
Rachel sudah berhasil menarik Dionne dari bawah laut menuju pusat mobilnya yang terparkir.
“Yang kuat ya puteri, kamu harus tetap sadar agar dapat melahirkan dengan selamat.” Ucap Rachel kepada Dionne yang sudah terlihat melemah.
“Dita bagaimana ?” Tanya Dionne penuh khawatir.
“Dia wanita yang sangat kuat, Dita pasti selamat, yang perlu segera diselamatkan afalah puteri sendiri dan anak dalam kandungan puteri.” Jawab Rachel, dia pun segera membawa Dionne pergi menjauh dari sana.
“Terima kasih Rachel, aku berhutang nyawa denganmu, aku akan memberikan apapun yang kamu minta sebagai balasannya.” Ucap Dionne dengan bibir gemetar karena menahan sakit dan dingin disekujur tubuhnya.
“Sudah seharusnya puteri, karena ini semua tidak gratis. Aku menyelamatkan nyawamu dengan taruhan nyawaku juga pastinya!” Ketus Rachel sambil melirik kearah kursi belakang. Disana Dionne sedang merintih sambil memegang perutnya.
“Antar aku ke rumah sakit Rachel.” Pinta Dionne.
“Banyak anggota black line di kota Badak, apa puteri mau mereka segera mengetahui keberadaan puteri dan mengetahui puteri masih hidup? Mereka tidak akan membiarkannya puteri.” Ucap Rachel.
“Aku akan segera melahirkan Rachel, tolong selamatkan anakku juha.” Pinta Dionne dengan sangat memelas.
“Aku akan membantumu lagi, sabarlah. Sedikit lagi kita sampai.” Ucap Rachel.
Rachel menyewa rumah yang cukup jauh dari pusat kota Badak, tidak lupa Rachel juga meminta pemilik rumah untuk mencarikan seorang dukun beranak dan membayar mereka dengan bayaran yang besar agar mereka tutup mulut.
Sesampainya didalam rumah tersebut Rachel dibantu oleh sang dukun beranak langsung merebahkan Dionne diatas ranjang. Dukun tersebut pun mulai menjalankan tugasnya membantu Dionne melahirkan.
Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, Dionne berusaha sekuat tenaga dan menahan semua rasa sakitnya itu dengan sepenuh hati agar puteranya dapat dilahirkan dengan selamat.
Oweeee....oweee...tangisan bayi terdengar nyaring di rumah sewaan yang berada di tengah-tengah kebun pisang itu. Rachel pun tersenyum tipis, saat ini dia sudah menjadi dewa penyelamat untuk Dionne dan puteranya. Tapi itu semua tidak mau dia berikan dengan cara percuma saja, Rachel memiliki maksud lain yang pastinya demi membuatnya lebih dekat lagi dengan pria yang sangat dicintainya, Yoga.
•
__ADS_1
•
Dionne baru saja membuka kembali kedua matanya, tubuhnya masih sangat lemah dan terasa sakit semua. Dia mencari bayi mungil yang kemarin baru saja dia lahirkan, namun bayi tersebut tidak ada disamping nya.
“Rachel...dimana bayiku?” Tanya Dionne ketika melihat kedatangan Rachel dikamarnya.
Rachel pun tersenyum dan menghampiri Dionne. Sambil membawa sebuah gelas rebusan jamu dari dukun beranak agar Dionne segera pulih.
“Minum lah dulu, ini obat dari mbah Suketi yang kemarin membantumu melahirkan.” Ucap Rachel.
Dionne pun mengangkat tubuhnya perlahan dan bersandar di sandaran ranjang tersebut, lalu mengambil gelas yang diberikan Rachel. Dia segera menghabiskan jamu tersebut, Dionne bahkan tidak dapat merasakan lagi pahitnya rasa madu karena tubuh lemah dan sakit disekujur tubuhnya itu.
“Dimana bayiku?” Tanya Dionne lagi penasaran.
“Dia ada ditempat yang aman dan nyaman puteri, kamu tenang saja.” Jawab Rachel membuat Dionne terkejut.
“Apa maksudmu?” Tanya Dionne.
“Tidak! Kembalikan bayiku! Aku bisa merawatnya sendiri, berikan ponselmu, aku akan menghubungi suamiku.” Ucap Dionne.
“Puteri, bukannya kemarin kamu berjanji padaku, karena aku sudah menolongmu dan kamu berhutang nyawa denganku, bahkan dua nyawa sekaligus, nyawamu dan juga nyawa anakmu. Kamu akan memberikan apapun yang aku minta kan?” Tanya Rachel mengingatkan kembali Dionne dengan ucapannya kemarin.
“Apa kamu menginginkan Yogaku?” Tebak Dionne, Rachel pun langsung tertawa dengan nyaringnya ketika mendengar nama Yoga, jantung nya berdegup dengan kencang.
“Hahaha puteri hebat sekali, aku memang sangat terobsesi dengan suamimu itu, tapi aku tidak akan bodoh. Aku memiliki cara sendiri untuk mendapatkannya, karena aku tahu jika tuan Yoga mengetahui puteri dan anaknya masih hidup dia pasti akan berusaha mendapatkan kalian dan tidak akan pernah meninggalkan kalian apapun resikonya. Aku yakin tuan Yoga akan menolakku kembali mentah-mentah, bahkan ajudan galaknya itu mungkin saja bisa langsung membuangku jauh ke antartika jika aku memaksa tetap dekat dengan suami mu itu.” Ucap Rachel.
“Lalu apa rencana mu?” Tanya Dionne lagi.
“Apakah janji puteri pasti bisa dipegang?” Tanya Rachel balik.
__ADS_1
“Pasti Rachel, kamu bisa pegang janjiku!” Jawab Dionne dengan tegas.
“Aku ingin puteri Dionne berjanji, tetaplah tinggal disini. Berikan aku waktu untuk mengejar suamimu dengan caraku sendiri, bersembunyilah disini dan jangan sekali-kali mencoba kabur atau menunjukkan diri puteri ke orang lain disini, siapapun itu. Biarkan mereka menyangka puteri dan anak puteri menghilang atau bahkan sudah meninggal.” Ucap Rachel membuat hati Dionne langsung berdesir perih dengan kepedihan yang lebih tajam dari luka-luka yang ada disekujur tubuhnya.
“Bagaimana puteri?” Tanya Rachel.
“I-iya, aku janji.” Jawab Dionne pelan.
“Tapi aku tidak percaya dengan janji puteri begitu saja, sebagai jaminannya bayimu akan tetap berada ditempat yang aman, hanya aku saja yang mengetahuinya dan dapat merawatnya.” Ucap Rachel.
“Kenapa begitu? Aku sudah janji Rachel! Aku tidak mungkin mengingkarinya, jangan kamu jauhkan puteraku dariku” Ucap Dionne kesal.
“Hahaha puteri, apa ada jaminan kamu akan terus memegang janjimu selama tiga tahun? Jika aku membiarkanmu tinggal bersama dengan puteramu disini begitu saja, kamu pasti tidak akan tahan menahan rasa rindumu dengan siami tampanmu itu. Kamu pasti akan berkhianat suatu saat nanti, oleh sebab itu aku akan mengamankan bayimu dulu, aku akan merawatnya dengan baik karena bagaimanapun bayi itu adalah darah dagingnya dari pria yang sangat aku cintai, aku akan menganggapnya seperti anakku sendiri.” Ucap Rachel sambil tersenyum.
“Tiga tahun?” Tanya Dionne lagi mempertegas dengan sangat berat.
“Ya tiga tahun, jika selama tiga tahun kamu menurutiku dengan baik dan tidak bergerak sedikitpun dari rumah ini aku janji akan merawat dan menjaga puteramu dengan baik, tapi sedikit saja kamu mengingkarinya maka selamanya kamu tidak akan pernah bisa melihat puteramu lagi!” Ancam Rachel langsung membuat Dionne menangis.
“Jangan kau sakiti anakku Rachel!” Pinta Dionne dalam isakan tangisnya.
“Tidak akan, kecuali jika kamu yang memintanya!” Ancam Rachel lagi.
“Aku janji...aku janji, tapi jangan sedikitpun kamu sakiti anakku. Jika dengan cara ini aku bisa membayar hutang nyawa kami kepadamu, lakukanlah. Aku akan membiarkanmu mengejar cinta suamiku jika kamu mau.” Ucap Dionne.
“Terima kasih puteri” Rachel tersenyum puas.
“Lalu bagaimana lagi setelah tiga tahun itu?” Tanya Dionne.
“Tiga tahun kedepan aku akan mengembalikan anakmu kepadamu, apapun yang terjadi saat itu. Baik dengan Yoga disisiku atau Yoga tidak disisiku, aku akan menggunakan waktu selama tiga tahun mendekati Yoga dengan cara apapun. Namun, jika ternyata tidak bisa juga aku akan membiarkan kalian kembali hidup bersama lagi, aku janji!” Jawab Rachel sambil mengangkat jaringa membentuk huruf V.
__ADS_1
“Lakulanlah Rachel!” Ucap Dionne pelan.
^^^Maafkan aku Yoga, ini semua demi keselamatan Yodi kita. Aku akan memegang janjiku, agar tidak ada lagi hutang nyawa dengan Rachel. Jagalah dirimu dan hatimu baik-baik. Aku yakin kamu pasti kuat, kamu pasti bisa melewatkan semuanya dengan baik, kamu sudah janji denganku kan. Ada atau tidak adanya aku kamu harus tetap menjalankan hidupmu dengan baik dan menerukam project lintas benua kita, aku mohon...bertahanlah, sampai aku dapat mengambil Yodi kita lagi dari Rachel. Aku harap setelah itu kita dapat hidup bersama dan bahagia lagi selamanya. Dionne ^^^