Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Janji Kita


__ADS_3

Yoga lagi-lagi memeluk Dionne dengan erat dalam tidurnya. Kehadiran Rachel dalam pernikahan mereka sungguh membuat pria itu sangat tidak nyaman. Yoga sangat ketakutan kehilangan kepercayaan Dionne lagi, hingga membuat Dionne kembali dingin atau mungkin akan meninggalkan nya begitu saja.


Untungnya pihak kepolisian dapat memecahkan kasus tersebut dengan cepat. Bisa menunjukkan bukti bahwa Yoga bukanlah pelaku sebenarnya yang sudah merusak keperawanan Rachel di malam itu.


Dionne yang sudah tertidur lelap pun ikut terbangun, dia dapat merasakan kegelisahan hati Yoga.


” Ada apa sayang?, apa lagi yang kamu khawatirkan?.” Tanya Dionne membuat Yoga langsung terkejut.


“ Sa-sayang. Kamu kok bangun?.” Tanya balik Yoga sambil membelai lembut rambut panjang Dionne.


“ Kamu sedang tidak nyaman ya?, bukannya kasus Rachel sudah clear ya. Bahkan wanita itu sudah memilih pergi dari rumah ini. Apa jangan-jangan sebenarnya kamu tidak ingin ya Rachel pergi dari sini?.” Tanya Dionne dengan nada yang meledek Yoga.


“Ih, kamu mikir apa sih sayang. Mana mungkin aku menginginkan wanita itu ada disini, dari awal kan aku tidak setuju wanita itu tinggal bersama kita. Kamu nya saja yang terlalu memaksa.” Jawab Yoga.


“ Lalu kenapa dong?, kok kamu masih gelisah saja sih.” Tanya Dionne lagi, dia terbangun sambil menguncir rambut panjang nya ke belakang.


“ Maaf sayang, aku hanya sedang ketakutan.” Jawab Yoga pelan.


“ Ketakutan apa sih?.” Tanya Dionne semakin penasaran.


“ Bagaimana pun, Chyntia dan black line masih beredar di luar sana. Itu artinya, mereka dapat saja mencelakai kita lagi suatu hari nanti. Kali ini bisa di bilang mereka sudah gagal, tapi aku yakin mereka pasti sudah menyiapkan cara lain untuk menghancurkan kehidupanku. Aku sama sekali tidak takut mati awalnya, tapi yang ku takuti adalah kamu dan anak kita ini, aku takut mereka juga akan mencelakai kalian.” Ucap Yoga sambil membelai lalu mencium lembut perut Dionne.


“ Aku yakin, dalam waktu dekat ini Chyntia dan black line akan segera tumbang. Aku sama sekali tidak meragukan kemampuan kapten Reza dan team nya itu. Mereka pernah memusnahkan gangster black hole kan. Pasti bisa juga dapat memusnahkan black line. Aku saja optimis, kamu juga dong harus optimis.” Dionne menepuk punggung Yoga berkali-kali.


“ Dan sebenarnya, otak dari semua kejadian ini sebenarnya adalah Ani Atmodjo. Walau dari dalam penjara, dia masih mampu memperintahkan anak buah nya untuk menghancurkan kita. Sayang nya belum ada bukti yang kuat yang mengarah kedia. Jika saja ada satu bukti itu, aku berharap wanita itu di hukum dengan hukuman mati.” Ucap Dionne kesal.


“ Sst, jangan seperti itu. Wanita itu adalah tante ku, dia adalah ibu kandung nya Zayyan. Dan dia yang merawatku bersama dengan Zayyan.” Ucap Yoga mengingati Dionne.


“ Dia merawatmu karena untuk menutupi kesalahannya yang sudah membunuh kedua orang tua mu. Aku yakin dia tidak pernah tulus merawatmu, suatu saat dia pasti akan menyingkirkan mu juga. Demi ambisinya, Ani Atmodjo dapat melakukan cara apapun untuk mewujudkannya.” Ucap Dionne. Yoga hanya mampu menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuang nya pelan melalui mulutnya.

__ADS_1


“ Sadar lah Yoga, tante mu itu adalah otak dari semua ini.” Ucap Dionne lagi.


“ Seandainya pun iya tanteku pelakunya, aku hanya ingin menyudahi nya saja. Aku tidak ingin ada dendam di antara kami lagi.” Ucap Yoga, dia menyenderkan kepalanya di sandaran ranjang yang empuk itu lalu menutup kedua matanya.


“ Sayangnya, kehidupan kita tidak semudah itu sayang. Mungkin hanya kamu yang menginginkan dendam ini berakhir, tapi tante mu tidak akan pernah berhenti sampai disini.” Dionne ikut menyenderkan kepalanya disandaran ranjang.


“ Dionne...mau kah kamu berjanji kepadaku?.” Tanya Yoga.


“ Mau.” Jawab Dionne singkat.


“ Hai cantik, aku kan belum mengatakan janji apa itu, kenapa main jawab sembarangan aja.” Protes Yoga.


“ Loh, tadi kan kamu bertanya...mau kah?. Ya aku jawab mau dong. Asalkan tetap bersamamu aku pasti mau-mau saja hahaha.” Ucap Dionne yang sudah mulai terkontaminasi dengan sikap suaminya.


“ Hahaha iya-iya. Aku yang salah. Tapi ini serius, aku ingin kamu berjanji. Jika suatu hari ada fitnah-fitnah seperti ini lagi, kamu harus tetap percaya dengan ku.“ Yoga menatap Dionne dengan penuh harapan.


“ Dan apapun yang terjadi kepadaku nanti, kamu harus tetap semangat menjalankan kehidupan ini dan membesarkan anak kita nanti.” Pinta Yoga lagi.


“ Kita akan membesarkan anak ini bersama-sama sayang. Kamu mikir apa sih...” Protes Dionne.


“ Kamu mau janjikan?.” Tanya Yoga menekankan kata-kata itu lagi.


“ Iya...iya, aku janji sayang. Aku juga mau kamu janji kepadaku, jangan hanya aku saja dong yang berjanji padamu.” Pinta Dionne balik.


“ Apa itu?.” Tanya Yoga.


“ Apapun yang terjadi padaku, kamu juga harus tetap semangat menjalankan kehidupanmu selanjutnya. Kamu harus memperjuangkan project lintas benua kita sampai usai. Aku berharap sekali project itu lekas rampung dan melihat hasilnya nanti.” Ucap Dionne sangat menyesakkan dada Yoga.


“ Aku tidak akan membiarkan terjadi apapun kepadamu dan anak kita sayang.” Ucap Yoga dengan beratnya.

__ADS_1


“ Kamu mau kan janji?!” Dionne menekankan itu lagi.


“ I-iya sayang...aku janji.” Ucap Yoga.


“ Baiklah, kita harus ingat dengan janji kita ini. Jangan sampai ada pelanggaran ya. Janji!!! Semangat!!” Ucap Dionne menggebu-gebu.


^^^Aku janji akan selalu mencintai dan menjagamu sepenuh jiwa dan ragaku Dionne. Kamu dan anak kita akan baik-baik saja. Justru aku khawatir terhadap keselamatan ku saja. Aku hanya takut meninggalkan kalian begitu saja. Yoga ^^^


“ Sayang, bagaimana kalau kamu tinggal di negara B saja dulu. Sampai anak kita lahir dan tumbuh besar disana. Baru kembali ke negara ini.” Saran Yoga.


“ Aku tidak ingin tinggal di istana itu lagi sayang, aku sangat menikmati kebebasan disini.” Elak Dionne.


“ Tapi setidaknya, kamu jauh lebih aman jika tinggal di sana. Bukannya kamu sangat merindukan Sun tower mu itu.” Ucap Yoga.


“ Aku mau tinggal disana, asalkan kamu juga ikut tinggal disana. Tapi kita jangan tinggal di istana ku, aku memiliki kastil peninggalan ibuku. Ayah pasti setuju kita tinggal disana.” Dionne membayangkan kastil hijau itu, tempat dimana dia hidup bersama dengan mendiang ibunya dulu. Sampai akhirnya mereka di jemput paksa untuk tinggal di dalam istana.


“ Hmm, ya. Boleh sayang, tapi sewaktu-waktu aku lebih sering kembali ke negara ini tidak apa ya. Bagaimanapun, Permata Group juga masih membutuhkan kehadiranku.”


“ Ya, tidak apa-apa dong sayang. Kamu memang harus pertahankan permata group milikmu. Kamu dan Zayyan pasti dapat bekerja sama dengan baik hingga membuat perusahaan kalian menjadi jauh lebih maju dari sebelumnya.” Ucap Dionne menyemangati Yoga.


“ Amin sayang,aminnnn....”


Yoga memeluk Dionne, lalu mengecup bibirnya dengan lembut. Dionne pun membalas kecupan tersebut dengan melum*t bibir Yoga lebih dalam lagi. Hingga lidah mereka yang saling bertautan satu sama lain.


“ Kamu mau buat adonan lagi?,” Tanya Dionne pelan di telinga Yoga.


“ Selagi belum luber, kita buat lagi saja ya. Biar hasil nya lebih mengembang kan sayang.” Jawab Yoga dengan tatapan nakalnya.


“ Ya, boleh...tapi aduk nya pelan-pelan saja ya.” Bisik Dionne. Yoga pun mengangguk setuju dan langsung semangat memulai membuat adonan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2