Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Akhirnya


__ADS_3

3 Bulan Kemudian


Yoga menatap wajah cantik Dionne yang semakin mempesona dengan balutan gaun berwarna emas.


Dionne berdiri tepat di balik jendela kamar utamanya dalam green castle, hari semakin sore dan senja pun sudah hadir. Dari balik jendela sana Dionne manatap sambil tersenyum keramaian yang sedang terjadi di taman utama castle tersebut.


“Setelah ini, aku akan buatkan pesta resepsi kita yang paling meriah.” Bisik Yoga sambil memeluk Dionne dari belakang, mereka sama-sama menatap taman castle mereka yang sekarang sudah disulap menjadi tempat resepsi pernikahan Edhi dan Dita.


“Ah, aku tidak menginginkan pesta itu lagi. Cukup bagiku berada disini ditengah-tengah keluarga yang aku cintai.” Ucap Dionne.


“Tapi, janji yang lainnya kamu tidak boleh menolak ya.” Bisik Yoga lagi.


“Janji yang mana lagi?” Tanya Dionne bingung.


“Bulan madu kita.” Jawab Yoga.


“Kan Edhi dan Dita yang baru menikah, masa kita yang bulan madu.” Ledek Dionne.


“Ya gak apa, urusan mereka mau bulan madu kemana. Kita juga punya urusan kan, kamu ingatkan semalam Yodi minta apa sama kita? Jagoan kita itu minta adik loh...” Ucap Yoga sambil menciumi leher jenjang isterinya.


“Baiklah, soal itu aku setuju. Tapi nanti ya, aku maunya biarkan Edhi dan Dita duluan saja yang bulan madu, setelah itu baru kita. Karena aku tidak mau mereka jadi tidak tenang pikirannya selama bulan madu.” Dionne membalikkan badannya dan berusaha menghentikan kecupan Yoga di lehernya yang semakin membuat jantungnya berdesir.


Yoga tidak mengatakan apa-apa lagi, saat ini kedua matanya terpaku pada tatapan lembut Dionne kepadanya.


“Hmm, mulai nakal deh ngeliatnya. Udah ah, yuk kita turun. Acara sebentar lagi akan dimulai kan.” Ajak Dionne sambil menepuk pelan pipi kanan Yoga.


“Sebentar!” Seru Yoga, dia menarik tangan Dionne yang akan beranjak pergi darinya. Lalu mengecup lembut bibir Dionne. Bibir mereka pun saling bertaut*n satu sama lain. Hingga tanpa sadar Yoga sudah membuka bagian atas gaun Dionne.


“Sayang...sudah ah, kita harus kebawah sekarang!” Seru Dionne berusaha menarik lagi gaun tersebut hingga kembali menutupi dadanya.


“Acaranya masih lama sayang, sekarang kan baru jam lima sore. Masih dua jam lagi, jadi kita masih bisa untuk melakukan itu...” Bisik Yoga lalu mengigit lembut telinga Dionne.


“Ih! Apaan sih, emang mau melakukan apa?” Tanya Dionne, tangannya berusaha menyingkirkan tangan Yoga yang mulai menggerayangi nakal tubuhnya nya lagi.


“Buat adonan sayang, mumpung Yodi sedang asik dibawah sana dengan Senja.” Jawab Yoga.


Dibawah sana kedua anak batita itu memang terlihat sangat akrab sekali, mereka bermain dan berlarian dengan sangat riangnya. Seakan tidak memperdulikan orang-orang sekitar yang masih sibuk merapikan makanan dan minuman.

__ADS_1


Sementara di kamar utama castle green itu, Yoga sudah berhasil melucuti semua pakaian yang digunakan Dionne, mereka pun menuntaskan hasrat yang menggebu saat itu juga. Sampai matahari benar-benar tenggelam.




“Dimana Yoga dan Dionne?” Tanya Zayyan ke Carlos sambil memperhatikan orang-orang sekitar baik dari keluarga istana juga tamu undangan. Namun para tuan rumah tersebut belum juga terlihat batang hidungnya, sementara acara segera akan dimulai.


“Gak tau, kan gue dari tadi sibuk molesin wajah cuantik Dita.” Jawab Carlos.


Zayyan pun segera mengambil ponsel dari sakunya. Baru akan di hubungi sepupu tampannya itu, terlihat dari kejauhan Yoga dan Dionne memasuki taman castle.


Dionne dengan model gaun yang sama persis dengan Nayla, berjalan mesrah bersama dengan Yoga. Saat itu juga tatapan para tama dan keluarga istana mengarah kemereka dengan senyuman dan kehangatan.


Tidak lama kemudian pembawa acara membuka acara resepsi pernikahan Dita dan Edhi. Dimulai dari tari-tarian khas kerajaan negara B, lalu pasangan suami isteri baru itu pun memasukin area pesta yang kemudian disambut riang semua tamu undangan dan juga keluarga istana.


“Sabar ya bro, gue yakin secepatnya lo akan mendapatkan wanita yang benar-benar mencintailo apa dengan setulus hati.” Bisik Yoga yang tiba-tiba sudah berada di samping Carlos.


“Thanks bro, gue juga kepingin seperti kalian. Mudah-mudahan diluar sana masih ada stok wanita tulus seperti Dionne, Nayla dan Dita.” Ucap Carlos dengan senyuman dibibirnya, sedangkan tatapan matanya masih memandang Dita yang sedang bersanding disamping Edhi.


“Masih banyak bro, asalkan lo memiliki hati dan cinta yang tulus, gue yakin pasti akan mendapatkan balasannya.” Sambung Zayyan sambil menepuk ringan pundak saudara tirinya itu.


^^^Aku sangat mencintaimu dengan penuh ketulusan Dita, walaupun tidak pernah mendapatkan balasannya, tapi aku ikhlas. Semoga kamu bahagia bersama dengan Edhi. Carlos ^^^


Sementara diatas pelaminan Edhi dan Dita melihat para tamu undangan dan keluarga mereka dengan penuh keharuan. Terutama saat mereka menatap para majikan mereka.


^^^Terima kasih puteri Dionne, tuan Yoga. Kalian adalah inspirasiku. Banyak sekali rintangan yang menghadang kalian selama ini, tapi cinta kalian tidak pernah pudar sedikitpun malah semakin kuat. Terima kasih untuk kebahagiaan yang kalian persembahkan untuk aku dan Edhi. Dita ^^^


Seolah mendengar dengan semua yang ada di pikiran Dita, Dionne menatap wajah cantik ajudannya itu dengan senyum yang sangat cantik. Sambil melambaikan tangan Dionne seakan meminta Dita untuk jangan terus menatap kearahnya.


^^^Sudah seharusnya kamu dan Edhi bahagia, hari ini adalah hari kalian. Jangan lagi mengkhawatirkan aku dan Yoga, kami akan baik-baik saja. Tataplah wajah suami mu Dita, semoga kalian bahagia selamanya dan lekas mendapatkan keturunan. Dionne^^^


Sementara si kecil Yodi dan Senja yang sedang bermain bersama, langsung menghampiri orang tua mereka.


“Ma...papa...Yodi mau dedek kayak dedeknya Senja.” Ucap Yodi sambil menujuk bayi mungil dalam pelukan Nayla.


“Hahaha siap sayang. Papa sama mama akan segera buatkan adik untukmu. Makanya, Yodi tidurnya harus dikamar Yodi sendiri ya, biar papa sama mama lebih fokus buatin adik untuk Yodi.” Ucap Yoga penuh semangat.

__ADS_1


“Sst, kamu ih! Ngomong seperti itu kencang sekali. Malu-maluin aja!” Gerutu Dionne sambil mencubit pelan tangan Yoga.


“Memangnya cala buat dedek sepelti apa pa? Kenapa Odi dak boleh bobo cama papa dan mama lagi? Kenapa Odi dak boleh liat?” Tanya Yodi penasaran.


Dionne segera menutup rapat-rapat mulut Yoga, agar suaminya itu tidak asal menjawab pertanyaan lugu anak nya itu.


“Hahahaha.” Zayyan, Nayla dan Carlos hanya tertawa melihat kelakuan Yoga, Dionne dan Yodi.


“Sayang, kamu sama ayah dulu ya. Dedek Bintangnya haus, bunda mau kasih susu dulu ya sayang.” Ucap Nayla kepada Senja.


“Iya Bun.” Senja pun langsung mengecup pipi mungil adiknya itu.


Begitulah akhirnya, mereka selalu tertawa bersama dihari yang bahagia tersebut. Tidak mudah bagi mereka melewati semua aral rintangan untuk bisa seperti itu.


Sampai tidak terasa malam semakin larut dan acara resepsi itu pun usai. Yoga kembali berbisik di telinga Dionne.


“Sayang, yuk kita buatkan adonan lagi buat dedeknya Yodi.” Bisik Yoga membuat semua bulu kuduk Dionne langsung berdiri semua.


“Ih! Tadi kan udah! Kamu ini mesumnya kambuh deh...oh iya, mana Yodi?” Tanya Dionne sambil celingak celinguk selain mencari anak pertamanya itu dia juga ingin memastikan tidak ada orang lain yang mendengar bisikan cabul dari suami mesumnya itu.


“Itu jagoan kita, dia udah kasih izin kita tidur berdua sama loh malam ini.” Jawab Yoga sambil tersenyum nakal kepada Dionne.


Dionne menatap Yodi yang sedang dalam gendongan Carlos. Yodi tersenyum kepada kedua orangtuanya itu lalumemberikan kode tiga jari dengan bulatan ibu jari dan telunjuk kepada Yoga dan Dionne.


“Kamu, jangan bilang kamu ngajarin yang enggak-enggak sama Yodi!” Ucap Dionne sambil mencubit pelan lengan Yoga lagi.


“Hahaha udah lah hayyo, udah gak tahan nih!” Ajak Yoga langsung menarik tangan Dionne.


“Apa-apaan sih! Siapa yang nikah siapa yang kebelet masuk kamar, malu tuh sama Dita dan Edhi, lagian masih banyak tamu kan.” Protes Dionne pelan ditelinga Yoga.


“Biarkan saja mereka.” Ucap Yoga sambil melepas genggaman Dionne, namun saat itu dia malah menggendong isterinya itu dan sama sekali tidak memperdulikan pandangan para tamu undangan dan keluarga istana lainnya yang menatap mereka dengan penasaran.


Dari kejauhan Dita dan Edhi tersenyum puas melihat kelakuan majikan terbaiknya itu.


“Apakah kamu bahagia?” Tanya Edhi kepada Dita.


“Sangat bahagia.” Jawab Dita sambil menggengam erat tangan suaminya itu.

__ADS_1



... 💝TAMAT💝...


__ADS_2