
Dionne melempar tas nya dengan kesal ke atas kasur. Membayangkan project lintas benua benar-benar gagal sudah membuat kepala nya pusing tujuh keliling.
“ Ini semua karena aku sudah salah menikahi pria. Harusnya jangan si mesum itu. Jika saja Zayyan yang menikah dengan ku maka tidak akan jadi seburuk ini. Zayyan tidak akan meminta apalagi memaksaku untuk melayaninya di atas ranjang. Tapi Zayyan terlalu bodoh karena sudah lebih memilih Nayla di banding masa depannya sendiri. Kenapa mereka semua jadi bodoh dan buta karena cinta. Aku muak dengan semua nya. Muak!!!!!” Ucap Dionne kesal.
“ Puteri, sebaiknya puteri istirahat dulu, aku akan meminta mba Ida untuk menyiapkan makan. Dari pagi puteri belum makan apa-apa kan.” Ucap Dita mencoba menenangkan puterinya.
Kenapa yang ada di otaknya Yoga hanya perbuatan mesum saja. Sepenting itu kah aktifitas menjijikan tersebut untuknya. Membayangkan nya saja sudah membuatku mau muntah. Apalagi harus melakukannya!. Dionne.
Dionne membuka kembali layar laptopnya. Desain project lintas benua sudah 90 persen akan rampung. Project besar yang sudah di rancang nya dari 5 tahun yang lalu. Harusnya Dionne mendapatkan kemudahan untuk perijinan membangun project tersebut, karena dia adalah puteri raja di negara nya sendiri. Namun sang raja memiliki syarat khusus untuk memberikan inin tersebut. Pertama Dionne harus menikah dengan pewaris utama Permata Group dan Yang ke Dua, Dionne harus melahirkan anak dari pernikahannya tersebut.
“ Jika saja saat itu Zayyan yang menikah dengan ku, aku yakin project ini akan berjalan lancar. Dia pasti setuju melakukan intrauterine insemination. Kita bisa mendapatkan keturunan tanpa harus berhubungan suami isteri. Ketika anak itu lahir dan aku dapatkan ijin dari ayah, aku akan mengembalikannya kepada Nayla. Sebenarnya itu rencana ku, tapi kenapa...Hanya karena ingin menjaga perasaan Nayla dia tidak mau menikah dengan ku. Aku juga tidak mau merebut Zayyan dari Nayla, aku hanya ingin kita berhubungan untuk saling menguntungkan lagi. Kamu tahu Dita...Zayyan sebenarnya tidak tulus membantu Yoga mengembalikan hak warisnya. Dia juga rela membiarkan ibu nya masuk penjara, hanya karena ingin bersama dengan Nayla. Kamu tahu kan Nayla?. Dia hanya rakyat biasa, sangat sederhana. Tapi Yoga pernah atau mungkin masih mencintainya juga. Hahaha Zayyan dan Yoga pernah memperebutkan wanita itu. Bodoh kan mereka semuanya, bodoh sekali!.” Ucap Dionne lagi, dia sedang mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Dita.
“ Iya puteri, tapi sebaiknya puteri makan dulu ya. Aku takut penyakit asam lambung puteri kambuh lagi. Semalam pasti puteri habis banyak minum kopi juga kan.” Ucap Dita lagi kembali mengingatkan Dionne.
“ Aku tidak peduli, mau penyakit aku kumat kek, atau aku langsung mati. Aku sudah tidak peduli dengan diriku sendiri. Aku lebih baik mati secepatnya karena sudah kehilangan project lintas benua itu, kamu tahu kan Dita...aku sangat berharap project tersebut berjalan. Project itu adalah penyemangat ku. Kehilangan project itu sama halnya dengan kehilangan nyawa dari tubuhku sendiri.” Ucap Dionne dengan sedihnya.
“ Puteri, project lintas benua tidak akan batal. Kita masih bisa memperjuangkannya. Aku akan membantu puteri. Asalkan tuan Yoga setuju, kita bisa buat kesepakatan bersama dengannya.” Ucap Dita.
“ Kesepakatan apa lagi yang bisa kita lakukan dengan pria mesum itu?.” Tanya Dionne.
“ Puteri ijinkan saja dia berhubungan dengan sebanyak-banyak nya wanita yang dia sukai. Jika tuan Yoga mendapatkan kepuasan itu, dia tidak akan meminta nya lagi dari puteri Dionne.” Ucap Dita.
” Tapi kita sudah sama-sama sepakat tadi. Kita akan melepas project lintas benua. Dita...tapi aku bisa gila jika kehilangan project tersebut.” Ucap Dionne lagi.
“ Tadi puteri dan tuan hanya sama-sama lagi emosi. Coba kalian pikir-pikir lagi. Aku yakin tuan Yoga sebenarnya juga tidak rela melepaskan project linta benua. Apalagi kondiri perusahaan nya sedang bergejolak karena kasus ibu Ani Atmodjo. Tuan Yoga pasti memerlukan pendukung untuk merebut kembali posisi nya di permata group. Dan Sun Group, bisa memberikan dukungan yang kuat untuk tuan Yoga.” Ucap Dita.
“ Entahlah Dita, aku tidak yakin Yoga akan setuju.“ Ucap Dionne.
“ Pasti setuju, kita akan atur strategi selanjutnya. Aku punya ide...” Dita membisikan sesuatu ketelingan Dionne.
__ADS_1
“ Baiklah kita bisa mencobanya nanti, Dita...tolong buatkan aku coffe latte ya.” Pinta Dionne.
“ Tapi puteri kan belum makan apapun.” Protes Dita lagi, sebenarnya perutnya juga terasa perih sekali. Dionne belum makan, maka dia pun juga belum makan.
“ Kalau kamu lapar kamu makan saja duluan, aku perlu caffein lagi. Masih banyak yang perlu aku kerjakan hari ini. Cepat Dita!.” Ucap Dionne.
“ Baik lah, aku akan buatkan.” Ucap Dita dan berlalu pergi dari kamar Dionne.
Dionne membuka kembali laptop yang semalaman menemani nya bekerja.
Aku tidak ingin ada sedikit cacat pun di project ini, apalagi sampai membuatnya gagal. Dengan cara apapun, aku harus membuat project ini berhasil dengan sempurnah. Lihat saja Yoga...aku akan membuatmu dengan sukarela menyerahkan sperm* mu tanpa menyentuh ku sama sekali. Kamu yang lebih membutuhkanku sekarang. Dionne
“ Ini puteri.” Ucap Dita sambil menyerahkan segelas coffe latte untuk puterinya.
“ Terima kasih, kamu makan saja duluan. Aku mau mengerjakan ini dulu.” Pinta Dionne sambil mengetik di laptopnya.
“ Baik puteri.” Dita kembali meninggalkan Dionne sendiri bercengkrama dengan laptop nya.
****
Kembali ke ruangan Yoga. Saat ini hari sudah menjelang sore. Tepat pukul 16.00 wib. Yoga bersama dengan Zayyan masuk ke ruangan meeting khusus presiden direktur di lantai 22. Sebelumnya lantai tersebut hanya di di peruntukan untuk ruang kerja Ani Atmodjo.
Tidak lama kemudian, Renata sang sekretaris utama president direktur pun memasuki ruangan meeting yang sama. Sambil membawa beberapa berkas dokumen yang akan di berikannya kepada Yoga dan Zayyan.
“ Selamat pagi pak Zayyan dan pak Yoga. Ini adalah dokumen-dokumen yang di minta. Sudah saya rangkum jadi satu file. Kalian bisa mengecek nya lagi.” Ucap Renata.
“ Berapa persen pemilik saham yang ingin menarik sahamnya dari permata group ?.” Tanya Yoga.
“ 52% pak.” Jawab Renata.
__ADS_1
Mereka semua adalah rekan bisnis Ani Atmodjo yang masih setia dengan nya. Mereka sepakat akan menarik saham nya jika Yoga yang akan mengisi posisi Ani Atmodjo.
“ Jika seperti itu, permata group akan rapuh. Zayyan, sebaiknya gue mengalah saja. Gue akan berikan jabatan itu untuklo, gue pasti tetap akan bantu.” Ucap Yoga dengan berat hati.
“ Tidak bisa, posisi itu hanya buat lo. Apa lo mau sia-sia in pengorbanan kita semua selama ini?. Tenang saja Yoga, kita masih bisa bertahan. Asalkan Dionne mau membeli 10 persen saham dari yang terlepas. Dia pasti mau, kalian sudah suami isteri kan. Asalkan itu menguntungkan untuk Dionne, dia pasti setuju.” Ucap Zayyan.
“ Tapi kita baru saja sepakat tadi, mengakhiri semuanya dan membatalkan project lintas benua.” Ucap Yoga.
“ Dionne tidak akan rela membatalkan project itu, percaya sama gue.” Ucap Zayyan penuh keyakinan.
Trttt trttt.
Ponsel Yoga bergetar, ada panggilan masuk dari nomer nya Dionne.
“ Panjang umur nya, wanita dingin itu menghubungi gue.” Ucap Yoga dan akhirnya dia pun mengangkat panggilan tersebut.
“ Haiii sayang, udah kangen lagi ya?.” Sapa Yoga.
“ Tuan Yoga, mohon maaf, ini Dita...puteri Dionne pingsan. Saat ini kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit permata.” Ucap Dita sangat mengejutkan Yoga.
“ Apa...aku akan segera kesana.” Ucap Yoga dan segera mengakhiri panggilan tersebut.
“ Kenapa?.” Tanya Zayyan penasaran.
“ Dionne pingsan, gue kerumah sakit sekarang ya.” Jawab Yoga, dan dia pun langsung mengambil langkah seribu.
******************************************
Terima kasih banyak sudah membaca sampai bab ke-9 🙏🏻😘
__ADS_1
Bagi Like, Comment dan Vote nya boleh dong. Buat penyemangat lanjut update lagi nih hehehe 🤗😁
Apalagi kalau mau berbaik hati ajak teman-teman yang lain mampir ke novel ini 🥰🥰