Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Titik Terang


__ADS_3


Dita berdiri dipinggir jembatan harapan yang sudah mulai direnovasi. Dengan sedikit sisa luka yang masih ada diwajahnya dia terus memandangi lautan luas itu sambil teringat kembali kenangan pedih saat bersama dengan Dionne dari atas sana.


Dita sudah mengatakan semuanya kepada Yoga dan juga pihak kepolisian, saat dia berhasil meraih pisau lipat dari balik saku celananya untuk membuka sabuk pengamannya, lalu dia menarik paksa sandaran kursi untuk memecahkan kaca mobil yang ada disamping kursinya Dionne.


Dita masih melihat puterinya itu mencoba tetap tersenyum kepada Dita, walau suaranya tidak terdengar jelas tapi Dita yakin, saat itu Dionne berkata. “Kita akan selamat sayang, ayahmu pasti sangat mengkhawatirkan kita” sambil memegang perutnya dan terus mengusapnya.


Ketika berhasil memecahkan kaca mobil tersebut, Dita pun langsung memotong sabuk pengaman yang digunakan Dionne dengan pisau lipatnya.


“Segera keluar puteri!” Pinta Dita sambil membantu puterinya tersebut keluar dari jendela tersebut.


Dita melihat Dionne masih bisa berusaha berenang untuk naik keatas. Namun saat itu juga Dita lihat dengan jelas warna air laut yang tiba-tiba berwarna merah karena darah yang keluar dari bagian intim Dionne.


Setelah Dita berhasil keluar dari mobil itu dia langsung berusaha mengejar Dionne, namun arus bawah laut tiba-tiba saja dengan lantang memisahkan mereka. Dita terbawa arus laut tersebut hingga tidak bisa melihat kemana lagi Dionne berenang.


Disisa oksigen yang dimilikinya Dita terus berusaha berenang untuk menggapai atas laut tersebut. Namun saat dia baru saja menghirup oksigen saat itu juga dia melihat sebuah perahu menghampirinya, ada seorang wanita yang dia yakini wanita itu adalah Chyntia walaupun dengan wajah yang berbeda dan menggunakan kaca mata hitam. Chyntia bersama dengan seorang pria tersenyum melihat Dita dari atas perahunya, mereka semakin mendekati Dita namun bukan untuk menyelamatkannya, tapi untuk memukulkan kepala Dita dengan sebuah kayu yang cukup besar hingga membuat Dita langsung tersungkur tidak sadarkan diri, lalu kembali tenggelam kedalam lautan.


“Puteri...apa yang sudah terjadi kepadamu? Dimana kamu sekarang? Maafkan aku yang tidak becus dalam menjagaku... Maafkan aku puteri.” Ucap Dita.


Edhi yang berada didekat Dita langsung memeluknya.

__ADS_1


“Aku harus kembali ke Jakarta, hari ini tuan Yoga memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Kamu ikut dengan kami kan?” Tanya Edhi ketika dia melepas pelukannya dari Dita.


“Apa kalian sudah menyerah mencari puteri? Kenapa kalian bisa secepat itu melupakannya?!” Tanya Dita balik dengan raut wajah yang sangat kecewa.


“Sudah tiga bulan lebih Dita, ini adalah waktu terpanjang dalam proses pencarian orang hilang dilautan. Kami bukannya sudah menyerah dan mau melupakan puteri Dionne, tapi tuan Yoga juga tetap harus menjalani kehidupannya kembali, tuan Yoga juga tidak boleh berlarut-larut selamanya dalam kesedihan. Kamu lihat sendirikan, tubuhnya sudah sekurus itu, kalau bukan karena dia masih yakin isterinya itu masih hidup tidak mungkin juga tuan Yoga mau makan walau sedikit dan mau melanjutkan kehidupannya kembali, tuan Yoga mau kembali fokus bekerja dan melanjutkan project lintas benua.” Jawab Edhi mencoba menjelaskan kepada Dita.


Dita pun kembali terisak dalam tangisannya. Memang seharusnya mereka kembali kehidupan normal mereka, bahkan raja Sebastian pun sudah memutuskan kembali ke negara B dua bulan yang lalu.


“Aku akan menetap dikota ini sampai puteri benar-benar ketemu.” Ucap Dita.


“Baiklah jika itu keputusanmu, kami akan sudah menyiapkan sebuah rumah dan keperluanmu selama disini. Jika ada waktu aku akan menemuimu disini.” Edhi meraih kepala Dita lalu mencium keningnya dengan lembut.


“Mungkin jika saat ini ada puteri Dionne, aku bisa langsung memelukmu dengan riangnya. Namun saat ini hatiku masih sangat rapuh dengan kepedihan, hingga tidak dapat lagi merasakan seperti apa itu rasa bahagia. Maafkan aku Edhi.”


Edhi pun kembali memeluk Dita, membiarkan wanita itu kembali meluapkan kepedihan dihatinya dalam tangisan di pelukannya.


Yoga yang melihat Dita dan Edhi dari dalam mobilnya hanya mampu menyeka air mata yang kembali mengalir diatas pipinya.



__ADS_1


Satu bulan berlalu semenjak kepulangan Yoga ke Jakarta.


“Kita sudah mendapatkan titik terang dalam kasus Chyntia, walaupun Chyntia sudah berhasil operasi pelastik dan mengubah identitasnya menjadi orang lain, sidik jarinya tidak akan pernah bisa berubah. Kami sudah yakin, jika pun dia kembali beraktifitas tidak akan mungkin jadi artis kembali, Chyntia akan memilih karier baru didunia nya yang baru.” Ucap kapten Reza.


“Dari keterangan yang kita dapatkan dari Dita tentang raut wajah seorang wanita yang memukul kepalanya saat itu juga kita berani menyimpulkan, kemungkinan besar wanita ini adalah Chyntia yang selama ini kita cari.” Lanjut kapten Reza sambil menyerahkan sebuah dokumen dengan sebuah foto seorang wanita kepada Yoga dan Zayyan.


“Namanya ThalithaAlbertino, seorang pengusaha baru yang bergerak dibidang logistik dengan dukungan modal yang sangat kuat dari snake black, jaringan mafia terbesar di negara I. Jika kita berhasil menemuinya dan mendapatkan sidik jari si Talitha ini maka kita dapat menentukan apakah benar dia Chyntia atau bukan.” Ucap kapten Reza.


“Jika memang seperti itu, tunggu apa lagi? Ayo kita ke negara I dan temui wanita gila itu, gue yakin Dionne di sekap olehnya!” Seru Yoga sambil berdiri.


“Ini sangat bahaya sekali jika lo ikut ke negara I dan bersinggungan langsung dengan snake black. Serahkan ini semua dengan kami, interpol negara B dan juga negara I. Kami pasti akan melakukan yang terbaik dan segera menemukan keberadaan puteri Dionne.” Cegah kapten Reza.


“Benar bro, kita tunggu saja disini. Gue juga yakin Dionne dan anaknya akan kembali dengan selamat. Jangan bikin masalah baru yang bisa membuat isteri lo jauh lebih menyesal kalau lo ikut kesana dan sampai terjadi sesuatu dengan lo.” Ucap Zayyan.


“Gue gak akan bisa tenang hanya menunggu saja disini. Kalian bisa melindungi gue kan selama disana? Gue tetap mau ikut! Gue mau menjemput isteri dan anak gue sendiri!” Seru Yoga lagi.


Kapten Reza pun ikut berdiri, sambil mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya pelan melalui mulutnya, kapten Reza menghampiri Yoga lalu menepuk punggung sahabatnya itu.


“Oke, besok pagi kita segera ke negara I.” Ucap Kapten Reza.


^^^Dionne...tunggu aku, kami pasti bisa menyelamatkanmu. Kamu dan anak kita akan baik-baik saja. Tunggu aku ya sayang...kita harus hidup lebih bahagia lagi setelah ini. Aku tidak akan mau meninggalkanmu lagi walau sedetikpun. Dionne isteriku sayang...apa kamu juga merasakan kerinduan yang sangat menyiksa ini disana? -Yoga.^^^

__ADS_1


__ADS_2