Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Hukuman Untuk Dionne


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, namun Dionne masih asik dengan laptop miliknya. Sambil menunggu Yoga yang sudah memberikan kabar akan pulang telat karena padatnya jadwal meeting di Permata group hari ini. Belum lagi project lintas benua yang memerlukan banyak kosentrasi Yoga yang mewakili Permata Group dan juga Sun Group.


Tok...tok...tok


Terdengar suara ketukan di pintu kamar Dionne, disana ada Dita yang menunggu jawaban dari Dionne apakah di perbolehkan masuk atau tidak.


“ Masuk Dit...” Ucap Dionne, akhirnya Dita pun membuka pintu tersebut dan menghampiri Dionne sambil membawakan segelas susu untuk Dionne.


“ Bilang apa lagi tuan mu itu?” Tanya Dionne, dia paham sekali pasti Yoga akan terus membaweli Dita agar menjaga Dionne dengan sebaik-baiknya selama tidak ada dia disisinya.


“ Biasa puteri, tuan minta tolong aku pastiin puteri beneran sudah tidur atau masih sibuk dengan laptop nya. Tuan Yoga juga minta tolong aku buatkan susu ini untuk puteri.” Jawab Dita sambil menyerahkan segelas susu untuk ibu hamil tersebut.


“ Hahaha, iya. Terima kasih ya Dita, aku akan tidur setelah ini kok. Kamu tidur duluan saja, jika Yoga wa atau telepon kamu abaikan saja. Dia juga pasti akan berpikir kamu benar-benar sudah tidur.” Dionne mengambil gelas tersebut dan meminum nya sedikit demi sedikit.


“ Iya puteri, tapi benar ya puteri langsung tidur setelah ini. Kan puteri tahu sendiri tuan Yoga kaya apa khawatirannya.” Ucap Dita.


“ Iya, setelah ini aku pasti akan tidur Dita. Ya sudah sana, sudah jam sebelas malam loh. Kamu tidur duluan sana.” Dionne meyakinkan Dita. Dengan berat hati Dita pun melangkah keluar dari kamar Dionne.


Sebelum masuk kedalam kamarnya, Dita terlebih dahulu mengecek keadaan diluar dan sekeliling rumah. Memastikan para pengawal permata group dan kerajaan negara B yang sedang bertugas benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan arahan darinya dan juga Edhi.


Selesai patroli sebentar Dita pun langsung naik ke lantai dua, disana lah kamar nya berada. Berhadapan langsung dengan kamar Edhi yang kosong karena Edhi sudah pasti masih bersama dengan Yoga di menara Permata.


^^^Aku merindukanmu hai gunung es. Cepatlah pulang...Dita ^^^


Selesai menatap pintu kamar Edhi, Dita pun masuk kedalam kamarnya lalu berganti pakaian dan tidur dengan nyenyaknya.

__ADS_1


Sedangkan dikamarnya Dionne, dia masih asik membaca setiap laporan yang diberikan kepadanya, baik laporan dari Sun group negara B juga negara Indonesia. Hatinya sangat riang karena project lintas benua yang sudah mulai pembangunan dan sejauh ini masih berjalan lancar tanpa kendala. Sampai-sampai dia lupa waktu, lupa akan janjinya kepada Yoga dan Dita. Sudah pukul dua belas malam lewat, dan Dionne masih asik dengan pekerjaan itu.


Di halaman rumah, Yoga yang sudah pulang bersama dengan Edhi langsung masuk kedalam dan mempercepat langkahnya untuk memasuki kamar nya. Lalu membuka pintu tersebut pelan-pelan takut membangunkan Dionne. Namun dia sangat terkejut ketika melihat isterinya itu ternyata masih melek dan sibuk dengan pekerjaannya.


“ Yoga...kenapa sebelumnga kamu tidak memberitahu kalau mau pulang sih?! Seperti ini jadi membuatku kaget saja!” Protes Dionne, dia langsung menutup layar laptopnya dan berdiri kemudian menghampiri Yoga.


“ Kenapa jadi kamu yang protes, seharusnya aku yang protes. Isteri ku ini memang nakal sekali, harus di hukum nanti.” Ucap Yoga sambil menerima pelukan dari Dionne.


“ Semakin lama kamu semakin jahat sama aku, sedikit-sedikit menghukum. Hebat ya kamu.” Bisik Dionne lalu melepaskan pelukannya dari suaminya itu.


“ Iya harus, karena kamu suka nakal sih. Kasihan kan baby kita di ajak kerja mulu. Kamu perlu istirahat yang lebih banyak sayang.” Yoga membelai lembut perut Dionne.


“ iya maaf deh kalau begitu, jadi kali ini hukumannya apa? Bukan menemanimu buat adonan lagi kan? Kamu pasti udah capek banget hari ini.” Tanya Dionne.


“ Huh!!! Awas ya kalau hukumannya yang aneh-aneh lagi. Lebih baik aku tidur duluan saja.” Ancam Dionne.


“ Hahaha, kalau sudah tidur justru lebih enak kasih hukumannya.” Ledek Yoga dan dia langsung berjalan ke toilet sebelum isterinya itu protes lagi.


“ Cih!! Dasar Yosum, sudah capek masih saja sempat-sempatnya berpikiran mesum. Sial...kenapa aku malah menginginkan hukuman itu, kamu itu memang menyebalkan! Lebih baik aku tidur saja.” Gerutu Dionne, dia pun langsung naik ke atas ranjang nya dan memejamkan kedua matanya.




Samar-samar Dionne merasakan sentuhan tangan Yoga di rambutnya. Perlahan dia pun membuka kedua matanya dan melihat suaminya itu sedang tersenyum hangat kepadanya.

__ADS_1


“ Selamat pagi sayang...” Sapa Yoga sambil mengecup kening, kedua pipi dan juga bibir Dionne.


“ Selamat pagi juga sayang, jam berapa ini? Kamu sudah rapi sekali.” Tanya Dionne, Yoga berusaha membantu Dionne bangun dari tidurnya. Perut Dionne sudah semakin membesar hingga membuatnya agak sedikit kesulitan ketika akan bangun dari tidurnya.


“ Kamu lupa ya, hari ini kan kita mau intip jenis kelamin baby kita apa.” Ucap Yoga dengan riangnya.


“ Oh iya, jadwal kontrol ya. Oh iya, aku hampir saja lupa. Semalam hukuman apa yang sudah kamu ambil dariku?!” Tanya Dionne lagi dan langsung membuat Yoga tersenyum sendiri.


“ Hahaha kamu ingat saja sih, sudah lah tidak usah di bahas. Minum air putih hangat ini dulu dan lekas mandi.” Ucap Yoga sambil memberikan segelas air putih hangat untuk Dionne.


“ Ih, aku tidak akan mau meminumnya. Kamu harus jawab dulu apa hukumannya?!” Tanya Dionne lagi sambil mencubit pelan kedua pipi Yoga.


Yoga pun mendekatkan bibirnya ketelinga Dionne. Lalu membisikkan sesuatu yang membuat wajah Dionne langsung memerah.


“ Ihhh dasar Yosum!!! Masih saja suka iseng begitu.” Dionne memukul-mukul dada Yoga berulang kali.


“ Hahaha, yasudah minum dulu sayang. Tuh kan sampai tumpah sedikit airnya.” Yoga memberikan gelas tersebut kembali, dengan kesal Dionne pun mengambilnya dan meminum sampai habis air putih hangat tersebut.


“ Sudah, aku mau mandi.” Dionne memberikan kembali gelas itu ke Yoga.


“ Mau di temenin gak sayang? Di pijit-pijit lagi atau perlu bantuan menyabunkan bagian belakang tubuhmu?” Tanya Yoga dengan pandangan mata yang nakal seperti biasanya.


Dionne tidak menjawabnya, dia hanya melempar outer tipis baju tidurnya yang semalam di copot oleh Yoga itu ke wajah Yoga.


“ Hahaha, diam berarti setuju. Tunggu aku sayang...aku datang.” Yoga pun lekas turun dari ranjangnya, meletakkan gelas yang sedang di pegang nya ke atas meja rias Dionne lalu mengejar langkah Dionne menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2