
Carlos berjalan cepat menuju white cafe. Dia hanya telat sepuluh menit saja, namun Dionne selalu menghubunginya dan mengingatkan Carlos kalau dia sudah ingkar janji.
“ OMG Dionne, bisa gak sih lo santai sedikit jadi orang. Hampir mau pingsan gue dibuatlo.” Gerutu Carlos ketika dia baru saja duduk di hadapan Dionne yang masih menatapnya dengan penuh amarah.
“ Time is money...kamu sudah membuang banyak waktu ku Carlos!.” Gerutu balik Dionne kepada Carlos.
“ Huh...untung cantik lo. Biar jutek-jutek juga...eh mana si tomboy itu?.” Mata Carlos jelalatan mencari sosok Dita.
“ Siapa...Dita?...buat apa?. Kita kan mau membicarakan rahasia orang lain.” Ucap Dionne mengingatkan Carlos.
“ Ya...ya, oke. Tapi sebelum bicara yang berat-berat eike mau pesan minum dulu ya. Haus parah!.” Carlos mengangkat tangannya kepada seorang pelayan.
“ Honey lemon tea.” Ucap Carlos ketika pelayan itu baru saja mendatanginya.
“ Baik tuan, ada pesanan lainnya?.” Tanya sang pelayan.
“ Sementara itu dulu.” Jawab Carlos. Dan pelayan itu pun segera pergi dari mereka.
Dionne mengaduk kembali virgin mojito miliknya, lalu meminum nya dengan anggun sambil menatap Carlos.
“ Oke Dionne, sambil menunggu minuman gue sampai. Apa yang ingin you ketahui dari gue?” Tanya Carlos. Dia sangat mengerti Dionne ingin segera mendapatkan informasi tengang suaminya yang dia inginkan.
“ To the point saja. Apa rahasia Yoga yang lo ketahui dan itu pengaruh dalam kehidupan pernikahan kami?.” Tanya Dionne.
“ Soal itu...Yoga. Oke, gue akan cerita ke you...tapi you harus janji. You gak bakal bocor lagi ke suami you kalau gue emang udah bocorin rahasia dia ke you yaaa.”
“ Iya, aku janji.”
Carlos meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu balik menatap kedua mata Dionne yang terlihat tajam.
__ADS_1
“ Anuptaphobia.” Ucap Carlos singkat membuat dahi Dionne langsung berkerut mencoba mengerti apa itu Anuptaphobia.
“ Yoga pernah merasakan trauma yang mendalam di kehidupanya. Kehilangan kedua orang tua dalam waktu yang bersamaan di usianya yang masih dua belas tahun. You tahu Dionne...Yoga itu hanya terlihat kuat di luar sebenarnya jeroannya itu rapuh.” Ucap Carlos lagi semakin membuat Dionne bingung.
Saat itu juga seorang pelayan datang sambil membawa minuman pesanan Carlos. Dionne pun langsung mengambil ponselnya dan mencari tahu apa itu Anuptaphobia.
Carlos sudah menduga Dionne akan mencari tahu apa itu anuptaphobia. Oleh sebab itu dia membiarkan suasana hening sementara sampai Dionne selesai memahaminya.
“ Sebenarnya hubungan kalian memang rumit, yang satu anuptaphobia, alias takut jomblo. Maunya terus memiliki pasangan seumur hidupnya. Tapi yang satunya lagi gamophobia. Mau nya hidup menyendiri, takut akan pernikahan...hahaha jujur gue suka ikutan sakit kepala sendiri kalau lagi memikirkan kalian.” Ucap Carlos karena sekian lama Dionne belum juga berusara lagi.
“ Jadi selama ini Yoga gunta-ganti pasangan karena dia menderita anuptaphobia?...tapi kenapa harus kebanyak wanita?. Bukannya harusnya satu saja cukup ya...yang pentingkan bisa menemaninya sampai kapanpun.” Tanya Dionne kepada Carlos.
“ Yoga itu sebenarnya cenderung posesive jika dia sudah memutuskan suka pada satu wanita. Hanya saja selama ini wanita yang dekat padanya tidak sepenuhnya tulus mencintai Yoga. Yang gue tahu...Yoga memang mempermainkan mereka, tapi hanya untuk mengetahui seberapa pantas mereka untuk di cintai...itu saja.” Jawab Carlos.
“ Maksudnya?.” Tanya Dionne lagi, dia masih belum paham dengan yang di ucapkan Carlos tadi.
“ Yoga akan mengajak wanita yang di sukainya untuk melakukan hubungan intim. Tapi aneh nya jika wanita itu mau dia akan meninggalkannya begitu saja. Lalu memutuskan hubungan mereka. Namun jika wanita yang disukainya menolak, dia akan memacarinya. Dan mengajak mereka kehubungan yang lebih serius.” Jawab Carlos.
“ Setahu gue baru satu, dia Shinta. Sekretarisnya Zayyan. Itupun hubungan mereka kandas karena Shinta yang tiba-tiba bersedia melakukan hubungan intim dengan Yoga. Bukan salah Shinta juga sih, mungkin dia pikir Yoga sudah benar-benar serius dengannya. Mereka hampir saja bertunangan.” Jawab Carlos.
“ Lalu dengan Nayla bagaimana?, bukannya Yoga juga menyukai Nayla dan ingin menikahi Nayla secepatnya saat itu?.”
“ Nayla...sebenarnya Yoga hanya ingin menang satu kali saja dari Zayyan.“ Jawab Carlos membuat kening Dionne terus-terusan berkerut.
“ Satu lagi...Yoga masih perjaka kan? .” Tanya Carlos dengan senyuman yang menggoda Dionne.
“ Mana aku tahu dia masih perjaka atau enggak.” Ucap Dionne.
“ Kalian sudah melakukan hubungan suami isteri belum?.” Tanya Carlos lagi membuat wajah Dionne sedikit terasa panas.
__ADS_1
“ Ya belum lah...aku tidak akan melakukan aktifitas menjijikan itu. Bodoh!!!” Jawab Dionne kesal.
“ Hahahahaha, yaudah. Berarti fix...Yoga masih perjaka.” Ucap Carlos malah membuat jantung Dionne kembali berdegup kencang.
^^^Jika Yoga memang masih perjaka...lalu apa hubungannya denganku?. Itu tidak akan bisa membuatku seketika menerima Yoga dan mencintainya begitu saja. Benar kata Carlos...hubungan kami akan sangat rumit. Aku dan Yoga saling bertentangan satu sama lain. Yoga yang akan selalu haus akan cinta dan aku yang tidak akan pernah mau jatuh cinta kepasa siapapun. ^^^
^^^Ya Tuhan...kenapa Engkau menjodohkan kami seperti ini?. Dionne^^^
Carlos mengambil sesuatu dari dalam dompetnya. Lalu dia menyerahkan selembar kartu nama kepada Dionne.
“ Siapa?.” Tanya Dionne.
“ Kamu dan Yoga masih bisa di sembuhkan, kalian masih memiliki kesempatan besar untuk bahagia salam pernikahan kalian. Orang itu bisa membantu kalian melewati semuanya.” Jawab Carlos.
“ Psikolog?...hahaha, thanks Carlos. Tapi aku tidak akan pernah membutuhkan bantuan psikolog manapun. Aku tidak merasa ada kelainan dalam jiwaku. Aku happy dengan aku yang seperti ini....sorry.” Dionne kembali memberikan kartu nama itu ke Carlos.
“ Yasudah kalau kamu tidak mau.” Carlos kembali memasukkan kartu nama itu kedalam dompetnya.
“ Oke Carlos, terima kasih untuk waktumu. Aku ada keperluan lain. Oh iya, kali ini aku yang traktir.” Pamit Dionne, dia langsung berdiri dan pergi dari Carlos begitu saja.
^^^Dasar puteri ebleng, main cuss begitu saja. You pikir eike cowok panggilan apa...Cih! Cuma minuman kaya begini saja sampai sebut-sebut di traktir. Carlos^^^
Dionne berjalan menuju lobby utama cafe. Disana sudah menanti dengan setia Dita dan mobil sport nya.
Sesampainya di dalam mobil Dionne langsung menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.
“ Puteri...apa puteri baik-baik saja?.” Tanya Dita khawatir.
“ Ya Dita...I’m Fine...is oke. Yukk lanjut.” Jawab Dionne mempersilahkan Dita melanjutkan kemudinya.
__ADS_1
^^^Yoga...kita sama-sama pernah trauma yang sangat besar karena kehilangan orang tua. Tapi kita berbeda dalam menyikapinya. Kamu dengan Anuptaphobia mu dan aku dengan Gamophobia ku. Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa bersama. Pernikahan ini hanya akan menyiksa kita saja. Dionne^^^