Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Ikatan Batin


__ADS_3

Bayangan akan malam pertama yang ia pernah lalui bersama pria yang sangat ia cintai membuat air matanya jatuh begitu deras. Calvina tak bisa melakukan apa-apa lagi saat ini selain menangis. Tubuhnya yang terasa asing dengan pergerakan akibat koma bertahun-tahun sulit untuk memberontak penyekapan tersebut. Ia tak bisa menerima kenyataan jika sang suami telah menikah lagi saat ini. Bahkan ucapan sang adik mau pun sang nenek tak lagi bisa ia dengar.


"Ya Tuhan, mengapa semua jadi seperti ini? Aku tidak ingin melihat cucuku menderita seperti ini. Ku mohon lepaskan kami semua. Aku berjanji akan membahagiakan kedua cucuku, Tuhan." gumam dalam hati Fara yang hanya terbaring lemas di ranjang dengan derai air mata melihat Calvina berulang kali menyakiti dirinya.


Rasa sakit bertahun-tahun yang ia lawan nyatanya tak sebanding dengan sakit di hatinya kali ini. Zayn telah memiliki wanita lain hari ini. Sulit rasanya mengakui statusnya yang bukan istri tunggal.


Menangis hingga malam hari membuat matanya lelah dan terlelap. Siang mau pun malam rasanya sama saja bagi mereka yang tidak bisa melakukan apa pun bahkan sekedar melihat matahari pun tak bisa.


Di sisi lain sosok wanita yang baru saja terlelap tiba-tiba bangkit dari pembaringan. Kepalanya menggeleng terus menerus saat memejamkan mata.


"Ibu, tolong aku. Ku mohon tolong aku, Bu. Mereka orang jahat. Aku takut, Bu." Jeritan sedih yang terdengar.


"Cal, dimana kamu? Calvina, dimana kamu sayang? Ini Ibu. Calvina katakan kamu dimana?" jawab Gauri.


Tubuhnya menegang penuh keringat beriringan dengan keringat basah di keningnya. "Calvina!!!" teriaknya memekik.


Gauri bangun dari mimpi sedihinya. Matanya mengeluarkan cairan kerinduan pada sang anak yang sudah pergi tanpa ia tahu kejelasannya. Seluruh sudut ruangan ia terus pandangi seolah mencari sosok anak yang sangat ia rindukan.


"Bu, ada apa? Ibu mimpi buruk kan?" tanya Matthew memeluk sang istri. Sebelah tangannya mengusap lengan sang istri dan memberikan air minum.


Gauri menangis memeluk tubuh suaminya. Kehilangan dua anak tentu sangatlah menyakitkan. Dan itu tak mudah untuk ia terima begitu saja. Detik ini pun masih besar harapan bisa melihat kedua anak cantiknya hidup dan tersenyum di depannya.

__ADS_1


"Calvina memanggil Ibu minta tolong, Ayah. Dia pasti masih hidup tapi dimana? Ibu sangat yakin anak kita masih hidup, Ayah." Matthew hanya diam mendengar ucapan sang istri.


Sudah sering kali mereka membahas hal seperti ini. Dan berujung kesepakatan untuk mengikhlaskan semuanya. Calvina dan Shopia telah tenang di sana.


"Kita seperti ini, bagaimana anak-anak kita tenang di sana, Bu? Mereka akan menangis melihat kita sedih seperti ini." ujar Matthew lembut. Pelan ia membujuk sang istri untuk tidur kembali malam ini.


Meski awalnya menolak, Gauri perlahan memejamkan mata ketika terbuai dengan usapan di kepalanya. Lagi untuk kesekian kalinya wanita paruh baya itu tidur dalam genangan air mata.


Jika ikatan batin seorang ibu dan anak sangatlah kuat, tentu hal itu juga tak kalah kuat dengan ikatan batin seorang suami pada istrinya.


"Tuan Zayn, bangunlah. Aku mohon segera sembuh, Tuan." Di sini Rista yang seharusnya menikmati malam indah bersama sang suami justru merasakan lelahnya mengurus sang suami yang tiba-tiba sakit.


"Oh...Oh," Panggilan Restu pada Zayn yang demam tinggi.


Tangannya terus sibuk mengompres kening Zayn. Laki-laki yang baru saja menjadi suaminya justru sakit dan menyebut nama wanita lain di depannya. Rista tak marah, ia hanya tersenyum mendengar gumaman yang sangat jelas.


"Calvina. Cal, jangan pergi. Calvina, aku mohon kembalilah." Kata-kata itu yang terulang sejak ia pertama kali memeriksa kening sang suami.


Rista bangga pada cinta sang suami pada istri pertamanya. Zayn sangat mencintai Calvina sampai detik ini ketika wanita itu pun sudah di nyatakan meninggal.


"Aku berjanji akan mengurusmu dengan baik, Tuan Zayn. Kau orang yang begitu baik dan berjasa padaku. Tanpamu aku tidak akan pernah bisa merasakan indahnya menjadi ibu dan istri seperti ini. Maafkan aku yang belum bisa menjadi istri seperti yang kau inginkan. Aku memang tidak akan bisa seperti Calvina. Tapi, aku janji aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan membuatmu senang. Aku janji itu." gumam Rista.

__ADS_1


Tangannya yang baru saja menempelkan kembali benda kompres pada kening Zayn, kini beralih menggenggam tangan yang terasa begitu panas. Pelan penuh hati-hati wanita beranak satu itu menempelkan tangan Zayn pada pelukannya. Ia bahkan memejamkan mata meresapi indahnya memeluk tangan pria yang tak pernah berani ia gapai selama ini.


Zayn terlalu tinggi bagi derajat Rista. Ia merasa Zayn terlalu sempurna untuk wanita yang kekurangan sepertinya.


"Rista, bagaimana Zayn?" Tiba-tiba saja pertanyaan itu mengejutkannya.


Rista menoleh. "Ibu? I-iya Tuan Zayn demam tinggi, Bu. Tapi ini sudah sedikit turun setelah saya kompres." jawab Rista gugup. Malu ketahutan menyentuh suaminya sendiri.


Melihat kikuknya Rista, Irene hanya tersenyum dalam hati. Kasihan melihat Rista yang ketakutan menggapai suaminya sendiri.


"Cal. Calvina!" Irene menatap Rista tanpa kata.


Tangannya menggapai pundak sang menantu kedua. "Kamu harus kuat yah? Zayn pasti akan menerima kamu. Percaya sama Ibu." tutur Irene pada Rista.


Jelas ia tahu satu pun wanita tak akan kuat melihat suaminya sendiri masih mencintai masa lalunya. Calvina telah pergi lama namun Zayn sampai detik ini masih saja berharap akan bertemu sang istri.


"Zayn! Aku akan kembali. Kalian lihat, aku akan kembali mendapatkan suamiku. Zayn adalah suamiku." teriak Calvina menjerit histeris. Tangannya sekuat tenaga memberontak namun hanya berhasil membuat Shopia ikut menangis di sampingnya.


"Kak, tenanglah. Kak Zayn masih menunggumu, Kak. Kak Zayn setia menunggu Kakak sembuh selama empat tahun. Kakak pasti akan di tunggu sampai kapan pun oleh Kak Zayn." ujar Shopia.


Calvina tertunduk. Ia menangis meski sesekali terlelap. Ketika bangun ia akan kembali histeris.

__ADS_1


"Shopia, Kakak tidak tahu mengapa ini bisa terjadi? Apa salah Kakak, Shopia? Apa salah Kakak?"


__ADS_2