
Dalam waktu singkat pulau C sudah di kepung oleh pihak kepolisian baik dari jalur darat, laut dan udara. Hanya saja tidak ada Chyntia dan petinggi black line lainnya. Sedangkan informasi yang di dapat oleh kapten Reza mereka belum meninggalkan pulau tersebut.
“ Cari di seluruh penjuru pulau ini. Selidiki semua. Sersan Lutfi akan memimpin kalian membuka pintu-pintu rahasia yang ada disini.” Perintah kapten Reza yang langsung di jalankan oleh pasukannya.
Edhi menatap haru Yoga dari atas helikopter yang sedang dia naiki. Sedikit lagi helikopter milik permata group itu akan mendarat dan menjemput majikan tampannya di atas tanah lapang yang sudah di siapkan.
Yoga pun tak kalah terharunya. Hatinya sangat riang karena akan segera kembali lagi ke Jakarta dan dapat bersama dengan Dionne kembali. Namun sesaat ketika helikopter itu mendarat seorang wanita cantik yang di dampingi kapten Reza menghampirinya. Sambil menyerahkan sebuah ponsel yang ternyata milik Yoga dia pun berkata pelan:
“ Maafkan saya tuan. Ini ponsel milik tuan Yoga, nona Chyntia hanya berpesan kepada saya untuk memberikan kepada tuan dan meminta tuan melihat isi pesan dan gallery yang ada disana. Sekali lagi saya mohon maaf, saya hanya menjalankan tugas saja”
Kapten Reza melirik kearah ponsel yang kini sudah berada di tangan Yoga tersebut.
“ Ini tidak boleh jadi salah satu barang bukti kalian ya.!” Ketus Yoga kepada Reza.
Kapten Reza pun hanya tersenyum saja.
“ Ya sudah, lekas lah naik. Isteri lo udah menunggu dengan gelisah.” Ucap kapten Reza mempersilahkan Yoga pergi.
“ Thanks ya brother.” Ucap Reza sesaat sebelum dia melangkahkan kaki nya menuju helikopter yang sudah menjemputnya
Hati Yoga yang awalnya sangat ceria, berubah menjadi gelisah ketika mengingat ucapan wanita yang memberikan ponselnya tadi. Namun dia tetap melangkahkan kakinya dan menaiki helikopter tersebut. Sambil melambaikan tangan ke arah kapten Reza. Helikopter tersebut pun terbang meninggalkan pulau tersebut.
Kapten Reza langsung memanggil beberapa anak buahnya.
“ Bawa wanita tadi ke Jakarta sebagai saksi, beri dia dan keluarganya pelindungan.” Pinta kapten Reza.
__ADS_1
“ Siap kapten.”
^^^Black line tidak mungkin membiarkan target mereka hidup tenang begitu saja. Apalagi selama empat hari Yoga dalam genggaman tangan mereka. Pasti mereka sudah memberikan atau melakukan sesuatu yang keji kepadanya. Kapten Reza^^^
•
•
Yoga melihat kembali layar ponselnya. Tangannya sedikit bergetar ketika membuka layar ponsel dengan sidik jarinya. Layar ponsel itupun akhirnya terbuka. Masih dengan foto profil yang sama, Yoga memencet menu gallery miliknya. Tidak sanggup melihat isi yang ada disana Yoga langsung menggantinya dengan membuka pesan yang ada disana. Saat itu juga matanya langsung terbelalak dengan jantung yang berdegup sangat kencang. Yoga menelan saliva nya yang kini terasa sangat perih di tenggorokannya.
Edhi yang melihat kecemasan di wajah Yoga pun ikut menatap layar ponsel tersebut. Hanya saja dia tidak dapat melihat dengan jelas apa yang sudah membuat Yoga menjadi sangat tegang seperti itu.
“ Tuan...apa yang sudah terjadi?.” Tanya Edhi.
“ Tuan...tuan, apa yang mau tuan lakukan. Berhenti tuan!!!.” Teriak Edhi juga sambil menahan tubuh Yoga.
Tidak habis di pikir oleh Edhi, Yoga akan melakukan hal konyol dengan melompat dari atas helikopter. Dia terus menahan tubuh Yoga dengan sekuat tenaga.
“ Lepaskan Edhi!!!? Sialan lo!!! Lepasin gue!!! Lebih baik gue mati saja!!!.” Bentak dan berontak Yoga. Namun Edhi sama sekali tidak melepaskan genggamannya dari Yoga. Karena Yoga terus saja berontak dan hampir saja terjatuh hingga membuat helikopter mereka oleng, maka Edhi pun terpaksa menempelkan sesuatu di hidung Yoga dan membuat Yoga tidak sadarkan diri.
Masih dalam genggaman tangan kanannya, Edhi berusaha mengambil ponsel Yoga yang terjatuh di lantai helikopter tersebut dengan tangan kirinya. Lalu dia menempelkan ibu jari Yoga ke ponsel tersebut hingga akhirnya layar ponsel itu terbuka.
Yang pertama di lihat Edhi adalah sebuah pesan dari nomer asing yang ada disana.
...“ Jangan bahagia dulu Yoga...ini baru permulaan loh. Aku sudah memberikan kenangan terindah sepanjang hidupmu nanti. Lihat lah foto-foto hot kenangan mu selama di pulau ini. Pasti kamu akan sangat merindukannya kembali, oh iya namanya Rachel. Dia adalah idola di pulau ini, tapi sayangnya dia terkena HIV AIDS. Yang sudah pasti, Rachel menularkan virus menjijikan itu kedalam tubuhmu. Selamat menikmati hidup baru mu ya sayang...semoga isterimu dapat menerima mu denga lapang nantinya.” Chyntia...
__ADS_1
Edhi pun mengerang dengan sangat kerasnya ketika membaca pesan tersebut. Lalu dia membuka gallery yang ada disana. Ada ratusan foto dan video mesrah Yoga bersama Rachel disana. Foto saat mereka berciuman bahkan sampai video mereka berhubungan badan. Edhi dapat melihat dengan jelas Yoga melakukannya dalam kondisi sadar. Dia berpikir keras apa yang terjadi kepada Yoga saat itu, tidak mungkin majikannya itu dengan mudahnya melakukan hubungan terlarang itu kepada sembarang wanita.
^^^Harusnya aku habiskan wanita iblis itu saat itu. Maafkan aku tuan Yoga, aku tidak bisa melindungimu dengan baik....maafkan aku tuan. Edhi^^^
•
•
Di atas rooftop menara permata group, Dionne dan Dita sudah tidak sabar menunggu kedatangan Yoga. Berkali-kali Dionne menatap ke atas langit yang masih belum menunjukkan kedatangan helikopter milik Pernata group itu.
“ Ah Dita...harusnya aku ikut saja tadi, menunggu seperti ini malah membuatku semakin tegang saja.” Ucap Dionne sambil berjalan mundar mandir.
“ Tenang saja puteri, jika puteri ikut naik helikopter kan tidak bagus juga untuk kandungan puteri. Tuan Yoga pasti kembali dengan selamat dan akan baik-baik saja. Belum lama kan juga puteri sudah video call dengan tuan Yoga melalui ponselnya kapten Reza. Dia terlihat segar bugar sekali loh puteri.” Ucap Dita memberikan sedikit ketenangan di hati Dionne.
“ Tapi kenapa hatiku masih saja gelisah ya Dita. Berkali-kali aku sering mendengar teriakan Yoga memanggil namaku di telinga ini.” Dionne berkata dengan pelan sambil duduk di atas kursi.
“ Itu mungkin karena puteri terlalu merindukan tuan Yoga.” Ucap Dita kembali berusaha menenangkan puterinya.
Dionne pun kembali mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuang nya pelan melalui mulutnya. Rahimnya kembali menegang dan dia dapat merasakan janin yang sedang di kandung nya pun sedang bergerak-gerak hingga membuat perutnya sedikit terasa kram.
Drrttt drttt. Ponsel Dita bergetar. Dita pun langsung mengangkat panggilan tersebut. Kali ini Dita tidak menyalakan speaker nya. Hingga membuat Dionne jadi penasaran dengan siapa Dita bicara.
Saat itu Dita hanya terdiam mendengar orang tersebut bicara kepadanya , sambil menatap puterinya yang sedang menatapnya juga dengan penuh kecemasan.
^^^Ya Tuhan...kenapa jadi seperti ini. Apa yang harus aku katakan kepada puteri Dionne. Tuhan...ingin rasanya aku menghilangkan ingatan puteri Dionne saat ini juga dan kembali membawanya ke negara B saja. Dita ^^^
__ADS_1