Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Hibernasi


__ADS_3

Yoga dan Dionne sudah seharian ini bermain dengan anak mereka, Yodi. Hingga malam semakin larut dan Yodi pun tertidur dalam pangkuan Dionne.


Pelan-pelan Yoga mengangkat Yodi dan meletakkannya diatas ranjang yang berbentuk mobil sport tersebut.


“Yodi sudah pulas sayang, sekarang waktunya untuk kita...” Bisik Yoga ditelinga Dionne.


“Aku mandi dulu ya.” Ucap Dionne pelan.


“Aku mandiin ya.” Pinta Yoga dengan wajah yang sangat memelas.


“Ih, dasar Yosum!” Dionne berjalan meninggalkan Yoga keluar dari kamar tidur nya Yodi.


Yoga pun langsung tersenyum lebar melihat Dionne yang salah tingkah sendiri, pelan-pelan Yoga menyelimuti Yodi lalu mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur dikamar yang penuh dengan mainan tersebut.


Didalam kamar utama, Yoga langsung merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjangnya. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, Yoga kembali tersenyum membayangkan wajah Dionne yang memerah barusan.


Tanpa berpikir lama lagi Yoga pun segera bangun dan menghampiri kamar mandi tersebut.


Cekrek...Yoga membuka pelan pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu, terlihat bayangan Dionne dari cermin sedang memanjakan tubuhnya dengan berendam didalam bathup kesayangannya sambil memejamkan kedua matanya dengan wajah yang mendongak disandaran kepada bathup tersebut.


Aroma lavender sangat kuat di kamar mandi tersebut, Yoga pun ikut menghirup dan menikmati wangi lavender yang berasal dari sabun dan juga aroma therapy di dekat bathup. Dia berjalan pelan, lalu memijat punggung Dionne.


“Yoga, sejak kapan kamu disini?” Tanya Dionne cukup terkejut.


“Baru saja kok sayang.” Jawab Yoga pelan masih sambil memijat kedua punggung Dionne.


Dionne pun langsung merasakan sensasi panas yang menggelitik dari ujung kepala hingga kakinya, sensasi yang selama ini sangat dia rindukan dari Yoga.

__ADS_1


“Kamu santai saja sayang, aku cuma mau bantu kamu menghilangkan pegal-pegal di punggungmu dan kepalamu saja.” Bisik Yoga lagi-lagi membangunkan bulu kuduk Dionne.


Dionne hanya tersenyum, mencoba menahan gejolak yang mulai berkumpul didadanya, dia pun mencoba menenangkan gejolak itu dengan cara memejamkan lagi kedua matanya dan membiarkan jari-jari Yoga menekan-nekan punggung dan juga kepalanya secara bergantian.


Namun lama-lama jari-jari Yoga mulai hilang kendali, kini bukan hanya punggung Dionne saja yang dipijatnya namun juga sudah turun kebawah lagi dan bergerak bebas menggerayangi lekuk-lekuk yang ada disana.


“Ah...Yoga, sepertinya aku sudahan saja mandinya. Kamu tunggu di kamar ya sayang. Aku mau bilasan dulu.” Ucap Dionne sambil meraih jari-jari nakal Yoga dari tubuhnya yang sensitif itu.


“Aku bantuin bilas ya sayang.” Pinta Yoga dengan suara yang serak membuat jantung Dionne yang mulai tenang kembali berdegup kencang.


“Yosum, kamu mau ambil kesempatan saja. Sudah tidak tahan ya...” Ledek Dionne dengan senyuman merekahnya.


“Haha iya sayang, sudah tiga tahun lebih si ular kadut hibernasi, dia sudah kangen dengan sarangnya.” Ucap Yoga sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dionne.


Dionne tertawa pelan, matanya menatap nakal pada bagian si ular kadut Yoga yang sudah mengeras dan ingin segera keluar dari celana yang masih digunakan oleh Yoga.


“Kamu juga kangen kan?” Yoga mulai mengecup lembut bibir Dionne.


Yoga yang melihat tubus polos isterinya yang hanya sedikit tertutup oleh busa-busa beraroma lavender langsung menelan salivanya. Dengan cepat Yoga juga membuka celana nya dan mulai menunjukkan betapa perkasanya dia kepada Dionne.


Pelan-pelan Dionne menarik tangan Yoga untuk ikut masuk kedalam bathup. Kali ini Dionne yang memulai meraba dada Yoga lalu mulai mengecup bagian itu.


Yoga pun mulai mengerang, tangannya mulai menjelajahi tubuh Dionne dan menjatuhkannya pelan ke atas tumpukan busa didalam bathup tersebut.


“Aku sangat merindukanmu sayang...sangat amat merindukan mu.” Bisik Yoga lagi, kini mulutnya sudah mulai mengatup bibir Dionne dan ******* nya. Mereka pun mulai mencurahkan kerinduan mereka selama ini dengan gejolak yang sangat membara.


Namun baru saja di ular kadut mau memasuki sarangannya tiba-tiba saja mereka mendengar panggilan dari seorang balita yang tidak asing lagi.

__ADS_1


“Pa...ma...papa...mama..” Teriak Yodi yang masih berada didalam kamar utama, karena tidak melihat keberadaan papa dan mama nya disana Yodi pun memutuskan keluar dari kamar tersebut untuk kembali kekamarnya, namun baru saja balita itu akan membuka kembali pintu kamar orang tuanya terdengar suara kegaduhan dari dalam kamar mandi yang membuat balita itu jadi penasaran dan segera lari untuk mengecek apa yang sedang terjadi didalam sana.


Yoga yang buru-buru mau mengunci pintu kamar mandinya malah terjatuh keatas lantai dan membentur tempat sampah yang terbuat dari bahan stainless. Namun dia lekas bangun dan segera mengunci pintu tersebut.


“Papa...mama...alian di alam yaa?” Tanya Yodi sambil menggerak-gerakkan gagang pintu kamar mandi tersebut. Untung saja Yoga sudah berhasil menguncinya.


Dionne yang sudah menggunakan piyama handuk langsung melemparkan handuk kepada Yoga, pria malang itu pun segera meraih handuk tersebut dan melingkarkannya diatas pinggang.


“Mama...papa...uka intuna!” Teriak Yodi mulai tidak sabaran.


“Iya sayang sebentar.” Ucap Dionne.


“Sial!” Yoga pun langsung pura-pura menghadap cermin yang ada diatas wastafel dan menggosok giginya ketika Dionne semakin mendekati pintu yang sudah di gedor-gedor jagoannya itu.


“Lama amat cih!” Protes Yodi, sampai akhirnya Dionne membuka kunci tersebut dan membiarkan Yodi melihat mereka berada didalam kamar mandi yang terasa panas tersebut.


“Sayangnya mama kok udah bangun saja?” Tanya Dionne sambil menggendong Yodi yang sedang merengut dengan melipatkan kedua tangannya diatas dadanya.


“Odi tadi menducin, tapi dak ada papa dan mama, Odi akut...Odi cali-cali gak tauna papa dan mama alah main ail dicini. Nti kalian cakit loh malam-malam main ail!” Ucap Yodi dengan kesalnya.


“Hehe papa cuma gosok gigi saja kok sayang, mama juga mau ganti baju ya ma, kita gak main air.” Ucap Yoga sambil pura-pura kumur-kumur.


Dionne segera membawa Yodi keluar dari kamar tersebut sebelum anak nya kembali protes dan melihat busa yang berserakan baik di atas lantai.


“Odi dak mau bobo cendili ma, odi mauna bobo ama mama dan papa. Odi atut!” Ucap Yodi.


“Iya sayang, kita bobo bareng ya. Mama kelonin lagi ya sayang.” Ucap Dionne sambil berlalu menuju ranjang mereka.

__ADS_1


Yoga menatap bayangannya sendiri dari cermin yang ada dihadapannya. Bibirnya pun tersenyum mencoba menenangkan kembali si ular kadut yang masih protes karena tidak jadi masuk sarangnya.


^^^Hahaha sabar ya, sepertinya kamu harus hibernasi lagi dut. Yoga ^^^


__ADS_2