
30 menit yang lalu
Dita keluar dari kamar perawatan karena dorongan paksa dari Yoga. Memaksanya sarapan diluar bersama dengan Edhi, agar ajudan itu bisa di atasi dengan baik. Karena saat ini Yoga ingin menunjukan kepada Dionne kalau dia adalah suami siaga yang bisa di andalkan.
Disudut ruangan, di atas sofa yang empuk. Edhi tertawa sinis melihat Dita. Ajudan tomboy itu tidak memperdulikan pandangan mengejek dari Edhi, dia hanya fokus pada sepiring nasi goreng, gorengan tahu, teh manis hangat, dan buah-buahan segar yang ada di atas meja.
Kenapa hanya ada satu piring. Edhi pasti sudah makan duluan dan itu pasti sarapan ku. Dita
Dita pun langsung menghampiri Edhi dan duduk persis di samping nya. Menghadap langsung ke menu makan pagi nya kemudian langsung melahap nya dengan cepat.
Setelah menghabiskan ini semua aku harus segera balik ke dalam kamar. Dita
Mereka tidak bicara sama sekali, Edhi pun kembali fokus menatap layar ponselnya. Memberikan perintah ke masing-masing ajudan direksi Permata Group dan memastikan mereka semua menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Edhi adalah ajudan nya Zayyan, dua minggu yang lalu dia dan beberapa anggota team keamanannya di culik dan di sekap oleh Daffa, kepala ajudan Permata Group yang juga ajudan terbaik nya Ani Atmodjo, karena mendapatkan data penting atas keterlibatan Ani Atmodjo dalam tragedi kecelakaan jet pesawat pribadi yang membuat kedua orang tua Yoga dan ayah kandung nya Zayyan meninggal dunia.
Sebenarnya Edhi sudah mengetahui rencana team Daffa yang sudah mengintai nya beberapa hari sebelumnya, oleh sebab itu Edhi meminta Carlos menyimpan data tersebut baik-baik.
Sampai akhirnya Carlos bekerja sama dengan pihak kepolisian dapat menemukan Edhi dan teamnya dan membongkar semua misteri yang sudah terjadi.
Maka saat ini Edhi di tunjuk Zayyan menjadi kepala ajudan dan mengambil alih tugas Daffa sebelumnya.
Masing-masing direksi di Permata Grouo ada satu ajudan khusus yang mengepalai empat sampai enam anggota team keamanan.
Sama hal nya dengan Zayyan, sebenarnya Yoga juga sudah memiliki ajudan dan team keamanan sendiri. Namun mereka semua jadi terbiasa santai karena Yoga nya yang juga menginginkan mereka santai saja dalam bertugas. Yoga sendiri juga tidak suka di ikuti kemanapun dia pergi, membuat ajudan dan team nya tersebut menjadi magabut.
__ADS_1
“ Eh, kamu sudah sarapan kan?.” Tanya Dita mencoba memancing obrolan dengan Edhi. Tapi pria itu sama sekali tidak menggubrisnya.
“ Jangan salahkan aku jika semua makanan di atas meja ini aku habiskan.” Ucap Dita lagi, mulutnya sedang sibuk mengurai semua makanan yang masuk kesana. Edhi masih tetap cuek.
Benar saja, tidak ada satupun makanan dan buah yang tersisa lagi. Edhi sedikit melirik ke arah Dita yang sedang menikmati potongan buah apel terakhir di mulutnya.
Selesai makan semuanya Dita langsung berdiri dan akan kembali ke kamar perawatan Dionne.
“ Heh, jangan masuk lagi!.” Cegah Edhi.
Dari tadi diam saja, giliran mau masuk baru ada suara. Pasti dia sedang merencanakan sesuatu lagi seperti semalam. Cuekin saja lah. Dita
Dita terus melangkahkan kaki nya, Edhi segera menghampirinya. Dita sudah membaca gerakan Edhi yang akan menarik tangannya lagi. Namun ternyata dia salah, ketika dia membalikkan badan hendak menyerang Edhi dengan tendangan maut nya pria itu dengan cepat menangkap kaki Dita membuat Dita langsung terhuyung. Namun ajudan tomboy itu kembali berdiri tegap walaupun satu kaki nya masih di tangan Edhi, dia lalu memutar dan hendak menendang Edhi lagi dengan satu kaki lainnya. Namun lagi-lagi pria itu mampu menangkap kaki Dita lagi, Dita melihat semua nya secara terbalik sekarang. Dengan posisi kepalanya yang sekarang ada di bawah dia masih berusaha bangun dan akan melakukan serangan lain dengan kedua tangan dan kepalanya.
Namun Edhi segera melepas kedua kaki Dita membuat ajudan tomboy itu akhirnya terjatuh.
Dita kembali bangun sambil mengelus bokong nya yang terasa sakit. Dia kembali menyerang Edhi dengan berbagai jurus. Namun lagi-lagi Edhi dapat menangkis nya dengan mudah.
Sampai akhirnya dua orang scurity rumah sakit datang menghamipire mereka.
Bukannya segera melerai kedua scurity itu langsung terdiam ketika Edhi menatap mereka dan memberikan kode dengan jari nya.
“ Segini saja kemampuan prajurit terbaik dari negara B?.” Tanya Edhi membuat Dita merasa terhina sekali lagi.
Sebenarnya Edhi memang sedang sengaja memancing emosi Dita, ketika Dita kembali menyerangnya maka dia akan menghindar dan mendorong Dita masuk kedalam ruangan yang sengaja di siapkan Edhi untuk mengurungnya didalam sana.
__ADS_1
Benar saja, Dita kembali menyerang Edhi, ketika Edhi mendorong Dita masuk ke ruangan itu seketika juga Dita menarik tangan Edhi, namun Edhi berhasil melepaskan tangannya. Lalu segera menghindar saat Dita melakukan gerakan lagi, Edhi menyingkat kaki Dita membuat ajudan tomboy itu lagi-lagi kehilangan keseimbangan namun tetap berusaha tidak jatuh sampai akhirnya dia malah tidak sengaja menabrak seorang perawat yang baru saja keluar dari dalam lift.
“ Astaga!.” Perawat itu teriak seketika saat jarum suntik yang sedang di bawanya jadi menusuk tangan Dita.
Edhi bersama dengan dua scurity dan para perawat jaga yang dari tadi menonton pertunjukannya langsung menghampiri Dita.
“ Hahaha tidak apa, hanya ada sebuah jarum kecil yang menancap disini.” Ucap Dita sambil menunjukan punggung telapak tangan nya kepada mereka.
Suntikan itu masih menggantung dengan kokoh disana.
“ Itu obat apa?.” Tanya kepala ruangan kepada perawat tersebut.
“ Insuman Comb 30, kak.” Jawab perawat itu kepada kepala ruangan.
“ Obat apa?.” Tanya Edhi khawatir,
“ Suntikan insulin untuk penderita pasien diabetes tuan. Nona Dita harus segera di tangani. Yuni, bawa nona Dita ke IGD sekarang juga.” Jawab kepala ruangan.
“ Oh tenang saja, aku tidak ada penyakit diabetes kok. Aku akan baik-baik saja.” Ucap Dita sambil mencabut suntikan tersebut dengan paksa.
“ Tapi nona,efek samping suntikan itu kepada pasien yang kadar gula nya tidak tinggi akan...” Ucapan kepala ruangan terputus ketika melihat Dita terhuyung.
“ Membuat berlebihan penurunan kadar glukosa darah yang akan...” Lagi-lagi ucapan kepala ruangan terputus ketika Dita terjatuh karena tidak sadarkan diri lagi.
“ Lekas bawa ke IGD!!!.” Teriak kepala ruangan. Edhi pun langsung mengangkat tubuh Dita dan mengikuti langkah kaki para perawat yang akan mengantarkan mereka ke IGD.
__ADS_1
Dita merasakan tubuhnya seketika melemah, kepala nya pusing dan jantung nya berdebar sangat kencang. Namun dia masih tetap berusaha membuka lagi kedua matanya dan dia dapat melihat Edhi dengan samar.
*Tampan sekali, kenapa jantung ku terus saja berdebar...*Dita