
Tatapan linglung terlihat oleh Firdaus kala pria tua itu menghampiri sang istri. Jelas Fara pasti akan menanyakan keberadaan Calvina sang cucu kesayangannya. Wajah yang semula sudah terlihat mulai segar kembali pucat. Fara terlalu memikirkan keadaan cucunya hingga lupa dengan kesehatannya sendiri.
"Ayah, bagaimana cucuku? Calvina sehat dan baik-baik saja kan? Bukan ada penyakit serius di tubuh cucuku, kan?" tanyanya dengan beruntun.
Firdaus menghela napasnya. Ia mendekati sang istri berniat menahan tubuh istrinya. Takut jika sampai kabar yang ia beri tahu membuat Fara marah. Dua pasang mata yang berkelopak keriput saling memandang satu sama lain. Sampai akhirnya bibir pria tua itu bergerak mengatakan hal yang sangat mengejutkan bagi Fara.
"Calvina hamil." Bukannya percaya begitu saja, Fara justru menggeleng tertawa. Ia tak percaya apa yang barusan sang suami katakan.
Lagi pula tidak mungkin itu terjadi. Calvina dan Zayn telah lama berpisah. Bagaimana mungkin sang cucu bisa hamil pikirnya. Jelas suaminya saat ini pasti telah membohongi dirinya untuk bercandaan.
__ADS_1
"Apa sih? Jangan ngaco. Dimana cucuku? Aku benar-benar mencemaskan Calvina, Ayah." sahut Fara lagi.
Namun, dari tatapan mata wanita tua itu sedang ada kegelisahan yang mendadak sulit ia kuasai. Matanya seolah tak bisa berbohong jika ia tahu sang suami berbicara jujur barusan. Sedang Firdaus tampak menatap sang istri dengan tetap menggenggam tangan wanita di depannya.
"Aku sudah menyuruhnya kembali ke rumah untuk istirahat.. Tapi, Calvina memilih tetap di sini sampai Shopia tiba di negara ini. Dan aku berbicara jujur. Calvina tengah hamil saat ini. Ia mengandung anak dari Zayn. Cobalah untuk menerima kenyataan, Fara. Mereka berdua masih sah suami istri." Fara terus menggeleng menolak ucapan sang suami.
"Tidak. Tidak! Ini tidak bisa terjadi!" Tiba-tiba saja tangan yang semula di tahan Firdaus mendadak bergerak dengan kasar. Semua barang di samping ranjang terhempas ke dinding ruangan itu. Fara mengamuk tubuhnya bergemetar menahan amarah.
"Aku bersalah. Aku salah aku lalai menjaga cucuku. Calvina, akan seperti apa hidupmu kelak? Nenek salah. Nenek tidak bisa menjagamu. Seharusnya ini tidak terjadi. Dia bukan pria yang setia. Kamu tidak pantas kembali dengannya." Firdaus sedih mendengar ocehan sang istri.
__ADS_1
Jelas sebagai nenek yang begitu sayang pada sang cucu, membuat Fara sangat cemas. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia tak ingin meninggalkan Calvina dengan kehidupan yang buruk. Ia ingin pergi dengan tenang setelah menemukan orang yang tepat untuk menjaga cucunya kelak. Fara sampai lupa jika semua kehidupan manusia tak luput dari garis takdir yang sudah di tentukan.
"Bu, sudah jangan seperti ini. Perhatikan keadaan Ibu juga. Semua sudah terjadi, kita bisa apa? Ini sudah kehendak yang kuasa. Mungkin ini memang jalan mereka tetap bersama." sahut Firdaus namun Fara terus saja menangis.
Tak pernah ada dalam bayangan wanita tua itu jika cucu yang begitu baik harus hidup dengan berbagi suami.
"Aku rela mati demi melindungi cucuku, Ayah. Aku tidak akan rela Calvina berbagi suami. Mau jadi apa rumah tangga mereka?" tanyanya dengan mata yang penuh kebencian pada Zayn.
"Permisi..." Tiba-tiba seorang suster masuk ke ruangan itu setelah mendengar kegaduhan. Benar saja ia kaget melihat barang di atas nakas kini sudah berhambur di lantai. Dan dinding ruangan itu harus segera di bersihkan.
__ADS_1
Firdaus pun menarik kepala sang istri dan menenangkannya di dada kurus pria tua itu. Fara yang menangis hanya terus menggeleng menolak segala bayangan buruk di kepalanya.