Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Gosip di lantai direksi


__ADS_3

Pernikahan Yoga dan Dionne hanya di ketahui keluarga besar istana negara B dan kerabat dekat Atmodjo. Yang masih di ketahui para karyawan adalah pernikahan Zayyan dan Dionne.


Raja Sebastian dan Zayyan sepakat menutup berita tentang bertukar nya posisi dari Zayyan ke Yoga di pernikahan tersebut juga kasus Ani Atmodjo kepada publik.


“ Wangi sekali, kamu lihat ada banyak bunga di ruangan ini. Pasti dari wanita-wanita cantiknya.” Ucap Dionne kapada Dita sambil melihat sekeliling ruangan Yoga.


“ Hahaha puteri, biasanya yang memberikan bunga cowok, bukan ceweknya.” Ucap Dita memberitahu Dionne.


“ Ya biasanya, tapi Yoga pasti berbeda. Dia bukan hanya memberikan tapi juga menerima banyak bunga dari mereka. Bukankah itu sangat menjijikan?!.” Ucap Dionne lagi.


“ Puteri, sebaiknya puteri istirahat saja dulu. Pasti puteri belum tidur semalam.” Ucap Dita mengingatkan Dionne.


“ Ya kamu benar Dita, aku lelah sekali rasanya. Bangunkan aku jika Yoga sudah datang ya.” Ucap Dionne sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang yang ada di ruangan itu.


“ Siap puteri.” Ucap Dita. Dia pun langsung duduk di sofa sebrang Dionne. Menjaga sang puteri agar bisa tidur dengan aman.


Di meja Yoga mendengar ucapan Ridho dan Rika. Mereka adalah receptionis lantai 21 dan mereka sedang menggosipkan kedatangan Dionne yang mencari Yoga.


“ Siapa kata kalian tadi?.” Tanya Yoga mengejutkan mereka.


“ Pak Yoga, selamat pagi...mohon maaf kami tidak mengetahui kedatangan pak Yoga.” Ucap Ridho.


“ Selamat pagi pak Yoga.” Sapa yang Rika dengan suara bergetar.


“ Tadi kalian bilang apa?.” Tanya Yoga lagi.


“ Mohon maaf pak Yoga, kami salah sudah membicarakan kedatangan bu Dionne.” Jawab Ridho.


“ Dionne datang ?, dimana dia sekarang...” Tanya Yoga penasaran.


“ Di ruangan pak Yoga, pak Zayyan tadi yang mengantar nya ke ruangan bapak.” Jawab Rika.


“ Oke.” Yoga pun langsung berjalan menuju ruangannya.


“ Selamat pagi pak Yoga.” Sapa Angel dan Risma.


“ Mohon maaf kami berusah menghubungi bapak tapi tidak bisa.” Ucap Angel namun Yoga langsung mengangkat tangannya memberi kode agar Angel tidak melanjutkan ucapannya.


Yoga berjalan lagi menuju ruangannya. Setelah membuka pintu dia melihat Dionne sedang tertidur pulas di atas sofa dan Fita yang langsung bangun dari duduk nya.


“ Selamat pagi tuan Yoga.” Sapa Dita pelan takut membangunkan puterinya.


“ Ya Dita, apakah puterimu itu baru saja tertidur?.” Tanya Yoga pelan juga.

__ADS_1


“ Benar tuan, puteri baru saja tertidur.” Jawab Dita.


“ Baiklah, kamu bisa keluar. Angel dan Risma akan membantu mu kemanapun kamu mau pergi di menara ini.” Ucap Yoga dan Dita pun langsung membungkuk setuju.


“ Baik tuan, saya titip puteri Dionne.” Ucap Dita sebelum pergi.


“ Tenang saja, dia itu isteriku. Aku akan menjaga nya jauh lebih baik dibandingkan kamu.” Ucap Yoga dan langsung membukakan pintu agar Dita segera keluar dari ruangannya.


“ Baik, permisi tuan.” Ucap Dita dan akhirnya keluar dari ruangan Yoga.


Yoga mendekati Dionne dan membelai lembut rambut Dionne.


“ Cantik sekali...” Ucap Yoga. Dia membuka jas yang digunakannya. Kemudian menutupi tubuh Dionne dengan jas tersebut.


Wanita gila kerja sepertimu, pasti sampai lupa tidur semalam. Yoga.


Yoga mengecup kening Dionne sebelum dia duduk di atas kursi kerja nya.


Dia mengambil ponsel dari dalam laci di meja kerja nya. Semalam dia lupa membawa ponsel itu ketika kembali ke apartemennya.


Di luar ruangan Yoga, Kedatangan Dita membuat Risma dan Angel juga terlihat terkeju. Mereka juga baru saja membicarakan hubungan Yoga dan Dionne.


“ Apakah kalian tidak ada pekerjaan lain selain bergosip?.” Tanya Dita.


“ Oh iya maaf bu, kami salah.” Jawab Risma.


“ Namaku Risma dan...”


“ Aku Angel.”


Ucap mereka memperkenalkan diri.


“ Sudah lama kalian menjadi sekretaris disini?.” Tanya Dita.


“ Ya cukup lama, aku sudah 5 tahun lebih dan Angel 3 tahun.” Jawab Risma.


“ Oh...baru sebentar ya.” Ucap Dita membuat Risma dan Dita bingung. Mereka salinb bertatapan namun tidak berani berkata-kata.


Dita hanya sedang membandingkan dirinya dengan mereka. Dia sudah 10 tahun menjaga Dionne. Dari semenjak lulus sekolah militer di negara B hingga saat ini.


“ Sudah berapa banyak wanita yang bertamu ke tuan Yoga?.” Tanya Dita penasaran.


“ Wanita?...maksudnya...”Tanya Angel balik tidak mengerti.

__ADS_1


“ Bos kalian, pasti kalian juga tahu dia itu seorang playboy. Pasti sudah banyak wanita-wanita yang di ajak nya masuk ke ruangan nya itu.” Ucap Dita.


“ Mohon maaf Dita, pak Yoga memang agak genit. Tapi beliau tidak pernah membawa masuk wanita-wanita yang kamu maksud ke ruangan ini selain urusan pekerjaan.” Ucap Risma meyakinkan Dita.


“ Tadi puteri Dionne sempat membaca daftar tamu di meja receptionis dan mereka semua adalah wanita.” Ucap Dita lagi membuat Risma dan Angel saling bertatapan lagi.


“ Hari ini pukul sepuluh pagi ada bu Tyas ingin memberikan laporan keuangan. Beliau adalah direktur finance PT Melati, salah satu unit bisnis usaha kami. Selanjutnya pukul dua siang ada bu Rere ingin meminta tanda tangan pengajuan budget, beliau adalah direktur marketing pusat. Dan terakhir jam empat sore ada bu Renata, beliau akan adalah sekretaris ibu Ani Atmodjo. Tujuan nya apa meeting dengan pak Yoga hanya pak Yoga dan pak Zayyan yang mengetahuinya.” Ucap Angel menjelaskan ke Dita agar tidak salah paham kepada bos mereka.


“ Oh seperti itu, baiklah. Mulai hari ini bisa kan kalian memberikan informasi dengan siapa saja pak tuan Yoga bertemu ?.” Tanya Dita.


“ Mohon maaf Dita, kami harus mendapatkan persetujuan dari pak Yoga terlebih dahulu. Kami takut kesalahan.” Ucap Angel.


“ Oke, akan aku sampaikan ke puteri Dionne. Minimal hari ini jika puteri bertanya aku bisa menjawabnya dengan tepat.” Ucap Dita.


Dita sudah paham sekali karakter puterinya itu. Mereka sudah bersama lama dan bisa saling mengerti satu sama lain.


“ Ada yang bisa kami bantu lagi?.” Tanya Risma kepada Dita.


“ Tidak terima kasih, aku akan menunggu tuan puteri di sini.” Jawab Dita sambil duduk di sofa tamu yang ada di ruangan sekretaris.


“ Kamu mau minum apa?.” Tanya Angel.


“ Ini saja.” Jawab Dita sambil menunjuk botol mineral yang tertata rapi di atas meja tersebut.


Risma dan Angel kembali sibuk dengan laptop mereka masing-masing. Mengetik pesan online di layar laptop mereka.


“ Bakal ada tugas berat baru nih.” Ketik Risma dengan emot menangis.


“ Hahaha iya, ajudannya saja sudah se detil itu nanya nya. Apalagi majikannya. Masih belum paham kenapa pak Yoga yang menikah dengan bu Dionne hehehe.” Balas Angel.


Kring...Telepon di meja Angel berdering.


“ Selamat pagi pak...baik pak, siap pak.” Ucapnya kemudian kembali menutup gagang teleponnya.


“ Ada apa?.” Tanya Risma penasaran.


“ Pak Yoga meminta kita membatalkan semua agenda meeting hari ini, kecuali agenda jam 4 sore nanti.” Jawab Angel membuat Dita terkejut dan langsung bangun dari sofa.


Dita langsung berjalan cepat menuju ruangan Yoga.


“ Haiii Dita, kamu mau apa?. Tidak boleh ada yang masuk kedalam sana tanpa pemberitahuan atau permintaan dari pak Yoga.” Ucap Angel sambil mengejar Dita.


“ Tenang saja, aku hanya akan berjaga disini.” Ucap Dita dan dia sudah berdiri tegak di depan pintu ruangan Yoga.

__ADS_1


Aku harus berjaga, jangan sampai tuan Yoga menyentuh puteri Dionne. Jika puteri Dionne memanggil namaku, aku bisa langsung cepat menolongnya. Dita


Dita tidak tahu, ruangan Yoga kedap suara. Sekeras apapun Dionne berteriak, dia tidak akan bisa mendengarnya.


__ADS_2