
Malam sudah larut, namun Yoga baru kembali pulang kerumahnya. Dari luar jendela Dionne diam-diam menyaksikan kedatangan suaminya. Lalu buru-buru beranjak pergi ketika Yoga semakin mendekat kearah pintu.
Raja Sebastian dan isterinya sudah kembali ke negara B, seharusnya sesuai perjanjian Yoga juga akan kembali kekamarnya. Namun raja Sebastian meninggalkan dua orang nya untuk membantu Dita mengawal Dionne selama di Indonesia. Dionne paham sekali, pasti bukan karena benar-benar ingin mengawalnya. Tapi ayahnya hanya ingin membuat Yoga dan Dionne selalu tidur di satu kamar.
Dionne langsung melompat ke atas ranjang dan pura-pura tertidur. Dita yang melihat kelakuan puterinya hanya bisa senyum-senyum sendiri. Padahal sore tadi Dionne terlihat sangat kesal sekali ketika Dita memberikan laporan kalau Yoga bertemu dengan Nayla dan Carlos di sebuah cafe.
“ Selamat malam Dita....” sapa Yoga dengan hangatnya. Dita pun tersenyum dan membalas sapaan Yoga.
“ Selamat malam tuan Yoga.”
Yoga langsung masuk kedalam kamar. Dia melihat Dionne yang sudah tertidur lelap, maka dia segera mandi di kamar mandi.
Yoga sangat menikmati guyuran Air hangat yang keluar dari shower, dia membersihkan seluruh tubuhnya dengan sabun dan shampo sambil bernyanyi seperti biasanya.
Entah kenapa Dionne jadi sangat ingin mengetahui aktifitas Yoga sehari-hari. Dia berjalan pelan dan mencoba mendengarkan lagu yang dinyanyikan Yoga didalam kamar mandi.
“ Hari ini aku telah jatuh cinta...Tak kan mampu aku menyangkalnya...Jatuh cinta kepadamu...Sosok yang sering menjengkelkan aku...Sering menggangguku...Kau permainkan rasa hatiku...Namun kini aku berbalik...Jatuh cinta dan bernyanyi...laa...lalala...la.” Dendang Yoga menyanyikan lagu tompi, dari bawah shower.
^^^Cih...dia pasti sedang bahagia habis berjumpa dengan Nayla sampai menyanyikan lagu cinta seperti itu. Dionne^^^
Dionne kembali menempelkan telinga kembali ketika tidak mendengar suara Yoga bernyanyi lagi. Namun saat itu juga Yoga membuka pintu kamar mandi tersebut hingga membuat Dionne terjatuh dan tanpa sengaja menarik handuk yang melilit di pinggang Yoga.
“ Aaaa....dasar mesum!!!! Sana kau Yosum!!!.” Teriak Dionne ketika matanya menatap langsung kearah ular kadut Yoga yang masih gelayutan dengan santai di sana.
“ Dionne...kamu kenapa disana?. Kamu yang menarik handukku kenapa kamu yang marah-marah?.” Tanya Yoga yang malah ikut kebingungan.
“ Yosum!!!! Tutupi barangmu itu.. menjijikan sekali!!!.” Teriak Dionne kembali. Yoga pun langsung menutupi ular kadut nya yang tidak bersalah dari kemarahan Dionne dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Dionne kembali berteriak ketika melihat Yiga masih berdiri di hadapannya dengan hanya menutupkan junior miliknya pakai kedua telapak tangannya.
“ Heiii...bagaimana aku bisa tutup. Kamu duduk disana sambil memeluk handukku?!.” Tanya Yoga tidak kalah histerisnya.
Dionne pun baru tersadar masih memeluk handuk milik Yoga. Dia langsung melempar handuk tersebut kearah Yoga dan berlari sambil menutup kedua matanya menuju walk in closet. Namun...
BUK !!!
Terdengar benturan yang cukup keras ditambah dengan teriakan Dionne lagi.
“ Aaaa....” Teriak Dionne. Yoga pun langsung berlari ke arah suara itu. Dia melihat Dionne kembali tersungkur karena keningnya sudah membentur lemari pakaian.
Dita yang mendengar teriakan Dionne langsung berusaha masuk kedalam kamar dan melihat Yoga yang hanya menggunakan lilitan handuk sedang menggendong Dionne.
“ Maa...maaf tuan dan puteri. Aku pikir tadi puteri kenapa-kenapa. Maaf.” Ucap Dita sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“ Hai...turunkan aku. Nanti Dita berpikir yang aneh-aneh tentang kita.” Pinta Dionne masih menutup kedua matanya. Kareka ketika dia membuka matanya yang terlihat adalah penampakan dada Yoga yang bidang dan berotot. Membuat jantung nya kembali berdegup.
“ Lah kenapa emang nya? Kita kan suami isteri...kenapa harus peduli dengan pemikiran Dita...atau jangan-jangan...apa memang benar-benar ada sesuatu di antara kalian?.” Tanya Yoga sambil meletakkan Dionne di atas ranjang nya.
“ Sesuatu apa? Kamu pikir aku punya kelainan sex...tidak mungkin!. Ada juga kamu tuh...playboy nya gak habis-habis. Sudah punya isteri masih saja pacaran dengan wanita lain!!.” Protes Dionne. Dia memberanikan diri menatap mata Yoga yang kini sedang bertengkurap tepat diatas tubuh nya.
“ Pacaran dengan siapa?...”Tanya Yoga sambil melirik nakal keseluruh tubuh Dionne.
“ Dengan Nayla. Memang nya kamu pikir aku tidak tahu?!. Tadi kalian habis bertemu kan. Dengan Carlos juga di cafe X. Pintar ambil kesempatan ya kamu selagi tidak ada Zayyan disamping Nayla...kamu lang...” Ucapan Dionne terputus ketika Yoga menempelkan bibirnya di atas bibir Dionne.
“ Hentikan Yoga!! Mana boleh kamu datang kepadaku sehabis pacaran dengan wanita lain!!.” Dionne mendorong Yoga paksa hingga lilitan handuk Yoga kembali terbuka.
__ADS_1
Dionne kembali berteriak dan menutup kedua matanya setelah melihat ular kadut Yoga yang sudah terbangun dan hingga terlihat lebih besar dari sebelumnya yang dia lihat tadi di kamar mandi..
Yoga kembali tertawa melihat kelakuan isterinya itu. Dia membiarkan Dionne menutup kedua matanya dan menahan junior miliknya yang bertambah kencang.
“ Hahaha...sudah lah sayang. Aku tidak peduli kamu tahu dari mana soal pertemuanku dengan Nayla dan Carlos tadi. Tapi yang pasti aku tidak mungkin kencan dengan Nayla sambil membawa serta di cemong itu.” Ucap Yoga sambil turun dari ranjang Dionne dan kembali melilitkan handuk nya lagi di pinggang.
Dionne yang merasakan Yoga sudah menjauh dari nya langsung membuka kedua matanya.
“ Aku juga tidak peduli kalian mau melakukan apapun. Mau dengan Nayla kek, atau seribu wanita cantik lainnya. Aku tidak akan pernah peduli!.” Ucap Dionne kesal.
“ Sayang...apa kamu sedang cemburu?.” Tanya Yoga dengan nada meledek.
“ Hahaha cemburu dengan mu?...tidak akan pernah Yosum!.” Jawab Dionne. Dia langsung memiringkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan bedcover.
Yoga kembali ke walk in closet dan menggunakan baju tidur miliknya.
“ Sabar ya dek...nanti juga ada saat nya kamu masuk kandang. Sabar saja...” Ucap Yoga kepada ular kadutnya yang mulai protes karena lagi-lagi Yoga membiarkannya melemas tanpa sentuhan sama sekali.
Dionne berusaha menutup kedua matanya lagi agar langsung tertidur. Namun bayangan video saat Yoga sedang bicara dengan Nayla dan Carlos lagi-lagi muncul di pikirannya.
^^^Dasar Yosum!. Walaupun ada Carlos disana tetap saja dia sudah bertemu dengan Nayla. Dia kan juga mencintai Nayla, dia pernah akan menikah dengan Nayla...Yosum...aku benci kamu!!!. Dionne ^^^
Yoga berjalan lagi mendekati Dionne, saat itu Dionne juga sedang membuka kedua matanya. Dia langsung terbangun ketika melihat wajah Yoga yang sudah berada dekat di depan wajahnya.
“ Yosum!!! Mau apa lagi kamu?!.” Bentak Dionne. Namun Yoga hanya tersenyum sambil memoleskan salep di kening Dionne yang terluka karena benturan tadi.
“ Tidur yang nyenyak ya...ingat, project lintas benua kita akan membutuhkan perhatian lebih lagi.” Ucap Yoga mengingati Dionne dengan lembut.
__ADS_1
^^^Project itu...baru akan berjalan ketika aku melahirkan anak dari Yoga...Ahhh...kesal sekali, semakin lama aku memiliki anak, maka semakin lama juga project tersebut tertunda. Dionne^^^