Bukan Duri Dalam Pernikahan

Bukan Duri Dalam Pernikahan
Mengungkapkan Kebenaran


__ADS_3

"Sayang, apa benar apa yang Kakek katakan barusan? Kamu hamil?" Zayn menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya. Mata pria itu jelas memancarkan harapan besar dengan berita bahagia ini. Memang inilah yang Zayn harapkan. Begitu pun dengan Calvina. Ia juga mengharapkan momen tak terduga ini sebenarnya. Namun, ia masih berusaha mengelak keinginannya selama ini.


Segera Calvina mendorong tangan Zayn dan mengangguk pelan. "Yah, Zayn. Aku hamil." jawabnya sedih.


Tak terbayangkan bagaimana kisahnya ke depan nanti. Bagaimana pun Calvina tak mau meminta suaminya menceraikan Rista. Mereka juga sudah sah menikah. Berbagi suami bukanlah hal yang sanggup Calvina jalani.


"Hamil. Ayah, Ibu, istriku hamil!" seru Zayn begitu bahagia. Ia tak perduli bagaimana ekspresi Calvina saat ini. Yang Zayn ingin tahu ia hanya bahagia saat semua rencana Tuhan jauh lebih ajaib untuknya.


Gauri tersenyum memeluk Calvina. Semua bahagia mendengar kabar baik ini. Bagaimana pun calon bayi itu berhak hidup dan lahir ke dunia ini.

__ADS_1


"Aku akan membawamu kembali bersama anak kita kelak setelah aku menyelesaikan semuanya. Tunggu aku kembali, Cal. Kita akan bahagia bersama." ujar Zayn menatap sang istri.


Calvina menggeleng. Bukan ini yang ia mau. Ia tidak ingin Zayn melakukan itu semua. "Tidak, Zayn. Tidak. Aku tidak mau. Aku tidak ingin kita bersama lagi. Tolong jangan hancurkan pernikahan kalian dengan hadirnya aku kembali. Dia tidak bersalah apa pun." tutur Calvina memohon.


Gauri dan sang suami sampai menggelengkan kepala mendengar penuturan sang anak. Bagaimana bisa Calvina seluas itu hatinya menyerahkan sang suami saat ia sudah tahu siapa wanita yang menjadi istri kedua suaminya.


"Calvina, berhenti membelanya, Nak. Ibu sudah cukup melihat penderitaan kamu. Kali ini Ibu tidak ingin lagi melihat cucu Ibu menderita juga. Berhenti mengorbankan kebahagiaanmu demi orang lain. Dia sudah bertindak jahat padamu." Suara Gauri terdengar lantang berbicara pada sang anak.


Rista hanya ingin Calvina tidak hadir kembali di hidup mereka demi pernikahannya dengan Zayn tetap utuh. Namun, Candra telah melakukan hal di luar dugaan Rista.

__ADS_1


"Ada apa ini, Bu? Apa yang tidak aku tahu?" tanya Zayn bingung.


"Istri keduamu lah Zayn, yang terlibat dalam penyekapan Calvina selama ini. Memang Ayahnya yang sudah melakukan semuanya. Tetapi dalang di balik ini semua juga ada Rista. Dia menahan Calvina keluar agar pernikahan kalian tetap berjalan baik-baik saja tanpa ada Calvina yang mengganggu kalian. Tetapi, di saat penyekapan itu justru Candra, ayahnya Rista kehilangan akal hendak melecehkan istrimu. Ibu sudah ingin mengampuni mereka atas permintaan Calvina. Itu sebabnya Ibu mengijinkan Calvina pergi dari Indonesia. Tapi, melihat kegigihanmu mempertahankan ini semua, Ibu tidak bisa menutup mata lagi. Kamu berhak memperbaiki ini semua. Dan cucu Ibu berhak mendapatkan orangtuanya yang lengkap."


Wajah tampan berkulit putih milik Zayn berubah merah. Matanya memncarkan kemarahan yang amat sangat saat mendengar penuturan sang mertua.


"Bu, aku benar-benar ingin melenyapkan satu orang untuk melampiaskan ini semua." Zayn keluar dari ruangan saat itu juga. Ia tak perduli teriakan Calvina mau pun Gauri. Zayn pergi entah kemana.


"Bu, apa yang Ibu lakukan? Bagaimana nasib Rista dan anaknya, Bu?" tanya Calvina ketakutan. Ia sedih jika sampai kebahagiaan Restu hilang akibat dirinya yang mengambil Zayn.

__ADS_1


"Ini sudah yang seharusnya terjadi, Nak. Cepat atau lambat Restu akan tahu siapa ayahnya sebenarnya. Zayn tidak pantas bertanggung jawab atas anak yang bukan darah dagingnya. Sudah cukup selama ini kebaikan Zayn pada mereka. Jangan mengorbankan anakmu, Calvina." Mendengar penuturan sang Ibu, Calvina hanya bisa menangis memeluk sang ayah.


Entah mengapa ia merasa begitu menjadi wanita yang jahat sekali pada Restu.


__ADS_2