
Yoga memegang erat tangan Dionne ketika mereka sama-sama menyaksikan layar didepan mereka, dari USG 5D tersebut dapat menunjukan live hasil crystal clear review yang mampu memberikan hasil gambar dalam tampilan yang realistis bayi mereka yang sedang berkembang di dalam rahim Dionne saat ini.
Dionne dan Yoga pun sangat sumringah ketika melihat bayi mereka yang ikut tersenyum kepada mereka, bayi mungil itu menendang-nendang perut Dionne lalu menguap dan memasukan jari telunjuknya kedalam mulut.
“Selamat ya pak Yoga, bu Dionne. Bayinya sangat sehat, sepertinya dia tahu kita sedang memperhatikannya hahaha.” Ucap dokter Naomi.
“Iya dok, caper sekali yang dok. Sama seperti papi nya hahaha.” Ledek Dionne sambil melirik Yoga yang masih tersenyum melihat layar tersebut.
“Hahaha iya lah, dia pasti sangat tampan seperti papi nya.” Ucap Yoga dengan bangga nya.
“Dari mana kamu tahu jenis kelaminnya apa?, dokter Naomi saja belum memberitahu ke kita.” Tanya Dionne.
“Tadi sekilas saat aku memperhatikan bagian bagian bawah nya seperti ada ular kadut nya sayang.” Jawab Yoga di selingi tawa dokter Naomi dan cubitan Dionne di tangannya.
“Hahahaha iya, pak Yoga jeli sekali matanya. Baru saya mau jelaskan jenis kelaminnya apa. Mari kita perhatikan kembali ya pak, bu...” Ucap dokter Naomi sambil menggerak-gerakkan kembali alat transduser nya hingga monitor tersebut kembali menampilkan tubuh bagian bawah bayi.
“Nah, kita bisa lihat dengan jelas bersama ya. Memang benar penglihatan pak Yoga, selamat pak Yoga dan bu Dionne, jenis kelaminnya laki-laki.” Ucap Dokter Naomi lagi.
“Tuh kan, anak pertama kita jagoan sayang.” Ucap Yoga dan Dionne pun sangat bahagia sekali.
“Dan di lihat bagian tubuh dalam dan luar kondisi bayi sehat semua, tidak ada kendala, detak jantung bagus dan sangat aktif.” Lanjut dokter Naomi.
“Wajahnya sangat mirip dengan ku, tidak mirip dengan mu Yoga!” Seru Dionne ketika dia menatap wajah bayi mereka di layar monitor. Bayi tersebut pun langsung menjulurkan lidahnya.
“Sepertinya dia lebih suka jika di bilang mirip denganku sayang hahahaha.” Ledek Yoga kembali dan Dionne pun langsung mencubit tangan Yoga kembali.
“Hahaha, yang pasti nantinya akan mirip dengan kedua orang tuanya. Pasti sangat tampan sekali.” Ucap dokter Naomi mencoba menengahkan pasangan suami isteri itu.
“Iya dokter, terima kasih ya.” Ucap Dionne.
__ADS_1
Dokter Naomi di bantu suster nya pun menyudahi USG tersebut. Seorang suster membersihkan sisa-sisa gel khusus yang sebelumnya di oleskan di atas rahim Dionne sebelum mereka USG tadi. Pelan-pelan Dionne dibantu oleh Yoga bangun dari atas ranjang, lalu turun dan berjalan menuju kursi untuk konsultasi kembali dengan dokter Naomi.
“Sepertinya isteri saya tidak lahiran disini dok.” Ucap Yoga ketika mereka sudah saling berhadapan kembali di meja kerja sang dokter.
“Wah, sayang sekali. Memang nya kenapa pak ?” Tanya dokter Naomi dengan beratnya.
“Kami akan kembali ke negara B, isteri saya menginginkan anak pertamanya lahir di negara tercinta nya itu.” Jawab Yoga sambil mencium lembut kepala Dionne.
“Iya dok, bagaimana pun. Ayah saya yang paling menginginkan bayi ini lahir hahaha.” Ucap Dionne sambil membayangkan kegembiraan yang akan di rasakan oleh ayahnya tersebut.
Memang dari awal ayahnya yang memaksa mereka menikah dan melahirkan keturunan. Tapi sebenarnya, seiring waktu berjalan mereka lah yang sangat menginginkan bayi tersebut lahir kedunia ini.
^^^Terima kasih ayah, jika bukan karena mu. Aku tidak akan bisa merasakan indahnya perasaan cinta dan kehangatan keluarga bersama dengan Yoga. Dionne^^^
•
•
Dita pun tersenyum-senyum sendiri. Edhi yang melihat sikap aneh Dita hanya dapat menggelengkan kepalanya lalu kembali meminum cappucino miliknya.
“Selamat pagi cantik...” Sapa Carlos yang tiba-tiba sudah ada di belakang sofa Dita.
Dita pun langsung terkejut, bayangan romantis antara dia dan Edhi buyar sudah. Terganti dengan keramaian Carlos yang menyapa nya dan juga Edhi.
“Pa-pagi tuan Carlos.” Ucap Dita sambil melirik ke arah mata Edhi yang juga sedang berdiri menyambut kedatangan Carlos.
“Mau apa kesini tuan?” Tanya Dita, hatinya langsung gelisah ketika membayangkan perasaan Edhi yang cemburu ketika dia berada dekat dengan Carlos.
“Mau lihat Dita yang cantik, bolehkan.” Jawab Carlos sambil tersenyum genit ke Dita.
__ADS_1
“Hahaha, pasti sudah janjian dengan tuan Yoga dan juga puteri Dionne ya tuan, mereka masih berada di dalam. Mungkin sebentar lagi sudahan. Tunggu saja disana tuan.” Ucap Dita sambil menuntun Carlos agar duduk lebih jauh dari nya.
“ Terima kasih cantik, aku sebenarnya tidak janjian juga dengan Yoga dan Dionne. Cuma kebetulan tahu mereka periksa disini, jadi sengaja datang untuk melihat kamu juga loh.” Ucap Carlos lagi sangat mendebarkan jantung Dita. Lagi-lagi Dita sangat takut Edhi salah paham lagi. Namun ketika dia melihat Edhi masih bersikap biasa saja tanpa ekspresi sama sekali terbesit pikiran Dita untuk memancing emosi Edhi agar benar-benar cemburu kepadanya.
“ Yang benar tuan?, bisa saja tuan Carlos. Aku jadi merasa tersinggung loh tuan di panggil cantik-cantik terus.” Ucap Dita, kini dia memberanikan diri duduk persis di samping Carlos.
“ Kamu memang cantik kok, sumpah gak bohong. Apalagi kalau sedikit di poles di bagian ini dan ini. Pasti akan tambah cuantik bergetar-getar.” Puji Carlos, tangannya menyentuh mata, hidung dan bibir Dita.
Edhi yang sedikit melirik ketika Carlos bicara seperti itu langsung mengumpat dirinya lagi karena bayangan ketika Carlos dan Dita ciuman saat itu kembali terlintas dalam pikirannya.
^^^Cih!! Mau pamer kemesraan lagi. Aku tidak akan pernah peduli dengan perasaan kalian. Edhi^^^
Dita pun tersenyum sedikit ketika melihat perubahan di wajah Edhi ketika Carlos menyentuh bibirnya.
“Benarkah tuan Carlos?, tapi aku rasa kok selama ini aku jelek sekali ya tuan. Karena aku tidak pernah merasakan ada satupun pria yang suka apalagi sampai jatuh cinta kepadaku.” Tanya Dita lagi.
“Siapa bilang kamu jelek, kamu itu cantik sekali Dita. Aku bahkan sudah jatuh cinta kepadamu saat kita pertama kali bertemu. Aku bahkan siap langsung menikahimu jika kamu mau.” Jawab Carlos dengan tatapan yang sangat tajam ke Dita.
Saat itu jantung Dita kembali berdetak lebih kencang lagi.
Trang!!!
Pandangan mendebarkan antara Carlos dan Dita langsung teralihkan ketika Edhi tanpa sengaja memecahkan cangkir yang masih di pegang nya.
“ OMG Dhidhi...you kenapa sih. Itu tangan sampai berdarah begitu. You pasti pegang tuh cangkir udah kaya pegang bogem ya.” Ucap Carlos sangat khawatir melihat darah yang keluar dari telapak tangan Edhi.
“ Maaf tuan, tidak apa. Sepertinya cangkir nya yang sudah retak. Mungkin karena cappucino nya telalu panas.” Ucap Edhi sambil tersenyum tipis.
“ Suster..suster, cuss kemari. Ada yang terluka!” Panggil Carlos.
__ADS_1
Dita pun langsung menghampiri Edhi, dia memegang tangan Edhi lalu menempelkan tisu di tangan Edhi yang terluka itu.
“ Maaf ya...” Ucap Dita sambil menatap kedua mata Edhi yang juga sedang menatap Dita dengan perasaan yang dia sendiri bingung, perasaan apa itu.