
Tiga hari sudah berlalu, pihak keamanan Permata group yang di pimpin oleh Edhi bekerja sama dengan pihak kepolisian yang di pimpin oleh kapten Reza masih juga belum bisa menemukan jejak keberadaan Yoga.
Zayyan menarik nafasnya dalam-dalam. Lalu membuangnya pelan melalui mulutnya. Dia baru saja mengunjungi ibunya di lapas X. Untuk mengintrogasi ibunya langsung. Namun tidak ada satu katapun yang terucap dari lidah keji Ani Atmodjo. Wanita itu hanya tersenyum sinis mendengar semua pertanyaan dan makian puteranya. Hampir saja Zayyan habis kesabaran dan akan menghancurkan kaca pembatas di antara mereka jika saja kapten Reza tidak keburu datang dan mengajak Zayyan keluar dari ruang khusus kunjungan tahanan tersebut.
“ Gue gak ngerti lagi harus bagaimana ke mama gue. Dari dalam penjara pun dia masih bisa menjalankan aksi kejinya, masih ada saja orang yang setia dengannya. Entah apa yang harus gue katakan kepada Dionne, hampir setiap jam dia menanyakan kabar Yoga ke gue. Bikin gue semakin merasa sangat bersalah.” Ucap Zayyan sambil meninjukan tangannya beberapa kali ke atas meja.
“ Ini semua bukan salah lo, walaupun ibu lo belum mau mengakuinya tapi kita sudah dapat bukti keterlibatan Chyntia yang berhubungan dengan Black line, artis terkenal itu pasti sudah memikirkan dan merencanakan penculikan ini dengan rapi bahkan dia rela menanggung konsekuensinya jika sampai kita tangkap. Tapi kita tahu semua, Black line adalah salah satu gangster terkuat di asia. Mereka memiliki banyak anggota yang kuat namun seperti siluman.Tempat persembunyian mereka pun sangat sulit kita deteksi. Chyntia pasti merasa aman mendapatkan perlindungan dari gangster itu. Mereka bahkan bisa merubah wajah anggota mereka yang sudah kita ketahui. Tidak menutup kemungkian dengan memanfaatkan kemampuan para dokter ahli bedah plastik yang mereka miliki, Chyntia juga akan melakukan hal yang sama. Mengganti wajahnya lalu memulai hidup yang baru sebagai orang baru. Hingga membuat kita semakin sulit mencari kebenaranya.” Ucap Kapten Reza semakin membuat dada Zayyan terasa lebih sesak lagi.
“ Apa mungkin Yoga di kirim ke pulau crocodile?.” Tanya Zayyan pelan. Pulau Crocodile ada pulau milik salah satu orang politik yang sangat kuat namun juga keji. Pulau terpencil yang ada di tengah-tengah laut itu memang di siapkan bagi kalangan tertentu sebagai tempat eksekusi lawan politik dan terkadang juga di sewa oleh beberapa pengusaha untuk menyingkirkan lawan main di dunia bisnis mereka yang kejam ini.
“ Kami sudah mengecek kesana, namun tidak di temukan juga tanda-tanda keberadaan Yoga disana.” Jawab kapten Reza.
“ Kalian dapat mengetahuikan, siapa saja orang-orang yang datang menjenguk ibu gue selama disini?. Diantara mereka apakah ada Chyntia atau yang kalian curigai sebagai salah satu anggota black line?.” Tanya Zayya lagi.
“ Ya, kami sudah cek semuanya. Tidak ada yang datang berjunjung menemui ibu lo selain lo dan bi Rumana. Asisten rumah tangga kalian yang sering datang memberikan makanan kesukaan ibu lo. Ketika dia datang pun petugas pasti akan mengecek semua barang-barang bawaannya.” Jawab kapten Reza.
“ Yasudah, sekarang rencana kalian akan melakukan apa?. Bagaimana pun caranya Yoga harus segera di temukan...Dalam kondisi apapun.” Tanya Zayyan lagi dengan nada yang sangat berat.
“ Yogaku...harus di temukan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.” Ucap Dionne tiba-tiba sudah berada di dekat Zayyan dan Kapten Reza. Mereka pun langsung menengok ke Dionne yang datang bersama dengan Dita dan dua ajudan lainnya.
“ Di-Dionne...” Ucap Zayyan dengan lidah yang terasa kaku. Walaupun ini bukan kesalahannya, tapi dia yakin ibu nya lah yang merencanakan ini semua. Zayyan tahu, Dionne juga akan memahaminya. Mungkin itu juga salah satu alasan yang membuat Dionne datang ke lapas X ini.
__ADS_1
“ Bagaimana cara kerja kalian semua?, kenapa hanya mencari satu orang Yoga saja kalian tidak becus?!. Aku akan membawa pasukan kepolisian dan tentara terbaik dari negara B.” Ucap Dionne dengan kesalnya.
Kapten Reza hanya terdiam mendengar ungkapan kekesalan Dionne. Dia mengerti akan kegundahan yang sedang dirasakan oleh Dionne, apalagi saat ini kondisinya sedang hamil.
“ Sekarang masih ada waktu tersisa di jam kunjungan kan. Zayyan, aku ingin berjumpa dengan ibumu.” Ucap Dionne lagi memecahkan kesunyian sesaat yang baru saja terjadi.
“ Untuk apa, Dionne?.” Tanya Zayyan dengan nada suara yang terdengar sedikit bergetar..
“ Apa aku harus mengatakannya kepadamu?. Atau apa kamu mau melindunginya?. Zayyan...bagaimanapun ibu mu itu sangat keji. Dia saja sanggup membunuh adik kandung dan suaminya sendiri. Apalagi membunuh keponakan yang sudah merebut posisi nya?. Aku yakin, pasti ibumu...Ani Atmodjo, dalang dari semua tragedi ini.” Ketus Dionne dengan amarah yang sangat menguasai nya.
“ Puteri Dionne, belum ada bukti yang menujukkan keterlibatan Ani Atmodjo dalam penculikan Yoga.” Ucap Kapten Reza.
“ Makanya kalian kerjanya yang benar dong!!. Mencari bukti saja belum bisa apalagi mencari Yoga!!.” Ketus Dionne lagi dengan menatap kesal ke arah kapten Reza.
“ Jika kamu mau berjumpa dengan ibuku...mari, aku akan mengantarmu kesana.” Ucap Zayyan.
Kapten Reza pun mempersilahkan mereka berjalan dan melapor lagi ke petugas lapas untuk mengunjungi Ani Atmodjo.
Sementara mereka pergi dua orang anggota kepolisian menghampiri kapten Reza dan memberikan sebuah flasdisk.
“ Kami sudah cek semua cctv di sini selama Ani Atmodjo berada dalam tahanan. Ada dua kali kejanggalan dengan tidak berfungsinya cctv di ruangan kunjungan napi pada jam kunjugan.” Ucap sersan Dika.
__ADS_1
“ Selidiki semua petugas lapas yang bertugas di saat itu.” Perintah kapten Reza.
“ Siap kapten.” Mereka pun bergegas pergi lagi dari hadapan kapten Reza.
Drttt drtttt. Ada panggilan di ponsel kapten Reza, dia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
“ Lapor kapten, kami menemukan jejak keberadaan anggota black line dan tuan Yoga di pulau C.” Ucap anak buah kapten Reza lainnya.
“ Bagus, saya akan segera kesana.” Ucap kapten Reza.
•
•
Di dalam ruang kunjungan, dari balik kaca penghalang. Dionne sudah bertatap-tatapan langsung dengan Ani Atmodjo. Jika saja kejadian ini terjadi di negara nya mungkin Dionne juga sudah menggunakan hak khususnya sebagai puteri kerajaan untuk langsung membuka mulut bahkan menghabiskan Ani Atmodjo.
Dengan senyuman sinisnya lagi, Ani Atmodjo langsung duduk dan mengambil gagang telepon, lalu mempersilahkan Dionne bicara padanya dengan gagang telepon lainnya yang ada di sisi Dionne.
“ Apa kabar, yang mulia puteri Dionne.” Sapa Ani Atmodjo.
“ Tidak usah berbasa-basi. Saya tahu ini semua adalah ulahmu. Lekas kembalikan Yogaku, atau anda akan menerima hukuman yang benar-benar menyakitkan. Saya akan buat anda menderita disisa-sisa umur tua anda!.” Tegas Dionne.
__ADS_1
“ Hahaha kenapa saya tidak takut ya puteri?. Oh...mungkin karena memang saya sama sekali tidak mengetahuinya. Bukannya Yoga itu sangat senang bermain dengan wanita ya. Kenapa kamu tidak menanyakan keberadaan suami playboy mu itu ke pada wanita-wanita nya itu?.” Tanya Ani Atmodjo di selingi tawanya yang sangat nyaring melengking terdengar di telinga Dionne.