
Kamar yang terbuka perlahan di waktu subuh membuat seorang wanita tua itu masuk begitu saja. Fara beberapa kali meraba kamar sang cucu sampai akhirnya ia merebahkan tubuh di ranjang milik Calvina.
"Huh memalukan saja jika sampai cucuku tahu aku penakut. Mimpi itu sangat menakutkan. Biarlah Calvina tahu aku tidur di sini besok pagi. Kalau bisa aku bangun lebih dulu darinya." Di belakang tubuh Zayn, wanita tua itu berbaring dengan sangat pelan.
Takut jika kehadirannya di ketahui sang cucu dan berakhir ia merasa malu. Tanpa sadar jika perbuatannya justru membuat Calvina tidak tahu dan juga Zayn sekaligus. Tidur di ranjang bertiga nyatanya tak sesempit bayangan orang pada umumnya. Sebab Zayn yang begitu menempel pada tubuh sang istri saat ini sangat lelap usai berperang panas dengan Calvina yang mengandai itu adalah mimpi.
Sampai ketika pagi datang menyapa, Gauri terkejut mendengar ketukan pintu kamar dari luar.
"Gauri! Bangun, Gauri!" Panggilan itu terdengar jelas dari suara Firdaus. Pria tua yang berdiri dengan cemas di depan kamar anakya. Tak lama pintu pun terbuka. Gauri yang mengusap matanya dengan mengantuk bertanya pada sang ayah.
"Ayah, ada apa?" tanyanya.
__ADS_1
"Ibumu tidak ada di kamar. Di depan halaman pun juga tidak ada. Ayah takut terjadi sesuatu dengan Ibumu." Sontak mata Gauri dan Matthew membulat sempurna.
Bukan kecemasan hilangnya sang ibu yang mereka pikir saat ini. Melainkan ketakutan jika sampai Fara mendapati Zayn dan Calvina tidur bersama.
"A-apa? Ibu tidak ada di kamarnya, Ayah?" Matthew berlari ke depan kamar menghampiri istri dan ayah mertuanya. Firdaus segera menganggukkan kepala.
Tak lama dari itu suara teriakan pun terdengar. Suara teriakan dari seorang pria dan wanita tua yang berasal dari dalam kamar milik Calvina. Sontak suara heboh di pagi buta membuat seisi rumah berlari menuju sumber suara. Kala pintu kamar terbuka, terlihat jelas jika Zayn menghadap Fara dengan balutan selimut di pinggangnya. Sementara Fara duduk menghadap Zayn dengan masih tetap di atas kasur.
"Nenek? Zayn?" Bukan hanya mereka yang kaget. Calvina pun tak kalah kagetnya mendengar jeritan keduanya.
Gelagapan, Zayn tak bisa berkata apa-apa. Terlalu lelah dalam tidur ia sampai tidak sadar jika tubuhnya refleks berbalik dan memeluk wanita mengerikkan itu. Di sampingnya Calvina pun dengan tubuh yang masih polos tertutup selimut.
__ADS_1
"Bu, ada apa ini?" tanya Gauri bingung. Dari yang ia lihat jika Fara telah tidur di kamar sang anak.
Bukannya menjawab, Fara justru melempar selimut dan berdiri bersiap mengambil barang apa pun untuk ia pukulkan pada Zayn.
"Pergi dari sini! Pergi!" teriaknya. Zayn memilih menahan sakit dan memakai pakaian lebih dulu. Berbeda dengan Calvina yang diam bingung tak mengerti. Mengapa ada dua orang di kamarnya tanpa ia sadari keberadaannya.
Menatap seluruh tubuh dan selimut, Calvina tercengang syok menyadari sesuatu yang terjadi semalam. Ia pikir itu adalah mimpi ternyata sebuah kenyataan. Mendadak wajahnya memerah malu sadar jika bibirnya pun ikut bersuara menikmati sentuhan sang suami.
"Kau mengingatnya, Cal?" tanya Zayn di tengah sakit menahan pukulan Fara oleh sapu.
"Kurang ajar kalian!" umpat Fara bertubi-tubi.
__ADS_1
"Nenek, ampun. Tolong hentikan, Nek." mohon Zayn namun wanita tua itu tidak perduli sama sekali. Ia terus memukuli Zayn. Semua yang menyaksikan mendadak bingung harus berbuat apa. Mereka kasihan dengan Zayn namun merasa lucu juga. Sungguh malang nasib pria tampan itu.
Calvina hanya diam menatap sang suami. Matanya tampak sendu.