Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Tawaran Dionne


__ADS_3

“ Bukan soal pernikahan...aku sudah di usir oleh orang tua ku, jika aku kembali ke mereka. Pasti aku akan kembali di berikan kepada orang-orang jahat itu lagi. Aku bingung harus bagaimana kedepannya.” Ucap Rachel sambil menitikkan air matanya.


Dionne yang mendengar dan melihat kerapuhan Rachel saat itu seakan dapat ikut merasakan kepedihan di hati Rachel. Semenjak hamil, perasaan Dionne jadi lebih mudah tersentuh dan gampang menangis. Padahal sebelumnya, dia sama sekali tidak mau peduli akan penderitaan orang lain.


“ Sepertinya kedua orang tua mu juga akan segera di tangkap oleh pihak kepolisian. Karena sudah menjualmu dan bekerja sama dengan black line. Tenang saja Rachel, jika mereka masuk kedalam penjara kan kamu bisa kembali ke rumah mu tanpa ada beban lagi.” Ucap Yoga, tangannya masih tidak lepas dari pinggang Dionne.


“ Mereka kan tidak mungkin di penjara seumur hidup tuan, pasti ada masanya mereka akan kembali. Dengan begitu, mereka pasti akan jadi dendam kepadaku. Aku tidak mungkin kembali lagi di kehidupan mereka.” Ucap Rachel mencoba membalas tatapan mata Yoga.


“ Soal itu, aku akan serahkan kepada kapten Reza.” Yoga melirik ke arah sang kapten yang langsung tersedak oleh lychee yang baru daja masuk kedalam mulutnya.


“ Oh iya, Rachel. Aku punya beberapa property, mungkin kamu bisa tinggal di sana. Mau di rumah biasa atau di apartemen?. Aku akan berikan gratis kepadamu. Kalau kamu butuh pekerjaan aku juga bisa memberikannya.” Ucap Kapten Reza penuh rasa bertanggung jawab.


“ Benar kah?, tapi kamu kan hanya seorang polisi...apa iya punya beberapa property?.” Rachel seakan tidak percaya dengan yang di ucapkan kapten Reza.


“ Memang nya polisi tidak boleh punya beberapa property?.” Tanya balik Kapten Reza.


“ Dia itu bukan hanya seorang polisi, kapten Reza itu anak tunggal dari mendiang Berliando. Kamu tahukan Berlian group?. Itu adalah perusahaan miliknya ka-.” Ucap Yoga kesal.


“ Ssst, bukan...bukan punya gue. Sudah di serahkan kepada calon mertua untuk mengurusnya.” Potong kapten Reza.


“ Oh iya, hampir lupa gue. Lo kan polisi ya, gak boleh punya perusahaan, tapi bagaimana pun lo kan tetap ahli waris Berlian Group.” Ucap Yoga, dia sedang mencoba membuat Rachel mengagumi kapten Reza. Agar tidak terlalu banyak berharap kepadanya.


“ Tidak usah kapten, masalah asmara mu dengan tunanganmu saja kan juga tidak mudah. Aku tidak mau menambah beban hidupmu dengan menitipkan Rachel padamu.” Ucap Dionne mengejutkan kapten Reza dan Yoga.


Dionne menatap kembali Rachel yang kini sedang termenung.


^^^Bukannya aku mau meminta harta kalian, aku hanya ingin berada dekat dengan mu Yoga. Andai saja kamu mengerti. Rachel ^^^

__ADS_1


“ Rachel...sementara waktu ini kamu tinggal di rumah kami saja dulu. Sampai masalah ini sudah teratasi semua dan kamu juga sudah aman.” Ucap Dionne membuat hati Rachel langsung ceria seketika.


“ Sayang...kita bisa belikan rumah atau apartemen lainnya kan. Jika untuk menjaga nya kita bisa mengirim beberapa ajudan kita menjaganya. Kenapa harus di rumah kita?.” Protes Yoga kepada Dionne.


“ I-iya puteri, lebih baik aku tinggal di salah satu property milik kapten Reza saja. Dan mencari pekerjaan. A-aku tidak ingin mengganggu kehidupan kalian.” Ucap Rachel dengan pelan.


“ Tidak apa, hanya sementara waktu saja. Sampai kita juga memastikan juga, apakah kamu akan hamil atau tidak.” Ucap Dionne dengan suara yang bergetar.


Yoga menambah erat genggaman tangannya di pinggang Dionne. Hatinya sangat sakit ketika Dionne mengatakan hal itu. Tapi Yoga yakin, hati Dionne sebenarnya jauh lebih sakit lagi.


Masih tidak habis di pikir oleh Yoga, kenapa isterinya itu malah meminta wanita yang sudah tidur dengan nya tinggal satu atap bersama mereka.


“ Soal pekerjaan, kamu bisa bekerja di kantor milikku. Kebetulan aku membutuhkan banyak tenaga kerja untuk project Lintas benua.” Lanjut Dionne lagi.


Yoga hanya terdiam sambil mengaduk king avocado miliknya yang sudah berubah jadi seperti jus alpukat biasa.


^^^Apa dia mau menjadi orang ketiga di pernikahan aku dan Dionne?!. Kenapa sih Dionne jadi lembek seperti ini. Jelas-jelas wanita itu sangat liar matanya ketika menatapku. Aku tidak mau rumah tanggaku berantakan, apalagi jika dia benar-benar hamil nantinya. Ya Tuhan...aku sangat mencintai Dionne dan anak yang ada di kandungannya. Jangan berikan wanita penggoda lain untukku. Sudah cukup bagiku bermain dengan banyak wanita saat itu. Dan saat ini, aku hanya ingin fokus dengan Dionne ku saja. Tidak mau ada yang lain lagi. Yoga ^^^


“ Ya, kenapa sayang?.” Tanya Yoga.


“ Kamu tidak dengar ya, aku bilang tadi Rachel akan pulang bersama dengan kita sekarang juga” Ucap Dionne.


“ Hmm...trus ?.” Tanya Yoga lagi dengan malas-malasan.


“ Kamu setuju kan?.” Tanya balik Dionne kepada Yoga.


“ Sebenarnya tidak.” Jawab Yoga dengan santainya.

__ADS_1


Rachel langsung bangun dari duduk nya dan berdiri menghadap mereka.


“ Terima kasih untuk tawaran bantuannya puteri Dionne. Tapi tuan Yoga sangat keberatan jika aku tinggal bersama dengan kalian. Aku cukup tahu diri, tidak ingin mengganggu kehidupan pernikahan kalian. Aku bisa urus kehidupanku sendiri dan tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku masih punya teman yang semoga saja mau membantuku. Lebih baik, aku permisi dulu.” Pamit Rachel sambil menundukan kepalanya.


Dionne pun ikut berdiri dan memegang pundak Rachel.


“ Abaikan saja suamiku, aku ingin kamu sementara waktu ini tinggal bersama dengan kami dulu.” Ucap Dionne.


“ Huffh, sudah punya keputusan sendiri kenapa bertanya lagi tadi.” Gerutu Yoga pelan, namun dapat di dengar baik oleh mereka semua yanh ada disana.


“ Kita lihat satu bulan kedepan, jika kamu ternyata tidak hamil. Kamu boleh tinggal dimana pun kamu mau. Aku tetap akan memeberikan pekerjaan untukmu.” Ucap Dionne mengabaikan suaminya yang masih menggerutu.


^^^Sepertinya kamu sangat tidak menyukaiku Yoga, lihat saja nanti. Aku akan berusaha membuatmu kembali mengingat perbuatan kita di malam itu. Rachel ^^^


“ Bagaimana, Rachel?.” Tanya Dionne.


“ Baik puteri, aku akan tinggal bersama dengan kalian sampai satu bulan kedepan.” Jawab Rachel. Sekilas Rachel menatap mata Yoga yang sedang menatapnya dengan kesal. Namun ketika Rachel memberikan senyumannya kepada Yoga, pria itu pun langsung memalingkan pandangannya.


“ Kalau begitu, lebih baik kita pulang sekarang. Segala kebutuhanmu nanti bisa di bantu dengan Dita untuk membelinya. Ayo sayang...” Ucap Dionne lagi sambil mengajak Yoga.


“ Ya...ya, aku akan membayarnya dulu.” Ucap Yoga dengan malas-malasan.


“ Biar gue aja yang bayar, gue masih mau disini. Masih menunggu team gue juga disini” Cegah Kapten Reza ketika Yoga akan berjalan ke arah kasir.


“ Ya, baiklah...kalau begitu, kita pamitnya. Thanks bro.” Ucap Yoga, dia pun mengikuti langkah dua wanita yang sedang berjalan dengan mesrah di depannya kini.


Setelah mereka pergi, kapten Reza mengambil ponselnya, lalu menghubung sersan Dika.

__ADS_1


“ Sersan, apakah kalian sudah menemukan file asli dari rekaman video itu?.” Tanya kapten Reza. Namun panggilannya langsung terputus begitu saja.


^^^Sial. Lupa bawa chargeran lagi!. ^^^


__ADS_2