
Dionne memeluk erat suaminya itu, Yoga yang masih tetap berusaha tegar menceritakan alasan sebenarnya dia memutuskan hubungan dengan Shinta.
“Aku memang pernah mendengar ayahku lebih memilih aku bersama dengan mu dulu, karena Zayyan sudah menikah dengan wanita lain. Tapi, tante Ani selalu berusaha meyakinkan ayahku kalau Zayyan akan segera berpisah dengan Tamara, karena hubungannya dengan Tamara hanyalah karena Tamara yang memanfaatkan Zayyan atas kecelakaan yang sudah membuat Zayyan kehilangan ingatannya saja. Hahaha kamu lihat sayang, sekuat apapun rencana tantemu itu untuk menjauhkanmu dariku, tetap saja kita sudah bersama sekarang. Dia lupa, tidak ada rencana yang akan terjadi tanpa persetujuan dari Tuhan. Dan Tuhan memang yang sudah menjodohkan kita, bahkan dari sebelum aku terlahir di dunia ini. Tuhan lebih dahulu menciptkanmu, seperti nabi Adam yang di ciptakan sebelum ada hawa.” Ucap Dionne membuat Yoga sangat terharu mendengarnya.
“Terima kasih sayang, kamu benar-benar roh didalam nyawaku. Aku sangat mencintaimu sayang dan aku akan selalu menyayangimu seumur hidupku.” Yoga mengecup kembali kepada Dionne.
“Kamu rasakan deh sayang, jagoan kita ini langsung berontak loh pas dengar ayahnya sedang ngegombal.” Dionne mengarahkan tangan Yoga tepat di atas perutnya.
Yoga langsung sumringah pas merasakan gerakan anaknya dari dalam perut Dionne. Janin berusia tujuh bulan setengah itu seperti sudah tidak sabar dilahirkan dan menabok wajah ayahnya yang sangat hobby merayu ibunya.
“Hahaha dia bukannya sedang berontak sayang, tapi sedang happy. Anak kita pasti sangat bahagia mendengar ucapan kita tadi. Mana ada anak yang tidak suka ayahnya merayu ibunya yang cantik ini. Iya kan anakku sayang.” Bisik Yoga sambil mencium perut Dionne.
Janin itu pun kembali bergerak, bukan hanya Dionne, Yoga pun dapat merasakannya dengan sangat jelas.
“Ah, kamu semangat sekali sayang. Hati-hati loh. Jangan terlalu pecicilan juga, kasihan ibumu di tendang-tendang terus. Nanti saja ya ketika kamu sudah lahir nanti, ayah janji akan menemanimu main bola. Kamu bisa berlari dengan sekencang-kencangnya dan menendang bola itu sekeras-kerasnya. Asalkan jangan sampai memecahkan kaca rumah. Oke my handsome son.” Bisik Yoga lagi. Dionne pun tertawa mendengar ucapan suaminya itu. Dionne membiarkan Yoga terus menerus bicara dengan anak dalam kandungannya, lalu membelai lembut kepala suaminya itu.
“Sayang, apa kamu sudah menyiapkan nama untuknya?” Tanya Dionne untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
“Sudah sayang, kamu mau tahu sekarang siapa namanya?” Tanya Yoga balik.
“Iya mau dong.” Jawab Dionne penuh semangat.
“Yodi Elvano Atmodjo...Yodi singkatan dari nama kita, lalu Elvano yang berarti hadiah dari tuhan berupa anak yang kuat, lalu nama belakang nya terserah kamu, apakah Atmodjo atau Cereli, bagaimana sayang?” Tanya Yoga.
“Hahaha Yodi, Yogha Dionne ya...Lucu sih, untuk nama anak kita mengikuti nama keluargamu saja sayang.” Jawab Dionne.
“Haiii Yodi sayang, kamu sudah dengar ibumu setuju dengan nama itu hahaha, padahal ayah takut dia akan protes loh.” Bisik Yoga lagi, saat itu juga Yodi kecil yang masih berenang di dalam air ketuban dalam rahim Dionne kembali bergerak. Janin itu dapat mendengar suara ibu dan ayahnya. Bahkan sudah mengenali suara mereka, karena Yoga yang terlalu sering bicara dengannya.
“Hahaha sebenarnya nama yang kurang keren, tapi is oke. Aku juga suka kok, semoga kamu benar-benar menjadi anak yang kuat ya sayang. Kamu benar-benar hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepada ayah dan ibumu.” Ucap Dionne, tangannya ikut membelai perutnya sendiri.
“Lalu gimana dengan kamu sendiri? Kami lihat kamu semakin dekat dengan Edhi. Tapi kata Edhi kamu itu calon isterinya tuan Carlos, apakah kalian sedang menjalin hubungan di belakang tuan Carlos?” Tanya Ria salah satu pelayan yang sedang membantunya.
“Duh, kalian mau tahu aja. Yang jelas aku tidak ada hubungan apapun dengan mereka berdua. Tuan Carlos memang berkali-kali bilang kepadaku ingin secepatnya menikahiku, bahkan dia sudah memintanya langsung ke puteri Dionne. Tapi aku belum menyetujuinya.” Jawab Dita sambil merapikan pakaian-pakaian bayi yang sudah di cuci dan di setrika.
“Wah, belum berarti bisa jadi akan setuju dong ya nantinya? Ciee ciee Dita, sebenarnya tuan Carlos sangat tampan. Hanya saja karena dia sering tampil menjadi miss Carla kadang kita jadi suka kurang yakin apakah dia bisa jadi pria sesungguhnya atau tidak hahahaha, tapi kami yakin, jika ternyata kamu yang menikahinya kalian imbang kok. Yang satu feminim yang satu maskulin, seperti di film-film gitu jadi kaya jiwa yang tertukar hahahaha.” Ledek Ria.
__ADS_1
Dita ikut tertawa, namun tawanya langsung terhenti ketika melihat kedatangan Edhi yang kini sudah berdiri tepat didepannya sambil membawa sebuah kardus yang sangat besar.
Tanpa melirik sedikitpun ke arah Dita, Edhi langsung meletakkan kardus itu secara kasar di tengah-tengah mereka.
Buk!!! Dia hampir saja merusakkan isi mainan bayi yang berada didalam kardus tersebut.
“Biasa saja kali.” Sindir Dita yang juga langsung memalingkan tatapannya dari Edhi, di kembali fokus dengan pakaian-pakaian bayi yang sedang di masukkan kedalam lemari.
“Hai Ria, kamu cantik sekali hari ini. Pakai skincare apa?” Edhi menghiraukan Dita malah menghampiri Ria dan menanyakan pertanyaan aneh itu ke Ria.
“Apa...skincare? Maaf tu-tuan. Aku mah tidak menggunakan skincare apa-apa. Hehehe tidak sanggup belinya.” Jawab Ria malu-malu sambil memegang kedua pipinya yang merona.
“Oh iya, padahal aku perhatiin kamu selalu bertambah cantik loh setiap harinya. Ternyata memang cantik karena alami ya, bukan karena sentuhan skincare-skincare itu. Luar biasa, pertahanin ya Ria, cantik kamu yang natural seperti itu sangat aku sukai.” Ucap Edhi lalu berlalu pergi dari kamar tersebut.
^^^Cih! Sejak kapan dia jadi penggombal seperti itu, apa dia sedang menyindirku yang sudah mulai menggunakan makeup pemberian tuan Carlos? Memang nya salah, aku juga kan ingin terlihat lebih cantik dihadapan mu ayang beb. Huaaa kesal! Edhi bodoh! Kamu lihat tuh, Ria pasti akan berpikir kamu benar-benar suka kepadanya. Dia jadi senyum-senyum sendiri seperti itu. Aku cemburu! Dasar Bodoh! Dita^^^
“Dita, kok kamu malah mengacak-acak pakaiannya sih? Kan aku capek sudah menggosoknya denga rapi tadi!” Protes Noni, salah satu pelayan kastil yang ditugaskan merapikan keperluan bayi Dionne dan Yoga juga.
__ADS_1
“Ah maaf, maaf ya...nanti aku rapikan lagi. Ini gara-gara si bodoh itu. Bikin panas saja!” Ucap Dita merapikan kembali pakaian-pakaian bayi yang sudah tidak terbentuk itu.