
Pagi yang cerah, secerah suasana hati Dionne yang sudah berhasil membuat satu rancangan desain lagi di project lintas benua.
Dionne manatap lagi layar laptop nya dengan bangga sekali. Kemudian dia mengirim undangan ke seluruh karyawan Sun Group dan Permata Group yang terlibat dalam project raksasa ini untuk meeting lagi 4 hari kerja lagi dari hari ini.
Sial, aku hampir lupa mengirim undangan meeting ke Sun Group hari ini. Ayah masih melarang ku kerja walaupun sudah sampai di Indonesia.
Dionne menutup layar laptopnya. Kemudian membuka jendela kamar yang menghadap langsung ke kolam renang.
Aku baru merasa ngantuk sekarang. Hoammm.
Semalaman ini dia sudah asik bekerja sampai lupa untuk tidur. Jika bukan karena matanya yang sudah menyerah mungkin dia akan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Tidur di pagi hari di temani hembusan angin yang masuk dari luar jendela rumah nya adalah aktivitas yang di sukai Dionne selama tinggal di Indonesia. Karena kalau di negara B, jam 7 malam dia masih membuka laptop di kamarnya maka saat itu juga alarm sang raja berbunyi.
Belum sempat Dionne brangkat tidur ke atas kasurnya tiba-tiba saja ponselnya berdering nada yang di tandainya sebagai nada mematikan.
Dionne segera mengambil ponsel tersebut dan jantungnya langsung berdebar ketika melihat panggilan video dari ayahnya.
“ Yoga...Yoga!!!.” Panggil Dionne langsung membuka kamar tidurnya.
“ Maaf puteri, tuan Yoga tidak ada.” Ucap Dita menghentikan langkah kaki Dionne.
“ Kemana dia?.” Tanya Dionne kesal.
“ Tuan Yoga belum datang kerumah ini dari kita berpisah di bandara kemarin puteri.” Jawab Dita semakin membuat jantung Dionne kembali berdebar kencang.
“ Sial...sial!!!. Dia pasti langsung mencari wanita cantik untuk menemaninya tidur semalam. Dasar Yoga Mesum!!! Awas kamu yaa.” Ucap Dionne kesal sambil membawa ponsel nya yang masih berdering.
“ Dita... aku harus jawab apa kalau ayah ingin melihat Yoga juga ada di dalam kamar bersama ku?.” Tanya Dionne khawatir.
“ Puteri jawab saja kalau tuan Yoga lagi mandi.” Jawab Dita memberikan ide.
“ Oke...oke. Aku harus balik ke kamar. Dita...thanks ya.” Ucap Dionne lalu kembali ke kamarnya.
Dia naik ke atas kasur, kemudian mengacak-acak rambutnya sendiri. Lalu menjawab panggilan video dari ayahnya.
“ Dionne puteri ku. Kenapa lama sekali menjawabnya?.” Tanya sang raja.
“ Hoaaam, maaf ayah. Aku baru saja bangun.” Jawab Dionne.
“ Benar kamu semalam tidur dengan suami mu kan?.” Tanya raja Sebastian lagi penuh curiga.
“ Ya ayah, aku tidur dengan Yoga. Dia masih di toilet. Apa ayah mau melihat Yoga disana?.” Tanya Dionne balik.
“ Tidak usah. Nanti ayah akan telpon lagi beberapa jam kedepan. Ingat kalian itu harusnya langsung berbulan madu. Jangan kerja dulu. Oke Dionne?!.” Ucap raja Sebastian memberi peringatan.
“ Iya ayah, yasudah ayah...bye.” Ucap Dionne langsung mengakhiri panggilan tersebut.
Dionne langsung bangun dari ranjang nya dan menekan nomer ponselnya Yoga. Namun ponsel Yoga sedang tidak aktif.
__ADS_1
Cih, kenapa ponsel nya tidak bisa dihubungi. Kemana dia....
Dionne lalu membuka lagi layar ponsel nya dan mengubungi nomer nya Zayyan.
Cukup lama menunggu akhirnya Zayyan mengangat panggilan Dionne.
“ Pagi Zayyan, sorry ganggu. Kamu tahu Yoga ada dimana?.” Tanya Dionne sebelum Zayyan mengucapkan salam kepadanya.
“ Dionne, sekarang ini masih jam 6 pagi loh. Memang nya kalian tidak bersama semalam?.” Tanya Zayyan balik.
“ Kalau bersama tidak mungkin aku bertanya kepadamu kan Zayyan. Kamu tahu gak semalam kira-kira tidur sama siapa dan
dimana?.” Tanya Dionne lagi penasaran.
“ Wah itu aku tidak tahu Dionne, sorry. Kemarin kita memang pulang agak malam dari kantor karena banyak hal yang kita diskusikan. Setelah itu aku tidak tahu dia kemana lagi.” Jawab Zayyan.
“ Oke, thanks ya Zayyan.” Ucap Dionne sambil mengakhiri panggilannya.
Kemana Yoga, kalau ayah sampai mengubungi ku lagi bagaimana. Bikin ribet aja. Aku harus mencarinya.
Dionne turun dari ranjang nya dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Selesai mandi dan makeup sewajarnya Dionne meminta Dita menyiapkan mobil.
“ Lacak ponselnya Yoga. Cari tahu dia ada dimana sekarang.” Pinta Dionne kepada Dita.
“ Baik puteri.” Ucap Dita.
Sekian lama menunggu Dita masih belum memberikan hasil pencarian Yoga melalui nomer ponsel nya.
“ Iya puteri, sepertinya tuan Yoga sudah memasang alat pelindung sadap di ponselnya. Jadi kita tidak bisa melacak keberadaannya.” Jawab Dita.
“ Oke, kalau begitu kita cari saja di rumah nya. Jika tidak ada, kita tunggu Yoga di Permata Group. Dia pasti ke kantor nya lagi hari ini.” Ucap Dionne kesal.
“ Siap puteri.” Dita langsung keluar dari kamar Dionne menuju super car mewah kesayangan Dionne.
Dionne menunggu di depan lobby rumah sambil mengecek kembali kayar ponselnya. Dita sampai tepat di depan Dionne berdiri. Lalu Dionne segera masuk kedalam super car itu.
“ Kita langsung ke menara Permata saja.” Pinta Dionne.
“ Baik puteri.” Dita langsung mengendarai super car tersebut.
Tidak butuh waktu yang lama mereka sampai di menara permata. Tepat pukul 08.00 wib.
Harusnya mereka semua sudah aktif bekerja di jam segini.
Di Sun Tower miliknya, semua karyawan sudah wajib datang pukul 07.00 dan sudah mulai aktif bekerja pulul 07.30. Telat 1 detik saja langsung SP1.
Dionne menaiki lift khusus direksi yang langsung membawanya ke lantai 21. Dia pernah ke lantai tersebut untuk menemui Zayyan bersama dengan Ani Atmodjo saat itu. Namun dia belum pernah ke ruangan Yoga.
“ Selamat pagi ibu Dionne. Ada yang bisa kami bantu?.” Sapa seorang receptionis kepadanya.
__ADS_1
“ Dimana ruangan Yoga?.” Tanya Dionne.
“ Apakah bu Dionne sudah memiliki janji dengan pak Yoga?.” Tanya receptionis itu lagi. Sambil mengecek daftar tamu yang ada di meja nya.
Dionne tidak menjawab, dia malah ikut membaca daftar tamu yang di berikan masing-masing sekretaris direktur di langai tersebut.
“ Apa-apaan, kenapa daftar tamu nya wanita semua!.” Ucap Dionne kesal ketika membaca daftar tamu untuk Yoga di hari ini.
“ Tunjukan saja dimana ruangan direktur mesum itu!!.” Pinya Dionne membuat para receptionis itu kebingungan.
“ Dionne...” panggil Zayyan ketika mendengar keributan di meja receptionis. Dia baru saja keluar dari lift.
“ Pagi Zayyan, aku mencari Yoga. Di mana ruangannya?.” Tanya Dionne sambil berjalan mendekati Zayyan.
“ Aku antar kamu kesana.” Ucap Zayyan sambil menunjukan jalan kepada Dionne.
Sesampainya di depan pintu ruangan Yoga, Zayyan langsung membukakan pintu untuk Dionne dan ajudan nya.
Dionne tidak lantas masuk, dia sedang membaca plang tulisan wakil direktur utama di atas pintu tersebut.
“ Tenang saja Dionne, sebentar lagi Yoga tidak di ruangan ini. Dia akan segera naik jadi presiden direktur menggantikan posisi ibu ku.” Ucap Zayyan mengerti apa yang sedang di pikirkan Dionne.
“ Baguslah, aku harap secepatnya.” Ucap Dionne dan langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
“ Selamat pagi pak Zayyan, selamat pagi bu Dionne.” Sapa Risma dan Angel, mereka adalah sekretaris nya Yoga.
Dionne menatap mereka dari atas sampai bawah.
*Dasar Yosum, pantasan dia betah di kantor. Sekretarisnya cantik-cantik dan seksi seperti itu*. Dionne
“ Pak Yoga sudah datang belum?.” Tanya Zayyan.
“ Belum pak.” Jawab Angel sambil melirik ke Dionne. Angel sadar Dionne sedang memperhatikan dia dan Risma.
“ Yasudah, bukakan pintu untuk ibu Dionne. Beliau akan menunggu pak Yoga didalam sana.” Perintah Zayyan. Risma pun langsung bangun dan segera membukakan pintu untuk Dionne dan Dita.
“ Aku ada di ruanganku. Jika ada perlu kamu bisa menghubungi ku.” Ucap Zayyan.
“ Ya, terima kasih.” Ucap Dionne.
Zayyan segera keluar dari ruangan Yoga. Ketika dia menutup pintu nya dia langsung menghampiri Risma dan Angel.
“ Beritahu bos kalian, isteri nya sedang menunggu di dalam sana.” Ucap Zayyan.
“ Baik pak.” Ucap Angel dan Risma secara bersamaan.
Zayyan pun keluar dari ruangan wakil direktur utama itu.
“ Eh bukannya pak Zayyan ya yang menikah dengan nona Dionne?.” Tanya Angel setelah Zayyan pergi.
__ADS_1
“ Iya, aku juga bingung...kenapa dia jadi isterinya pak Yoga.” Jawab Angel.