Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Tangisan Edhi


__ADS_3

Yoga yang melompat kelaut untuk menyelamatkan Dionne diselamatkan team penyelam dalam kondisi tidak sadarkan diri. Lalu dibawa kerumah sakit di kota Alpa. Saat itulah dia bermimpi berjumpa dengan Dionne lagi.


“Apa mereka sudah menemukan Dionne ku?” Tanya Yoga untuk kesekian kalianya kepada Zayyan dan Nayla.


“Belum.” Jawab Zayyan singkat.


“Tapi Dita sudah.” Lanjut Nayla membuat Yoga sangat terkejut.


“Dimana Dita? Dia pasti tahu keberadaan Dionne, ya....dia pasti tahu, dimana Dita?” Tanya Yoga.


“Dita kritis, sekarang sudah masuk ruang ICU.” Jawan Nayla pelan sambil menundukkan kepalanya.


“Dita yang kuat seperti itu bisa kritis? Lalu bagaimana nasib isteriku dan anak yang ada didalam kandungannya? Arghhhhh, Ya Tuhan...Zayyan, gue mau ke Dita sekarang!” Seru Yoga dalam getaran suaranya.


Yoga memaksa turun dari atas ranjangnya, Zayyan pun langsung merangkul dan menuntun sepupunya itu keluar dari kamar perawatannya menuju ruang ICU.


Di depan ruang ICU terlihat Edhi dan Carlos yang sedang menunggu penuh ketegangan.


Tidak lama seorang dokter keluar dari ruangan ICU tersebut. Dia terlihat mengatakan sesuatu kepada Carlos hingga membuat pria itu langsung terpaku diam. Edhi yang mendengarnya juga pun langsung meneteskan airmatanya. Ini pertama kalinya bagi Zayyan dan juga Yoga melihat airmata di wajah Edhi.


Yoga mempercepat langkahnya, tanpa bertanya kepada mereka lagi Yoga melihat dari balik pintu kaca di ruangan ICU tersebut. Jantung Yoga langsung berdegup kencang dengan kaki yang bergetar seakan tidak mampu lagi menahan berat tubuhnya.


Disana, didalam kamar ICU tersebut, para perawat sedang menutup wajah Dita dengan selimut putih.


“Tidak mungkin! Dita itu kuat, seharusnya dia mampu melindungi Dionne. Dia tidak boleh mati!! Lalu bagaimana dengan Dionne dan anakku?!” Yoga langsung histeris dan terjatuh duduk di depan pintun ruangan itu.


Zayyan dan beberapa perawat yang ada disana mencoba mengangkat dan menenangkan Yoga. Bahkan Edhi yang kuat sekalipun saat ini hanya mampu berdiri kaku. Teringat kembali bayangan Dita saat besama dengannya dulu, saat gadis tomboy yang awalnya sangat judes dengannya karena ingin melindungi puterinya dari majikannya yang mesum itu.


Ajudan tomboy yang ternyata hanyalah seorang gadis ceria itu kini sudah meninggalkannya.

__ADS_1


^^^Kamu boleh menikah dengan siapapun, tapi kamu tidak boleh mati. Dita!!!! Kamu tidak boleh mati!!! Edhi^^^


Yoga sudah diangkat dan dibawa kembali kekamar perawatannya. Edhi tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri.


Ketika perawat-perawat tersebut akan membawa Dita keluar dari kamar ICU menuju kamar jenazah saat itu juga Edhi bergerak dan menahan ranjang dorong tersebut.


“Hentikan!!! Lanjutkan perawatan kalian, Dita masih hidup, kalian tidak boleh menyerah. Dita adalah wanita yang sangat kuat. Dia pasti masih hidup!! Cepat pasang lagi semua alat-alat itu!” Perintah Edhi membuat para perawat dan dokter yang ada disana terkejut.


Carlos memegang lembut punggung Edhi.


“Gue juga berharap Dita masih hidup Dhi, tapi terimalah kenyataan ini. Kasihan Dita...kasihan wanita cantik itu. Walau sampai akhir hayatnya dia masih belum menerima cinta gue, tapi gue akan selalu mencintainya dan mengenangnya seumur hidup gue.”Ucap Carlos semakin membuat Edhi merasa bersalah lagi.


“Dita masih hidup, haiiii koplak, cepat bangun!!! Bagaimana bisa kamu melalaikan tugasmu?! Puterimu masih belum ditemukan! Lekas bangun dan ikut aku cari puterimu!” Seru Yoga sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dita.


“Maaf pak, kasihan jenazahnya pak.” Ucap salah satu perawat.


Edhi pun terduduk tepat disamping wajah Dita yang sangat pucat. Dia memegang pipi Dita yang penuh dengan luka bekas pecahan kaca mobil dan beberapa memar diwajahnya.


“Bangunlah, bukannya kamu sangat menyayangi puterimu. Bagaimana aku bisa memiliki tenaga lagi untuk melindungi tuan Yoga dan puterimu jika seluruh energi kamu bawa pergi juga saat ini. Bangunlah Dita...Aku...Aku sangat mencintaimu.” Ucap Edhi pelan dengan isakan tangisnya.


“Aku janji tidak akan mengalah lagi dengan tuan Carlos, aku janji akan mengakui perasaanku kepadamu jika kamu mau kembali kesini. Kembalilah Dita...aku sangat mencintaimu.” Ucap Edhi lagi.


Carlos pun ikut menangis dalam senyuman tipis yang tergurat di bibirnya ketika mendengar pengakuan Edhi.


^^^Mungkin sudah terlambat, tapi aku yakin Dita akan masih bisa mendengar pengakuan pria yang sangat dicintainya ini. Carlos ^^^


Carlos pun segera keluar dari kamar tersebut, membiarkan Edhi menangis dan mengungkapkan semua isi hatinya kepada Dita.


“Dita....Dita....Dita!!! Aku mencintaimu!!!!!” Teriak Edhi kembali.

__ADS_1


Lima orang perawat dan dua scurity pun akhirnya turun tangan. Mereka memaksa Edhi keluar dari ruangan tersebut.


Saat itu juga terdengar suara batuk kecil yang keluar dari mulut Dita. Salah satu perawat yang mendengarnya, bahkan perawat tersebut dapat melihat kedua mata Dita yang bergerak walau masih terpejam.


“Dokter!!!” Panggil perawat itu sambil menunjuk kearah wajah Dita.


“Ambilkan alat defibrilator!!!” Perintah dokter tersebut. Semua perawat yang awalnya memegang Edhi pun langsung kembali sibuk dengan alat-alat diruang perawatan tersebut.


Dokter itu langsung menekankan defibrilator ke dada Dita berkali-kali. Hingga terlihat alat deteksi jantung yang ada disana menunjukkan pergerakkan.


Edhi yang melihat keajaiban itu langsung tersenyum riang. Walau kedua airmatanya masih mengeluarkan air mata. Tangisan kepedihannya kini menjadi tangisan penuh rasa syukur.


^^^Aku tahu kamu pasti kuat Dit, kamu pasti tidak mau meninggalkan puterimu begitu saja sendiri di dalam lautan yang sangat dalam dan luas itu. Terima kasih Tuhan...Aku janji akan lebih mecintainya, terima kasih sudah mengembalikannya kepadaku. Terima kasih.Edhi^^^


Dari balik pintu ruang ICU tersebut Carlos terlihat ikut tersenyum. Dia kembali menghampiri Edhi lalu menepuk kencang punggungnya.


“Kalau sampai lo sia-sia in lagi wanita cantik itu, gue akan potong lo punya burung saat itu juga!” Ancam Carlos.


Edhi pun tersenyum mendengarnya.


“Gue keruangan Yoga dulu kasih kabar baik ini kedia. Jika Dita saja bisa bertahan hidup dan mendapatkan keajaiban ini, Dionne juga pasti bisa.” Ucap Carlos dan berlalu pergi dari Edhi.


Inilah kekuatan cinta, hingga mampu membuat dinginnya hati Edhi menjadi cairan yang meleleh. Bahkan Edhi yang awalnya tidak mau bergerak sedikitpun dalam pengawasannya kepada Yoga dan Zayyan kini lebih memilih berada disamping Dita, memberikan semangat wanita yang sangat dia cintai itu.


Semua alat penunjang kesehatan di ruang ICU itu sudah terpasang lagi di tubuh Dita. Seorang dokter kembali menghampiri Edhi.


“Terima kasih tuan, jika bukan karena semangat darimu. Mungkin gadis itu sudah menyerah pada kehidupannya. Semoga kalian lekas mendapatkan kebahagiaan dan selalu bersama.” Ucap dokter tersebut.


Edhi pun tersenyum, lalu tanpa sadar malah memeluk dokter tersebut.

__ADS_1


__ADS_2