Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Selamat Ulang Tahun Sayang


__ADS_3

Sudah pukul delapan malam lewat, namun Dionne masih saja belum menyelesaikan meetingnya dengan para karyawan yang mungkin saja sudah saling gelisah dengan pembahasan yang tidak begitu penting. Padahal Yoga sudah memberikan kabar kepadanya kalau sore ini dia akan menjemput nya pulang.


“ Sayang...aku sudah di depan ruang meeting kamu loh. Kalau kamu belum nyudahi juga meeting nya, aku akan memaksa masuk kedalam dan menggendong mu paksa untuk segera pulang.” Pesan wa Yoga kepada Dionne.


Dionne menarik nafasnya dalam-dalam. Merasa kesal namun juga menikmati perhatian yang diberikan suaminya itu. Sebenarnya dia bisa saja menolak dengan keras dan meminta Dita tetap berada disamping nya seperti biasa. Tapi Dionne malah membiarkan Yoga mengatur rencana konyolnya untuk memberikan perhatian lebih kepada nya.


“ Coba saja kalau kamu tidak punya malu untuk melakukannya!.” Tantang Dionne dibalasan wa tersebut.


Tanpa menunggu lama lagi, Yoga benar-benar membuka pintu ruangan tersebut. Membuat semua mata yang ada didalam sana menatap kaget kearahnya.


“ Sayang...yuk kita pulang.” Pinta Yoga kepada Dionne sambil memberikan tangannya untuk Dionne raih. Namun Dionne malah membuang muka dan pura-pura membahas lagi poin meeting yang satu jam lalu sudah di bahasnya.


Tanpa pikir panjang Yoga benar-benar menggendong Dionne dan membawanya keluar dari ruang meeting tersebut.


“ Yoga!!! Apa yang kamu lakukan?! Hentikan!! Turunkan aku!!” Seru Dionne, namun Yoga tidak mempedulikannya. Dia terus membawa paksa Dionne keluar dari kantornya sendiri hingga kedalam mobil sport miliknya.


Di dalam ruang meeting hampir seluruh karyawan menatap takjub penuh haru ketika Yoga datang dan menggendong dengan paksa atasan killer mereka.


“ Ya ampun pak Yoga...keren banget ya. Pengen banget dapat suami kaya gitu.”


“ Iya...Tuhan baik ya sudah mengirim pak Yoga untuk Bu Dionne yang kaku itu. Semoga saja pak Yoga dapat merubah sikap arogan dan workaholic nya bu Dionne.”


“ Pak Yoga sudah menyelamatkan kita lagi dari kelaparan. Mari kita makan...”


Selain menjemput paksa isterinya, ternyata Yoga juga sempat memberikan makanan untuk peserta meeting disana.


“ Pak Yoga juga sudah menyelamatkan ku dari amukan isteri lagi karena pulang kemalaman.”


Saat ini Yoga sudah menjadi papa peri bagi mereka.




Di dalam mobil Dionne masih terdiam mengutuk kebodohannya yang mau saja di permalukan oleh Yoga didepan para karyawannya. Sampai-sampai dia tidak sadar Yoga bukan membawanya ke rumah. Melainkan ke sebuah restoran yang ada di atas bukit di pinggiran kota Jakarta.

__ADS_1


“ Sudah sampai sayang.” Ucap Yoga membuyarkan lamunan Dionne terhadap kebodohannya dan keseriusannya mendengar lagu-lagu cinta yang tadi di nyalakan Yoga sepanjang jalan.


“ Eh, ini dimana?.” Tanya Dionne penasaran. Matanya melihat sekeliling restoran yang sepi tersebut.


“ Kita makan malam dulu ya, pasti kamu belum makan.” Ucap Yoga, dia membuka pintu mobil nya lalu berlari membukakan pintu untuk Dionne.


Dionne keluar dari mobil sambil memperhatikan suasana di sekeliling restoran tersebut.


“ Yuk sayang.” Ajak Yoga sambil merangkul pinggang Dionne.


Mereka berjalan masuk kedalam restoran tersebut. Namun kursi yang di tuju Yoga bukanlah yang ada didalam bangunan antik itu, melainkan di tengah taman yang di kelilingi oleh danau buatan dengan hiasan lampu yang bergantungan di atasnya.


Yang membuat jantung Dionne tiba-tiba berdegup adalah tumpukan bunga warna warni diatas danau tersebut, yang membentuk tulisan HBD Dionne ku sayang.


Lalu di sepanjang jalan menuju kursi utama yang di tuju oleh mereka, juga terdapat banyak bunga dengan membentuk tulisan


“I Love You“ , “ Stay With Me” , “Always” dan “Forever”.


^^^Hari ini...hari ini adalah hari ulang tahunku. Tidak ada orang yang merayakan special untukku sebelumnya, bahkan aku juga tidak pernah mengingatnya. Dionne^^^


” Selamat ulang tahun sayang.” Ucap Yoga sambil mengecup lembut kening Dionne dan memberikan sebuah kotak perhiasan yang sangat unik kepadanya.


“ Terima kasih...Yoga.” Ucap Dionne menahan tetesan air mata yang hampir saja tumpah di atas kedua pipinya.


Yoga membantu Dionne membuka kotak perhiasan tersebut. Sebuah kalung dengan liontin unik berbentuk burung phoenix yang sudah di pesannya seminggu lalu kepada Nayla.


“ Aku bantu pakaikan ya.” Ucap Yoga. Dionne pun mengangguk dan mengangkat rambutnga agar Yoga dapat lebih mudah memakaikan kalung tersebut di leher jenjang Dionne.


“ Cantik sekali...” Puji Yoga, Dionne pun tersenyum malu mendengarnya.


Empat orang pelayan datang ke kursi mereka dengan membawakan makanan dan minuman yang sudah di pesan Yoga. Setelah makanan rapi berjejer manja di atas meja mereka, Jimmy seorang penanyi terkenal naik ke atas panggung diikuti oleh pemain band lainnya. Mereka langsung menyanyikan lagu-lagu romantis yang sering di setel Yoga selama bersama Dionne di dalam mobil.


“ Cheers.” Ucap Yoga sambil mengangkat gelas berisi ruwa kepada Dionne. Gelas mereka pun saling bersulang dan mereka meminumnya dengan pelan.


Dionne dan Yoga mulai mengambil sendok dan garpu, lalu memakan hidangan nikmat yang ada didepan mereka, sambil menikmati suasana malam dan lagi-lagi romantis yang dibawakan oleh Jimmy.

__ADS_1


Selesai makan Jimmy menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Dionne, lalu di ikuti oleh kedatangan Dita dan Edhi dengan sebuah kue ulang tahun yang sudah mereka siapkan untuk Dionne. Melihat kedatangan mereka Dionne langsung tidak bisa menahan lagi tetesan air matanya.


“ Selamat ulang tahun puteri...” Ucap Dita sambil memeluk Dionne dengan erat.


“ Terima kasih Dita.” Sambut Dionne.


“ Selamat ulang tahun puteri Dionne.” Ucap Edhi sambil meletakkan kue ulang tahun itu tepat di atas meja Dionne.


“ Terima kasih Edhi.” Ucap Dionne.


“ Silahkan make a wish dulu puteri Dionne sebelum meniup lilin tersebut.” Pinta Jimmy yang juga turun dari atas panggung untuk menghampiri mereka.


Dionne pun segera menutup kedua matanya. Lalu mengucapkan doa di dalam hatinya.


...Tuhan...lekas lah berikan aku anak agar project lintas benua berjalan dengan lancar. Dionne...


Selesai mengucapkan harapannya dalam hati Dionne pun membuka kedua matanya, lalu meniup lilin yang ada di atas kue tersebut. Saat itu juga terdengar dan terlihat letusan kembang api yang sangat indah di atas mereka.


JEDAR...JEDER!!!


“ Yeaaah selamat ulang tahun puteri.” Ucap Dita lagi sambil melompat-lompat kegirangan melihat kembang api tersebut.


Yoga mendekati Dionne lalu merangkul pinggang nya lagi. Dia mengarahkan pandanggannya bersama ke arah kembang api tersebut.


“ Once again...happy birthday sayangku...apapun yang kamu harapkan, semoga Tuhan lekas mengabuli doa mu.” Bisik Yoga di telinga Dionne.


“ Terima kasih...Yoga.”


Yoga membalikan tatapan Dionne dari kembang api tersebut kearah wajahnya. Lalu mencium kening Dionne lagi dengan satu kali kecupan. Saat Dionne masih menutup kedua matanya Yoga langsung mencium bibir Dionne dan ********** dengan lembut.


Dita yang melihat pemandangan panas itu langsung merangkul tangan Edhi yang bersikap biasa saja ketika melihat kelakuan majikannya.


“ Mau apa kamu?.” Tanya Edhi dalam bisiknya kepada Dita.


“ Hehehehe gak apa, cuma tiba-tiba saja aku jadi tegang.” Jawab Dita cengar cengir sendiri. Edhi langsung menarik tangannya dari Dita dan menyentilkan jarinya tepat di atas kening Dita.

__ADS_1


“ Sial kau Edhi!.”


__ADS_2