Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Buat Adonan


__ADS_3

Setelah mengecup dan membelai lembut rambut Dionne Yoga berjalan ke sofa. Lalu merebahkan tubuh lelahnya di atas sana. Dalam sekejap Yoga pun sudah terlelap dalam tidur nya.


Sedangkan di atas ranjang sana Dionne tidak bisa memejamkan matanya kembali. Pikirannya kembali terusik oleh pekerjaannya yang belum juga rampung. Juga project lintas benua.


Dionne turun pelan-pelan dari ranjangnya. Lalu memperhatikan Yoga yang sudah terlelap tidur menghadap kearah dinding. Dionne menatapnya dari kepala hingga kedua kakinya bagian belakanh tubuh Yoga.


^^^Haruskah dengan cara itu...agar project lintas benua berjalan lancar. Ya Tuhan...haruskah aku melakukannya dengan dia. Dionne^^^


Dionne berjongkok dan mencoba menyentuh rambut suaminya itu. Lalu mencoba membelainya dengan pelan hingga membuat tubuh Yoga menggeliat hingga berbalik badan menjadi telentang. Jantung Dionne langsung berdegup kencang menatap dari dekat posisi Yoga yang seperti itu. Dia pun lantas segera bangun namun tiba-tiba tangan Yoga sudah menarik tangannya hingga membuat Dionne terjatuh tepat di atas tubuh Yoga.


“ Yoga...lepaskan!.” Pinta Dionne dengan wajahnya yang sudah memerah dan terasa panas.


“ Apa yang kamu lakukan tadi?.” Tanya Yoga sambil tersenyum nakal kepada Dionne.


“ Tidak ada apa-apa. Lepaskan aku Yoga!!!.” Jawab Dionne sambil berontak di atas tubuh Yoga. Namun Yoga malah memeluknya dengan erat.


“ Jangan malu-malu dengan suami sendiri. Tadi pasti kamu sedang mengagumiku kan...hahaha Dionne.” Ledek Yoga.


“ Siapa yang sedang mengagumimu?!. Aku hanya sedang memikirkan cara...” Ucap Dionne.


“ Cara apa?.” Tanya Yoga penasaran.


“ Lepaskan aku dulu, nanti aku akan menjawabnya.” Pinta Dionne. Yoga pun langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Dionne turun dari atas tubuhnya.


“ Cara apa?.” Tanya Yoga lagi.


“ Ajari aku cara buat adonan...itu saja.” Jawab Dionne dengan nada yang ketus.


“ Adonan apa?...maksudmu...adonan buat anak gitu?.” Tanya Yoga lagi membuat wajah Dionne kembali memerah karena malu.


“ Kamu jangan ke GR an dulu. Ini aku lakukan demi project lintas benua kita. Bukan karena aku menginginkanmu atau...” Ucapan Dionne terputus ketika Yoga langsung berdiri dengan siap dihadapannya.

__ADS_1


Yoga langsung memeluk Dionne dan membelai rambutnya lagi dengan lembut.


“ Apapun alasannya...aku akan mengajarimu dengan sebaik-baiknya sayang.” Bisik Yoga di telinga Dionne. Membuat seluruh tubuh Dionne langsung terasa bergetar. Dengan debaran jantung yang mulai berdendang kuat lagi. Dionne hanya pasrah ketika tangan Yoga mulai menggerayangi tubuhnya.


“ Yoga...tidak usah seperti ini. Kita langsung saja membuatnya.” Ucap Dionne sambil melepaskan pelukan Yoga darinya.


Yoga hanya tersenyum mendengar permintaan Dionne.


“ Hmm aku sepertinya berubah pikiran. Kita bisa melakukannya di lain waktu atau dengan program inse_.” Lagi-lagi ucapan Dionne terputus karena serangan bibir Yoga yang sudah menempel mesrah diatas bibirnya.


Yoga mulai mengulumnya pelan-pelan hingga membuat dada Dionne terasa sesak karena gejolak yang sudah mulai terbakar.


Dari bibir hingga kini beralih ke leher jenjang Dionne. Yoga terus menerus mengecupnya, membuat Dionne tanpa sadar mengeluarkan suara desahan yang semakin membuat Yoga lebih semangat lagi.


“ Ahhh...Yoga, pelan-pelan saja.” Pinta Dionne ketika Yoga semakin brutal menjelajahi seluruh bagian di tubuh Dionne dengan mulut dan kedua tangannya.


Yoga menghentikan serangannya ketika Dionne semakin merasakan kenikmatan tersebut. Pelan-pelan Yoga membuka piyama yang digunakannya. Lalu menempelkan kedua tangan Dionne keatas dada nya yang bidang.


“ Iya...lakukan lah. Jika dengan cara ini kita bisa segera mendapatkan anak.” Jawab Dionne.


Yoga pun langsung membuka piyama yang digunakan Dionne juga. Lalu menuntun Dionne ke arah ranjangnya dengan mesrah sambil berciuman hingga mereka terjatuh diatas sana. Kedua mata Dionne langsung terpejam ketika Yoga kembali mencumbu tubuhnya dari atas hingga bawah. Sampai ketika Yoga sudah berhasil melepas semua pakaian dari tubuh Dionne. Hembusan nafas Yoga yang mendekat di telinganya membuat tubuh Dionne kembali menggeliat dan mengharapkan Yoga kembali melakukan sentuhannya lagi.


“ Sayang...kamu tahan ya. Mungkin ini sedikit menyakitkan...aku akan melakukannya dengan pelan-pelan.” Bisik Yoga di telinga Dionne. Saat itu juga Yoga membuka pakaian dalam nya dan melemparkannya ke atas lantai.


Dionne langsung membuka kedua matanya ketika **** * nya terketuk keras oleh ular kadut milik Yoga yang sudah tidak tahan ingin segera masuk kedalam sana.


“ Yoga...!!.” Cengkaraman tangan Dionne hampir saja merontokan seluruh rambut Yoga karena hentakan demi hentakan yang diberikan Yoga kepadanya. Hingga sampai kepuncak kenikmatan yang mereka sama-sama rasakan.



__ADS_1


“ Ah...sakit sekali.” Ucap Dionne ketika Yoga mencabut pelan-pelan ular kadut kesayangan dari sarangnya Dionne. Saat itu juga dia melihat tetesan darah segar yang bercampur dengan air kenikmatan mereka keluar dari sarang tersebut.


“ Maaf ya sayang.” Ucap Yoga sambil memeluk dan mengecup kening Dionne.


Yoga lantas mengambil bedcover kemudian menyelimuti tubun isterinya tersebut.


Dionne tidak bersuara lagi. Dia masih mencoba menenangkan kembali debaran jantung dan sesakan nafasnya. Melihat isterinya seperti itu Yoga kembali merebahkan tubuhnya disamping Dionne. Kemudian ikut masuk kedalam selimut tersebut.


“ Letakkan kepala mu disini. Agar kamu sedikit terasa tenang.” Pinta Yoga. Dionne pun langsung menurutinya, meletakkan kepalanya di atas dada Yoga. Kemudian kembali memejamkan kedua matanya.


^^^Akhirnya aku yang kalah...aku sudah kalah...dan ini...sangat menyakitkan sekali. Dionne ^^^


Yoga terus menerus membelai mesrah rambut Dionne yang sangat tercium wangi di hidungnya. Sampai isterinya tersebut terlelap dalam tidurnya.


^^^Terima kasih Dionne atas kepercayaan yang sudah kamu berikan kepadaku. Aku akan menjaganya dengan baik... Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku akan mencintaimu sampai akhir menutup mata. Yoga ^^^




Pagi yang cerah, menyapa hangat ke balik tembok besar lapas X. Didalam taman sana Ani Atmodjo sedang melakukan senam ringan bersama dengan narapidana wanita lainnya. Termasuk dengan Chyntia.


Setelah senam Chyntia akan keluar dari lapas tersebut...ya, hari ini adalah hari kebebasannya.


Chyintia berjalan mendekati Ani Atmodjo dan langsung memeluknya.


“ Ingat janjimu...ingat tugasmu...semua akan terbayar dengan lunas ketika kamu berhasil melakukannya.” Bisik Ani Atmodjo di telinga Chyntia.


“ Tenang saja tante...serahkan semua kepada ku.” Ucap Chyntia.


Ani Atmodjo mengantar Chyntia sampai ke depan pintu pembatas ruang napi. Disana Chyntia langsung melambaikan tangan kepadanya.

__ADS_1


^^^Selamat berjuang Chyntia...hancurkan Yoga sehancur-hancurnya. Jangan biarkan mereka mendapatkan kebahagiaan. Sedikitpun aku tidak ikhlas membiarkan Yoga memimpin Permata Group. Mereka harus membayar semuanya...mereka yang membuatku masuk kedalam penjara ini. Tidak boleh hidup bahagia lagi. Ani Atmodjo^^^


__ADS_2