
Yoga baru saja mengakhiri panggilan video call dari ayah mertuanya. Ketika Dionne bangun dari tidur nya karena merasa sedang ada yang memeluk tubuhnya.
“ Yoga, kenapa kamu masih disini?!.” Tanya Dionne mencoba mendorong suaminya untuk menjauh dari ranjangnya.
“ Maaf sayang, tadi ayahmu baru saja video call. Jadi aku arahin camera nya ke wajah kita berdua saja. Kamu tidak mau kan ayahmu tahu kamu sedang di rawat saat inj?.” Jawab Yoga sambil turun dari ranjang. Kemudian meletakkan ponsel Dionne di atas meja dan kembali mendekati Dionne lagi.
“ Bagaimana keadaanmu?.” Tanya Yoga
“ Jauh lebih baik, aku rasa sudah bisa pulang sekarang.” Jawab Dionne.
“ Yang memutuskan kamu sudah bisa pulang atau belum itu dokter Leo, bukan kamu sendiri.” Ucap Yoga.
“ Mana Dita?.” Tanya Dionne, matanya kembali berkeliling mencari ajudannya itu.
Aku sendiri tidak tahu Edhi membawa si ngeyel itu kemana. Dari semalam sampai pagi ini mereka belum kembali lagi ke sini. Yoga
“ Yoga, kemarikan ponselku. Aku mau menghubungi Dita.” Pinta Dionne.
“ Dia sedang berjaga di depan, kamu ada perlu apa? Biar aku yang bantu ya.”
“ Aku mau ke toilet.” Ucap Dionne.
“ Siap, biar aku gendong kamu kesana.”
“ Jangan gila kamu!. Tolong panggilkan Dita, atau kemarikan ponsel ku!.”
“ Baik...biar aku yang hubungi.” Yoga mengambil ponselnya dan memencet nomer Edhi.
Satu detik misscall ke nomer Edhi, dia pasti sudah paham maksudku. Yoga
Benar saja. Tidak lama kemudian Dita langsung masuk kedalam kamar.
“ Selamat pagi puteri, tuan...” sapa Dita sambil membungkukkan sebagian tubuhnya.
Si ngeyel itu terlihat baik-baik saja. Edhi benar-benar dapat di andalkan. Yoga
“ Aku mau mandi, tolong antar aku. Kamu sudah bawa semua kan kebutuhanku.”
“ Iya puteri.” Dita langsung membantu Dionne turun dari ranjang dan menuntunnya ke toilet sambil memegangkan gagang infusan.
“ Apakah Yoga semalaman menjaga ku?.” Tanya Dionne. Ketika mereka sudah masuk kedalam toilet.
__ADS_1
“ Iya puteri.” Jawab Dita.
“ Aku tidak ingin Yoga terlalu baik padaku.” Ucap Dionne.
“ Baik puteri, aku paham apa yang harus aku lakukan selanjutnya.”
Di dalam kamar Yoga sedang memilih pakaian ganti yang semalam di antarkan asistennya.
Di lain sisi ruangan ada seorang petugas yang sedang merapikan sarapan pagi untuk Dionne dan juga Yoga.
“ Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu lagi?.” Tanya sang petugas.
“ Siapkan dua sarapan lagi untuk mereka.” Jawab Yoga.
“ Baik tuan. Saya akan menyiapkannya. Permisi.”
Yoga ikut keluar kamar ketika petugas tersebut keluar. Di sofa tamu depan kamar President Suite Edhi sedang menikmati kopi panas yang baru saja di pesannya. Dan dia langsung terbangun ketika melihat Yoga keluar dari kamar.
“ Lanjutkan...santai saja.” Ucap Yoga mempersilahkan Edhi duduk kembali.
“ Baik tuan, terima kasih.” Edhi pun kembali duduk di tempatnya semula.
“ Apa Zayyan memintamu mengikutiku sekarang?.” Tanya Yoga.
“ Ya, kamu ajudan terbaik yang di miliki olehnya. Zayyan sangat beruntung untuk itu.”
“ Ini sudah jadi tugas dan tanggung jawab saya tuan.” Ucap Edhi.
“ Aku memang agak kesulitan menghadapi Dionne, apalagi ada Dita bersamanya. Bisa tidak kamu buat Dita tidak bisa dampingi Dionne lagi, dalam waktu satu atau dua hari kedepan?.” Tanya Yoga. Matanya menatap Edhi penuh harap.
“ Siap tuan, saya paham apa yang harus saya lakukan.” Jawab Edhi penuh keyakinan.
“ Hahaha aku tahu, kamu tidak akan mengecewakanku. Oke sarapan kalian sudah sampai. Saya kembali ke kamar ya.” Ucap Yoga dan berlalu pergi meninggalkan Edhi.
Yoga kembali masuk ke dalam kamar dan masih belum terlihat baik Dionne ataupun Dita disana.
Lama sekali, apa yang mereka lakukan bersama di dalam sana. Yoga
**
“ Apa, Zayyan mengirim ajudan pribadinya untuk menemani Yoga?. Aku tahu siapa Edhi, sudah beberapa kali bertemu dengannya. Sebenarnya dia ajudan kuat yang dapat di andalkan. Hahaha, Zayyan pasti mengirim Edhi untuk menghadapimu.” Ucap Dionne.
__ADS_1
Dita teringat kejadian semalam saat dia tidak bisa lepas dari genggaman tangan Edhi yang sangat kuat itu.
Sampai akhirnya dia terpikirkan satu cara yang dapat membuat Edhi langsung melepas genggamannya.
Dita mencium bibir ajudan gagah itu dengan satu kali kecupan.
Edhi langsung terkejut dan mendorong Dita dengan keras hingga membuat nya terpental ke ujung lantai.
Aku sudah memberikan ciuman pertamaku agar bisa lepas dari genggamannya. Dita
“ Hai...kenapa wajahmu memerah?.” Tanya Dionne penasaran.
“ Kamu sedang tidak enak badan Dita?, pasti semalam kurang tidur ya. Harusnya kamu tidur di dalam saja, ada sofa dan juga tempat tidur lain di dalam kenapa jadi tidur di luar?!.” Dionne sangat khawatir.
“ Ah tidak puteri, aku baik-baik saja.” Jawab Dionne kembali membantu Dionne membersihkan tubuhnya.
Aku hampir saja jadi seperti mu puteri, tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Dita
Selesai mandi dan menggunakan skincare nya Dita kembali menuntun Dionne keluar dari toilet.
Di meja makan Yoga sedang menikmati sarapan paginya.
“ Ada obat yang harus kamu minum sebelum makan.” Ucap Yoga sambil menunjuk kotak obat yang diberikan perawat saat Dionne dan Dita berada di dalam toilet.
“ Baik tuan, aku akan membantu puteri minum obatnya.” Ucap Dita.
Dionne kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sebenarnya tadi dia sudah berasa lebih enakan. Hanya saja ketika cukup lama berdiri membuat kepala nya kembali terasa pusing.
“ Silahkan di minum puteri.” Dita sudah menuangkan sesendok syrup obat asam lambung. Dionne pun segera meminumnya.
“ Tunggu 30 menit, baru bisa sarapan.” Ucap Yoga. Dia lalu mengambil pakaiannya dan masuk kedalam toilet.
“ Dita, apakah Yoga akan ke kantor hari ini?.” Tanya Dionne.
“ Aku tidak tahu puteri, tapi dari pakaian yang tadi di ambilnya seperti pakaian santai. Sepertinya tuan Yoga akan menemani puteri lagi disini.” Jawab Dionne.
“ Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?.” Dionne mengingatkan Dita lagi.
Dia tidak ingin memberikan kesempatan pada Yoga untuk berbuat baik kepadanya.
“ Iya puteri.” Ucap Dita.
__ADS_1
Selesai mandi dan berganti pakaian Yoga kembali masuk ke kamar. Tatapan kedua wanita yang sedang berdiskusi sesuatu langsung tertuju kepadanya.
“ Sudah lah, aku memang tambah tampan dan mempesona kalau habis mandi. Kalian biasa saja lihat nya.” Ucap Yoga membuat kedua perut wanita itu langsung mual seketika.