Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Adonan


__ADS_3

Dionne masih merasakan sensasi aneh yang baru dia rasakan seumur hidupnya. Sensasi ketika rasa takut, malu dan ketenangan bersatu dalam waktu yang sama.


“ Kamu tidak boleh makan telat dan jangan terlalu stress ya sayang. Nanti asam lambung mu naik lagi.” Ucap Yoga sambil membelai rambut panjang Dionne yang di biarkannya terurai.


Dionne tidak menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya dan mengalihkan perhatiannya ke arah luar jedela.


“ Yoga, aku harus kembali ke ruang meeting.” Ucap Dionne.


“ Ok aku akan kembali ke menara Permata. Semenjak Zayyan pergi pekerjaan ku jadi semakin banyak.”


“ Begitulah kalau sudah jadi budak cinta. Pekerjaan jadi terabaikan. Jadi nyusahin orang lain. Kemarin sama Nayla sekarang sama Kayla besok sama siapa lagi...kalian sama saja” Ketus Dionne.


“ Kamu bukannya lagi cemburukan sayang sama Zayyan?.” Tanya Yoga sambil memainkan rambut Dionne.


“ Apaansih. Buat apa aku cemburu sama dia. Ya enggak lah.” Jawab Dionne kesal.


“ Hahaha sebenarnya Zayyan pergi ke korea selatan hanya ingin mengobati bekas luka bakar Kayla. Itupun atas permintaannya Nayla. Yang di cintai Zayyan tetap Nayla. Seperti aku...begitu banyak wanita yang menggoda. Tetap yang aku cintai kamu seorang.” Ucap Yoga masih dengan memainkan rambutnya Dionne.


“ Hanya wanita bodoh yang percaya sama rayuan gombal pria playboy dan mesum seperti kamu!.” Ketus Dionne lagi sambil menyingkirkan tangan Yoga dari rambutnya.


“ Hahaha aku tidak sedang ngegombal kok sayang. Memang aku hanya mencintai kamu.”


“ Yasudah lah. Sana kembali ke menara Permata. Kerja yang benar, jangan sampai kamu menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan kepadamu.” Ucap Dionne sambil bangun dari duduknya.


“ Ya siap sayangku...” Yoga ikut berdiri dan mendekati Dionne lagi.


Dionne berjalan menuju meja kerja nya. Di atas sana buket bunga dari Yoga masih tergeletak manja. Yoga merasa bangga karena Dionne menerima buket bunganya dan meletakkannya di atas meja kerjanya.


“ Oke kalau begitu aku kembali ya...aku antar kamu dulu ke ruang meeting.” Ucap Yoga sambil membelai rambut nya Dionne lagi.

__ADS_1


“ Tidak usah, kamu lekas kembali saja ke kantormu. Jangan membuat kegaduhan disini.” Cegah Dionne.


“ Hahaha mana boleh aku membuat kegaduhan disini. Yasudah yuk...nanti mereka gelisah menunggu kamu kembali kesana.” Ucap Yoga sambil meraih tangan Dionne lalu menggenggamnya dengan mesrah.


“ Jangan gila Yoga!. Lepaskan atau aku akan benar-benar marah kepadamu.” Desis Dionne, dia menarik tangannya dari genggaman tangan Yoga. Lalu meninggalkan Yoga begitu saja.


Yoga mengikuti langkah Dionne sampai isterinya itu membuka pintu ruangan meeting dan menengok kearah matanya. Yoga langsung mengedipkan sebelah matanya dan memberikan kecupan jauh. Membuat Dionne malu lagi, dia pun langsung masuk kedalam dan menutup segera menutup pintu.


Di belakang mereka langsung ramai dengan Bisikan-bisikan karyawan wanita lainnya yang kebetulan melihat sikap Yoga kepada Dionne. Mereka menatap Yoga penuh kekaguman, hingga membuat Dita merasa risih dan langsung menegur mereka.


“ Hai kalian...kembali bekerja!.” Teriak Dita membuat para karyawati itu terhentak kaget dan kembali fokus ke laptop masing-masing.


Yoga hanya tersenyum melihat Dita dan karyawan lainnya. Dia pun langsung melambaikan tangannya ke arah Dita, tidak lupa memberikan senyuman manisnya kepada para karyawan Dionne yang melirik kearahnya.


^^^Ahhh dasar tuan Yoga...tetap saja genit sama wanita lain. Dita^^^


“ Maaf pak Yoga. Bu Dionne meminta bapak ikut bergabung di ruangan meeting. Apakah bapak bisa?.” Panggil Nikita dan bertanya kepada Yoga.


“ Kalian sedang bahas project lintas benua ya?.” Tanya Yoga balik.


“ Iya pak, kebetulan sudah masuk ke bagian approval desain dari Sun Group dan Permata Group. Kata bu Dionne, mumpung ada pak Yoga disini jadi bisa sekalian di ajukan.” Jawab Nikita.


“ Oke...” Yoga pun menyetujuinya dan mengikuti langkah Nikita ke ruangan Dionne.


Tatapan mata para karyawan yang sudah berkumpul di ruang meeting langsung tertuju kepada Yoga. Dia pun langsung memberikan salam dan duduk di kursi yang sudah di siapkan untuknya. Sedangkan Dionne hanya fokus pada layar laptopnya tanpa melirik ke arah Yoga sama sekali.


“ Berikut adalah masterplan project lintas benua dari kami. Semua sudah rampung dan ready to go apabila sudah mendapatkan approval dari kedua belah pihak antara Sungroup dan Permata Group. Kita bisa lanjut kepengurusan perijinan di dua negara.” Ucap Bram dengan antusiasnya. Dia adalah project manager sun group.


“ Kamu tahu berapa lama biasanya perijinan bisa kita dapatkan dari kedua negara?.” Tanya Yoga.

__ADS_1


“ Kurang lebih satu tahun pak. Tapi kami usahakan lebih cepat lagi. Semoga bisa kurang dari enam bulan.” Jawab Bram penuh percaya diri.


“ Yakin kita bisa dapatkan perijinan dari kerajaan negara B dalam waktu satu tahun?.” Tanya Yoga lagi sambil melirik kearah Dionne.


“ Kami sih sangat yakin pak. Bukan karena Bu Dionne adalah puteri kerarajaan negara B. Tapi kami sangat optimis dengan kemampuan yang kita miliki pasti perijinan tersebut dapat dengan mudah kita dapatkan. Apalagi project ini untuk kepentingan dua negara juga. Kita semua saling di untungkan.” Jawab Bram.


“ Ya, kalau dari saya pribadi sih sudah sangat suka dengan desain ini. Tapi tetap kita harus kerjakan secara profesional, saya akan sampaikan kepada team project lintas benua permata group. Jadi secepatnya kalian atur jadwal, kita bahas bersama lagi di permata group nanti. Bagaimana bu Dionne?.” Ucap Yoga kembali melirik ke arah Dionne yang masih fokus dengan layar laptopnya.


“ Ya, kita atur jadwal meeting bersama. Semakin cepat lebih baik bukan.” Ucap Dionne. Dia melirik kearah ponsel nya yang bergetar. Disana ada pesan wa dari Yoga. Sekilas Dionne melirik kearah Yoga lalu kembali fokus ke laptopnya. Tanpa menghiraukan wa dari Yoga.


“ Baik kalau begitu, terima kasih banyak sudah mengundang saya melihat desain kalian. Kita bisa lanjutkan lagi nanti di jadwal meeting selanjutnya ya.” Ucap Yoga.


“ Iya pak Yoga, terima kasih banyak.” Ucap mereka serempak. Kecuali Dionne yang masih fokus dengan layar laptopnya.


Yoga pun bangun dari duduknya, lalu memberikan hormat kepada mereka semua. Selesai itu Yoga menghampiri Dionne dan langsung mengecup kening Dionne dengan cepatnya membuat Dionne dan para karyawan lainnya sangat terkejut. Sambil melambaikan tangan tanpa merasa bersalah sama sekali Yoga pun beranjak pergi dari ruangan tersebut.


“ Heiii bisik-bisik apa?. Ayo kembali fokus semuanya!” Ucap Dionne kesal karena menahan rasa malu. Para karyawannya pun kembali fokus pada laptopnya masing-masing.


Dionne mengambil ponsel nya dan membuka pesan wa dari Yoga.


“ Mari kita berjuang bersama membuat cucu untuk ayahmu. Agar perijinan itu bisa segera kita dapatkan.”


“ Heiii dasar Yosum!!. Berani-berani nya kamu menciumku di depan para karyawanku. Awas kamu ya!.” Balas Dionne kepada Yoga.


Tidak lama Yoga kembali membalas pesan wa Dionne.


“ Simpan energi mu. Nanti malam kita mulai fokus buat adonan...love you always Dionne ku. Mmuach.”


“ Adonan?...apa itu adonan...?.” Tanya Dionne pada dirinya sendiri namun tanpa sadar dia mengucapkannya dengan kencang. Hingga membuat karyawannya kembali sakit perut karena menahan tawa.

__ADS_1


__ADS_2