
Hampir setiap harinya ada saja kejutan dan gombalan yang diberikan Yoga untuk Dionne. Baik di dalam rumah dan kamar mereka juga di kantor mereka masing-masing. Hingga membuat Dionne jadi bingung untuk membedakan mana benci dan mana suka lagi kepada Yoga.
Siang ini selesai meeting lanjutan project lintas benua di permata group Dionne dan beberapa karyawan lainnya berpamitan untuk segera balik dan bekerja di kantor mereka lagi. Sebelum berangkat pergi Dionne sempat mendengar perbincangan karyawannya saat di kamar dalam toilet.
“ Enak ya kantor Permata Group. Suasana nya nyaman banget. Banyak fasilitas nya yang buat karyawan semangat bekerja. Apalagi bos nya tampan sekali. Bikin karyawannya makin betah aja kalau setiap hari begitu hahaha lembur sampe pagi ketemu pagi juga gue mau banget. Asalkan bisa melihat dan dekat dengan Pak Yoga hahaha.” Ucapan salah satu karyawannya itu membuat desirian aneh kembali terasa di dada nya. Bukan karena dia sedang marah mendengar karyawannya malah bergosip di dalam toliet. Bahkan membanding-bandingkan kantor nya Yoga dengan kantor miliknya.
“ Haiii kalian, gosip saja. Cepat kembali ke kantor.” Ucap Dita membuat para karyawannya sun group tersebut kaget dan langsung mengambil langkah seribu meninggalkan Dita yang seakan siap menerkam mereka satu persatu.
Dita tahu puteri nya ada didalam toilet sana. Dan mendengar semua yang di ucapkan karyawannya tadi. Namun Dionne lebih memilih terdiam mendengarkan mereka.
“ Puteri...” Panggil Dita.
Dionne tidak menjawab. Dia lantas keluar dari dalam toilet dan menghampiri Dita.
Dionne menatap dirinya sendiri di depan cermin. Dita melihat akhir-akhir ini puterinya itu memang lebih sering melamun. Kadang juga Dionne terlihat senyum-senyum sendiri ketika mengingat lagi kelakuan suaminya.
“ Dita...cantikkan mana aku dengan wanita lainnya?.” Tanya Dionne membuat Dita bingung.
“ Wanita lainnya yang mana puteri?.” Tanya Dionne balik.
“ Yoga selalu bilang aku jauh lebih cantik dari wanita lainnya. Aku juga tidak tahu wanita mana yang dia maksud. Kamu kan tahu banyak sekali wanita yang suka sama dia.” Jawab Dionne kembali menatap wajahnya di depan cermin
^^^Puteri benar-benar sudah jatuh cinta kepada tuan Yoga sepertinya. Sampai-sampai memikirkan ucapan aneh seperti itu. Dita ^^^
“ Ya...puteri adalah wanita tercantik didunia ini.” Ucap Dita dengan bangga nya.
“ Bohong kamu...aku dan Nayla masih cantikkan Nayla. Buktinya Zayyan jauh lebih memilih Nayla dibanding aku.” Ucap Dionne dengan nada yang kesal.
“ Puteri...sebenarnya cantik dan tampan itu relatif. Bisa jadi bagi tuan Zayyan nona Nayla jauh lebih cantik dibanding puteri. Tapi bagi tuan Yoga puteri jauh lebih cantik dibanding nona Nayla.” Ucap Dita.
“ Lalu ketika Yoga menemukan wanita yang jauh lebih cantik menurutnya. Apakah dia akan jatuh cinta lagi dengan wanita tersebut?.” Tanya Dionne lagi membuat Dita kembali berfikir keras tentang cinta.
“ Puteri...cinta itu kadang memang aneh. Kadang mereka tidak melihat kecantikan atau ketampanan pasangannya. Selagi mereka sama-sama merasa nyaman satu sama lain bisa jadi itulah awal nya jatuh cinta. Dan ketika kita sudah saling mencintai satu sama lain, tinggal kesetiaan kita lah yang di uji.” Ucap Dita dengan bijaknya.
__ADS_1
“ Sok tahu kamu Dita, memang nya kamu pernah jatuh cinta?!.” Tanya Dionne sambil mencubit pipi Dita.
“ Aku...aku memang belum pernah pacaran. Tapi aku tahu apa itu cinta hehehe.” Jawab Dionne sambil membayangkan wajah Edhi.
“ Kamu pernah jatuh cinta...dengan siapa? Apakah dengan Yoga juga?...” Tanya Dionne lagi dengan serius.
“ Astaga puteri. Aku tidak mungkin berani jatuh cinta dengan tuan Yoga. Tapi dengan ajudan mungkin saja hehehe.” Jawab Dita sambil ikutan menatap wajahnya sendiri didepan cermin.
“ Edhi?.” Tanya Dionne lagi memastikan.
Dita tertunduk malu sambil mengangguk pelan.
“ Dita...kamu yakin jatuh cinta dengan Edhi?. Yang aku lihat Edhi seperti pria yang tidak memiliki perasaan sama sekali. Dia itu sudah seperti anji** yang hanya menuruti perintah majikannya dan menyerang siapapun yang menurutnya akan membahayakan majikannya.” Ucap Dionne. Dita malah tersenyum dan menatap lagi wajahnya di cermin.
“ Entah kenapa...semakin dia galak kepadaku, semakin aku menyukainya. Puteri...maafkan aku.” Ucap Dita.
^^^Ya Tuhan...apakah kami sudah kena kutukan. Kenapa bisa jatuh cinta kepada mereka. Apa...cinta...mungkin Dita memang mencintai Edhi. Tapi aku tidak mencintai Yoga. Aku tidak boleh mencintai Yoga...tidak!. Dionne^^^
“ Dita...cari seseorang yang bisa memberikan informasi kepadaku mengenai aktifitas Yoga baik di dalam kantor maupun di luar kantor.” Pinta Dionne.
•
•
•
“ Hai bro, hai cantik...” Sapa Yoga yang tiba-tiba sudah duduk di depan kursi Nayla.
“ Sama siapa lo kesini?.” Tanya Carlos.
“ Sendiri lah...mau menengok Nayla juga hehehe. Tambah cantik aja sih Nay.” Ucap Yoga sambil mengedipkan matanya kepada Nayla.
“ Dasar lo buaya gatel. Masih saja genit, gue aduin ke pak Sebastian nih.” Ucap Carlos dengan kesalnya.
__ADS_1
“ Hahaha santai kali mong. Gue kesini mau kasih job nih ke kalian.” Ucap Yoga dengan semangatnya.
“ Job apa?.” Tanya Carlos penasaran.
“ Tolong buatin kalung yang unik dan special untuk karakter nya Dionne.” Pinta Yoga.
“ Wow..wow...wow. Dalam rangka apa nih?.” Tanya Carlos lebih penasaran lagi.
“ Satu minggu lagi doi ulang tahun. Gue mau kasih hadiah ini untuk nya.” Jawab Yoga sambil tersipu malu.
“ Syukurlah, kalian sudah bisa saling mencintai satu sama lain..” Ucap Nayla dengan tulusnya.
“ Belum Nay, sebenarnya ini karena terpaksa juga. Gila tuh cewek, gue rayu dengan berbagai ilmu gombal yang gue miliki gak mempan juga.” Ucap Yoga dan Carlos malah tertawa kencang.
“ Hahahaha sukurin lo. Akhirnya azab dan karma itu datang menghampiri lo. Selama ini kan lo gampang banget mainin cewek. Rasain sekarang lo malah kesiksa sama isteri lo sendiri. Lo tau Nay, sampai detik ini Yoga belum berhasil meniduri isterinya sendiri hahahaha.” Ucap Carlos dan Yoga pun langsung menutup wajah Carlos dengan kertas design milik Nayla.
“ Kurang ajar lo ngeledek aja. Kaya lo juga bisa aja dapetin cewek.” Ucap Yoga.
“ Haiii, kembalikan itu design aku. Ardi dan Yolanda bisa marah kalau design itu rusak.” Pinta Nayla sambil mengambil paksa kertas desain tersebut dari tangan Yoga.
Semenjak di tinggal Zayyan ke Korea Selatan Carlos mengajak Nayla membuat usaha membuat perhiasan baik dari perak ataupun emas. Juga mutiara, permata dan berlian yang mereka desain dan buat sendiri. Zayyan meminta Carlos menemani Nayla dan menghiburnya selama dia di Korea Selatan. Dengan cara ini Nayla bisa sedikit melupakan Zayyan karena sibuk dengan desain perhiasan dan kuliahnya juga.
Dari dalam mobil di parkiran yang bisa melihat langsung kedalam cafe tempat dimana Yoga, Nayla dan Carlos berdiskusi. Fitri langsung mengambil ponsel miliknya. Lalu merekam aktifitas yang lakukan Yoga bersama dengan Nayla dan Carlos kemudian mengirimkan rekaman video tersebut kepada Dita.
**********************************************
Haiii readers setia kesayanganku...hari ini diluar kesibukan author bekerja di kantor. Author sempatkan mengetik satu bab lagi sebagai kado special untuk kalian yang sedang berulang tahun di hari ini.
...27-10-2020...
...Special untuk Fitri yang sudah menjadi salah satu readers setia abang Zayyan dan abang Yoga. ...
...🎂🎁🎉Selamat Ulang Tahun ya say...Wish You All The Best 🎂🎁🎉...
__ADS_1