi dia. Jika saja saat itu gerakan mereka kalah cepat mungkin saja salah satu diantara mereka sudah terkena tembakan itu.
“ Ya lo benar bro, mulai besok gue akan berlatih menembak, gue mau ke ruangannya Dionne dulu.” Ucap Yoga segera berjalan keluar ruangan menuju ruang perawatan Dionne. Zayyan dan Edhi hanya menatap kepergian Yoga.
Sesampainya di dalam ruangan, Dionne yang sedang di pijitkan kakinya oleh Dita langsung menengok ke arah Yoga.
Dionne pun tersenyum ketika melihat kelakuan suaminya itu.
“ Maafkan aku...karena tidak bisa melindungimu hingga membuat mu terluka seperti ini. Pasti sakit sekali ya.” Ucap Yoga sambil memegang lembut kedua tangan Dionne.
“ Aku baik-baik saja. Hanya luka-luka lecet sedikit saja kok.” Jawab Dionne.
“ Aku tidak akan membiarkan mu terluka sedikitpun lagi. Maafkan aku sudah menjadi terlalu lemah untuk melindungimu.” Ucap Yoga lagi.
__ADS_1
“ Jangan lebay deh Yoga!. Ada Dita kok, kemampuannya tidak usah di ragukan lagi. Kalau saja Dita telat datang saat itu mungkin kita juga tidak akan selamat.” Ucap Dionne sambil menatap penuh bangga ajudan tomboynya itu.
“ Tapi kan Dita tidak bisa melindungi mu jika sedang di dalam kamar.” Ucap Yoga, matanya melirik kesal ke arah Dita.
“ Kenapa tidak bisa...Dita bisa masuk ke dalam kamarku kapan pun aku butuhkan!.” Tegas Dionne.
“ Tidak boleh, di dalam kamar kan hanya boleh ada aku saja sebagai suami mu. Dita kan tidak mungkin menemanimu tidur dan...” Ucapan Yoga terputus ketika Dionne menutup paksa mulutnya Yoga dengan seluruh telapak tangan kanannya.
“ Jangan bicara sembarangan Yosum!.” Ucap Dionne kesal dan Dita pun langsung terkikik mendengarnya.
“ Hei...siapa yang suruh kamu ketawa?!. Sudah sana, Edhi mencarimu tadi. Kalian harus memberikan kesaksian kepada pihak kepolisian.” Ucap Yoga kepada Dita.
“ Iya siap tuan, tapi kan seharusnya bukan hanya saya dan Edhi saja yang memberikan kesaksian. Tuan dan puteri juga...”
“ Sudah sana, pokoknya tadi Edhi mencarimu!” Tegas Yoga.
Dita melirik kearah mata Dionne, dan Dionne pun mengangguk setuju. Membiarkan ajudan tomboy nya itu keluar dari kamarnya untuk menemui Edhi.
^^^Baik Yoga, ternyata aku memang sudah kalah olehmu. Dionne^^^
__ADS_1