
Hari sudah pagi, Dionne masih merasakan kepalanya sedikit pusing. Tubuhnya juga masih terasa lemas.
“ Yoga....yoga...” Panggil Dionne berulang kali. Biasanya setelah di panggil suami nya itu akan datang menghampirinya dan langsung mencium kening nya.
Dionne teringat lagi kejadian tadi malam, seharus nya malam itu dia bersama dengan yang lainnya merayakan ulang tahun Yoga di cafe pelangi. Namun kabar buruk itu datang dan membuatnya kehilangan kesadaran. Dan saat ini terbangun sudah berada di dalam kamar presidential suite rumah sakit permata yang sama dengan yang sebelumnya saat dia pingsan juga waktu itu.
“ Puteri...” Panggil Dita langsung menghampiri Dionne ketika melihat puterinya tersebut termenung dalan tatapan kosongnya.
“ Dita...katakan aku saat ini hanya sedang bermimpi. Ini hanya mimpi kan...” lirih Dionne.
Dita memeluk puterinya dan membelai punggung sang puteri berulang kali.
“ Dokter bilang kondisi puteri dan anak dalam kandungan puteri baik-baik saja. Puteri tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja.” Ucap Dita.
“ Yoga...dimana suamiku?.” Tanya Dionne pelan.
Dita menarik nafasnya dalam-dalam lalu melepasnya pelan melalui mulutnya. Entah harus berkata apa, karena sampai saat ini keberadaan Yoga belum juga di ketahui.
“ Dimana suami ku yang menyebalkan itu?. Aku sudah memberikan hadiah ulang tahun untuknya, kamu tahu kan Dita. Seumur hidupku, ini pertama kalinya aku memberikan hadia ulang tahun untuk seseorang. Apa dia tidak suka dengan hadiah yang aku siapkan?.” Tanya Dionne lagi.
__ADS_1
“ Puteri, tuan Yoga pasti sangat menyukai hadiah dari puteri. Tuan Yoga kan sangat mencintai puteri.” Ucap Dita mencoba menenangkan kegelisahan yang sedang dirasakan puterinya itu. Dionne melepas pelukannya dari Dita.
Masih teringat jelas juga oleh Dionne, saat dia dan Yoga hampir saja kehilangan nyawa saat di serang kelompok black line saat itu. Jika saja Dita datang telat, mereka berdua akan mati bersama terkena tembakan timah panas dari mereka. Dionne mengetahui sasaran utama black line adalah membunuh Yoga. Berbagai cara mereka sudah lakukan hanya saja selalu di gagalkan oleh Edhi dan teamnya.
Air mata langsung mengalir deras di kedua pipi Dionne. Saat membayangkan kondisi Yoga di tangan black line saat ini.
“ Hiks...Kenapa...aku baru saja mulai merasakan kehangatan cinta nya. Aku baru saja percaya dengan ketulusan cintanya...kenapa...kenapa semua yang menyayangiku harus pergi begitu saja. Ibu...Yoga...mereka yang sering memelukku dan membelai lembut kepalaku. Kenapa....” Pilu Dionne.
“ Puteri, tuan Yoga akan baik-baik saja. Jangan berpikiran macam-macam. Tuan Yoga sangat baik, dia bahkan tidak memiliki dendam kepada tante nya yang sudah membunuh kedua orang tuanya. Aku percaya, orang sebaik dia pasti di lindungi banyak malaikat. Dia akan baik-baik saja.” Ucap Dita mencoba menenangkan Dionne kembali. Hampir saja dia ikut meneteskan air matanya. Hanya saja Dita menahan sekuatnya agar tidak membuat hati Dionne semakin meringis.
“ Dia memang terlalu baik Dita, tapi kebaikan nya itu jadi sering menjadi boomerang buat dirinya sendiri. Kalau saja waktu itu dia mengizinkan Edhi menyingkirkan wanita iblis itu...hiks, dia bukan baik Dita, tapi terlalu bodoh...manusia terbodoh yang pernah aku kenal.” Ucap Dionne.
“ Aku janji, akan menjadi isteri yang sebenarnya untuknya. Dita...kamu dengar semua janjiku...inilah janjiku jika dia bisa kembali dengan selamat. Aku janji tidak akan merepotkannya dalam urusan makanan. Kamu dengar Dita!!!!.” Teriak Dionne dalam tangisannya yang semakin pilu.
“ Iya puteri, aku mendengarnya. Tuan Yoga pasti akan sangat senang mendengar nya.” Ucap Dita sambil memberikan senyuman hangatnya kepada Dionne.
“ Sekarang puteri sarapan dulu ya, jadi nanti ketika tuan Yoga kembali dia tidak perlu repot-repot menyuapi puteri lagi.” Lanjut Dita.
Dionne pun mencoba menenangkan kembali perasaannya. Karena dia merasakan anak dalam rahimnya juga ikut terasa tegang, perutnya mengeras dan sedikit terasa sakit.
__ADS_1
Dita berjalan ke arah meja makan, lalu mengambil semangkok bubur dan air putih hangat untuk puterinya.
Yang terbayang oleh Dionne adalah wajah tulus Yoga yang selalu membawakan sarapan dan air putih hangat untuknya.
^^^Hahaha dasar bodoh, aku percaya. Kamu pasti di lindungi banyak malaikat. Kamu harus kembali kepadaku dan memenuhi janjimu, ingat Yoga...kamu masih berhutang pesta pernikahan yang indah dan bulan madu yang romantis ketika anak kita nanti lahir. Dionne^^^
Dita menyendokkan sesendok bubur ayam dan mendekatkannya ke mulut Dionne. Puterinya itu mencoba membuka mulutnya dan menerima suapan bubur dari Dita. Namun dia kembali memuntahkannya.
“ Maaf Dita...” Ucap Dionne pelan ketika Dita langsung membersihkan muntahan bubur Dionne dari baju dan selimutnya.
“ Tidak apa puteri, mungkin aku menyuapinya kebanyakan ya. Maaf ya...” Ucap Dita.
“ Bukannya barusan aku berjanji tidak akan merepotkan mu lagi soal makanan. Haii Yosum!!! Kayanya untuk point ini aku akan melanggarnya. Aku ingin kamu kembali dan memasakkan makanan terenak untukku. Aku ingin kamu saja yang menyuapiku. Jika kamu tidak kembali, aku tidak akan makan.” Ucap Dionne membuat mata Dita semakin terasa panas. Dengan bibir yang sedikit bergetar, Dita kembali berusaha menenangkan hati puterinya itu.
“ Puteri...tuan Yoga pasti akan kembali. Yapi puteri juga harus kuat. Demi anak yang ada dalam kandungan puteri juga. Kasihan dia kalau puteri tidak mau makan.” Ucap Dita sambil menatap Dionne dengan mata yang sudah memerah.
“ Hahahaha kamu kenapa Dita?. Apa kamu juga mau menangis karena si mesum itu?!. Hei...kamu ini ajudan tomboy yang kuat kata Yoga. Mana bisa kamu menangis?. Iya kan...” Ledek Dionne malah membuat Dita benar-benar menumpahkan air mata nya.
“ Maaf puteri, ternyata aku tidak sekuat itu. Maaf...” Isak Dita. Mereka pun langsung berpelukan kembali.
__ADS_1
^^^Bagaimana pun, aku juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan tuan Yoga. Bukan hanya puteri, aku tahu...banyak orang-orang di luar sana yang sudah di bantu olehnya pasti akan merasakan kepedihan jika terjadi sesuatu pada tuan Yoga. Kakek Basuki, mbok susi, dan lain-lainnya. Juga yayasan sosial yatim dan dhuafa yang selalu menerima bantuan tuan Yoga setiap jumatny. Lalu para pedagang kecil lainnya yang selalu menerima bantuan dari tuan Yoga. Selebih itu tuan Yoga juga yang sudah membuat puteri Dionne kembali merasakan kehangatan cinta. Tuhan...aku mohon lindungi tuan Yoga. Aku tahu Engkau pasti menyayanginya, tapi izinkan tuan Yoga dan puteri Dionne bisa merasakan kebahagiaan dan hidup bersama dengan anak mereka nantinya. Dita ^^^