Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Bagaimana Dita


__ADS_3

Edhi mengendarai mobilnya menuju parkiran yang ada di sudut green chastle, tepat di sebelah aliran sungai yang mengalir cukup deras hari ini.


Lalu membuka pintu mobil dan berdiri di pinggir sungai dengan kepala yang menadah ke atas langit. Dia berusaha membuang udara kotor yang berada didada, lalu menggantikan dengan udara sejuk yang didapatkannya dari sana.


Bukannya tenang, hati Edhi malah bertambah gelisah. Pertanyaan Dita barusan dan jawaban yang dia berikan pasti sudah membuat Dita jadi merasa yakin lebih memilih menerima cinta Carlos dibanding tetap mengejar cintanya.


^^^Lebih baik begitu, buat apa lagi kamu pikirkan Edhi? Berurusan dengan cinta hanya akan membuatku tidak bisa fokus dalam menjaga tuan Yoga dan tuan Zayyan saja. Selama Ani Atmodjo masih belum bisa menerima kenyataan hidupnya. Aku pun tidak bisa memikirkan keegoisan untuk hidupku sendiri. Aku harus memegang teguh janji setiaku kepada mendiang tuan besar Zack. Maafkan aku Dita, jika kamu mengharapkan perhatian lebih dan cinta dariku, aku tidak akan bisa memberikannya. Jadi lebih baik kamu bahagia dengan tuan Carlos mu saja. Edhi ^^^


Sementara di meja makan Yoga bersama Dionne ikut duduk menemani Carlos dan Dita.


“Santai dulu saja lah, dimakan dulu hidangannya. Bikin tegang saja!” Seru Yoga sambil mengambilkan dua sendok nasi beserta lauk-lauknya untuk Dionne.


“Hahaha iya bro, siapa yang tegang. Sepertinya hanya Dita yang terlihat kaku sekali disini.” Ledek Carlos, matanya melirik nakal kearah Dita yang juga langsung melirik kearahnya lalu dengan segera gadis itu tertunduk malu.


Dionne yang dapat merasakan kegelisahan dihati ajudannya itu hanya bisa ikut terdiam sambil menikmati suapan demi suapan makanan dari Yoga untuknya.


Sejenak mereka saling terdiam, Edhi yang menyudahi lebih dulu makan siangnya langsung menatap Dita dengan tatapan yang tegas. Dita yang merasakan tatapn Edhi untuknya hanya bisa tertunduk lagi tanpa kata-kata. Hati gadis itu sedang berontak keras, ingin rasanya Dita berlari lalu mengejar si bodoh Edhi untuk membanting pria itu lagi keatas lantai. Atau mungkin meninju wajahnya yang datar juga menjenggut rambutnya berkali-kali.


“Bagaimana ?” Tanya Dionne ingin cepat-cepat menyudahi makan siang saat ini dan langsung masuk kedalam pokok permasalahan.


“Oh iya, seperti yang gue sampaikan sebelumnya kepada kalian. Maksud kedatangan gue lagi hari ini adalah untuk meminta Dita menjadi isteri gue.” Jawab Carlos dengan senyuman manisnya.


Debaran jantung Dita langsung terasa keras hingga hampir saja menyesakkan dadanya. Wajahnya semakin memerah namun pandangan matanya tetap menatap kosong kebawah.


“Kalau gue sih gak ada masalah ya sayang, semua tergangung Dita. Kalau memang Dita bersedia dan sudah siap berumah tangga why not? Soal urusan jaga menjaga Dionne itu mudah, kita masih banyak memiliki ajudan wanita. Apalagi masih ada Edhi dan teamnya juga.” Ucap Yoga, tangannya merangkul mesrah pinggang Dionne.


Mendengar nama Edhi langsung membuat kepala Dita semakin terasa pusing karena dari tadi terus saja menegang. Dita memang jadi sangat terobsesi untuk menikah ketika melihat bahagianya Dionne bersama dengan Yoga, tapi dalam bayangannya saat itu adalah pernikahannya dengan Edhi, pria pertama yang di ciumnya juga pria pertama yang dicintainya.


“Berarti sudah tidak ada masalah lagi ya, Bagaimana Dita...?” Tanya Carlos.

__ADS_1


Dita menarik nafasnya panjang-panjang lalu membuangnya pelan melalui mulutnya. Dia berusaha tetap tenang dan mengangkat kepalanya lalu menatap Carlos.


“Se-sebenarnya aku masih belum bisa meninggalkan puteri Dionne. Apalagi dalam jangka waktu dekat ini beliau akan melahirkan juga. Walau banyak ajudan wanita dan pelayan wanita di kastil ini, tapi...aku masih ingin menemani puteri Dionne.” Ucap Dita pada akhirnya.


“Ya, tidak harus dalam waktu dekat ini kita menikah. Maybe satu tahun kedepan atau enam bulan kedepan, kita bisa lebih dulu bertunangan. Soal kapan waktunya menikah aku ikutin kamu saja, yang penting untuk aku adalah aku bisa mengikatmu dengan komitmen sebuah hubungan yang suci agar tidak ada lagi celah untuk pria lain merebutmu dariku.” Carlos berusaha meyakinkan Dita.


Yoga yang melihat wajah Carlos sangat serius malah menahan tawanya, sangat lucu baginya melihat Carlos yang biasanya rame dengan wajah yang cemong menurutnya jadi terlihat kaku dan sangat maskulin saat ini.


“Dita...” Panggil Carlos lagi.


“Aku perlu waktu lagi untuk meyakinkan hatiku, maaf.” Ucap Dita pelan.


“Tidak apa, aku akan selalu setia menunggu jawaban darimu kok.”’Carlos tersenyum manis lagi ke Dita.


Kini Yoga benar-benar tidak dapat menahan tawanya lagi. Pria itu malah cekikikan sendiri melihat keseriusan di wajah Carlos dan wajah Dita yang biasanya terlihat judes namun konyol jadi memerah seperti kepiting yang baru saja di rebus.


“Sayang!” Dionne mencubit lengan suaminya itu karena merasa tidak enak dengan Carlos dan Dita.


“Orang lagi serius malah ketawa-tawa sendiri, gak jelas!” Gerutu Dionne.


“Eh iya maaf, hahaha lagian tegang-tegang banget sih. Kita kan saat ini untuk makan dan ngobrol santai saja.” Ucap Yoga.


“Hahaha ya maafkan. Karena ini pertama kalinya buat gue bicara serius untuk menikahi seorang wanita yang sangat special dihati gue.” Carlos ikut tertawa. Hati Dita berdesir lagi.


^^^Wanita special dihatinya, lalu bagaimana sebenarnya posisiku di hati Edhi? Pria bodoh itu masih tidak mengakui perasaanya kepadaku, tapi aku yakin dia juga sebenarnya mencintaiku. Argggh...Si bodoh itu, aku memang sangat ingin menikah dan bahagia. Tapi aku tidak ingin menyesal karena salah mengambil keputusan. Dita ^^^


Drrttt...drttt ponsel Yoga bergetar, dia pun segera mengambil ponsel tersebut dan menerima panggilan dari Zayyan.


“Ya bro?.” Tanya Yoga.

__ADS_1


“Eh gimana si Carlos? Kalian pasti sudah membicarakan rencana nya menikahi Dita kan.” Tanya Zayyan balik.


“Oh ya udah, tapi Dita masih minta waktu untuk lebih meyakinkan hatinya hahaha maklum, cinta segitiga.” Jawab Yoga dengan polosnya hingga membuat mereka semua yang ada disana langsung menatapnya tajam.


“Eh, aku ada salah ngomong ya?....maaf. Aku kesana dulu yaaa. Bye!” Yoga langsung melarikan diri dari meja makan itu dan melanjutkan pembicaraannya dengan Zayyan di luar ruang makan.


Carlos pun kembali menatap Dita, Dionne yang merasa jadi tidak nyaman karena di tinggal sendirian oleh suaminya langsung pamit kepada mereka.


“Kalian lanjutkan saja ya, aku mau istirahat dulu di kamar.” Ucap Dionne lalu berlalu pergi dari mereka.


Setelah Dionne tidak lagi terlihat di ruangan tersebut, Carlos kembali mengajak bicara Dita dari hati kehati.


“Bagaimana Dita? Apa benar kamu sangat mencintai Edhi?” Tanya Carlos dengan suara berat.


**********************************************


...Yuhuuu, Bagaimana kabarnya pecinta babang Yoga dan mpok Dionne? ...


...Sudah memasuki bab ke 75. Mohon maaf, di bab ini otor mau kasih sedikit bocoran. ...


...Novel ini akan memasuki puncaknya konflik di 10 bab kedepan. Jadi otor minta maaf sebelumnya jika nanti di 10 bab kedepan hati kalian akan terasa gelisah seperti Dita....


...Bukannya otor mau tega sama kalian, otor sangat menyayangi kalian semua karena kalian semua adalah penyemangat otor untuk tetap komitmen update novel ini setiap harinya. Tapi memang seperti itulah jalan cerita yang sudah otor siapkan dari awal dibuatnya novel ini. ...


...Soo..Siapkan hati kalian dan siapakan tisu sebelum membacanya ya. ...


...Kalau kalian tidak mau sedih kalian bisa skip novel ini dulu sampai konflik utama nya mereda. Maafkan ya, hanya 10 bab kedepan saja kok. Selebihnya otor janji akan membuat mereka semua bahagia dengan caranya sendiri....


...Happy reading guysss😘...

__ADS_1


...💝💝💝💝💝💝Arkayna💝💝💝💝💝💝...


__ADS_2