Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Kebodohan Edhi


__ADS_3

“Sakit tidak?” Tanya Edhi sambil memegang lembut kening Dita.


Dada Dita langsung berdesir penuh sensasi yang membuat nafasnya hampir saja berhenti.


“Tidak apa kok, itu tidak seberapa. Hahahah, aku baik-baik saja.” Jawab Dita mencoba memalingkan wajahnya dari Edhi.


Edhi kembali menarik Dita lalu memegang kedua pipi nya.


“Apa kamu menyukai tuan Carlos?” Tanya Edhi tiba-tiba membuat dada Dita kembali terasa sesak.


“Tuan Carlos? Kenapa kamu bertanya seperti itu...tentu aku menyukainya, dia kan baik sekali denganku.” Jawab Dita.


“Oh, jadi kamu mau ya menikah dengan nya ?” Tanya Edhi lagi.


“Menikah dengan nya? Hahaha, ya enggak lah. Aku hanya akan menikah dengan pria yang aku cintai saja.” Jawab Dita sambil cengar cengir sendiri.


“Apa ada pria yang kamu cintai?” Tanya Edhi lagi-lagi membuat jantung Dita kembali berdendang dengan irama yang hampir saja membuatnya kehilangan kesadaran.


“Kamu.” Jawab Dita setelah dia berusaha mengumpulkan kembali oksigen yang hampir habis di tenggorokannya.z


Edhi tidak bertanya lagi, dia lebih mendekati lagi wajahnya ke wajah Dita. Menatap bibir Dita yang berwarna pink lalu menyentuh dagu nya dengan lembut. Dita pun langsung memejamkan kedua matanya. Berharap bibir Edhi yang semakin mendekati wajahnya itu segera mendarat di bibirnya. Nafas Edhi pun semakin dapat dirasakan oleh Dita.



“Apa jantungmu berdebar saat ini?” Tanya Edhi membuat Dita terkejut dan langsung membuka kedua matanya.


^^^Cih! Aku pikir kamu akan menciumku barusan. Bodoh sekali kamu Edhi! Dita^^^


“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Jantung ku sudah pasti berdebar, jika tidak berarti aku sudah mati, Bodoh!” Maki Dita lalu menghindar dari Edhi.


“Aku dapat merasakan jantung ku juga berdetak lebih cepat barusan.” Ucap Edhi membuat langkah Dita berhenti kembali.


“Lalu....?” Dita membalikkan badannya dan menatap Edhi.


“Itu karena aku bodoh bukan? Baru bisa merasakan ternyata detak jantung ku bisa berdetak secepat itu.” Ucap Edhi tanpa beban sama sekali.


“Bodoh!!! Bodoh!!! Bodoh!!! Kamu memang Bodoh!!” Teriak Dita dengan kesalnya dia kembali meninggalkan Edhi.

__ADS_1


Edhi pun segera berlari mengejar Dita, lalu menggandeng tangannya.


“Jangan marah-marah terus. Kamu terlihat lebih jelek jika terus marah-marah seperti itu! Lebih baik kamu belanja saja, aku akan membelikan semua yang kamu mau” Ucap Edhi.


“Benarkah? Yeaayy, kamu mau traktir aku? Siap Edhi...lets go.” Dengan riang nya Dita menarik tangan Edhi..


Mereka pun berjalan kembali mengitari setiap sisi di dalam mall tersebut.


Dita sudah berhasil membuat Edhi yang kaku dan dingin berbaur dengan kekonyolannya. Mereka terus saja meledek satu sama lain. Dita yang kesenangan baru di belikan jam tangan oleh Edhi langsung meloncat dan memeluk pria itu dengan eratnya.


“Terima kasih Edhi, ini adalah jam tangan termahal dan terindah yang pernah aku miliki. Satu-satu nya jam tangan versi wanita. Hahaha aku tidak akan menggunakan jam tangan yang seperti ini lagi.” Ucap Dita ketika selesai memeluk Edhi.


Dia membuka jam tangan sport miliknya, lalu menggunakan jam tangan cantik berwarna gold dan pink yang sebenarnya membuat Edhi sedikit mual ketika melihat jam tangan itu.


“Baguskan?” Tanya Dita, dengan bangganya menunjukkan tangan nya yang sudah menggunakan jam tangan manis itu kepada Edhi.


“Bagus...bagus sekali.” Jawab Edhi menahan tawanya.


“Thanks ya, eh tapi tidak apa kan kamu berikan aku jam tangan ini. Harga nya lumayan mahal loh.” Ucap Dita lagi sambil memandang penuh takjub ke arah jam tangannya.


“Tidak apa, yang bayar juga tuan Yoga. Bukan aku.” Ucap Edhi kembali tanpa beban.


“Iya.” Jawab Edhi singkat.


“Cih!! Pantas kamu bayarnya tidak ada beban sama sekali. Sial!” Umpat Dita, dia langsung membuka jam tangan tersebut dan memberikannya kepada Edhi.


“Kenapa? Bukannya kamu sangat menyukai jam tangan itu?” Tanya Edhi.


“Kamu berikan saja pada wanita cantik itu.” Jawab Dita sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang dari tadi terus memandang Edhi penuh takjub.


“Baiklah” Ucap Edhi.


“Cih! Apa kamu benar-benar akan memberikan jam tangan itu ke wanita itu?!” Tanya Dita kesal sekali.


“Ya kan kamu mau nya seperti itu, dari pada di buang kan sayang.” Jawab Edhi.


“Sini, aku simpan saja. Aku tidak sudi uang nya tuan Yoga di gunakan untuk wanita lain!” Ucap Dita sambil mengambil kasar jam tangan tersebut dari tangan Edhi.

__ADS_1


“Aku juga berpikir seperti itu.” Ucap Edhi.


“Kamu memang menyebalkan sekali ya Edhi! Pantas saja selama ini kamu selalu menjomblo!” Suntuk Dita, dia memasukkan kembali jam tangan mewah itu kedalam kotaknya.


“Tidak lagi sekarang.” Ucap Edhi membuat mata Dita langsung melotot seketika.


“Maksudmu?” Tanya Dita penasaran, dia menatap Edhi lebih dekat lagi.


“Ya kan tuan Yoga memintaku berkencan dengan mu, berarti kamu itu wanitaku.” Jawab Edhi.


“Kenapa...apa-apa atas permintaan tuan Yoga. Lalu bagaiamana dengan mu sendiri? Apakah diam-diam kamu juga mencintaiku?” Tanya Dita penuh harap.


“Aku tidak pernah jatuh cinta. Sepertinya aku tidak akan pernah mencintaimu, kamu sudah tahu itu kan.” Jawab Edhi.


“Lalu kenapa kamu menciumku waktu itu?” Tanya Dita lagi dengan kesal.


“Karena aku ingin saja.” Jawab Edhi dengan entengnya.


“Kamu tahu, seburuk-buruk nya playboy. Kamu itu jauh lebih buruk dari playboy Edhi! Cih!” Umpat Dita.


“Aku tidak pernah berkencan dengan wanita manapun sebelumnya, kenapa aku bisa lebih buruk dari playboy?” Tanya Edhi penasaran.


“Karena kamu sama sekali tidak pernah paham, seperti apa perasaan wanita yang sudah kamu sakiti itu.” Jawab Dita. Dia pun segera berlari dari Edhi. Air matanya pun berlinang jatuh di atas kedua pipinya.


^^^Ya Tuhan...kenapa bisa aku mencintai lelaki bodoh seperti itu. Dita^^^


“Hai koplak! Kenapa kamu main ninggalin aku begitu saja?! Lekas kembali!” Panggil Edhi sambil mengejar Dita.


“Bodo amat! Pergi sana kamu! Ngapin ngejar aku!” Ucap Dita semakin mempercepat langkah kaki nya.


Buk!!! Dita hampir saja terhuyung kembali ketika menabrak seorang pria yang cukup berbadan besar di hadapannya kini. Seorang pria yang langsung membuat Dita ternganga dan Edhi yang meradang kesal.


“Hai cuantik...duh, memang ya kalau jodoh tidak akan kemana. Sejauh apapun kamu lari tetap saja kembalinya kepadaku lagi. Apa kabar sayang?” Sapa Carlos membuat wajah Dita langsung terasa panas seketika.


“Wah, tuan Carlos. Tidak disangka juga kembali bertemu tuan Carlos di sini, apak tuan Carlos sudah janjian dengan tuan Yoga dan puteri Dionne bertemu disini?” Tanya Dita dengan riangnya.


“Iya cuantik, dimana bos tampan dan cantik mu itu? Kata nya mereka ada di mall ini.” Tanya Edhi balik.

__ADS_1


“Mereka ada di atas, mari tuan. Aku akan mengantarmu dengan senang hati.” Jawab Dita, dia langsung menggandeng tangan Carlos dan meninggalkan Edhi dalam kegalauan.


__ADS_2