Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

"Aku berharap datang pada Ibu mendapat jalan untuk menyelesaikan semua masalah ini. Selama ini bahkan aku berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian semua. Apa semua itu belum cukup menjadi sosok pengganti Calvina, Bu? Bukankah aku juga menantu di keluarga ini?" Rista menangis. Ia tak sanggup menahan pilu di hatinya ketika keberadaannya selama ini ternyata masih tetap menjadi orang asing bagi keluarg Yonathan.


Suasana di ruangan nampak hening. Irene yang masih duduk dengan posisi tegapnya menunjukkan sikap jika ia tak goyah sama sekali melihat kesedihan Rista.


"Apa kamu lupa, Ris? Dengan pepatah yang mengatakan seribu kebaikan bisa hancur hanya karena satu kesalahan. Kesalahan kamu adalah menjadi pelaku utama di belakang kejahatan Ayah kamu sendiri. Apa kamu lupa bagaimana kami bersikeras melindungi kamu dari Ayahmu? Bahkan Zayn rela menikahi kamu demi itu semua." Terdiam yang Rista lakukan saat ini.


Bibirnya benar-benar terkunci mendengar ucapan sang ibu mertua. Rasanya wajahnya pun tak memiliki tempat lagi di rumah ini. Jelas terlihat bagaimana Irene penuh penyesalan saat ini memilihkan wanita untuk sang anak.


"Sekarang sebaiknya kamu mengikuti permintaan Zayn. Tinggalkan anak saya dan hiduplah dengan baik. Anggap itu adalah penebusan atas apa yang kamu perbuat pada Calvina selama ini. Jangan sampai Zayn tahu semuanya dan melenyapkan Ayahmu."


"Hah?" Betapa Rista sangat syok mendengar ucapan Irene yang terakhir. Tak percaya jika Zayn sampai tega melakukan hal itu. Dan ada satu yang ia tidak ketahui. Jika ternyata Zayn belum mengetahui semuanya saat ini. Itu yang Rista tangkap dari ucapan Irene barusan.

__ADS_1


Setelah mengatakan semua amarahnya, Irene hanya duduk diam menunggu apa respon dari sang menantu. Namun, ternyata Rista memilih angkat kaki dari rumah besar sang mertua. Tetap dengan keadaan sopan ia mencium punggung tangan Irene. Meski kekecewaan benar-benar menguasai hatinya saat ini. Tak ada lagi yang meminta ia tetap ada di sini. Suami dan semua keluarga yang selama ini baik padanya telah berubah.


"Bu, kita kenapa ke sini dan bawa barang kita semuanya?" tanya Restu ketika mereka tiba di sebuah rumah yang Restu tidak pernah kunjungi. Sebelumnya Rista datang ke rumah ini tanpa membawa sang anak.


Rista terdiam, bingung harus berkata apa. Sejak dari rumah tadi sang anak terus bertanya mengapa mereka mengemasi barang-barang mereka seperti orang mau pindah rumah.


"Sayang, ini rumah Kakek Candra. Kita akan tinggal di sini karena sekolahan Restu lebih dekat di sini. Nanti kalau kamu sudah sekolah SD dan sekolahnya dekat sama rumah kita baru kita pindah." Kening Rista mengerut dalam melihat anaknya menggelengkan kepala.


"Restu mau tinggal di rumah kita yang lama, Bu. Restu betah di sana. Restu takut tinggal di sini. Kakek Candra jahat." teriak bocah itu. Bayangan kekejaman Candra yang teringat di benaknya membuat Restu ketakutan. Selama hidup bersama keluarga Zayn ia selalu di hujani kasih sayang tanpa bentakan kecil sekali pun.


"Baiklah jika memang itu yang kau inginkan, Rista. Kau membutuhkan waktu untuk semuanya. Aku akan turuti. Setidaknya kita tidak bersama-sama lagi." ujar Zayn bergumam dalam hati.

__ADS_1


Sejak saat itu keduanya tinggal di rumah yang berbeda. Zayn sesekali menjenguk Restu ketika jam istirahat di sekolahnya. Ia benar-benar menjaga jarak dari Rista. Sembari menunggu kabar tentang sang istri yang berada di Jerman, pria itu terus memperbaiki dirinya sendiri. Berharap semua perubahan yang ia lakukan mampu membawa Calvina kembali ke hidupnya.


"Kak, ada berheb loh. Mau nggak?" Di sini orang yang Zayn nantikan kepulangannya tengah bersambung telepon dengan sang adik.


Shopia begitu riang saat mengangkat panggilan telepon sang kakak. Terlihat kening Calvina mengerut dalam mendengarnya.


"Kasih tahu nggak yah?" Lagi gadis itu menggoda sang kakak.


"Apa sih, Shopia? Kamu ada yang lamar yah?" cetus Calvina menebak asal. Segera dengan cepat Shopia menggelengkan kepalanya. Ia pun dengan wajah tersenyum menggerakkan ponsel di tangannya tampak mengirim sesuatu pada sang kakak.


"Coba Kakak lihat apa yang aku kirim barusan." pintahnya.

__ADS_1


Calvina yang penasaran segera membuka pesan sang adik. Matanya membulat sempurna melihat apa yang ia ada di pesan itu. Tangannya tampak beberapa kali bergerak melihat-lihat semua yang Shopia kirim padanya. Di seberang telepon Shopia terkekeh geli melihat ekspresi sang kakak yang berbinar.


"Cie cie jatuh cinta lagi nih kayaknya." goda Shopia. Segera setelah itu Calvina merubah raut wajahnya menjadi datar. Ia menggeleng mengelak apa yang Shopia tuduhkan padanya.


__ADS_2