
Zayyan kembali berlutut di hadapan Nayla dengan mempersembahkan sebuah cincin untuknya.
“ Nayla...di depan ibumu, kakek Tama dan semua orang-orang yang kita sayangi ini. Aku memohon kepadamu sekali lagi. Menikahlah dengan ku...” pinta Zayyan, membuat siapapun yang ada disana merinding seketika. Namun...
“ Auuuu!!!.” Teriak Dita tiba-tiba mengejutkan semuanya.
Karena terlalu gemas melihat Zayyan dan Nayla tanpa sadar Carlos memegang tangan Dita dan meremasnya dengan kencang.
“ Eh maaf-maaf. Cuma iklan...Ayo lanjutkan.” Ucap Carlos. Dita menarik kasar tangannya dari Carlos lalu melirik ke arah Edhi yang juga sedang menatap tajam kearah matanya.
“ Nayla tidak akan menerima lamaran Zayyan.” Ucap Dionne pelan. Namun Yoga dapat mendengarnya dengan jelas.
“ Nayla pasti menerima lamaran Zayyan, mereka saling mencintai.” Ucap Yoga sama pelannya. Mereka pun saling bertatapan kini.
“ Bagaimana kalau kita bertaruh...siapapun yang menang berhak meminta satu permintaan yang wajib dilakukan oleh yang kalah.” Bisik Yoga.
“ Siapa takut!.” Desis Dionne.
Zayyan kembali fokus menatap Nayla.
“ Nayla...menikah lah dengan ku.” Pinta Zayyan dengan suara yang memelas dan tatapan penuh harapan. Saat itu juga Nayla kembali meneteskan air matanya. Tidak mudah baginya menjalankan hari-hari yang berlalu ketika Zayyan pergi darinya tanpa kabar sama sekali. Begitu berat kerinduan yang sudah dipikulnya selama ini...
“ Zayyan...maaf, aku tidak mau menyakiti hati ku lagi dengan kepergianmu, aku tidak mau kehilangan mu lagi...jika dengan menerima lamaran ini kamu bisa selalu di sisiku, aku akan...menerimanya.” Ucap Nayla disambut sorakan kegembiraan siapapun yang ada disana, kecuali Dionne.
“ Bodoh!!!.” Ketus Dionne dan berlalu pergi ketika melihat Zayyan memeluk Nayla dan menggunakan cincin itu di jari manis Nayla.
Yoga menarik tangan Dionne dan merangkul pinggang nya. Hingga membuat Dionne terpaksa membalikkan badannya kembali menghadap ke Zayyan dan Nayla.
“ Kamu sedang tidak cemburu kan?!.” Bisik Yoga lagi.
“ Haha sama sekali tidak, aku hanya sedang mengutuk kebodohan Nayla saat ini. Kenapa dia tidak memberi pelajaran dulu ke Zayyan. Malah menerima lamaran ini begitu saja, apa jangan-jangan kamu yang sedang cemburu pada mereka...iya kan Yosum! .” Ucap Dionne pelan.
“ Aku hanya mencintaimu Dionne, jadi tidak ada wanita manapun lagi yang sanggup membuatku cemburu. Biarkan kebodohan mereka, haha oh iya...kamu kalah lagi, sayang.” Ucap Yoga sambil menatap mesrah isterinya itu.
__ADS_1
“ Cih!!!. Kamu mau minta apa dariku?!.” Tanya Dionne kesal.
“ Pulang besamaku, kamu akan segera mengetahuinya.” Jawab Yoga dengan senyuman puasnya.
•
•
“ Kenapa kamu masih disini?.” Tanya Zayyan kepada Edhi. Tangannya masih merangkul mesrah pinggang Nayla.
“ Tuan Yoga yang minta tuan, katanya karena tuan Zayyan sudah kembali, jadi dia juga mengembalikan saya untuk menjaga tuan Zayyan.” Jawab Edhi.
“ Yoga jauh lebih membutuhkan perlindunganmu, cepat kejar mereka!...” Seru Zayyan.
“ Baik, tuan. Kalau begitu saya permisi.” Edhi pun langsung berlalu pergi.
•
•
“ Kenapa belok kanan?, Nanti Dita tidak tahu dia malah belok kiri ke arah rumah!.” Protes Dionne.
“ Haha tidak apa sayang, aku mau mengajak mu ke suatu tempat. Kamu pasti menyukainya.” Ucap Yoga sambil mengedipkan mata sebelah kirinya kepada Dionne.
“ Cih!. Tempat apa yang bisa aku sukai selain Sun Tower milikku di negara B. Ah...aku jadi ingin kembali kesana. Sudah lama sekali tidak mengecek langsung mereka.” Ucap Dionne, baginya tidak ada yang lebih menarik di banding dengan dunia pekerjaannya.
“ Kamu kan hampir dua jam sekali video meeting dengan mereka. Jangan dulu kembali ke negara B, urusan kamu dan aku masih banyak disini, bukan hanya persoalan rumah tangga kita tapi juga perijinan project lanjutan lintas benua.” Pesan Yoga.
“ Ya, bukan karena permintaanmu. Aku rasa saat ini memang kehadiranku jauh lebih di butuhkan disini di banding di sun tower. Aku hanya sedang merindukan sun tower ku...” Ucap Dionne sambil memejamkan kedua matanya. Membayangkan sebuah gedung pencakar langit yang berdiri kokoh hasil usaha dan desain nya sendiri.
“ SIT!!!.” Maki Yoga keras, dia pun langsung membanting stir nya ke kanan. membuat Dionne membuka pejaman matanya. Sebuah truk besar datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi hampir saja menabrak mobil Yoga.
“ Kenapa truk itu, gila!!!.” Maki Dionne juga sambil melihat bayangan truk tersebut dari pantulan kaca spion.
__ADS_1
Yoga melanjutkan kemudinya tanpa menengok lagi ke arah truk yang hampir saja menabrak mereka. Yoga merasakan sesuatu yang tidak wajar atas kejadian tadi, saat itu juga Yoga mengaktifkan tombol gps yang ada di dalam mobilnya. Dan saat itu juga
DOR !!!
Sebuah letusan senjata api sudah memecahkan ban belakang mobil sport milik Yoga. Membuat mobil tersebut langsung oleng dengan kecepatan tinggi.
“ Aa...ada apa ini?!. Yoga...” Teriak Dionne ketakutan. Yoga tetap fokus mengendalikan kemudinya. Lalu menghentikan mobil tersebut di badan jalan.
“ Kenapa berhenti?, siapa mereka?...” Tanya Dionne penasaran. Dia melihat dua sepeda motor yang di kendarai oleh masing-masing dua orang berpakaian hitam-hitam tepat berhenti di depan dan belakang mobil mereka.
“ Daffa dan anak buah nya sudah mendekam di penjara. Siapa yang sudah menggerakan mereka kembali. Sial!!!.” Maki Yoga membuat jantung Dionne berdegup sangat kencang. Dionne langsung mengambil ponselnya dan mengirimkan kode kepada Dita.
“ Kenapa diam saja, nyalakan lagi mobilmu...dan tabrak mereka semuanya!.” Perintah Dionne.
“ Jangan sayang. Itu yang mereka harapkan, mereka ingin kita mati terpanggang didalam mobil ini. Kamu tenang saja, yang mereka inginkan adalah aku. Tetaplah disini...aku akan melindungi dengan cara apapun.” Ucap Yoga sambil membelai tangan Dionne. Desiran pedih mengalir dari hati ke jantung Dionne. Dadanya terasa sesak ketika melihat tatapan mata Yoga yang menatapnya dengan lembut.
“ Apapun yang terjadi, jangan pernah keluar dari mobil ini ya sayang. Dita dan Edhi pasti akan menyelamatkanmu.” Ucap Yoga lagi sambil membuka kunci mobil nya dan hendak membuka pintu mobilnya.
“ Jangan Yoga...jangan turun!!.” Cegah Dionne.
“ Jika aku tetap di dalam mereka akan menembak kita semua, aku mencintaimu Dionne...sangat mencintaimu, jadi tetaplah disini.” Ucap Yoga sambil tersenyum lagi dan segera turun dari dalam mobil nya.
Ke empat pria berpakaian hitam yang sudah mengepung mereka pun langsung menghampiri Yoga. Jantung Dionne kembali berdegup sangat kencang.
^^^Sial...Dita...Edhi, dimana kalian?!!. Dionne ^^^
“ Atas perintah siapa?.” Tanya Yoga dengan tenang nya ketika orang-orang tersebut menghampirinya.
“ Tidak usah banyak omong...cepat habis kan dia sekarang juga!!!.” Bentak seseorang dari mereka dari balik masker dan helm yang menutupi wajahnya.
“ Baik boss!!.”
Saat itu juga Dionne langsung keluar dari dalam mobil nya dan berlari ke arah Yoga.
__ADS_1
DOR !!! DOR !!! DOR!!!