
“ Apakah kamu sudah selesai memindahkan semua pakaian dan barang-barang Yoga ke kamarku!.” Tanya Dionne kepada Dita melalui pesan singkatnya.
“ Sudah puteri.” Jawab Dita.
Dionne kembali berjalan mendekati suami dan ayahnya. Dengan memasang wajah ramah dan memberikan senyuman palsu lalu mencoba menyapa mereka.
“ Ayah, aku sudah cukup lelah. Ingin kembali bersama ku atau bareng dengan Yoga saja?.” Tanya Dionne.
“ Heh! Kalian ini suami isteri. Mana boleh tidak pulang bareng.” Protes raja Sebastian. Yoga pun tersenyum penuh kemenangan.
“ Jika Dionne sudah lelah, saya akan segera pulang dengannya.” Ucap Yoga sambil merangkul mesrah pinggang Dionne.
^^^Hufffh! Mencari kesempatan dalam kesempitan. Dionnne^^^
“ Ya...kita turun bersama. Tapi malam ini saya menginap dulu di hotel president. Besok malam bersama dengan ratu Naura, kami akan bermalam di rumah kalian.” Ucap raja Sebastian.
“ Siap, dengan sepenuh hati kami tunggu kedatangan ayah dan ibu di rumah kami.” Ucap Yoga dengan penuh semangat.
^^^Sial. Dia pasti mau memanfaatkan kedatangan ayah dan ibu untuk mendekatiku lagi di kamar. Cih!!! Dasar mesum!! Dionne^^^
Mereka pun segera pamit dan meninggalkan pesta tersebut.
*
*
*
Yoga langsung terkejut ketika melihat isi kamarnya sudah berubah. Tidak ada satupun barang miliknya yang tersisa. Bukan hanya itu, kamar yang biasanya terlihat berantakan kini terlihat sangat rapih dan harum sekali.
“ Barang-barangmu semua ada di kamarku. Tapi jangan ke GRan dulu. Ini untuk sementara waktu saja.” Ucap Dionne ketika masuk kedalam kamar Yoga.
“ Oh, jadi raja dan ratu akan tidur disini ya. Baiklah...” Yoga berlalu pergi meninggalkan Dionne.
__ADS_1
“ Mau kemana?.” Tanya Dionne.
“ Mau mandi...kenapa, mau ikut?.” Tanya balik Yoga dengan senyuman genitnya sambil menatap mata Dionne lalu berkedip.
Dionne tidak menjawabnya. Dia langsung menutup pintu kamar itu dengan kencang.
^^^Dasar cabul!!! Sabar Dionne...hanya untuk satu minggu. Sabar!!!....Dionne^^^
Yoga sudah berada di kamar Dionne kini, lalu berjalan menuju walking closet untuk mencari pakaian miliknya. Di dalam lemari besar yang sudah di tata rapi Dita, disana pakaian Yoga dan Dionne sudah berdampingan dengan akur.
^^^Indah sekali...Kamar sepasang suami isteri memang seharusnya seperti ini. Yoga^^^
Setelah mandi dan berganti pakaian Yoga melihat Dionne yang sedang duduk di atas meja kerja nya.
“ Sudah larut malam begini masih kerja saja. Kamu ini...” protes Yoga. Dionne pun langsung menengok ke arahnya.
“ Berisik sekali!.” Ucap Dionne. Dia pun segera bangun dan meninggalkan Yoga lagi.
“ Ingat, tempat tidurmu hanya disana. Jangan pernah naik ke atas ranjangku!.” Pesan Dionne menunjuk ke arah sofa yang sudah di lengkapi dengan bantal, guling dan selimut untuk Yoga.
“ Ya...ya tuan puteri.” Ucap Yoga, dia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa yang cukup luas dan empuk itu.
Dionne kembali berjalan menuju kamar mandinya. Melepas seluruh pakaian dan mulai menyalakan shower air hangat dengan tingkatan full agar bisa memijat pundak nya yang terasa pegal.
Dia teringat kembali oleh ucapan Nada saat itu, yang membuatnya malah jadi semakin penasaran dengan kehidupan Yoga dan wanita-wanita nya sebelum pernikahan mereka.
^^^Carlos pasti banyak tahu bagaimana Yoga sebenarnya. Dionne^^^
Selesai mandi dan menggunakan semua skincare nya Dionne kembali ke ruang utama di kamar tidurnya. Disana terlihat Yoga yang sudah tertidur pulas sambil mendekap guling.
Dionne pun langsung merebahkan dirinya di atas ranjang, menatap lampu kristal yang berada di atap tengah kamar tersebut.
Masih terbayang olehnya ketika Zayyan dengan mesrahnya memperlakukan Nayla. Dionne teringat kenangan saat dia bersama dengan Zayyan saat SMA dulu, mereka pernah berpacaran. Walaupan atas saran dari ibunya Zayyan, Ani Atmodjo. Dionne sempat terpengaruh oleh pergaulan dan ingin membuka hatinya untuk Zayyan. Karena dari awal dia tahu, ayahnya memang akan menjodohkan dia dengan pewaris group Permata.
__ADS_1
“ Kalian coba dulu saja berpacaran, tapi pacaran kalian berbeda dengan yang remaja lainnya. Kalian pacaran memang untuk lebih memupuk perasaan cinta masing-masing. Jadi kelak ketika kalian menikah, tidak akan ada lagi keterpaksaan.” Pesan Ani Atmodjo saat itu.
4 bulan mencoba namun hubungan mereka tidak ada perkembangan apapun. Dionne tetap dingin dengan Zayyan, begitupun Zayyan yang malah jatuh cinta kepada wanita lain yang jauh lebih muda darinya, Kayla....dia adalah saudara kembarnya Nayla.
“ Santai saja Dionne, kalian kan masih sama-sama sekolah. Biarkan Zayyan bermain hati dengan wanita lain. Jadi nanti ketika kalian menikah. Zayyan sudah puas bermain-main. Lalu hanya fokus mencintaimu saja.” Pesan Yoga ketika Dionne secara tidak sengaja melihat Zayyan sedang menggandeng mesrah tangan Kayla. Sedangkan selama empat bulan mereka berpacaran, jangankan berpegangan tangan seperti itu. Saling bertanya kabar saja tidak pernah mereka lakukan.
“ Semua pria sama saja ya, sama playboy nya kaya kamu. Mana bisa kalian fokus mencintai satu wanita saja. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah percaya dengan gombalan cinta kalian.” Ucap Dionne.
“ Aku memang playboy, tapi Zayyan enggak kok. Setahu aku baru kali ini Zayyan jatuh cinta sama seorang wanita. Jadi tidak semuanya pria itu sama Dionne...se genit-genitnya aku dengan banyak wanita, tapi ketika nanti aku menikah aku hanya akan mencintai isteriku saja.” Ucap Yoga lagi.
Dionne sendiri bingung saat ini. Kenapa semua kenangan itu bisa muncul kembali. Disaat tadi dia melihat Zayyan yang sangat melindungi Nayla dan Menatap Nayla dengan lembut. Ada perasaan aneh di hatinya, bukan karena dia cemburu, bukan juga karena dia marah kepada Zayyan dan Nayla yang sudah membuatnya jadi menikah dengan Yoga. Tapi sebenarnya Dionne hanga merasakan kerinduan mendapatkan perhatian dan kasih sayang saja.
Sebenarnya pun apa yang dilakukan Zayyan ke Nayla kurang lebihnya sama dengan yang dilakukan Yoga kepada Dionne. Hanya saja Yoga melakukannya bukan hanya ke Dionne tetapi ke hampir semua wanita cantik yang di temuinya tadi.
Yoga terlalu ramah kepada mereka, hingga membuat Dionne semakin merasa kesal kepadanya.
“ Dionne...kemari sayang...Dionne.” Tiba-tiba Yoga memanggil hingga membuyarkan lamunan Dionne.
Dionne terbangun dari ranjangnya, dan dia kedua mata Yoga masih terpejam rapat. Namun mulutnya terusa saja memanggil namanya.
“ Heh mesum!!!. jangan bawa-bawa aku kedalam mimpi kotor mu itu!!!! Dasar Yosum!!!.” Teriak Dionne kesal sambil menimpuk Yoga dengan bantal yang ada disamping tangannya. Namun Yoga hanya menggeliatkan badannya sebentar lalu dia tertidur lagi.
Dengan kesal Dionne terpaksa turun dari ranjang nya untuk mengambil bantal yang tadi dilemparnya ke Yoga.
“ Bu...ibu dimana...aku rindu, aku takut sendiri disini...” Ucap Yoga lagi dalam tidur nya.
Dionne melihat lebih dekat ke wajah suaminya itu. Saat itu juga dia melihat tetesan air mata yang mengalir di pipi Yoga. Jantung Dionne langsung berdegup kencang.
^^^Belum lama dia mengigau dan memanggil namaku, kini dia mencari mendiang ibunya...Yoga...kamu kenapa jadi membuatku ikutan sedih. Aku jadi kangen dengan kasih sayang dan perhatian ibuku lagi...Dionne ^^^
Dionne mengambil pelan selimut yang berada di bawah kaki Yoga. Lalu menyelimuti hampir seluruh tubuhnya Yoga dengan selimut itu.
“ Dulu ibuku selalu menyelimutiku ketika aku tertidur, sebenarnya kita sama Yoga. Sama-sama sudah di tinggalkan ibu saat usia masih kecil. Aku tahu...itu sangat menyakitkan sekali.” Ucap Dionne pelan. Lalu dia kembali ke atas ranjang nya.
__ADS_1