Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Sun Mall


__ADS_3

Di negara B hanya ada lima buah mall saja, yang terbesar adalah Cereli Mall milik kerajaan, lalu Sun Mall milik Dionne sendiri.


Lima tahun yang lalu Sun Mall di bangun oleh Dionne melalui Sun Group miliknya. Mall yang bergaya modern ini memiliki satu fasilitas unik yang tidak di miliki mall lainnya. Yaitu area love working, area ini ada di lantai paling atas, lantai seluas lima hektar yang disediakan Dionne khusus untuk mereka yang mau fokus berkerja dan mencintai pekerjaannya. Jika di kantor maksimal mereka lembut sampai jam sepuluh malam maka area ini love working ini buka dua puluh empat jam, sama hall nya dengan hypermarket yang ada di lantai dasar Sun Tower. Selebihnya mall ini tutup di jam sepuluh malam.


Di area love working terdapat fasilitas cafe, coffe shop, kolam renang bahkan penginapan. Sebagai pemilik Dionne salah satu pelanggan setia di area tersebut. Dulu dia lebih suka menghabiskan waktunya di kantor dan di are love working nya saja, sangat jarang pulang ke istana Cereli.


Pagi ini dengan alasan akan memberikan perlengkapan bayi Dionne dan Yoga berhasil pamit pulang lebih pagi dengan raja Sebastian dan kini mereka sudah berada di Sun Mall tersebut.


“Kenapa kamu suka sekali dengan matahari?” Tanya Yoga ketika mereka sedang asik berdua berjalan di dalam mall dan akan memasuki sebuah toko perlengkapan bayi.


“Karena aku sangat menyukai berkerja, aku sempat berharap setiap hari selalu ada matahari agar kita bisa tetap berkerja tanpa rasa lelah dan kantuk. Makanya aku menamakan group perusahaan milikku itu Sun Group.” Jawab Dionne dengan bangga nya.


“Hahaha tapi sekarang kamu juga sudah menyukai bulan dan bintang kan?” Tebak Yoga lagi sambil mengecup kepala Dionne.


“Sok tahu, dari mana kamu tahu aku mulai menyukai malam?” Tanya balik Dionne.


“Karena setiap malam selalu ada aku yang menemanimu sepenuh waktu hingga akhirnya kita bisa membeli semua perlengkapan itu.” Tunjuk Yoga ke perlengkapan bayi yang kini sudah ada di sekeliling mereka.


“Ini hasil membuat adonan kita di setiap malam kan.” Bisik Yoga membuat wajah Dionne seketika memerah dan langsung mencubit lengan suaminya itu.


“Dasar, Yosum! Sudah ah aku mau pilih-pilih baju bayi dulu!” Dionne berjalan meninggalkan Yoga.

__ADS_1


“Selamat pagi puteri Dionne, kami siap membantu.” Sapa enam orang petugas toko kepada Dionne.


Mereka siap dengan trolly yang sudah mereka siapkan, dibantu juga oleh Dita Dionne pun asik memilih pakaian-pakaian kecil untuk bayi nya nanti.


“Sebenarnya dulu aku tidak suka memilih pakaian untuk diriku sendiri, kamu ingatkan Dita. Aku pasti meminta desainer istana untuk membuat dan membawakan baju apapun yang menurutnya bagus untukku gunakan. Aku sampai tidak memiliki waktu untuk hal itu, karena bagiku dulu jalan-jalan membeli pakaian seperti ini sangat membuang-buang waktu yang seharusnya bisa ku gunakan untuk berkerja.” Kenang Dionne sambil tersenyum.


“Ya puteri, aku sendiri tadi kaget pas dengar puteri dan tuan Yoga sendiri yang akan menyiapkan semua perlengkapan bayi.” Ucap Dita.


“Hahaha, iya. Kita sudah sepakat bagi tugas, aku yang memilih pakaian dan dia yang memilih perlengkapan mandi juga mainan untuk bayi kita nanti.” Dionne melirik ke arah Yoga yang juga sedang di temani oleh Edhi dan enam orang petugas toko lainnya.


“Kenapa tidak memilih bersama saja puteri? Pasti lebih romantis.” Tanya Dita, matanya fokus melirik ke arah Edhi yang sedang ikut-ikutan sibuk memegang bebek-bebekan.


“Yoga inginnya juga seperti itu, hanya saja buat aku biarkan kami memilih sebebas hati kami untuk keperluan anak kami nanti. Karena biasanya kan ketika menurut kita bagus tapi kadang belum tentu juga dia menyukai yang kita pilih, tapi karena merasa tidak enak dia ikut-ikut saja. Aku ingin kita sama-sama memilih yang terbaik untuk anak kita nanti. Tapi hanya untuk keperluan bayi saja, selebihnya untuk bagaimana cara mendidik anak kami nanti sudah pasti harus di lakukan secara bersama.” Ucap Dionne.


“Kamu pasti lagi membayangkan jika kamu hamil nanti ya.” Tebak Dionne ketika melihat ajudan tomboy nya itu tersenyum-senyum sendiri sambil melihat pakaian bayi di tangannya.


“Hahaha, enggak puteri. Aku lagi suka saja dengan baju ini. Kecil dan lucu.” Ucap Dita malu-malu.


“Sama aku sudah tidak perlu ada yang di tutup-tutupi lagi Dita. Hahaha, oh iya tumben kamu tidak memangkas rambut mu? Ah, aku tahu. Pasti kamu ingin memanjangi nya ya. Hahaha Dita ku sudah mulai bisa merawat diri dengan baik sebagai seorang wanita seutuhnya. Lanjutkan Dita, aku akan selalu mendukung mu merebut hati pria dingin itu.” Ledek Dionne.


“Wah, puteri pengertian sekali. Aku jadi terharu, mendapatkan dukungan besar dari puteri aku jadi semakin semangat mendapatkan cintanya Edhi. Terima kasih puteri.” Dita memeluk Dionne dengan senangnya.

__ADS_1


Di lorong lain Yoga yang melihat kelakuan isterinya dan ajudannya itu ikut tersenyum riang. Lalu menepuk punggung Edhi yang kaku.


“Dia gadis yang sangat cocok untuk mu. Jangan mengulur-ulur waktu lagi sebelum di rebut oleh Carlos.” Ucap Yoga membuat Edhi langsung terkejut dan menatap arah mata Dita yang langsung tertunduk malu ketika pria dingin itu menatapnya.


“Tuan bicara apa sih, saya tidak mungkin bersama dengan Dita. Kita sama-sama di tugaskan untuk menjaga tuan dan puteri. Hanya itu saja fokus saya.” Ucap Edhi.


“Dionne memiliki banyak ajudan wanita lainnya, jika Dita memang akan menikah dengan mu, kamu tidak perlu khawatir. Ingat bro, penyesalan selalu datang terlambat. Kamu tahu, Carlos sangat menyukai gadis tomboy itu. Aku sih tidak masalah jika Carlos mengejar cinta Dita nantinya, hanya saja karena aku tahu yang di sukai Dita adalah kamu dan kamu juga menyukainya, bukannya lebih baik untuk kalian bersatu.” Ledek Yoga.


“Tuan, aku sama sekali tidak menyukai Dita dalam hal yang berhubungan dengan hati. Jika memang tuan Carlos menyukainya, itu jauh lebih baik untuk mereka. Cukup ibuku saja, tidak boleh ada kelemahan lainnya dalam kehidupanku!” Tegas Edhi.


“Hahaha apa kamu takut jika memiliki isteri dan akan nanti kamu jadi kurang fokus berkerja? Dan takut suatu saat nanti isteri dan anakmu itu akan di jadikan sasaran kejahatan musuh-musuh mu? Edhi-Edhi...jika isterimu seorang wanita biasa mungkin iya kamu bisa sekhawatir itu, tapi ini kan Dita. Melindungi Dionne saja dia sanggup apalagi melindungi dirinya sendiri dan anak-anak kalian nantinya. Sudah lah Edhi, singkirkan sedikit ego itu. Kamu harus lekas-lekas merasakan nikmatnya membuat adonan. Itulah syurga duniawi yang harus kamu rasakan sebagai manusia normal, karena kamu bukan malaikat penjaga kan.” Ucap Yoga.


“Membuat adonan tuan?” Tanya Edhi bingung.


“Hahaha iya, masa kamu tidak tahu apa itu adonan. Nanti aku akan berikan link-link yang dapat membantumu mengerti cara membuatnya.” Jawab Yoga lalu pria itu berjalan meninggalkan Edhi yang masih terpaku dan memikirkan kata-kata adonan.


“Sayang, boleh aku bantu memilihkan pakaian untuk bayi kita?” Tanya Yoga ketika sudah sampai di samping Dionne.


“Boleh sayang” Jawab Dionne, tangan dan matanya masih sibuk melihat dan memegang pakaian bayi itu.


“Sepertinya kita harus memberikan waktu bebas untuk mereka berdua untuk jalan-jalan di mall ini.” Bisik Yoga.

__ADS_1


Dionne yang mengerti arah maksud tujuan suaminya itu pun langsung mengangguk setuju.


“Setuju sayang.” Ucap Dionne sambil tersenyum melihat Dita yang sangat kepo dengan bisikan Yoga tadi.


__ADS_2