
Dionne masih tergeletak lemas di atas ranjangnya. Usia kandungannya sudah berjalan empat bulan, namun rasa mual dan lemas masih setia menemani hari-harinya.
“ Yoga...rasakan ini, dia sudah mulai bergerak loh.” Ucap Dionne kepada Yoga.
Dengan semangat membara Yoga pun menghampiri isterinya itu dan meletakkan telinga nya di atas perut Dionne.
“ Bukan begitu, tapi coba rasakan seperti ini.” Ucap Dionne, namun Yoga tidak merasakan sama sekali kecuali.
“ Atau hanya baru gerakan kecil saja ya, jadi baru aku yang bisa merasakannya.” Ucap Dionne lagi ketika Yoga masih mencoba meraba-raba perut isterinya itu.
“ Haha iya mungkin sayang, karena kan baru empat bulan.” Ucap Yoga.
Drrrrttt Drttttt.
Ponsel Yoga bergetar di atas meja belajar nya Dionne. Dia pun segera turun dari ranjang dan meraih ponsel nya tersebut.
“ Sayang...ini ayahmu.” Yoga menunjukkan layar ponselnya kepada Dionne.
“ Angkat saja.” Ucap Dionne.
Yoga pun menerima panggilan video call tersebut. Dan mengarahkan kamera nya ke wajahnya juga Dionne.
“ Selamat pagi semuanya...” Sapa sang raja, disambut sapa hangat juga dari Yoda dan Dionne.
“ Selamat pagi ayah.”
“ Dionne, bagaimana keadaan mu?. Apakah kamu sudah lebih enak...bagaimana kalau sementara kamu kembali dulu saja di ke negara B, agar bisa mendapatkan perawatan khusus dari team dokter istana.” Tanya raja Sebastian.
“ Aku baik-baik saja ayah, tenang saja. Team kedokteran di rumah sakit Permata juga tidak kalah hebatnya kok. Belum lagi, aku juga selalu di temani Yoga disini.” Jawab Dionne sambil tersenyum malu melirik ke arah mata suaminya itu.
__ADS_1
“ Yasudah, Yoga...saya bangga dengan mu. Bisa merubah Dionne menjadi semanis ini. Oh iya bukannya satu minggu lagi kamu ulang tahun ya. Mau hadiah apa dari saya?.” Tanya raja Sebastian ke Yoga.
“ Terima kasih ayah untuk pujiannya, Dionne dari awal memang sudah manis kok. Hehehe, ayah. Aku saja lupa kapan ulang tahun ku. Terima kasih sudah di ingatkan, kalau boleh aku minta hadiah dari ayah...bagaimana jika ayah langsung menandatangani perijinan project lintas benua di negara B?. Tanpa harus menunggu anak kami lahir terlebih dahulu.” Ucap Yoga.
“ Oh surat yang ini ya?.” Tanya raja Sebastian sambil menunjukkan sebuah dokumen yang sudah di tanda tangani dan mendapatkan stempel kerajaan.
Dionne dan Yoga langsung terbebelalak tidak percaya melihat dokumen tersebut. Senyum mereka pun langsung merekah seperti bunga yang baru saja berkembang.
“ Tapi ingat, Dionne. Biarkan project lintas benua ini di awasi langsung oleh suami mu saja. Fokus utama mu adalah kehamilan dan kelahiran anak mu saja. Jika ada informasi yang masuk kalau kamu masih sana sibuk bekerja, ayah akan tarik lagi izin tersebut.” Pesan dan ancaman raja Sebastia kepada puterinya.
“ Iya ayah, aku sudah percaya sepenuhnya kepada Yoga. Aku akan bantu dari belakang, fokus utama kami memang anak ini. Terima kasih ayah.” Ucap Dionne dengan riangnya.
“ Yasudah, kalau begitu. Selamat berjuang, kalian harus berusaha agar project ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.”
“ Siap ayah, terima kasih.” Ucap Yoga dan Dionne secara bersamaan.
“ Iya...ini rejeki anak kita sayang. Selamat ya...” Ucap Yoga sambil mencium lembut kepada Dionne.
Aroma wangi khas bunga lavender sangat merekat di tubuh dan juga rambut Dionne. Wangi bunga kesukaannya yang kini menjadi candu untuk Yoga.
“ Sekarang kita sarapan dulu yuk, biar tenaga mu lekas pulih dan bisa kembali fokus mengerjakan project ini.” Ajak Yogq, Dionne pun segera bangun dari ranjang tersebut dan berdiri dengan tegak nya.
“ Siap suami ku, mari kita isi tenaga kita secepatnya. Project lintas benua harus segera di jalankan secepatnya juga.” Ucap Dionne dengan semangatnya.
“ Hahaha iya sayang. Ayo.”
•
•
__ADS_1
Suasana ruang meeting di lantai dua puluh satu menara Permata Group sudah ramai dengan seluruh team project lintas benua baik dari Sun Group maupun Permata Group. Mereka sudah sama-sama siap menjalankan project besar tersebut di minggu ini.
Project akan di mulai dari Indonesia lalu ke negara B, membuat jalan tol di atas laut yang menghubungkan empat negara sekaligus. Yang di masing-masing negara juga ada dermaga serta kapal ferry yang siap membawa para turis menjelajah langsung ke empat negara yang terhubung di dua benua yaitu benua asia dan juga benua australia.
“ Semua izin project sudah kita dapatkan, terakhir kita dapat dari negara B. Jika berjalan lancar sesuai predikia project ini akan selesai di tahun ke tiga. Tahun pertama kita membangun jalan tol atas laut yang menghubungkan negara kita ke negara B. Lalu ke negara D kemudian ke negara A dan benua australia.” Ucap Bram sambil menunjukkan peta dan rancangan project tersebut.
Dionne yang mendengar dan melihat semua rancangan dan impiannya akan segera terwujud langsung tersenyum dengan sangat puasnya. Begitupun dengan Yoga, tidak henti-hentinya dia menatap wajah cantik isterinya yang tanpa sadar terus di perhatikan olehnya. Melihat Dionne tersenyum seperti itu sudah cukup membuat Yoga merasakan kepuasan yang luar biasa.
Zayyan yang sedang berbulan madu dengan Nayla juga merasakan kebahagiaan yang sama. Dia menerima laporan di setiap berjalannya meeting untuk project tersebut dari Shinta dan juga Yoga.
“ Akhirnya, kebahagiaan mereka akan terasa lebih sempurnah dengan berjalannya project lintas benua. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.” Ucap Zayyan kepada Nayla.
“ Iya, aku juga turut bahagia mendengarnya. Oh iya kata Carlos enam hari lagi Yoga ulang tahun ya. Kita harus buatkan kejutan untuknya. Kita harus kembali ke Indonesia sebelum hari ulang tahunnya.” Ucap Nayla yang masih berada dalam pelukan hangat Zayyan.
“ Iya sayang, sekarang waktu nya kita buat dedek lagi. Supaya anaknya Yoga lekas ada temannya nanti.” Bisik Zayyan di telinga Nayla.
“ Apaansih, kita baru saja melakukannya satu jam yang lalu. Huh!!! Aku tidak mau!!!.” Elak Nayla mencoba melepas pelukan Zayyan.
“ Hahaha aku lupa, seperti nya sudah lama sekali kita tidak melakukannya. Kalau begitu, biarkan aku peluk dan ciumi kamu saja ya my love.” Ucap Zayyan masih dengan menahan Nayla dalam pelukannya.
•
•
Dari dalam biliknya, Ani Atmodjo mendapatkan informasi dari petugas lapas bahwa ada yang berkunjung menemuinya lagi. Dia pun lantas keluar dan menemui seorang wanita yang sudah duduk dari balik tembok kaca yang membatasi mereka.
Ani Atmodjo tersenyum sinis pada wanita tersebut, lalu mulai duduk tepat di hadapannya. Dia mengangkat gagang telepon yang menghubungkannya kepada wanita itu.
“ Buat apa kamu kembali lagi?, bukankah sudah saya bilang. Jangan pernah kembali lagi kesini sebelum kamu hancurkan kebahagiaan Yoga se hancur-hancurnya!!.” Desis Ani Atmodjo, menatap tajam wanita yang menutupi wajah nya dengan masker dan juga penutup rambut.
__ADS_1